NovelToon NovelToon
Perubahan Seorang Gay Karena Istri Kontraknya

Perubahan Seorang Gay Karena Istri Kontraknya

Status: tamat
Genre:Tamat / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:202.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fareed Feeza

**Tidak ada adegan vulgar cinta sesama jenis disini ya***

Tawaran Menjadi istri kontrak seorang gay (Galeo davin) dengan Bayaran 1 Milyar untuk 1 tahun, membuat Resha Alea (Eca) langsung menyetujuinya, karena kebutuhan yang mendesak akibat hutang judi yang di wariskan oleh mendiang orang tuanya.

Setelah pernikahan, Eca selalu menyaksikan kebersamaan Leo dan teman dekat laki lakinya, Stavi yang bernama asli (Gustav Alvaro).

Seiring berjalannya waktu, Perlahan Leo berubah sedikit demi sedikit karena afirmasi dan perlakuan yang Eca berikan di setiap harinya.

(Novel ini ringan ya, jangan berharap konflik yang berat seberat beban hidup ... jangan!)


Yang suka silahkan lanjut baca, yang gak suka gak usah menggiring kebencian lewat kolom komentar, lebih baik di skip, okey?! ✨


Btw ini novel ke 3 author ya, makasih yang udah setia nemenin dari novel pertama, I love you so bad my readers 💜✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fareed Feeza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehilangan

Pagi hari.

Eca bangun lebih pagi dari biasanya, karena hari ini kelas di mulai jam 08.00.

Leo sudah bangun, tapi masih bersembunyi di balik selimutnya. Gantungan kunci bakal bangunin gue gak nih, semalem kan dia ngambek sama gue. Batinnya.

.

.

Seperti biasanya, Eca sudah menyiapkan sarapan dan bekal untuk di bawa Leo.

Jam dinding menunjukan pukul 06.00 Heran deh kak Leo, gak ada kesadaran buat bangun sendiri. Aku kan lagi kesel sama mulut jahat dia.

Eca pun mengalah, tugasnya harus dia jalankan, walaupun hanya sebagai istri kontrak.

Eca membuka pintu kamar Leo dengan lumayan kencang, dan itu membuat Leo yang bersembunyi di dalam selimut sedikit kaget.

Sialan! kasar banget buka pintu kamar gue.

"Kak Leoo!!!! Bangun. Udah jam 06.00!!!!!!"

Eca melihat tidak ada pergerakan dari Leo.

Ditariknya selimut yang menutupi seluruh tubuh suami kontraknya itu, "Kak! Bangun ... "

Leo membuka matanya, seolah baru terbangun dari tidur.

"Berisik banget lo."

"Yaudah kalau aku gak boleh berisik, besok aku ga akan bangunin lagi!"

"Eh ... jangan gitu dong. Nanti gue telat. Maksud gue bangunin tuh pelan-pelan, jangan bikin gue jantungan mulu pagi-pagi!" Ucap Leo sambil turun dari tempat tidurnya.

Eca memutar bola matanya malas, "Yaudah cepet mandi siap-siap." Setelah itu Eca keluar dari kamar Leo untuk bersiap juga.

.

.

Leo melihat tiga menu yang sudah tersaji, "Abis gue komen kemarin, langsung masak banyak. Berarti emang kudu gue komen terus, biar ada kemajuan. Gumam Leo sambil bersiap untuk sarapan.

Eca datang dari dalam kamar dan ikut duduk di meja makan berhadapan dengan Leo. "Enak ga?"

"Ya enak ga enak harus gue telen. Kalau gue buang kan sayang uangnya hasil dari kerja keras gue."

Tinggal bilang enak atau enggak aja susahnya minta ampun! umpat Eca dalam hatinya.

Eca sudah selesai lebih dulu, sedangkan Leo terpantau menambah porsi sarapannya. "Enak banget nih kayaknya, sampe nambah segala." Sindir Eca.

"Sayang kalau nanti malem masih nyisa."

"Iya sayang," Sahut Eca jahil.

"Sayang makanannya maksud gue! bukannya gue manggil lo sayang. PD banget."

"Oh ... Kirain gitu."

Leo hanya menggelengkan kepala sebagai responnya.

.

.

"Kak, ayo dong ... Nanti aku telat." Ucap Eca yang melihat jam dinding sudah menunjukan pukul 07.00.

"Bawel."

"Bukannya aku bawel, tapi dosennya galak kak, nanti aku di omelin."

"lo kan juga bisa jadi galak, lo omelin balik aja tuh dosen." Ledek Leo.

Eca menghentakan kakinya kesal, "Yaudahlah aku naik ojek aja."

Ucapnya yang terus berjalan ke arah pintu.

"Eh .. Tunggu-tunggu, ini gue udah selesai." Leo menyudahi sarapan porsi ke tiga nya dengan cepat.

.

.

***

Leo dan Eca sudah berada di perjalanan.

"Nanti gue balik telat, bisa jadi malem gue baru pulang."

Ucap Leo memecah keheningan di mobil.

"Ada kunjungan keluar kantor?"

"Gue mau ngedate, ya ... bisa di bilang kencan juga."

Eca tak kuasa menahan tawanya. "Hahaha ... Iya iya. Titip salam buat Kak Stavi."

Aldo menyunggingkan senyumnya, "Hah Stavi? Maksud lo gue mau kencan sama dia?"

"Ya terus?"

"Sama cewek lah."

Eca sedikit tidak percaya dengan perkataan Leo, sejak kapan suami kontraknya itu mempunyai kenalan wanita, dan mempunyai rencana untuk berkencan segala.

"Kenapa? Heran? ... Lo gak bisa ledekin gue gay lagi, gue udah sembuh." Ucap Leo bangga.

"Hm... Ya syukurlah kalau begitu, tapi kalau ada pihak keluarga kamu lihat gimana? Kamu bilang kita harus menjaga nama baik keluarga."

"Gue bisa sewa resto atau tempat yang mau gue kunjungi, biar di dalamnya hanya ada gue dan wanita itu, simple kan? Itu semua karena gue punya duit, semua jadi mudah."

Special banget kayaknya, aku jadi penasaran, siapa orangnya.

Setelah mendengar apa yang di katakan Leo, Eca melanjutkan diamnya. Kenapa aku malah ngerasa kehilangan ya, harusnya aku bahagia kalau kak Leo bisa sembuh dan normal.

Eca terhanyut dalam lamunannya sendiri, Sampai-sampai dia tidak sadar kalau Leo sudah mengehentikan laju mobilnya.

"Woy, udah sampe ... katanya lo buru-buru. Malah bengong disini."

"Ehh iya , makasih Kak, aku turun ya." Eca bergegas turun dari mobil, karena sebentar lagi kelas akan segera di mulai.

***

Di kantor.

"Lo udah reservasi cafe yang gue minta kan, pastiin dia kosongin tempat 2 jam, khusus untuk gue dan Anna."

Oscar mengangguk, "Semuanya sudah siap pak."

"Siapin baju buat gue ketemu Anna nanti, gue gak mau pake jas kerja pas ketemu sama dia, gue harus perfect."

Anda seperti orang norak pak. Sahut Oscar dalam hatinya.

"Baik pak." Ucap Oscar patuh.

Leo tak lupa mengirim pesan pada Anna untuk menginformasikan tempat dan waktu untuk mereka bertemu, dan Anna mengkonfirmasi itu.

.

.

Leo sedang terburu-buru mengerjakan tugasnya, agar pria itu bisa datang tepat waktu saat menghadiri janjinya dengan Anna.

Entah kenapa wajah Eca terus terlintas di fikiran Leo, "Ah ... ngapain sih gue kepikiran gantungan kunci terus, ini kesannya kayak gue lagi mau selingkuh aja dari dia." gumam Leo.

***

Eca menyelesaikan kuliahnya di jam 10.00, untuk menunggu kelas selanjutnya Eca pergi ke kantin dengan Adel temannya.

"Seperti biasa, aku pesen minum aja ... Soalnya aku bawa bekal." Ucap Eca sambil tersenyum menampilkan giginya yang rapi.

"Iya, iya ...aku tau Mrs.Hemat." Sahut Adel yang sudah tahu kebiasaan temannya itu.

Saat Luna dan Adel sedang menikmati makan siangnya, tiba-tiba seorang pria duduk di samping Luna, "Boleh gabung?"

Orang yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, datang dan minta bergabung ... Dia adalah Erik Bastian, dosen yang Eca sangat takuti karna saat sedang memberikan materi di kelas, dia terkenal tegas dan galak.

"Ppp-pak Erik, kalau gitu kita cari tempat lain aja, takutnya bapak terganggu ..." Eca menarik lengan Adel agar cepat pergi dari situ.

"Loh kok takut saya terganggu? Jelas-jelas saya yang minta bergabung dengan kalian." Sahut Erik dengan ramah, sangat berbeda sekali pembawaanya di kelas dan di luar kelas.

Alhasil Eca dan Adel tertahan dan makan bersama dengan saling diam, canggung karena tidak tahu harus mengobrol apa dengan dosen yang terkenal killer ini.

***

Sore hari di sebuah Cafe.

Leo menggunakan kaos dan luaran jaket, tak lupa menggunakan jenas dan sepatu kets, Pria itu sangat terlihat trendy dan kekinian.

Siapa yang gak klepek-klepek liat penampilan gue kali ini. Ucap Leo dalam hati.

Di kejauhan seorang wanita, yang tak lain adalah Anna berjalan berlenggak lenggok menggunakan dress ketat, dengan belahan dada yang terpampang, tak lupa lipstik merah menyala mendukung penampilannya kali ini yang menambah kesan sexy di wajahnya.

"Leo." sapa Anna.

Leo melihat penampilan Anna dengan mulut sedikit terbuka, pria itu sedikit terkejut, karena saat pertemuan awal ... Anna menggunakan baju sopan, sehingga Leo tidak merasakan efek apapun pada tubuhnya.

Keringat dingin sudah bermunculan di kening Leo, padahal cafe ini di lengkapi fasilitas AC.

Anna menyapa Leo dengan menempelkan pipi kanan kirinya di pipi Leo. "Sore Leo, maaf sudah menunggu lama." Ucap Anna dengan suara sensualnya.

1
Bertha Sylvia Meka
alur cerita yang menarik dan tidak membosankan
Rieka Mawon
Luar biasa
Nindi
ya elah suami kontrak,, mulai jelious
Cc
Luar biasa
Nindy bantar
mampir thor
Fareed Feeza: tengkyu kakkk
total 1 replies
Setianingrum Ningrum
Luar biasa
Ima Kristina
Yach udah tamat aja
Fareed Feeza: baca novel terbaruku kaka
total 1 replies
Ima Kristina
next
Ima Kristina
sudah hamil tua kok naik tangga kan bahaya Eva ....jalan2 biasa saja
Ima Kristina
Eca nurut dong sama Leo sudah tau suaminya cemburuan
Ima Kristina
Eca ngapain pedulikan papa Martin...yang penting Leo gak mempermasalahkan soal jenis kelamin....
Ima Kristina
Eca nurut dong sama suami takutnya kamu stres trus berpengaruh sama kehamilan kamu ....
Ima Kristina
Aku gak ngerti jalan pikiran papa Martin Leo kan anak satu-satunya tapi kok dimusuhin gak ada sayang sayangnya
Ima Kristina
lanjut kakaaa
Ima Kristina
kayaknya Martin hanya takut sama kakek
Ima Kristina
lanjut lanjut penasaran Kakaa
Ima Kristina
dasar Anna nenek sihir main ndusel suami orang saja
Ima Kristina
Anna adalah tipe ambisius harus mendapatkan apa yang dia mau
Ima Kristina
syukurlah akhirnya Leo dan Eca baikan
Ima Kristina
astaga Leo kenapa gak bilang aja kalau cemburu jadi Eca tahu kesalahannya dimana ....kayak ABG saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!