Claire diminta oleh orangtuanya untuk mengantarkan sebuah lukisan karya salah satu seniman terkenal dari Jerman ke kediaman teman mereka, Liam dan Ameera! Niat baiknya itu justru menjadi malapetaka tersendiri bagi Claire.
Kediaman Liam dan Ameera pada malam itu sangat ramai karena putra satu-satunya Liam dan Ameera yang bernama Mateo, tengah mengadakan pesta besar-besaran bersama teman-teman kuliahnya!
Entah apa yang terjadi saat Claire masuk kedalam kediaman Mateo, karena tiba-tiba dipagi harinya Claire dan Mateo dikejutkan dengan keadaan keduanya yang tidur dalam satu ranjang dan tanpa menggunakan sehelai benangpun.
Malapetaka itu tidak cukup sampai disitu saja, karena satu bulan berlalu Claire dinyatakan hamil dan orangtua Mateo juga orangtua Claire sepakat menikahkan keduanya, semua dilakukan demi anak yang tengah dikandung oleh Claire.
Lalu sebenarnya, siapa laki-laki yang telah menghamili Claire? Dan kenapa bisa Mateo dan Claire bisa tidur satu ranjang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Melihat tubuh Claire yang kembali gemetaran Mateo khawatir jika Claire belum siap untuk mulai menyelidiki peristiwa yang membuatnya terguncang.
"Kak Claire,"
Dipeluknya tubuh Claire oleh Mateo membuat Claire pun menangis dalam pelukan Mateo.
"Jika kau belum siap untuk mulai mencari pelakunya, kita tunda saja?"
"Tidak Teo, aku ingin mengetahuinya dan aku ingin bertanya padanya kenapa dia tega berbuat seperti ini padaku, apa salahku padanya? Aku ingn tau itu semua,"
"Apa kita perlu memberitahu orangtuamu?"
"Nanti aku yang akan memberitahu mereka,"
Lama saling berpelukan, sampai-sampai lupa saling melepaskan.
"Teo,"
"Hmm,"
"Bisakah kau lepaskan pelukanmu? Aku kesulitan bernafas!"
"Oh iya, maaf terlalu menikmati suasana,"
"Dasar,"
"Dasar apa? Mau bilang aku me sum lagi?"
"Memang kenyataannya kau me sum,"
"Iya tapi hanya padamu,"
"Cih,"
"Kita sudah tidak marahan lagi nih ceritanya?"
"Sudahlah aku mau keluar dari sini,"
"Nanti dulu dong kak, aku kan belum selesai bicara,"
"Apalagi, kenapa kau memeganginya saat tidur?"
"Mana aku tau, namanya juga tidur mana aku tau yang aku sentuh atau aku pegang,"
"Lalu kapan kak Claire akan mempertanggungjawabkan perbuatan kakak?"
"Memangnya aku berbuat apa padamu, dasar beruang me sum,"
"Berbuat hal sangat besar, kak Claire tidak tau saja betapa tersiksanya aku! Yuk, sekali saja mumpung hari Minggu nih sama-sama engga ada kegiatan,"
"Teo, kau nakal sekali si!" Claire keluar dari dalam kamar mandi.
Namun Mateo tetap saja menyusul Claire dan berusaha meminta pertanggungjawaban dari Claire, karena hingga detik ini miliknya itu masih terus menerus mengeras.
"Seharusnya bocah sepertimu itu masih fokus saja pada kuliah, tidak usah minta aneh-aneh,"
"Kakak yang sudah memancingnya, apalagi tadi saat kita berpelukan,"
"Sebaiknya kau mandi agar pikiran-pikiran itu rontok dari kepalamu!"
"Sekali-kali mandi bareng yuk kak, asik tau,"
"Kata siapa asik?"
"Kata Opa Nick,"
"Ya sudah lakukan mandi bareng itu dengan Opa Nick saja!" kata Claire kemudian meledek Mateo.
Tiba-tiba digendongnya tubuh Claire oleh Mateo.
"Teo kau mau apa?"
Kemudian Mateo duduk dibibir ranjang sambil memangku tubuh Claire.
"Teo, turunkan aku,"
"Sutt, nanti kalau tidak bisa diam aku gigit bibir kakak,"
"Iya tapi kau mau apa?"
"Aku hanya ingin mengusap-usap perut kakak,"
Diusapnya lembut perut rata Claire oleh satu tangan Mateo sementara satu tangannya melingkar dipinggul Claire hingga membuat Claire tidak bisa lepas dari pangkuannya.
"Apa kau merasakan sesuatu?" tanya Claire.
"Hmm, seperti ada lalu lintas cacing diperut Kaka yang sudah meminta jatah makanan," kata Mateo.
"Kau ini, aku sudah serius bertanya,"
"Aku belum bisa merasakan apapun, mungkin karena kandunganmu masih kecil,"
"Mungkin lain kali jika sudah agak besar kau bisa merasakannya,"
"Hmm,"
Keduanya saling bertatapan, dimata Mateo meskipun Claire wanita dewasa yang cerewet, dan galak akan tetapi sejak dulu hingga sekarang Claire tetaplah sosok wanita yang cantik dan paling cantik yang pernah Mateo temui.
"Kau cantik sekali," puji Mateo.
"Aku malu, jangan menatapku begitu beruang me sum!"
Entah siapa yang memulai terlebih dahulu, akan tetapi Mateo dan Claire sudah saling berpagutan satu sama lain, ciuman yang kesekian kalinya selalu bisa memabukkan Mateo hingga tak sadar terus menerus memperdalam ciumannya itu.
Kali ini satu tangan Mateo yang tadinya mengusap perut hamil Claire, sudah semakin naik keatas lagi.
Jantung Claire sampai terdengar berdetak kencang saat bukan hanya merasakan bibir Mateo yang terus memagutnya, akan tetapi juga merasakan sentuhan tangannya yang terus naik kebagian atas tubuhnya.
Tubuh Claire tersentak saat merasakan satu tangan besar Mateo menangkup salah satu melon import miliknya. Rasanya menjalar hampir keseluruh tubuh Claire saat tangan besar itu bukan hanya menyentuh tapi mulai melakukan pijatan demi pijatan.
Kedua tangan Claire hanya bisa meremat kaos yang dikenakan oleh Mateo, dilepaskannya terlebih dahulu ciuman itu oleh Mateo.
"Aku tidak ahli memijat biasanya, tapi jika memijat hal yang aku sukai biasanya aku langsung bisa jadi ahlinya,"
"Teo," lirih Claire.
Keduanya kembali saling memagut bibir satu sama lain, sementara benar apa yang dikatakan oleh Mateo! Dia bisa berubah menjadi sangat ahli dalam memijat jika yang dia pijat adalah sesuatu yang dirinya sukai.