NovelToon NovelToon
Cinta Sang Berandal

Cinta Sang Berandal

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: dtyas

Kisah tentang anggota geng motor dan siswa korban perundungan.

Guntur Rakabuming dengan segala problematika kehidupan keluarga dan pergaulan yang salah, harus melakukan perintah Refan karena kalah dalam balap motor liar. Yang harus dilakukan Guntur adalah membuat Alya Kania -- gadis berpenampilan cupu dan korban perundungan -- jatuh cinta padanya atau Alya secara sadar menyerahkan tubuhnya.

Rencana yang disusun oleh Guntur berantakan karena salah paham masyarakat, akhirnya Guntur dan Alya terpaksa harus menikah.

Berhasilkah Guntur memenuhi permintaan Refan? Bagaimana akhirnya hubungan Guntur dan Alya?

======
Event Bad Boy
Follow IG : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 ~ Zaman Purba

Malam ini Alya sulit memejamkan mata, sejak tadi dia hanya berbaring miring lalu terlentang dan kembali miring. Akhirnya Alya beranjak dari ranjang dan berpindah ke ruang depan karena tidak ingin mengganggu tidur ibunya. Tinggal hanya berdua di rumah petak, bahkan harus berbagi ranjang dengan ibunya.

Alya membuka buku pelajaran berharap dengan membaca akan membuatnya mudah mengantuk, tapi tidak. Sebenarnya ada hal lain yang membuatnya sulit tidur, yaitu Guntur. Pria itu akhir-akhir ini mengganggu pikiran dan fokusnya.

Beberapa momen interaksi bersama Guntur menimbulkan perasaan asing di hati Alya. Guntur yang awalnya begitu menyebalkan, bahkan menjadi salah satu orang yang harus dihindari ketika berada di sekolah kini beda cerita. Alya malah merasa nyaman berada di dekat pria itu.

“Aku kenapa sih? Kok malah mikirin Guntur,” gumam Alya.

Alya menutup buku pelajaran dan melepaskan kacamatanya lalu meletakkan di atas meja. Lagi-lagi dia teringat Guntur yang menyarankan mengganti kaca matanya dengan yang lebih menarik.

“Ish, Guntur lagi,” ujar Alya lalu beranjak dan kembali ke kamarnya.

...***...

Karena ponsel Alya yang rusak dan belum ada ganti, Guntur jadi susah menghubunginya. Tentu saja hal ini menjadi sesuatu yang dirindukan juga oleh Alya. Biasanya Guntur selalu menyusahkan dengan perintahnya, tapi kali ini tidak.  Seperti pagi ini, Alya sudah duduk manis di kursinya menunggu pelajaran dimulai.

Dua pelajaran sudah berakhir dan saatnya istirahat, Alya berniat ke toilet.

“Alya.”

Gadis itu menoleh, ternyata Doni. Siswa yang sama dengan dirinya, penerima beasiswa.

“Besok ada seleksi untuk kelanjutan beasiswa pendidikan tinggi dari beberapa donatur tetap sekolah, kamu sudah dengar ‘kan?”

Alya mengangguk.

“Kamu mau ikut?” tanya Doni.

“Hm, entahlah. Aku belum putuskan.”

Alya dan Doni masih membicarakan kegiatan seleksi tersebut dan tidak jauh dari tempat mereka ada seseorang yang memperhatikan interaksi keduanya. Bahkan dari tatapan wajah orang itu terlihat tidak menyukai apa yang dia lihat.

Penampilan Alya kali ini terlihat berbeda, dengan rambut terurai tidak dikuncir seperti biasa bahkan kacamata yang membingkai wajahnya berganti model lebih simple membuatnya terlihat lebih … menarik. Ditambah Alya tersenyum, memperlihatkan lesung pipinya.

Dia tersenyum, tapi bukan untuk gue, batin Guntur yang semakin kesal dengan pria yang berbicara dengan Alya.

“Beraninya main api sama gue,” ujar Guntur lalu pergi.

Pria itu mencari Jati dan Kanta lalu menyampaikan apa yang baru saja dia lihat.

“Bawa kemari tuh laki!” titah Guntur.

Tidak lama Kanta kembali membawa Doni yang bingung ada urusan apa sampai dia dipaksa ikut.

“Oh jadi nama lo Doni?” tanya Guntur.

“Iya gue Doni. Ini sebenarnya ada urusan apa?”

Guntur terkekeh mendengar pertanyaan Doni, Jati yang berdiri di samping Doni menepuk bahu pria itu.

“Lo udah main-main sama berandal sekolah kita,” cetus Jati.

Doni tahu siapa Guntur dan dia sadar berada dalam masalah karena berusaha dengan pria itu, walaupun tidak tahu penyebab masalahnya.

“Ada urusan apa lo sama Alya?” tanya Guntur.

“Alya?”

“Iya Alya, masa Aldo. Kuping lo masih normal ‘kan?” Guntur mulai ngegas.

“Aku tidak ada urusan apapun, kami kenal karena sering bertemu terkait beasiswa,” tutur Doni.

Namun, Guntur tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Doni malah mencengkram kerah kemeja laki-laki itu.

“Lo jangan bohong. Nggak mungkin nggak ada urusan, tapi kalian bisa ngobrol sedekat itu. Bahkan Alya tersenyum. Lo suka sama Alya ‘kan?”

Doni menggelengkan kepalanya. Walaupun dia ada perasaan dengan gadis itu, situasi kali ini mengharuskan dia mengatakan bahwa dia tidak ada perasaan dengan Alya.

“Ngaku lo!” teriak Guntur.

“A-aku tidak suka dengan Alya. Kami murni berteman,” jawab Doni terbata-bata.

Guntur menghempas tubuh Doni sampai tersungkur ke lantai.

“Gue lihat lo ngobrol dengan Alya kayak tadi, lo berurusan dengan gue,” ancam Guntur.

“Pergi lo!” usir Jati pada Doni.

Setelah Doni pergi, Kanta bersiul dan bersenandung. “Inikah rasanya cinta, oh inikah cinta terasa bahagia saat jumpa dengan dirinya.”

Guntur berdecak melirik sinis pada Kanta. “Lo jatuh cinta sama cowok tadi?”

“Bukan gue, tapi lo,” jawab Kanta lalu mengerlingkan matanya kepada Jati dan keduanya ber cie cie.

“Sakit lo berdua,” seru Guntur.

“Sepertinya sudah ada lope-lope di sini,” ejek Jati.

“Bukannya bikin Alya lope ke dia malah dia yang lope ke Alya,” tambah Guntur.

“Heh, gue bukan suka sama Alya. Justru gue berusaha agar Alya nggak suka dengan yang lain, tapi sukanya sama gue.”

“Terserah lo deh, mending balik ke kelas. Kita belajar yang bener, biar cepet lulus terus lo bisa cepet kawin sama Alya,” ejek Jati.

“Ngapain gue kawin sama dia? Urusan gue Cuma sampai dia jatuh cinta, setelah itu kelar.”

...***...

Pelajaran telah usai, Alya sengaja keluar dari kelas belakangan menunggu koridor lebih lenggang. Saat melewati meja piket, dia melihat Doni.

“Doni,” panggilnya.

Doni yang menoleh dan melihat Alya berjalan ke arahnya. Dia masih ingat betul ancaman Guntur.

“Don ….”

“Maaf aku buru-buru.” Doni bergegas meninggalkan Alya.

“Dia kenapa sih?” gumam Alya.

“Eh lo Alya ‘kan?” tanya seorang siswi sambil menepuk bahu Alya.                                                   

“Iya.”

“Guntur nungguin lo di parkiran,” ujar siswi tersebut. “Lain kali pake hp untuk komunikasi, jangan nyusahin orang. Kayak hidup di zaman purba aja.”

 

1
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus banget dan menarik,cuma yg paling bagus geng Rama sangat berkesan, terimakasih KK author 🙏 semoga selalu sukses🙏
Camera Gaming
knp ada bawang nya/Sob//Sob//Sob/
juwita
kasihan hny krn org kurang mampu di buly 😭😭
Ray Aza
selamanya hny jd manusia lemah. ga ada progres sm sekali. utk hidup ga cukup bermodal baik, minimal bs melindungi diri sdri itu penting ga bs selamanya bergantung sm org lain, even itu suami elo
Maa Yanti Maa Yanti
bucin tah loo guntur rasain dulu menghina cupu sekrng cintaa 🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
kasian alya 😭😭😭😭 thorr atuh thorr bikin hidup alya bhgiaa
Axell Saimima
luar biasa thor
Masita Fangky
wajib baca
Syifa Azhar
🤣🤣🤣🤣 biar mampus si refan,kasih minyak yang banyak bra biar makin terbakar si sok iye🤣🤣🤣
Lala lala
Baru nemu novel ini, yg aku suka tema berandal sm cewek baik..ee trnyata msh remaja tukang zina, kgk jd dah lanjut. jijai
kirain kyk Cintaku dipalak preman pasar best sgt tu alurnya 👍
Syifa Azhar
bisanya ular beracunya tu bentina kenapa disini lakinya yang beracun ya😬😬😬
doa q semoga kamu kalah refan,biar ancur se ancurnya sekalian.heran ada orang toxic banget macam kamu😬😬
Syifa Azhar
kok ngeyel buambang🤣🤣🤣tp bagus kalau emang bener cinta Ibra pasti mau terima baik buruknya kamu Mon,setiap orang punya masa lalu dan pernah salah gak usah menghujat karena kita bukan manusia suci.dulu boleh di jalan yang salah tp sekarang usahakan perbaiki segala yang salah-salah dulu😄
Syifa Azhar
kalau yakin sayang ya di kejar lagi dong 😄
Syifa Azhar
dasar si refan pembawa pengaruh buruk makanya cocok sama AIDA sama-sama toxic😬😬
Syifa Azhar
noh depan mata macan nya don🤣🤣🤣
Syifa Azhar
🤣🤣🤣dikira cupu gak tahunya suhu si ibra🤣🤣🤣
Syifa Azhar
nah mulai ketularan modus e kadal buntung si gun-gun 🤣🤣🤣
Syifa Azhar
dah am Ibra aja Mon,biasanya laki-laki kaya kulkas kalau udah cinta bakal bucin akut🤣🤣🤣
Syifa Azhar
walah gayamu Ibra bilang aja biar bisa deketin mona🤣🤣
Syifa Azhar
dasar gak punya malu,anak bukan ,saudara juga bukan kenapa bisa PD maksimal mau ikut tinggal bareng,hello.....🙄🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!