NovelToon NovelToon
IPAR

IPAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 5
Nama Author: Kirei

Menikah dengan Ipar adalah sesuatu yang sumbang buat Aralia. Tetapi ia tidak bisa menolak permintaan Ibunya yang memohon dengan air matanya demi sang cucu.

Varga suami yang lembut tak bosan-bosan memperhatikan istrinya walau sang istri menolak perhatian itu. Bahkan berani memasuki hati pria lain, yang membuat perjalanan cinta mereka rumit.

Dapatkan Varga memenangkan hati istri atau akan menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berpisahlah dengan suamimu

Degub jantung Aralia bergema, Aralia melihat waktu yang melingkar di tangannya. Masih lama mata kuliah yang akan ia ikutin. Aralia meraih ranselnya lalu menyampirkanya di pundak.

"Aku keluar ya," ujar Aralia melambaikan tangan ke arah ketiga temannya itu.

"Mau kemana, Ra?" Teriak Ilir begitu gadis itu berlari kecil ke arah pintu masuk.

"Ada sesuatu yang harus aku urus." Sahut Aralia meninggalkan ruangan.

Ketiga temannya berdecak saling menatap sama lain.

Reven sudah menunggu di dalam cafe saat Aralia memasuki ruangan itu. Reven melambaikan tangan ketika melihat Aralia mencari sosoknya di depan pintu masuk.

Aralia tersenyum menghampiri.

"Hai ...," gumamnya sedikit ragu.

"Duduklah, bagaimana kabarmu?" tanya Reven tersenyum pada Aralia.

Aralia menarik kursi dan duduk berhadapan dengannya. Menghela napas perlahan lalu ....

"aku rasa baik setelah bertemu denganmu," Aralia berujar membuat senyum terukir di wajah pria itu.

"Reven, dengar ... aku min—,"

"Aku maafkan." Potong Reven sebelum gadisnya itu menyelesaikan perkataanya. mengambil tangan Aralia yang ada diatas meja. Aralia terpaku, senyumnya mulai mekar dan detak jantungnya kini saling beradu. Pria itu kini memaafkannya dan bahkan bersikap manis dengan menggengam tangannya saat ini.

"Kau tidak marah lagi?" tanya Aralia, pria itu menggeleng dan membawa tangan Aralia dalam kecupanya. Aralia tersenyum, pipihnya merona apalagi saat Reven membelai pipi itu.

"Aku mencoba untuk marah, membenci dan melupakan tapi sungguh sangat susah. Kau gadis kecil yang sudah berhasil mencuri hatiku dan aku harap kau bisa menjaganya dengan baik." ujar Reven, " tapi aku punya keinginan yang harus kamu lakukan," katanya lagi. Membuat kerutan di kening Aralia dan gadis itu menatapnya dengan tanya.

"Apa?"

"Demi cinta kita, berpisahlah dengan suamimu."

"A-apa?" gumam Aralia terbata dan sedikit kaget. ia menarik tangannya berlahan dari genggaman Reven.

Berpisah? Benaknya, mengalihkan tatapannya ke tempat lain lalu menatap Reven kembali.

"Apa aku harus melakukan itu?"

Reven terkekeh, tidak mungkin kalau Aralia berpikir akan memiliki dua pria dalam hidupnya kan?

"Ya. Kau harus melakukan itu kalau kita ingin bersama. Apa nantinya kau ingin poliandri?" tanya Reven di sertai kekehan ringan seolah itu adalah sebuah candaan.

"Ta-tapi, aku tidak punya alasan untuk menceraikannya," gumam Aralia, kini rautnya yang merona berubah menjadi pucat.

Reven menghela dengan mata tertutup,

"bukankah kau tidak mencintainya?"

"Benar,"

"Nah itu alasannya."

"Entahlah Reven ... apa kita tidak bisa menjalani hubungan ini begini saja?"

"Lalu masa depan hubungan kita bagaimana nantinya, Ra? Sungguh! Status kamu itu akan menjadi masalah di hubungan kita. dan ...," Reven menghela, melihat Aralia orang ia cintai itu seolah tidak mengerti apa maksud dari Reven. " keluargaku akan mempertayakannya dan pasti menolak." sambungnya.

Aralia menunduk, Benar kata Reven tapi bagaimana caraku melakukan itu. Batinnya.

"Aku serius dalam hubungan kita, Ara. apa kamu tidak ...," nada Reven terdengar kecil, ada rasa ragu pada dirinya tentang cinta yang selalu dilontarkan Aralia. Ia meragu ungkapan itu hanya bualan semata.

"Tentu aku juga serius, Re." sahut Aralia begitu mendengar dan melihat keputuasaan di wajah Reven.

Terdengar helaan panjang dari Reven. Ia mengambil tangan Aralia lalu membelai punggun tangan gadis itu dengan lembut.

"Aku janji .... Aku akan menjagamu dengan baik." Janji Reven menyakinkan dengan sungguh -sungguh dan itu jelas tersirat di sorot matanya.

"Beri aku waktu untuk memikirkan itu," pinta Aralia, untuk saat ini dia belum bisa mengambil keputusan yang akan mempengaruhi kehidupannya dimasa depan.

Reven mencium punggung tangan itu, "Jangan khawatir, aku tidak akan mendesak. Lakukan secara perlahan dan aku akan mendukung juga menunggu." Kata Reven menyakinkan Aralia.

"Aku akan memikirkannya," lirih Aralia, Reven mengangguk lalu menyadari sesuatu ...,

"Oh ya maaf, aku belum memesan apapun dari tadi, bagaimana kalau kita makan?" Kata Reven sekaligus bertanya, Aralia menatap waktu di tangan dan ini sudah waktunya masuk kuliah. Ia tak ingin melewatkanya meski ia tahu konstrasinya akan hilang karena permintaan Reven yang mengejutkannya.

"Tidak, jam kuliahku akan dimulai aku bisa terlambat nanti." kata Aralia menolak dan segera menyampirkan ranselnya di pundak dan meminta izin untuk kembali ke kampus.

______________________________________________

"K-kak Varga, apa kita bisa bicara?" Aralia bertanya dengan sedikit ragu, menghentikan suaminya yang sedang mengetik di laptonya.

Varga menoleh, ke arah datangnya suara. Menipiskan bibir lalu mengulumnya perlahan. Ada apa gerangan? Batinya. Aralia dengan sepasang piyama hijau tosca mengambil posisi duduk di sofa yang biasa Varga tempati tidur.

"Apa aku pernah membatasimu untuk bicara padaku?" Varga bertanya, membenarkan posisi duduknya agar menatap istrinya itu.

Aralia memainkan ujung rambutnya, sungguh sangat sulit untuknya mengatakan. 'Mari kita berpisah' bukankah itu keterlaluan dan akan menghancurkan setiap hati orang yang mencintainya.

Keluarga Varga memperlakukannya dengan sangat baik, dan orang yang ada di depannya ini adalah pria yang baik yang sudah menghormatinya sebagai istri dan tidak pernah memaksakan kehendaknya meskipun jelas ia tahu itu hak nya, Aralia adalah miliknya.

Lalu jika Aralia egois meninggalkan apa yang sudah ia miliki sekarang. Akan ada seseorang yang sangat terpukul yaitu Nisa, ibunya. Orang yang meminta dengan air mata untuk pernikahan ini.

Itu akan sulit, dan sekarang Aralia hanya terdiam menatap Varga dengan tatapan yang sulit diartikan dibarengin mulut sedikit terbuka.

"Kau tidak apa-apa kan?" Varga meraih lengan Aralia, mengoyangnya pelan dan membangunkan istrinya itu dari lamunanya.

Aralia menggelengkan kepala, dalam hati ia berucap. Aku belum siap.

"Maaf aku lupa mau mengatakan apa, aku mau tidur saja." kata Aralia bangun dari duduknya membuat Varga kebingungan.

"Eh? Bukannya kamu masih sangat muda, Ara? Kok bisa lupa." Tanya Varga, menautkan kedua alisnya menoleh pada Aralia yang berjalan ke tempat tidurnya.

"Tch ..., bodo." katanya kesal. melempar bantal milik Varga dari ranjangnya dan mengenai kepala suaminya itu.

Varga hanya berdecak lalu merapikan bantal itu, bangun dari duduknya menghampiri Aralia yang sudah berbaring.

Aralia menutup seluruh dirinya dengan selimut.

"Kelakuanmu sangat menjengkelkan, kau kira aku anak kecil hingga kau bisa perlakukan seperti ini!" Varga menarik selimut membuang kain lembut itu ke lantai. Menatap dengan tajam, rahang Varga mengeras, menunjukkan sisi lainya.

Aralia ketakutan selama ini sikapnya tidak pernah di ambil hati oleh pria ini dan apakah pria ini sudah lelah atau sudah bosan menghadapi tingkah istrinya itu.

Baiklah mari kita lihat, siapa tahu ini jalan untuk menemukan kebahagianku. Benak Aralia.

Perempuan itu, bangun dan duduk di tepi ranjang. Meski tatapannya menyiratkan ketakutan tapi ia berpura-pura terlihat tenang.

Ia mendongak menatap Varga yang sudah berdiri menjulang di hadapannya, dan tiba-tiba Varga tertawa terpingkal melihat Aralia memaksakan diri terlihat baik-baik saja.

Apa-apaan ini? Dia mempermainkanku? Benak Aralia, spontan berdiri dan meninju perut Varga, menghentikan tawa yang menurutnya menjengkelkan itu.

"Auh ...," Pekik Varga menahan rasa sakit. Aralia meninjunya dengan tenaga yang bercampur emosi.

"Menyebalkan!" Ketus Aralia kembali duduk.

"Lihat kau sangat ketakutan tadi?"

"Apa itu lucu?" Aralia menyilangkan kedua tangannya di dada melihat Varga yang masih terkekeh.

"Kau sangat gampang marah," Varga menepuk-nepuk kepala Aralia lembut sambil mengambil posisi duduk di samping Aralia.

Aralia langsung menggeser diri, ia tak ingin duduk berdempetan dengan pria yang sudah membuatnya kesal.

Ah kesal benar, bukankah tadi itu peluang untuk meminta pisah dengannya tapi kenapa aku tidak memanfaakannya. Batin Aralia mengecam dirinya.

"Kau sudah ingat apa yang ingin kau katakan?" Varga mengambil tangan Aralia, menaruhnya di atas pahanya kemudian memutar tubuh istrinya itu supaya mereka berhadapan.

Aralia dengan raut kesal menarik tangannya kembali dengan wajah cemberut. Varga hanya tersenyum, berusaha memadamkan kekesalan Aralia, mengambil kembali tangan Aralia dan hendak mengecupnya namun Aralia tak mengizinkannya. Ia dengan raut kesal menarik tangannya kembali dan bangun dari duduknya meninggalkan Varga yang seketika merasakan sakit di hatinya.

Nyeri dan menusuk dalam hatinya membuat Varga berulang kali menarik napas untuk melengakan.

Kapan kamu bisa mencintaiku, Ara ...

1
Shifa Burhan
perbandingan novel author sendiri
OBSESSIVE LOVE dan IPAR
*perselingkuhan suami dilaknat tapi perselingkuhan istri dianggap bisa saja
*suami selingkuh dibuat dapat balasan, menderita, mengemis maaf dan berjuang keras dapat kesempatan tapi istri selingkuh dianggap biasa saja dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh, sikap istri tegas, minta cerai, pergi dan tidak mudah memaafkan tapi istri selingkuh. sikap suami bodoh, tidak punya harga diri, malah suami yang mengemis dan memohon istri tinggalkan selingkuhan nya dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh kalian hadir lelaki lain yang perhatian pada sang istri tapi istri selingkuh, kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap pelakor dan wanita murahan
*wanita selingkuhan diperlakukan kasar, hina dan dibinasakan tapi ptia selingkuhan istri diperlakukan sangat lembut dan malah seakan jadi korban

adil jalan pikir mu kalau sudah begini, miris sikap egois wanita dalam membuat novel
Shifa Burhan
segitu munafiknya wanita dalam berkarya banding dengan novel mu sediri
obsessive loves (suami selingkuh) dan ipar (istri selingkuh)

obsessive lover, suami selingkuh dilaknat, dapat balasan, menderita, mengemis maaf, berjuang membuktikan diri, berjuang keras dapat kesempatan, sikap istri tegas minta cerai, pergi dan tidak semudah itu memaafkan, kalian hadirkan lelaki lain yang peduli pada sang istri dan dianggap pria paling pengertian, wanita selingkuhan diperlakukan kasar, tidak ada baiknya, dihinakan dan akhirnya dibinasakan
banding dengan novel sendiri
ipar ketika istri selingkuh,perselingkuhan itu malah dianggap hal biasa saja, semudah itu dimaafkan, sikap suami kayak lelaki tidak punya harga diri dan bodoh, Terima saja diperlakukan kayak gitu dan malah dia yang mengemis dan memohon cinta pada istri najis tukang selingkuhnya, kalian hadirkan wanita yang perhatian pada sang suami tapi tetap saja kalian wanita murahan, dan diperlakukan kasar, pria selingkuhan diperlakukan lembut, solah dia korban juga, seakan perselingkuhan itu kalian benarkan

jika sudah begitu banggakah author dengan sikap yang sangat egois ini dalam berkarya

miris
Shifa Burhan
kalau susah wanita buat novel pasti tidak adil dan egois

*lihat begitu enaknya jadi pemeran utama wanita selingkuh dan semudah itu dimaafkan (coba kau banding dengan novel suami selingkuh, udah pasti dibuat dapat balasan menderita, mengemis maaf dan berjuang keras)

*saat novel suami selingkuh kau buat istri tegas pergi dan minta cerai tapi saat istri selingkuh suami dibuat kayak pria bodoh dan tidak punya pendirian Terima saja diperlakukan kayak gitu

*saat novel suami selingkuh kau hadirkan pria lain yang baik pada sang istri tapi pada saat istri selingkuh kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap wanita murahan

*saat suami selingkuh, wanita selingkuhannya kalian cap wanita murahan tapi saat novel istri selingkuh, pria selingkuhan kalian buat seakan jadi korban

*saat suaki selingkuh kalian laknat, dan tidak ada pembelaan sama sekali tapi pada saat istri selingkuh kalian bela dengan alasan masih labil lah

pikiran munafik dari wanita dia dibawah kedalam novel maka jadilah novel yang munafik dan menjijikan
sulanjari makmur
menarik,lanjut baca
Sulaiman Efendy
LAMA JUGA HAMILNYA, SETELH 3 TAHUN.. TPI BAGUS,JUGA, BIAR GK TRLALU DKT DGN BIANCA JARAK UMUR CALON ADIK BIANCA..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
JGN2 KERJAAN LISA TU YG NABRAK ARA.
Sulaiman Efendy
UNTUNG VARGA MSH BISA KUASAI EMOSINYA, KLO AKU MNGKIN SDH TRJDI PMBUNUHN DIKAMAR HOTEL ITU..
Sulaiman Efendy
SETIDAKNYA LO JDI PRIA PRTAMA YG MNJADIKN ARA MANTAN PERAWAN..
Sulaiman Efendy
HRSNYA JGN LO MATIKAN, BIARKN REVEN DENGAR DESAHAN KALIAN BRDUA..
Sulaiman Efendy
KNP GK DIBLOKIR TU NO REVEN...
Sulaiman Efendy
PASTI SI LISA SURUH REVEN NODAI ARA.. BNAR2 MAK LAMPIR IBLIS NI SI LISA
Sulaiman Efendy
ROMANTIS DN TUKANG ZINAH..
Sulaiman Efendy
INI SI LISA MAK LAMPIR,, MAU JDI PELAKOR RUPANYA
Sulaiman Efendy
NAHH, PANDAI JUGA LO MARAH DN CEMBURU MA CAYROL,, KMARIN2 LO GK MIKIRKN PRASAAN VARGA.
SKRG LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS, KMARIN2 SLMA 11 BLN VARGA BRSIKAP MANIS, PRHATIAN DN SABAR, SLLU LO KETUSIN.. SEHARI PULANG DRI RS, LO MALAH MESRA2AN MA REVEN.. DN BETAPA GILANYA LO JDI TAMENG TUBUH BUAT REVEN PAS KPERGOK VARGA..
DN MLMNYA SETELH VARGA DUEL MA REVEN, LO MLH LBH KUATIR K REVEN.. SETELH APA YG CAYROL LAKUKAN, LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS.
SAMPE SAAT INI, IBU LO SINISA, DN KDUA MERTUA LO, GK TAU KLAKUAN LO, SEMUA KBUSUKN LO DI TUTUPI OLEH SUAMI LOO, RELA DIMUSUHI DN TRSAKITI OLEH ORTU SENDIRI, DEMI JAGA HARGA DIRI DN NAMA BAIK LOO..
Sulaiman Efendy
KURANG APALAGI PRIA SPRTI VARGA INI, DEMI NAMA BAIK ARA DIDEPAN KDUA ORTUNYA, DY RELA TRSAKITI..
Sulaiman Efendy
SEANDAINYA LO TAU YG SEBENARNYA ROLAND, APA LO MSH MNYAYANGI ARA...
Sulaiman Efendy
DEMI JAGA BAIK ARA DI DEPAN ORTUNYA, VARGA RELA MNGAKU SELINGKUH DI DEPAN ORTUNYA, MSH SAJA SI ARA WANITA ANJING GK PNY HATI, BRRTI MMG BNAR2 IBLIS TU ARA..
Sulaiman Efendy
NANGGUNG BANGET, KNP GK LO PATAHIN TU TULANG2NYA SI ANJING REVEN..
Sulaiman Efendy
KNP GK LO SETUBUHI SAJA TU ARA SIALAN GA, BIAR KAPOK DY...
TU REVEN KSIH MMPUS SAJA.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!