Karena suaminya menderita gangguan pada organ reproduksinya, membuat Jenna dan suaminya memutuskan untuk melakukan inseminasi. Namun, setelah Jenna hamil, ia justru di minta untuk menggugurkan kandungannya tersebut atau ia akan ceraikan oleh suaminya tersebut. Bahkan Jenna di tuduh selingkuh oleh keluarga suaminya.
Jenna memilih mempertahankan kehamilannya meski pada akhirnya ia di ceraikan dan di buang oleh suaminya.
Bertahun-tahun berlalu, Jenna menjelma menjadi ibu muda yang tangguh dan mandiri. Jenna baru saja kehilangan pekerjaan dan Ia mendaftar menjadi seorang perawat pria lumpuh yang dingin dan kejam demi menyambung hidup bersama kedua anaknya.
Meski tidak mudah awalnya, Jenna tetap bertahan hingga cinta itu perlahan mulai tumbuh diantara mereka. Saat itulah sebuah fakta besar terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embunpagi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Jenna segera berlari kearah mobil Arion berhenti sebelum pria itu turun dari mobilnya.
Jenna langsung masuk ke mobil, "Kau kenapa? seperti habis dikejar setan?" tanya Arion yang melihat Jenna terengah-engah.
"Tidak apa-apa. Kenapa datang menjemputku? hari ini aku kan cuti," ucap Jenna. Jika di jemput oleh Arion, artinya ia gagal bertemu si kembar Hari ini.
"Jangan GR kamu, saya cuma kebetulan lewat tadi dari kantor!" ucap arion
" perasaan kantor tuan nggak lewat sini deh! Sengaja jemput, kan? Khawatir, ya? Ucap Jenna nyengir.
"Berisik!" kesal Arion yang ketahuan.
Jenna tersenyum sebelum tiba-tiba ia meringis menahan sakit di pergelangan tangan dan lehernya akibat ulah Kevin.
" Kenapa? ' tanya Arion penasaran.
Jenna menggeleng." Nggak kenapa-kenapa," ucapnya.
Arion menarik tangan Jenna dan memeriksanya. Ia melihat pergelangan tangan Jenna merah. Lali ia menilik leher Jenna. Namun, Jenna langsung menghindar," Jangan lihatin begitu, mes um!" ucapnya.
"siapa yang melakukannya?" tanya Arion.
"Apa?" jenna malah balik bertanya.
"Kau terlalu bodoh untuk pura-pura tidak tahu maksud saya," sahut Arion.
" Oh ini, bukan apa-apa kok. Cuma di gigit nyamuk aja tadi," jawab Jenna dan tentu saja Arion tak percaya begitu saja.
Suasana menjadi hening. Jenna berkali-kali melirik Arion. Ia ingin mengucapkan terima kasih namun gengsi.
" Apa?" tanya Arion jutek.
"Itu. Aku cuma mau bilang soal proposal,"
"Bilanng saja terima kasih. Apa sesusah itu?" tanya Arion.
Jenna nyengir, "Iya itu maksudnya. Terima kasih karena tuan sudah membantu saya kemarin-kemarin," ucapnya tulus kali ini.
"Hem!" sahut Arion datar yang mana membuat Jenna mencebik.
Arion Mengantar Jenna sampai ke rumah kontrakannya. Yang mana membuat Jenna spechless karena Arion melakukannya. Menjemput dan mengantarnya pulang. Habis kena badai apa pria itu pikirnya.
" Terima kasih tuan sudah mengantarku pulang," ucap Jenna.
"kemasi pakaianmu!" titah Arion.
"Hah apa?" tanya Jenna bingung.
" beberapa hari ke depan saya akan ke luar negeri perjalanan bisnis. Kamu tinggalah di mansion selama saya pergi, takutnya mama tiba-tiba datang dan kau tidak ada di sana. Itu akan membuatnya curiga," ujar Arion.
Apa-apaan ini. Pergi ya pergi saja, malah bagus Ia jadi bisa punya banyak waktu bersama anak-anaknya, pikir Jenna.
" cepat, saya harus segera pergi! "
Tak ada negosiasi lagi. Mau tidak mau Jenna menurut., ia segera mengemasi beberapa bajunya. Urusan si kembar, nanti ia akan menghubungi Rosa. Ia juga akan mengatur waktu berasa, ma mereka nanti meski tinggal di mansion Arion. Toh pria itu akan pergi.
......
Awalnya mereka berdua terlihat biasa saja saat bicara akan berpisah untuk sementara waktu. Tapi, nyatanya ada rasa aneh menyelimuti hati mereka ketika keduanya benar-benar akan berpisah. Arion sudah bersiap akan pergi. Ada rasa tak rela dan kehilangan Jenna rasakan di dadanya. Akhir-akhir ini mereka cukup intens dan dekat. Tidk bertemu beberapa hari tentu rasanya akan berbeda.
"Ya ampun, perasaan macam apa ini?" batin Jenna,
Pun dengan Arion. Pria itu terlihat enggan untuk pergi, namun ia harus melakukannya.
Namun, di balik kesedihannya karena merasa kehilangan sosok yang akhir-akhir ini menenuhi harinya meski seringnya menyebalkan, Jenna menjadi memiliki waktu luang untuk mengajak si kembar dan juga Rosa untuk jalan-jalan dan berbelanja.
.....
Esok harinya.
Menggunakan taksi online, Jenna menjemput anak-anaknya dan rosa.
"Apa anak-anak Mama Hari ini senang?" tanya Jenna. Mereka kini sedang berada di pusat perbelanjaan.
Si kembar mengangguk. Diajak jalan-jalan saja sudah cukup bagi mereka. Tak perlu kemewahan berlebih.
"oke! Sekarang kita belanja, ya. Beli baju yang bagus-bagus buat Reagan dan Riley. Juga tante Rosa!" seru Jenna.
"NO, mama! Ndak boleh boros uang. Mending simpan. Tabung uang biar banyak, cepat kaya!" ujar Riley dan di setujui anggukan oleh Reagan.
Jenna terharu mendengarnya, "Nggak apa-apa. Sekali-kali kita belanja. Mama ada uang kok. Mama udah gajian, banyak! mau ya?" ucap Jenna.
Si kembar tetap menolak namun terus di bujuk oleh jenna akhirnya mereka mau,
Saat memilih baju, tiba-tiba seseorang di masa lalu Jenna menghampiri. Wanita itu adalah kerabat dekat Kevin.
"Ternyata masih bernapas kamu, Jenna! Lama nggak ketemu, aku kira kamu udah di telan bumi bagian mana!" ucap wanita itu sinis.
Jenna tak menghiraukannya. Ia memilih fokus mencari pakain untuk si kembar. Ia mengajak si kembar pindah ke bagian lain, namun wanita itu dengan tidak tahu malunya mengikutinya.
"Ck, jadi mereka anak hasil dari perselingkuhan kamu dulu itu? Aku kira kamu gugurin, eh ternyata...." semakin pedas kata-kata wanita itu menghina Jenna.
Jenna menyuruh Rosa membawa anak-anaknya menyingkir supaya tidak mendengar hinaan wanita berambut pirang tersebut.
"Ya ampun, kenapa dunia ini begitu sempit sampai aku harus bertemu orang-orang toxic di masa lalu," batin Jenna kesal.
Kesenangannya berbelanja menjadi terusik. Harusnya ini momen menyenangkan bersama si kembar. Jarang-jarang mereka memiliki waktu luabg seperti ini. Eh malah harus bertemu nenek lampir. Jenna Heran kenapa keluarga mantan suaminya itu rata-rata memiliki sifat yang sama toxicnya.
Namun, kedua anak anak wanita berambut pirang yang bahkan Jenna malas untuk mengingat siapa namanya tersebut menghadang si kembar dan menjahili mereka.
Mesk si kembar cerdas, namun mereka tetap kalah besar dari anak-anak wanita berambut pirang tersebut.
Jenna tak tinggal diam, ia langsung pasang badan untuk melindungi Reagan dan Riley. Kericuhan pun terjadi hingga petugas keamanan datang.
"Saya hanya melindungi anak saya, pak dari anak-anak ini yang menakali anak, saya," ucap Jenna. Namun, bukannya mendapat dukungan, Jenna justru di usir dan diminta untuk meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut, "Sebaiknya nona membawa anak-anak ini pergi dari sini karena menganggu pengunjung yang lain," uccap satpam.
"Ck, wanita miskin dimana-mana tidak akan di terima, mending pergi saja kalian!" usir wanita berambut pirang.
Tentu saja Jenna tak mau pergi begitu saja karena mereka tak salah, "Begini saja, pak. Untuk tahu siapa yang salah dan harus pergi dari sini, kita cek kamera pengawas. Di sana akan terlihat siapa yang muali duluan dan salah!" ucapnya memberi saran.
Satpam setuju, namun wanita berambut pirang menolak, "Buat apa, buang-buqng waktu aja. Lagian itu namanya melanggar privacy pelanggan. Saya tidak mau! Jelas-jelas mereka yang salah. Udah miskin, nggak punya uang sok-sokan belanja di tempat elit seperti ini, nggak pantas. Cocoknya mereka tuh beli di pasar loak sana. Orang miskin sekalinya ke tempat bagus ya begini, norak. Bikin masalah!" ucapnya.
"Kenapa? Bilang saja kamu takut, kan ketahuan attitude kamu seburuk apa? Kita di sini punya hak yang sama pak, cek saja kamera cctvnya," ujar Jenna.
Namun wanita itu tetap menolak. Sudah tentu ketahuan jika ia dan anak-anaknya yang salah jika benar-benar di cek kameranya. Di situasi menegangkan tersebut, sosok penting datang.
...----------------...
semangat up lagi yok sampe tamat kisah Jenna dan Arion kak jangan lama-lama ya up selanjutnya🥰