Danisha putri, gadis berusia 25 tahun yang harus bekerja seumur hidupnya untuk membayar hutang pada Boss nya atas apa yang dia lakukan, belum lagi dia adalah seorang single parent untuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang dulu tiba-tiba dia temukan didepan kost nya waktu anak itu masih bayi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15
my Dika 15
Up up up, Siapa tahu hanya satu chapter sehari oke oke😝
Happy reading 😉
---------
Pagi hari
"Emm... Dimana pak Boss?" Ucap Danish saat bangun pagi tapi tidak menjumpai Dika
"Dia pulang kali ya, gimana keadaan Kevin, dia tidak bisa tidur nyenyak kalau tidak tidur di bantal kesayangannya" Danish berbicara dengan dirinya sendiri
"Kleethek"
Terdengar suara pintu terbuka
"Kamu?!!!" Teriak Danish
"Iya aku, mantan kakak kamu, kenapa? Kecewa kenapa bukan pak Dika?" Ucap Tari sarkis, Tari berjalan mendekati bangkar Danish dan berdiri disampingnya
"Bukan urusan kamu juga, ngapain kamu kesini? Bukannya kalian ingin jauh dari ku, kenapa kamu tiba-tiba mendekat kepada ku?!!" Kata Danish dengan kasarnya
"Kalau bukan karena pak Dika juga aku males banget ketemu sama kamu" jawabnya
"Maksudnya?" Danish penasaran dengan apa motif sebenarnya mantan kakaknya itu mendekati nya
"Aku mau Dika jadi milik aku, jadi lebih baik kamu minggir, atau aku bakalan ngelakuin kekerasan" ancam Tari
"Suka? Bukanya kamu ngebet banget sama Bima, lagian kalian sudah bertunangan bukan?" Tanya Danish penasaran, pasalnya mantan kakak sudah bertunangan dengan mantan kekasihnya
"Aku udah bosen sama Bima, lagian Dika lebih kaya dari Bima, terlebih lagi dia deket sama kamu, aku bakalan rebut apapun yang kamu punya, seperti dulu aku rebut Bima dari kamu" jawab Tari sembari memainkan kuku tangannya yang berwarna-warni
Danish tersenyum miring mendengar ucapan Tari
"Kalau saja ayah dan ibu tahu seperti apa sifatmu yang sebenarnya, aku yakin mereka akan berlutut dihadapan ku dan menangis darah meminta maaf pada ku" ucap Danish penuh penekanan pada setiap kata-katanya
"Itu tidak akan pernah terjadi, lebih baik kamu menjauh dari Dika" ancamannya
"Ciih... Di mata seluruh dunia kamu bagaikan peri, tapi orang tidak mengetahui bahwa kamu sebenarnya adalah iblis" ucap Danish tidak merasa takut dengan ancaman Tari
"Kamu!!! Aku memperingatkan mu!!" Tari mulai kehilangan kendali
"Sayangnya kamu salah orang, aku tidak ada apa-apa dengan pak Dika"
"Jangan mengelak, beberapa hari ini aku ke kantor Dika, tapi asisten nya selalu bilang dia menjaga mu di sini, lalu apa itu jika dia tidak ada hubungan apapun dengan mu?" Tanya Tari tak percaya dengan apa yang Danish katakan
"Terserah ya... Aku enggak ada urusan nya sama dia, bodo amat kamu mau ngelakuin apa, aku enggak peduli" jawab Danish tak peduli dengan ancaman kakaknya itu
"Kamu sudah berani menantang ku!!!" Teriaknya
"Aku enggak nantangin kamu, aku emang enggak ada apa-apa sama pak Dika, tapi kalau pak Dika yang suka sama aku itu hak dia, lagian sejauh yang aku tahu enggak ada cowok yang pernah suka sama kamu, pacar-pacar kamu semua nya adalah orang-orang yang selalu deketin aku, tapi kamu fitnah aku dengan tipuan mu, bikin mereka semua benci sama aku, itu artinya emang kamu itu enggak secantik dan sebaik aku, dan kamu selalu kalah sama aku, makanya kamu lakuin hal-hal buruk buat selalu bikin nama ku jelek dimata orang lain, bener kan apa yang aku bilang?" Danish sudah dibuat marah dengan sikap Tari yang selalu ingin menang darinya
"Kalau aku ngelakuin itu semua emang kenapa? Lagian enggak ada orang yang percaya sama kamu, jadi kamu tetep selalu kalah dari aku!!!" Teriak Tari tidak terima dengan apa yang Danish ucapkan
"Ya udah, aku kalah sama kamu, sekarang kamu pergi dari sini, aku enggak mau lihat muka baskom kamu" usir Danish pada Tari
"Kamu!!! Maksud kamu apa?"
"Bukankah muka mu adalah hasil dari operasi plastik, tidak seperti ku yang emang asli dari sananya, hidung mancung mu, pipi tirus mu, semua nya hasil operasi plastik, ku perjelas operasi plastik, PLASTIK, jadi muka kamu udah mirip kayak baskom plastik, puas!!!"
"Plak!!!"
Tari menampar Danish dengan sangat keras, wajah Danish benar-benar merah lebam
"Apa yang kamu lakukan?!!" Teriak seseorang yang baru saja memasuki kamar rawat Danish
"Pak Dika?" Teriak Tari terkejut dengan apa yang dia lihat di depannya
"Kenapa? Kamu kaget? Atau takut ? " Tanya Dika marah
"Eng... enggak, bukan itu maksud saya, saya hanya tidak sengaja menamparnya, tadi ada lalat di pipinya" ucap Tari mengarang alasan
"Apa kamu pikir aku anak SD yang bisa kamu bodohi, pergi dari sini!!" Usir Dika pada Tari
"Maaf kan saya pak Dika, saya..."
"Cukup!!! Keluar sekarang!!!" Bentak Dika, membuat tari mau tidak mau harus pergi dari sana dengan kemarahan yang memuncak pada Danish
"Kamu enggak apa-apa?" Tanya Dika saat Tari sudah menghilang dari sana
Danish menggelengkan kepalanya, dan memaksakan tersenyum kepada Dika
Dika membelai lembut wajah Danish yang memerah akibat tamparan Tari
"Kenapa dia menampar mu?"
"Dia minta aku menjauhi mu, karena dia ingin memiliki mu" jawab Danish jujur
"Wanita gila, bukankah dia sudah bertunangan? Menjijikkan" ucapnya
"Kamu tidak jijik dengan ku?" Tanya Danish penuh tanda tanya, pasalnya selama ini semua orang menjauhi nya karena mereka merasa jijik dengan nya
"Entah lah, aku tidak merasa seperti itu"
Jawaban Dika membuat Danish tersenyum senang, Dika merasa terhipnotis saat menatap Danish yang tersenyum manis seperti itu
Cup
Dika mengecup sekilas bibir Danish, Danish membelalakkan matanya dengan perlakuan tiba-tiba dari Dika
"Kamu!!!" Teriak Danish
Dika menjilati bibirnya sendiri
"Manis"
Pipi Danish terasa benar-benar panas, seperti terbakar, wajahnya memerah merona
--------
Di chapter ini belum dikasih tahu siapa orangtuanya Kevin ya... Tapi di chapter selanjutnya 🤭
Jangan lupa untuk klik like dan komen juga 😉