NovelToon NovelToon
Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:335
Nilai: 5
Nama Author: Ummi Adzkia

yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Namun, karena konflik semakin parah, semua usahanya perlahan runtuh. hingga ketika konflik berhenti, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk membangun kembali. tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21 Kesepakatan

Sudah sepekan bantuan tak kunjung datang. Bentuk harta baik berupa uang dan makanan sudah habis tak bersisa. Jika biasanya uang yang di miliki dari bekerja di pasar akan diputar kembali menjadi bahan jualan lalu di jual kembali di pasar. Namun karena bantuan tak kunjung datang. Banyak dari orang tua sepuh, wanita dan anak-anak yang tak bisa bekerja, mereka mengalami kesulitan pangan.

Oleh karenanya mereka yang bisa bekerja, bahu membahu mengumpulkan makanan. Uang yang di dapat di belikan bahan makanan dan diolah menjadi makanan lalu di bagikan pada mereka yang sangat membutuhkan. Tak ada lagi tabungan apalagi uang simpanan untuk besok.

Hingga saat uang habis dan tak bisa mendapatkan nya lagi karena penjagaan keluar camp semakin ketat. Mungkin inilah salah satu alasan bantuan tidak masuk. Titik check point di tutup rapat, sehingga kesulitan untuk sampai ke tempat ini.

Walaupun kadang rasa lapar sudah menjadi hari-hari mereka. Namun jika berkelanjutan maka akan berbahaya juga bagi kesehatan para pengungsi.

" Tuan tolong anakku, dia demam dan mengeluh perut nya sakit..." seorang Ibu menghampiri seorang dokter pengungsi berharap bisa membantunya.

" Sebentar nyonya, kami disini pun sedang menangani pasien. Kita kekurangan tenaga medis, jadi tolong bersabar...." Terang nya menenangkan.

Ibu itu menunggu giliran dengan sabar. Bukan hanya anak nya. Ternyata banyak pasien dengan keluhan sama, demam dan perut sakit, dan kebanyakan pasiennya adalah anak-anak.

" Ya Allah.. Tolong beri kesembuhan pada anak-anak kami..." Rintih para ibu pasien yang berkumpul di depan tenda medis

Haniya menyaksikan kepiluan di depannya. Jika saja dulu ia rajin belajar yang bermanfaat mungkin ia bisa membantu. Namun ia diam dirumah hanya belajar resep dan fashion saja. Dan sekarang ilmu itu tidak bermanfaat disini.

" Kak, kasian ya anak ibu itu. Sudah kemarin hanya makan sedikit, dan sekarang malah sakit begitu..." gumam Abia dekat akaknya.

" Iya. Di saat begini banyak yang sakit itu sangat menyesakkan. Andai saja dulu akak belajar medis mungkin akak akan banyak membantu.." Lirih nya namun masih terdengar oleh Abia

" Iya kak. Dokter cuma ada dua. Sedangkan yang sakit banyak banget... Apa ngga cape itu dokter kesan kesini..." Ujar Abia melihat sibuknya dokter di depannya.

" Kamu kalo makan yang betul ya dek. Di kunyah sampai lembut dan jangan lupa cuci tangan sebelum makan.." nasihat Hania pada Abia

" Iya kak. Syukur kakak sudah selesai membuat alat penyaringan air ya... Jadi kita bisa punya tambahan air bersih .. " Ingat Abia akan jasa kakanya.

" Hmm.... Bersyukur dia banyak yang bantu. Jadi cepat selesai dengan hasil memuaskan." Bangga nya akan hasil usaha adiknya.

" Yuk kita kembali ke ummi. Kita bantu ummi aja.." Ajak Hania, daripada hanya menonton lebih baik ia membantu yang lain.

****

" Gimana kak, anak tadi sudah baikkan?" Tanya ummi pada Hania.

" Alhamdulillah sudah ditangani dokter tadi mi.." Jawab Hania.

" Iya kasian tau mi. Pas akak gendong dia nyamperin dokter, anaknya udah lemes banget. Kalo cuma nunggu dokter datang, ngga tau deh tu...." Cerita Abia.

" Iya mi. Alhamdulillah cepet ketemu dokternya. Jadi langsung di tangani." sambung Hania

" Ibu nya udah nangis-nangis aja tadi. Eh pas lagi ditanganin. Ada ibu lagi yang dateng anaknya juga sakit.." lanjut Abia.

" Ya Allah... Mudah-mudahan kita sehat selalu ya. Dan yang sakit segera Allah sehatkan.. " doa ummi.

" Aamiin yaa Rabb..." kompak Abia dan Haniya.

" Yaseer mana mi?" Hania tak melihat Yaseer dari tadi.

" Sepertinya dia ikut rombongan yang mau ke pasar tadi.. " Jawab ummi.

" Lho memang nya ga izin ke ummi dulu ?" Tanya Hania heran.

" Sudah. Cuma belum pasti berangkatnya. tadi sih masih ada di deket tenda laki-laki disana.." Terang ummi nya sambil menunjuk dengan dagu nya ke arah tenda lain.

" Owh... Ko ummi izinkan...?" Tanya Hania lagi.

" Bukannya di luar lagi di jaga ketat?" lanjutnya

" Ya kita doakan saja mereka selamat sampai tujuan. Kita sudah tak punya apa-apa lagi buat di bagikan. " Harap umminya sendu.

" Kira-kira kapan ya bantuan datang lagi... " Tanya Abia lesu.

" Iya. Masa kita mau gini-gini aja. Rasanya kok lelah banget... " Keluh Hania.

Mencari uang dengan sembunyi -sembunyi dari kejaran zionis yang berjaga. Begitu dapat, di belikan bahan dan diolah lalu di bagikan dan habis. Begitu setiap hari. Tak jarang sampai tak cukup sama sekali. Hingga harus berpuasa.

****

Kelaparan semakin merajalela. Sudah beberapa kali mereka berusaha mengirim pesan meminta bantuan pangan lagi. Namun hingga saat ini belum juga tiba.

Hingga para pengungsi itu membuat kelompok "pergerakan kedamaian" untuk menghadap pada pemerintahan entitas zionis. Mereka menuntut kebebasan untuk pulang kembali ke rumah-rumah mereka. Mereka lebih baik mati di tanah mereka sendiri daripada harus menderita jauh dari rumah mereka.

" Ummi Yaseer mau ikut kelompok itu ya?" Pinta Yaseer pada umminya di pagi hari.

" Tapi itu berbahaya nak, kamu juga masih terlalu muda... !" Tegas ummi tak setuju.

" Tapi ummi, Yasser juga ingin membantu...." Gumamnya pelan.

" Dengan kamu diam di sini, juga bisa membantu mereka.." Jelas ummi.

" Dengarkan ummi kak, apa jadinya jika kamu ikut, kemudian disana terjadi kerusuhan, dan kamu belum punya pengalaman apapun untuk menghadapi mereka..!" Tekan ummi lagi.

" Jika kamu tertangkap atau terluka disana, justru itu akan merepotkan mereka kak. Mereka juga harus melindungi nyawanya sendiri... " Lanjut nya.

" Ummi tidak melarang kamu jika kamu ada bekal kak. setidaknya kamu bisa tau cara berlindung yang benar tidak membuat yang lain kikuk." Terang ummi lebih pelan.

" Cukup baba dan Abang kamu yang mereka ambil, kamu jangan lagi.. Hiks .." Pilu umminya mengingat kepergian suami dan anak sulung nya.

" Mereka itu licik nak, sudah sedari dulu mereka mengkhianati apa yang mereka janjikan."

" Terbukti sekali saat ini. mereka bilang kita adalah tanggung jawab mereka, tapi lihat... Kita dibiarkan kelaparan. Untuk mencari makan sendiri pun mereka halang-halangi sedemikian rupa.."

" Kamu paham kak..?" Tanya ummi, karena sedari tadi Yaseer hanya diam menunduk saja.

Yaseer mengangguk dan mengangkat wajah nya. Dilihatnya air mata ummi nya masih meleleh dari matanya. Hati Yaseer ikut sesak melihat kerapuhan ummi nya.

" Baik ummi, aku ga ikut, tapi izinkan aku untuk tetap berusaha mencari cara untuk kita makan hari ini.." Putus Yaseer akhirnya.

" Ummi izinkan nak, tapi berhati-hatilah. Jika memang membahayakan lebih baik pulang saja. Hmm....?" Jawab ummi khawatir. Yaseer mengangguk tegas.

Yaseer kembali ke tenda nya. Ia bersiap untuk ke pasar. Ia mencari kelompok yang biasa keluar camp seperti biasa. Ia juga melihat persiapan para kelompok penggerak yang akan menghadap pada pemerintahan zionis.

" Semoga kesepakatan baik terjalin." Gumamnya lirih.

Ia pun berangkat bersama kelompok nya keluar camp menuju pasar. semoga saja hari ini mereka mendapat kan hasil yang lebih banyak.

*****

" Mau kemana kalian...!!!!!" Seru salah satu militer zionis ketika melihat rombongan pengungsi menuju ke arah basecamp mereka.

" Kami ingin bertemu dengan pemimpin kalian..! " Seru Ahmad, ketua "pergerakan kedamaian" di depan pagar besi berduri.

" Apa mau kalian menemui pemimpin kami.....!!" Seru zionis lagi.

" Kami ingin membuat kesepakatan!!" Balas Ahmad.

" Tidak ada kesepakatan. Jika kalian ingin hidup maka diam...!!" ancam nya

" Tidak. Jika kalian tidak menyetujui kesepakatan kami, jangan salahkan kami akan melawan..!!" Kembali Ahmad mengancam.

" Hahahaha..... Apa yang kalian punya hah...!!!! " Bentak nya meremehkan.

" Oh kau tak tau?" Balas Ahmad ikut meremehkan.

" Kami bisa meluluh lantakkan pemerintahan kalian dengan mudah jika kami mau. Heh...!" Jawab Ahmad santai.

" Kalian hanya omong kosong saja...!!" Zionis itu mulai panik.

" Coba saja kalau kalian mau tau. Dalam hitungan hari kalian akan dengar berita kematian keluarga kalian di televisi.." ujar Ahmad santai.

" Katakan apa mau kalian sebenarnya..!!!!" Seru zionis yang lain..

" Mudah saja. Kami hanya ingin kesepakatan..." Jawab Ahmad mengulang maksud tujuan nya.

" Baiklah kami akan menghubungi Komandan kami. Kalian tunggu disini.!" Jawab zionis itu akhirnya.

Ahmad tersenyum sinis memperhatikan para zionis itu.

" Mereka hanya gagah karena senjata. Baru di gertak begitu saja sudah panik, heh..!" Lucu sekali pikirnya.

*****

Lumayan lama mereka menunggu. Namun dengan kesabaran dan semangat mereka untuk mencapai kesepakatan, mereka masih setia menunggu. Hingga datanglah satu mobil jip berisi empat orang.

Satu orang berjalan di depan. Tiga orang lainnya berjalan di belakang nya. Semua tentara yang berada di basecamp bersikap hormat padanya.

" Sepertinya itu pemimpin mereka.." Simpul Ahmad memperhatikan.

Salah satu tentara zionis itu datang menghampiri kelompok Ahmad.

" Perwakilan kalian boleh masuk, tapi tanpa senjata..!!" Ujarnya tergesa.

" Senjata apa yang kami punya.?"

" Kau lihat kami hanya warga biasa bukan.?" cibir Ahmad merendahkan.

" Takut sekali pada warga biasa seperti kami ini.." Cibir Ahmad lalu menunjuk kelompok nya yang sudah di siapkan.

Lima orang terpilih, guna mendampingi Ahmad untuk masuk ke dalam basecamp dan melakukan kesepakatan bersama. Rupanya gertakan Ahmad berpengaruh juga, hingga mendatangkan salah satu pemimpin prajurit mereka.

" Masih sayang nyawa rupanya.." gumam Ahmad pelan pada kelompoknya.

****

Pembicaraan alot terjadi. Hingga berjam-jam mereka berdiskusi di dalam. Para pengikut Ahmad yang berada di luar mulai gelisah, akankah kesepakatan itu terjalin atau malah mereka di hancurkan.

Tapi tidak mungkin jika mereka di binasakan, karena Ahmad memegang kendali entitas muslim di Gaza. Tinggal tekan tombol maka terjadilah kerusuhan di wilayah zionis.

Itulah sebab nya Ahmad dan kelompoknya di ungsikan. Dengan tujuan supaya pendudukan zionis bisa meredam kerusuhan perlawanan terhadap entitas kependudukan zionis. Tapi kenyataannya gerakan mereka bisa bergerak sendiri tanpa pemimpinnya. Karena pembekalan jihad yang tinggi sehingga mereka bisa bergerak tanpa adanya pemimpin. Selama itu membela yang Haq(benar) mereka akan bergerak taktis.

Setelah lebih dari tiga jam perbincangan, akhirnya Ahmad dan kelompoknya keluar dari basecamp dalam keadaan utuh.

" Bagiamana kesepakatan kita?" Tanya salah satu anggota pengikut Ahmad yang menunggu di luar.

" Alhamdulillah mereka sementara menyetujui" Jawab Ahmad singkat.

" Sekarang kita kembali, kita bicarakan lagi dengan semua nya". Putusnya.

Mereka akhirnya kembali ke camp pengungsian. Sesampainya di camp. Mereka menjabarkan kesepakatan yang mereka diskusikan. Walau pada akhirnya mereka tidak bisa dipulangkan, tapi mereka di bebaskan untuk keluar camp mencari pekerjaan tanpa halangan atau gangguan dari pihak mereka. Begitu juga chekpoint di buka kembali.

Kesepakatan ini lumayan melegakan. Setidaknya, bantuan akan datang lagi. Dan mereka bisa mendapatkan tindakan medis ke rumah sakit jika ada yang membutuhkannya.

" Ya semoga saja mereka tidak mengkhianati lagi kesepakatan kita ." ucap para pengungsi. Dan yang lain mengaminkan.

1
Ummi Adzkia
aku jadi ikutan nyesek... semangat ya Yaseer ...
Ummi Adzkia
tadinya mau bikin konflik berdarah. tapi ga tega hati ini.. hiks...
Ummi Adzkia
selalu begitu ya. bikin kesepakatan tapi di langgar sendiri.. dari dulu begitu sama kayak bestie nya. mau heran tp udah ada di Al-Qur'an.
Ummi Adzkia
gimana tuh? Abia perutnya nangis, Yaseer rock n roll, Hania keroncongan apa dangdutan....?
Ummi Adzkia
siap 💪💪Allahu Akbar !!!!
Ummi Adzkia
Yaseer ini pemerhati juga. semoga ilmu nya bisa kepake buat masyarakat 👍
Ummi Adzkia
apaan coba. gaje banget lho si zion inih.. /Slight/
Ummi Adzkia
innalillahi... semoga Abia dan Haniya baik-baik saja ya. aamiin.
Ummi Adzkia
mereka hanya di suruh ngungsi ya. bukan suruh pindah. berarti hanya sementara. tapi ga tau juga nnti nya. 🙏
happy reading 💪
Ummi Adzkia
coba ada yang bisa bayangin situasi nya kek gimana? komen yah🙏😄
Ummi Adzkia
nah loh apaan tuh??
Ummi Adzkia
di saya mah hari Jumat. kami mulainya hari Rabu 18 feb.
happy Ied Mubarak
Protocetus
lebaran nanti hari sabtu
Protocetus
salken 💪
Ummi Adzkia: happy reading. semoga suka ya
total 1 replies
Ummi Adzkia
Alhamdulillah. terkadang kepasrahan kita pada Allah bisa mendatangkan. rezeki. happy reading di karya ku ya.

komen baik nya ditunggu ya.
Ummi Adzkia
ketemu malaikat mau apa heh?.. mau minta THR apa mau ketemu baba? Abia ngeri juga minta nya.😄
Ummi Adzkia
itu Haniya iseng juga ya. pasti panik juga itu ummi ...
Ummi Adzkia
kira-kira Abang gimana nasib nya ya?. komen yuk
Ummi Adzkia
beli kurmanya cod ya Abia. ada2 aja ni si Abia.
Ummi Adzkia
gini nih yang bikin makin panik. lagi makan tiba2 dum.. rudal meluncur bebas ke atas rumah2 dan gedung2 tinggi. ga kebayang yg tinggal di sana kek gmn. .. /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!