NovelToon NovelToon
Bercerailah, Bunda

Bercerailah, Bunda

Status: tamat
Genre:Pelakor / Keluarga / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Muliana95

Vina, seorang Ibu yang rela dan sabar menahan sakitnya perlakuan KDRT dari suami terhadap dirinya selama sepuluh tahun terakhir.
Ketika, Adit anak pertamanya berkata bercerailah bunda. Saat itulah dia tersadar akan sakitnya dan sia-sia semua perngorbanannya.

Akankah semua berjalan lancar?
Yuk, ikuti kisahnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muliana95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 35

Setelah kepergian Rasti, Anwar masih termenung di warung tersebut. Kebetulan dia satu warung bersama Vina dan Sarah. Tetapi, karena tempat duduk mereka yang berjauhan. Anwar tidak menyadari adanya Vina dan Sarah.

Saat Anwar hendak pergi, tanpa sengaja matanya menatap ke arah Vina yang baru saja keluar dari arah toilet. Terus Anwar mengikuti dari pandangan dimana dan sama siapa Vina duduk.

"Mereka? Sejak kapan Sarah akrab dengan Vina?" batin Anwar. Karena setau dia Sarah dulunya sangat membenci Vina.

Anwar terus saja mengawasi Sarah dan Vina. Mereka terlihat sangat bahagia. Bercerita dan tertawa bersama. Sedangkan Sarah ataupun Vina masih saja menertawakan kebodohan Syahril atau Sarah dalam urusan blokir-blokiran.

"Nanti kalo udah sampai rumah, kamu tuh blokiran nya. Tadi pagi saja Mas Syahril nampak galau, karena kamu blokir nomor dia." jelas Vina.

"Hehe,,, iya Mbak, iya." sahut Vina. "Pulang yok mbak, sekalian aku mau kasih baju untuk keponakan tersayang." ajak Sarah.

"Bagaimana kalo kita mampir ke rumah Nadin, aku juga belum pernah kasih apa-apa untuk anak mereka. Kan dia juga Adiknya anak-anak." ucap Vina.

"Boleh, berarti kita mampir beli hadiah dulu ya. Kan tadi kita gak beli apa-apa untuk Rania." ajak Sarah.

Setelah kepergian Sarah dan Vina. Anwar memutuskan untuk mengikuti mereka. Dia ingin melihat sedekat apa hubungan Sarah dan Vina. Kenapa Sarah tiba-tiba bisa dekat dengan Vina.

Setelah membeli hadiah, Sarah dan Vina langsung menuju ke rumah Nadin dan Anwar. Tadi Vina membeli gelang kaki emas untuk anaknya Nadin. Dia ingin memberi yang terbaik untuk adik dari anak-anaknya.

Anwar yang melihat Sarah menuju ke rumahnya hanya tertegun. Mau masuk, tapi masih jam kerja. Tadi dia izin keluar karena ada keperluan. Sekarang sudah saatnya dia harus kembali ke kantor.

"Maaf, baru bisa datang." ucap Vina basa-basi. Menyerahkan kado pemberiannya.

"Kirain kamu gak bakalan pernah mau kesini." sahut Nadin. Matanya terus menatap tangan Vina. Sebab ia cemburu melihat cincin yang melingkar di jari manis Vina.

"Bagaimana menurutmu, tentang anak perempuanku?" pancing Nadin.

"Cantik." sahut Vina.

"Iya, dia juga merupakan anak kesayangan dan kebanggaan Mas Anwar. Jadi kamu jangan cemburu, jika kasih sayang Mas Anwar lebih besar untuk anakku dari pada anak-anakmu." papar Nadin.

"Ya gak apa-apa. Lagian anak-anakku sudah ada Mas Iqbal yang menyayangi. Lagipula diakan anak perempuan satu-satunya dari Mas Anwar. Jadi ya wajar saja, jika Mas Anwar sangat menyayanginya." jawab Vina santai.

"Iya sih, namanya anak perempuan satu-satunya. Jadi kebutuhannya selalu di penuhi oleh Mas Anwar. Dia sangat memanjakan Rania." puji Nadin.

"Kamu harus maklum ya, karena Mas Anwar gak pernah kasih nafkah lagi untuk anak-anakmu. Lagian aku lihat anak-anakmu sudah bekerja. Begitupun suamimu, dia orang kaya. Pasti gak akan ngaruh lah, jika Mas Anwar tak memberi sebagian uangnya." lanjut Nadin.

"Ya gak apa-apa aku ikhlas kok." sahut Vina.

Nadin geram dengan jawaban Vina. Niat hati ingin memanasi Vina, tetapi Vina malah menjawab dengan santai. Nadin juga penasaran. Kenapa Vina bisa bersama Sarah.

"Kalian kok bisa barengan?" tanya Nadin penasaran.

"Oo tadi kami jalan sama belanja bareng. Ya gak Mbak." jawab Sarah.

"Kok bisa?" Nadin heran.

"Bisalah, ya gak mbak." jawab Sarah mendapat anggukan dari Vina.

Setelah beberapa saat, akhirnya mereka pamit pulang. Sedangkan Nadin membuka kado yang dibawakan Vina

"Sok-sokan beli ginian. Pamer. Dikira aku gak mampu." cibir Nadin.

Tak lama kemudian Anwar pulang. Dia sebenarnya berharap agar bisa berjumpa dengan Vina. Tapi harapannya pupus.

"Gelang kaki? Dari mana?" tanya Anwar basa-basi. Sebenarnya dia tau jika itu adalah pemberian Vina.

"Dari Mantan istrimu." jawab Nadin.

"Kapan kesini?" tanya Anwar lagi.

"Kenapa sih Mas, pengen tau amat." cetus Nadin.

"Ya maaf." sesal Anwar.

"Ooo ya Mas, kata Papa mulai bulan depan, dia udah gak ngirim lagi uang jajan untuk aku. Dia ingin melihat usaha Mas untuk membahagiakan aku." papar Nadin.

"Loh ... Kok gitu. Kamu kan anak mereka satu-satunya. Terus uang mereka mau di kemana kan?" tanya Anwar.

"Ya terserah mereka dong Mas." sahut Nadin.

"Ya, gak bisa gitu dong sayang. Mereka kan mampu. Jadi sudah seharusnya mereka bantu keuangan kita. Ibuku saja dulu sering bantu ekonomi aku. Saat aku masih sama Vina." cetus Anwar.

"Emang seharusnya begitu. Jika nafkah darimu gak cukup. Ibu sebagai orangtuamu, ya harus bantu dong Mas. Berbeda sama orangtuaku." jawab Nadin.

"Terserahlah, aku capek. Malas berdebat." kata Anwar.

🍁🍁🍁🍁🍁

Sesampainya di rumah. Sarah langsung membuka blokiran nomor Syahril. Sekarang dia berada di kamarnya.

"Ini Mas Syahril, yang tadi minta nomor dari Vina." chat dari Syahril masuk.

"Kamu pasti ngeblokir nomorku karena kamu taunya ini nomor Iqbal. Maaf ya, dulu aku juga ngeblokir kamu. Jadi sekarang kita satu sama." chat dari Syahril lagi.

"Hehe, Iya. Mbak Vina udah jelasin semuanya. Aku juga minta maaf ya." balas Sarah.

Akhirnya baik Syahril ataupun Sarah, merasakan kenyamanan.

🍁🍁🍁🍁🍁

Sebulan berlalu, Iqbal sudah melupakan kejadian saat Rasti menciumnya di parkiran rumah sakit. Karena Iqbal berpikir. Mungkin Rasti mencoba untuk merayunya lagi. Makanya dia tidak memberitahu Vina akan kejadian tersebut.

Saat Iqbal masih di rumah sakit, Rasti mengirim chat dengan nomor baru. Karena setiap ada nomor Rasti yang masuk Iqbal selalu memblokirkannya. Karena jika ia menggantikan kartu akan repot untuk memberitahu pada semua orang.

"Bagaimana ya pendapat Vina tentang foto ini? Menurutmu, apa aku harus mengirimnya untuk Vina?" chat masuk beserta foto-foto Rasti bersamanya.

Iqbal yang sibuk tidak memperhatikan ponselnya. Karena jika orang tersebut sangat penting. Pasti memilih menelpon dari pada ngechat. Sedangkan untuk Vina dia sudah mengatur nada dering yang berbeda.

Sudah saatnya jam pulang, Iqbal baru ngecek handphone nya untuk memberi tahu pada Vina. Itu merupakan kebiasaan Iqbal.

"Sial, malah lowbat lagi." gumam Iqbal.

Kemudian Iqbal membereskan tas kerjanya, dan bersiap untuk pulang. Dia tidak sempat men charger hpnya.

"Ini Mas bawakan soto. Tadi hp Mas lowbat, jadi gak bisa ngabarin kamu. Maaf ya." ujar Iqbal.

"Gak apa-apa Mas. Ya udah sini hpnya biar aku bantu cas." pinta Vina.

"Gak usah, biar Mas aja. Sekalian Mas mau mandi. Kamu siapkan saja sotonya." ucap Iqbal.

Akhirnya, Iqbal masuk kamar ngecas hpnya tanpa dihidupkan. Kemudian dia lanjut mandi. Setelah mandi, Iqbal baru menghidupkan handphone nya. Saat membuka aplikasi WA. Dua terkejut dengan foto yang Rasti kirimkan. Dia takut jika Vina melihatnya. Dan berakibat salah paham.

"Kamu apa?" balas Iqbal.

"Akhirnya kamu balas juga Mas." balas Rasti.

"Jangan blokir nomor ini. Besok setelah pulang kerja temui aku. Kalau gak siap-siap foto ini akan aku kirimkan untuk istrimu." ancam Rasti.

"Mas, kok belum pakai baju. Katanya mau makan." ucap Vina.

"Eh,,," gugup Iqbal. "A-anu, tadi Mas balas ngecek hp dulu. Siapa tau ada yang penting." ujar Anwar.

"Oo ... Ya udah, Mas cepetan pakai baju. Kita makan." ucap Vina menyerahkan baju pada Iqbal.

Vina, tadi sempat melihat kegugupan pada raut wajah Iqbal. Tetapi dia harus berpikir positif. Ataupun, nanti setelah makan. Dia akan mencoba untuk bertanya sama suaminya. Padahal, semenjak kejadian Ayah Rasti yang melamar Iqbal. Vina sudah mengatakan, jika ada sesuatu jangan di pendam. Berbagilah dengannya, mungkin dia bisa memberi solusi. Ataupun meringankan karena telah berbagi masalah.

1
Emily
Maashaa Allah Authornya orang Pidie ya..salam kenal domisili Langsa pernah tinggal di daerah pidie
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰: ehh haiii, saleum meuturi beh
total 1 replies
WHATEA SALA
Ya jelaslah bisa berubah si anwar,karna punya penyakit yang mematikan,coba klu tidak punya,semakin menjadi lah tingkahnya
WHATEA SALA
bagus2 burhan di penjara pake di keluarin,ini hasil nya..entah kapan karma untk burhan,terlalu mulia klu dia tetap hiduo
Naufal hanifah
alur cerita nya bagus
Parianti Yundiah
gemes tuh sm s vina..
WHATEA SALA
Janji saling terbuka...tapi sekarang plentat plentot kaya banci
WHATEA SALA
Iqbal klu gak cerita siap2 aja
Tina febria
perempuannya terlalu bodoh ga sih.. 🤦‍♀️
WHATEA SALA
Sekarang istri mu nadin ya di nikmati aja,klu sampai di injak2 keluarga nadin ya itu hasil tanaman mu beristrikan vina
WHATEA SALA
Berharap banget klu Vina gak perlu lagi berinteraksi dangan keluarga mantan biar mental dan jiwa tetap waras,klu sioal anak2 toh mereka sudah besar2 bisa berpikir sendiri meski gimana.
WHATEA SALA
Pintu surga gundul mu boy..boy...,coba tanya mamak mu kira kira mau gak di madu,si boy klu ngomong kayak orang muntah
WHATEA SALA
Lumayan juga vina bisa jadi samsak nya anwar,lanjutt anwar teruskan aksimu😠
Emily: ya gitu akibat bulol di vina
total 1 replies
WHATEA SALA
Pengen mati aja pake sengsara segala,kasihan perempuan2 seperti kita dan ada kaum kita seperti vina😩😩😩
niktut ugis
si Anwar anka laki² tapi bersikap durhaka
niktut ugis
Weh ratu iblis si Ranti nech
niktut ugis
Iqbal ganti istri 🤭
niktut ugis
rese bkn resek
niktut ugis
kalimat nya bingung jadi harus mengartikan sendiri biar paham
niktut ugis
kasihan Rasti si janda yg di obral oleh ortunya demi duit... g ortu g anak sama² otak cuil... Vina jawaban mu emang keren bgt
niktut ugis
geblek si pak Husni nech
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!