Anastasya Vallensia (19 tahun), putri dari Firdaus Vallensia dan Maryam Sihad. Ibunya sudah lama meninggal dan setelah ibunya meninggal Ayahnya menikah lagi dengan Laura vatalia yang beralih nama menjadi Laura Vallensia dan memiliki putri bernama Sabrina Vallensia (18 tahun).
Awalnya hari-harinya berjalan dengan baik, Anastasya sangat bahagia karena dia selalu bersama dengan kekasihnya Satria kusmojo (22 tahun) sampai sebuah kecelakaan mobil menimpa dirinya, bukannya hanya penglihatannya yang hilang tapi kekasihnya juga meninggalkannya dan malah berselingkuh dengan adik tirinya.
Akankah Anastasya menemukan kebahagiaannya?
Jangan lupa like dan Votenya 😊
ig:@KismiBebby
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSGB-15
Semua persiapan pesta pernikahan sabrina dan satria sudah selesai, sebenarnya sabrina dan satria sudah menikah dan sudah melakukan ijab kobul dan ini merupakan perayaan pesta pernikahan mereka.
Sabrina yang usianya masih muda, tak memikirkan tentang masa depannya nanti yang terpenting dia bisa mengambil apa yang di miliki oleh Anastasya. Dan dia sangat percaya jika dia sudah menikah dengan satria, dia pasti akan sangat bahagia.
Berbeda dengan satria, sebenarnya perselingkuhannya dengan sabrina hanyalah sebatas hawa nafsu saja. Dia tak ingin untuk sampai ke jenjang pernikahan apalagi sabrina sudah bukan perawaan saat melakukan dengan dirinya. Terselip rasa penyesalan karena telah meninggalkan dan mengkhianati Anastasya yang notabenya adalah wanita yang jauh lebih sempurna dari sabrina tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur. Ingin rasanya satria membatalkan pernikahan ini tapi ibu sabrina terus memaksanya untuk bertanggung jawab karena telah meniduri sabrina bahkan dia mengancam akan memecat satria dari perusahaan.
Berbeda dengan Sabrina dan satria, Anastasya nampak diam di kamarnya dia tak ingin keluar kamar. Jujur saja sebenarnya masih ada rasa untuk satria tapi dia harus mengubur dalam-dalam perasaan itu. Lalu pikiran Anastasya teringat akan septyan.
"Jika kau ada di sini, mungkin kau akan menghiburku." Gumam Anastasya, entah kenapa pada saat seperti ini Anastasya menginginkan kehadiran septyan di sisinya.
Di tempat lain...
Terlihat talita tengah mengedor pintu rumah sesorang.
"Berisik." Teriak seseorang dari dalam rumah, lalu pintu rumah pun terbuka.
Terlihat Talita sudah melipat kedua tangannya.
"Ada apa kau kemari?" Tanya septyan.
"Ayo ikut aku." Ajak Talita.
"Kemana? Apa kau mau berniat menculikku?"
"Siapa yang mau menculikmu dasar bodoh, kau ikut aku ke rumah Tasya."
"Untuk apa?"
"Menemaninyalah. Sekarang hari pernikahan adiknya dan mantannya, dan tugasmu adalah untuk menghibur tasya."
Terlihat septyan berpikir sejenak, pernikahan. Tapi dia tak punya baju yang bagus untuk datang ke rumah tasya. Seperti bisa membaca pikiran septyan, talita langsung menarik tangan septyan.
"Tenang sebelum kau ke sana kau akan ku dandani terlebih dahulu."
Di tempat lain...
Terlihat Anastasya sudah siap dengan gaun berwarna biru tua, dan dandanan yang natural tapi terkesan sangat cantik. Sebenarnya dia tak ingin menghadiri pesta pernikahan sabrina dan satria tapi apalah daya ayahnya memintanya untuk hadir.
Dengan di bantu oleh simbok, Anastasya berjalan menuruni tangga menuju aula tempat pesta pernikahan sabrina di adakan.
Tampak banyak pasangan mata yang melihat ke arah Anastasya, karena kecantikannya melebihi mempelai wanita yang seharusnya menjadi wanita paling cantik hari ini.
Dan begitu pun dengan satria, dia menatap kagum wanita yang pernah bersamanya itu selama 2 tahu. Dan dia tak menyadari bahwa Anastasya secantik ini.
Lalu simbok menuntun Anastasya untuk duduk di salah satu tempat duduk yang kosong, sambil memegangi tongkatnya anastasya nampak diam. Dia tak ada niatan untuk berbaur, lagi pula dia sekarang sudah buta jadi tak akan ada yang menganggapnya ada.
Terlihat pintu aula terbuka menampilkan sesosok pria yang menjadi tontonan para kaum hawa, dan yang menjadi tontonan nampak gugup.
"Jangan gugup santai saja." Bisik talita.
Setelah melakukan makr over, septyan yang asalnya angsa buruk rupa menjadi angsa yang sangat indah. Begitulah ungkapan yang cocok untuknya.
"Siapa tuh, ganteng banget."
"Aku mau deh kenalan sama dia."
"Pasti orang kaya."
"Wih, ganteng banget. Pengen deh kenalan sama dia."
Begitulah ungkapan para gadis yang ada di pesta tersebut saat melihat septyan, septyan yang mendengar hal itu hanya tersenyum miris. "Jika mereka tahu kalau aku hanya seorang pengamen jalanan pasti mereka akan jijik melihatku." Ucapnya dalam hati.
Lalu talita menarik tangan septyan untuk mencari keberadaan Anastasya. Lama mencari kini mereka menemukan Anastasya. Seketika Septyan menatap kagum saat melihat anastasya yang begitu cantik.
datang pelakor baru.... siap" ditampar tasya kamu faniaaa awas sajaaaa