Cerita ini merupakan penggabungan dua novel othor yang ketiga dan ke empat. Cinta dalam nestapa dan janda kembang. Mana yang belum tau silahkan mampir!
Ziara Puteri Hariawan
Gadis cantik mirip sang Ummi yang berdarah keturunan Aceh asli seolah dirinya selalu dipermainkan oleh Takdir.
Bagaimana tidak, setiap laki-laki yang berniat ingin menikahinya pasti berulah disaat mereka akan melangsungkan pernikahannya.
Ziara sering ditinggal begitu saja tanpa ada kabar ketupusan apapun dari pemuda itu hingga ia harus menahan kecewa berulang kali.
Hingga pada akhirnya Ziara pasrah akan keputusan sang Nenek yang menjodohkannya dengan salah satu kenalannya.
Zidan Putera Ar Reza
Kehidupannya pun sama seperti Ziara selalu di permainksn oleh Takdir. Akankah mereka sanggup bertahan dalam ikatan takdir yang membelenggu mereka menjadi sepasang suami istri?
Ataukah keduanya memilih mundur?
Inilah Kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah Zidan
Melihat Zidan termenung, papa Reza kembali menyentaknya hingga lelaki dewasa berusia dua puluh enam tahun itu terjingkat kaget.
"Zidan Putera Ar Reza!!!"
Deg!
Deg!
"Iya papa!" sahutnya spontan dengan wajah memucat.
Mama Rani yang didapur teerkekeh melihat putra nya seperti itu. Jarang sekali Zidan mendapat sentakan dari sang Papa.
Ini kali ke duanya Zidan terpaksa mendengar suara sang Papa yang menggelegar setelah sepuluh tahun berlalu.
Papa Reza sampai menghela nafas panjang karena suara sentakannya itu mengingatnya pada kejadian sepuluh tahun silam, dimana Zidan dan Kenan terlibat masalah yang sama.
Deg!
Mata papa Reza membulat sempurna saat melihat Zidan yang masih berdiri dalam keadaan mematung dengan mata tertuju pada figura besar dimana seluruh keluarga nya berkumpul termasuk almarhum saudara kembarnya.
Almarhumah Zahra.
"Jangan Bilang kamu,"
Zidan mengangguk, "Iya Pa. Sepertinya kejadian sepuluh tahun silam belum terlupakan oleh gadis itu. Dan yang Abang tau kalau.. Kalau gadis itu kini sedang berteman baik dengan Kenan. Hufftt.. Mungkin.. Mungkin gadis itu kembali untuk melakukan penyerangan seperti kejadian sepuluh tahun silam karena dia pikir Abang pelaku pembunuh Mami nya? Sementara Abang hanya saksi??"
Deg!
Papa Reza mematung. Ia menatap Zidan dengan wajah terkejutnya. Untuk sesaat ruangan itu hening.
Tidak ada diantaranya yang berbicara. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing.
"Pa, apa sebaiknya Abang tanya Kenan aja? Kenan pasti tahu akan hal ini?"
Papa Reza menghela nafas berat. "Saat ini Kenan juga bermasalah di dalam pernikahannya. Ternyata, pernikahannya dengan Bella hanya sebuah sandiwara untuk menghindari pernikahannya dengan gadis yang sudah ia nodai-,"
"Tunggu Pa. Kenan tidak menodai gadis itu. Kejadian itu Abang tahu pasti seperti apa. Gadis itu dinodai oleh sahabat Kenan sendiri. Gery. Pemuda itu malam itu yang menodai gadis itu. Bukan adikku pa," Ucapnya membela Kenan yang memang benar adanya.
"Dari mana kamu tahu? Kenapa nggak kemarin itu kamu katakan sebelum pernikahan itu terjadi? Sekarang kita harus apa? Demi mneghindari itu semua ia menikah dengan putri mantan suami Mami Alisa. Jika lah pernikahan itu seperti pernikahan seperti biasanya, itu wajar. Lah ini? Sandiwara bang! Papa nggak terima itu. Pernikahan di jadikan ajang untuk permainan sandiwara oleh anak sialan itu!" ketusnya semakin kesal karena kelakuan putra ketiganya Kenan.
Yang kini sudah menikah dan tinggal di Jakarta bersama istrinya setelah tiga bulan pernikahan keduanya berlangsung.
Zidan terkekeh.
"Papa terlalu menekan Kenan hingga ia seperti itu. Berhenti untuk menekannya Papa. Cukup lihat dan perhatikan saja pernikahan mereka berdua. Abang yakin, keduanya saat pasti sudah saling mencintai." Imbuhnya sambil tersenyum tipis melihat ayahnya yang kini masihlah kesal jika mengingat Kenan.
"Ck. Papa belum percaya! Sebelum Kenan bisa menghamili Bella. Jika Bella sudah hamil, pastilah keduanya sudah akur dan sudah saling mencintai!"
"Papa salah."
Papa Reza terkejut, "Apa maksudmu Papa salah Bang?"
Zidan terkekeh lagi, "Gadis yang Kenan nikahi merupakan gadis yang selama ini ia cari. Sejak pertemuan mereka terakhir ketika Bella hanyut di sungai dulu sampai saat ini gadis itu yang Kenan cari. Bukan Annisa. Annisa hanya sekedar rasa kagum. Selebihnya pada Bella."
Papa Reza terkekeh sumbang. "Nggak! Papa Nggak percaya! Saat ini papa sudah mengutus kedua adikmu untuk melihat perkembangan hubungan mereka. Jika sampai Kenan berulah, maka Papa sendiri yang akan mengembalikan Bella pada orang tuanya!"
"Jika tidak?" tanya Zidan masih dengan kekehan kecil di bibirnya.
"Jika tidak? Buktikan dulu kalau Bella hamil. Baru papa percaya!"
"Kalau adik ipar benar hamil tetapi disaat itu semuanya sudah terlambat untuk kita, kita harus bagaimana?"
Deg!
Papa Reza terdiam, "Jangan terlalu menekan Kenan papa. Abang tahu seperti apa adikku itu. Walau dia tidak berkata padaku apa dan apa. Tetapi Abang percaya jika kali ini pasti akan berhasil. Karena Abang sendiri yang sudah melihat perubahan Kenan pada Bella seperti suami istri lainnya." Jelas Zidan yang membuat papa masih saja belum percaya.
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِى خَيْرٍ
“Semoga Allah memberkahimu ketika bahagia dan ketika susah dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Daud, no. 2130; Tirmidzi, no. 1091. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).