SEASON 2 JIN PERUSAK RUMAH TANGGA DAN JIN BAJANG.
Rahi dan Daaris mulai bisa menerima satu sama lain dan berkomitmen untuk tidak bercerai meski batas waktu pernikahan mereka telah berakhir.
Apakah mereka bisa mempertahankan biduk rumah tangga mereka jika jin perusak rumah tangga mulai masuk merecoki mereka, ditambah lagi dengan keberadaan jin bajang didalam rahim Rahi, apakah mereka bisa menang melawan mereka atau justru Rahi dan Daaris yang akan dikalahkan dengan mudah oleh musuh-musuh manusia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan Ny.Aila ke-6
catatan : flashback-nya udah berakhir yah.
Keesokan paginya, kedua bola matanya Rahi di hiasi oleh warna merah karena semalaman Rahi tidak bisa tidur.
Dengan menahan rasa pusing di kepalanya, Rahi mulai melakukan aktivitas paginya seperti biasa, akan tetapi pagi ini Rahi tidak membersihkan dirinya (mandi) karena tubuhnya sedang tidak sehat, dan seluruh tubuhnya Rahi hanya di seka saja menggunakan air hangat.
Setelah selesai melaksanakan sholat subuh, Rahi mulai merebahkan kembali tubuhnya di atas permukaan kasurnya, dan tanpa sadar Rahi mulai terlelap tidur.
Acara sarapan pagi di rumah keluarga Tjandra Aila sudah mau di mulai, akan tetapi Rahi masih belum menampakan dirinya di rumah itu.
"Gadis hantu itu kemana sih?, kok lama bener" ucap Wama kesal
"Nggak tahu apa, kalo aku udah kelaperan" ucap Wama
"Sabar Wam, sebentar lagi dia juga pasti dateng kok" ucap Raga menenangkan Wama yang sedang kesal
"Tapi mau sampe kapan Bang nunggunya?, udah telat 11 menit nih" ucap Wama kesal
"Ga, tolong dong panggilin Rahi dong!" ucap Ny.Aila ke-6 memberikan perintah kepada Raga
"Baik Nek" ucap Raga patuh
Raga mulai bangkit dari duduknya saat ini, lalu mulai melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar rumah ini.
Daniel yang saat ini sudah duduk di salah satu kursi meja makan, hanya bisa menundukkan wajahnya yang sedang sedih.
Wama yang memiliki penyakit indigo langsung tercengang ketika mengetahui isi pikirannya Daniel saat ini yang sedang bersedih karena Rahi, selain itu Wama juga mulai mengetahui hubungan yang pernah di jalin oleh Rahi dan Daniel.
"Jadi Bang Daniel ini pernah berpacaran dengan Rahi" ucap Wama di dalam hatinya
"Tapi kenapa tadi malam kok aku tidak mengetahui hal ini?" ucap Wama di dalam hatinya
"Kira-kira kenapa ya?" ucap Wama di dalam hatinya dan mulai memikirkan penyebab tadi malam dia tidak bisa mengetahui hal yang sebenarnya.
"Ah iya, aku baru inget, setiap kali aku berdekatan dengan si gadis hantu itu, kemampuan indigo-ku selalu tidak berfungsi, selain itu semua makhluk halus yang biasa aku lihat selalu ada di sekelilingku tiba-tiba lenyap entah kemana ketika gadis hantu itu datang" ucap Wama dalam hatinya.
Saat ini Raga sudah berada di depan pintu pagar rumah tua, dia mulai membuka pintu pagar rumah itu, lalu Raga melangkahkan kakinya menuju ke pintu masuk rumah tua ini.
Kini langkah kakinya Raga sudah terhenti di depan pintu rumah tua ini, perlahan Raga mulai mengetuk pintu kayu itu.
Tok tok tok
Suara pintu di ketuk
Tok tok tok
"Rahi!" panggil Raga
Tok tok tok
Sudah tiga kali Raga mengetuk pintu rumah tua ini, akan tetapi masih belum ada jawaban dari dalam.
Tok tok tok
"Rahiiiiiiiiiiiiiiii" ucap Raga dengan nada sedikit berteriak
Ceklek
Pintu kayu itu akhirnya terbuka dari dalam
Setelah membuka pintu rumahnya, Rahi hanya bisa diam mematung karena mendapati sosok Raga sedang berdiri di hadapannya saat ini.
"Pasti ini hanya mimpi" ucap Rahi bergumam sambil melihat terus ke arahnya Raga tanpa berkedip sedikitpun
"Ini bukan mimpi" ucap Raga dingin
"Ayo cepetan ikuti aku!" ucap Raga
"Kamu udah di tungguin dari tadi" ucap Raga
"Ah iya, tunggu sebentar" ucap Rahi sambil menutup dan mengunci pintu rumahnya dengan terburu-buru, karena Rahi tahu bahwa dirinya sudah sangat terlambat
Saat ini Raga dan Rahi sedang berjalan menuju ke rumah keluarga Tjandra Aila, di tengah perjalanan tiba-tiba Raga berhenti mendadak dan langsung berbalik ke arah belakang.
Rahi yang sedari tadi mengikuti langkah kakinya Raga dari belakang langsung terkaget dan langsung menghentikan langkah kakinya ketika Raga tiba-tiba berbalik ke arah belakang menghadap ke arahnya Rahi.
"Jangan naksir sama aku!" ucap Raga tiba-tiba
"Hah?" ucap Rahi
"Kamu lagi naksir kan sama aku?" tanya Raga
"Nggak, nggak, aku nggak naksir sama Tuan Muda kok" ucap Rahi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Terus kenapa kok kamu sering ngeliatin aku secara diam-diam?" tanya Raga
"Ah itu, mm aku hanya kagum aja kok sama Tuan Muda" jawab Rahi
"Benarkah?" tanya Raga tidak percaya
"Sungguh Tuan" ucap Rahi
"Aku hanya mengagumi-mu saja, tidak lebih dari itu" ucap Rahi
"Kenapa kamu mengagumiku?" tanya Raga
"Karena Tuan Muda Raga adalah penyelamatku" jawab Rahi
Raga mengerutkan kedua alisnya
"Sepertinya aku tidak pernah menyelamatkanmu" ucap Raga
"Apakah Tuan Muda tidak ingat peristiwa tiga tahun yang lalu ketika anda menyelamatkanku saat aku mau bunuh diri?" tanya Rahi
"Aku tidak ingat" jawab Rag
"Kalau Tuan Muda tidak ingat, itu adalah hal yang wajar, karena Tuan Muda kan sering nyelametin orang-orang" ucap Rahi
"Kamu menguntitku ya?" tanya Raga
"Tidak, aku nggak pernah menguntit Tuan Muda" jawab Rahi
"Tapi beberapa kali aku pernah melihat Tuan Muda sedang menolong seseorang" ucap Rahi
"Benarkah?" ucap Raga yang masih belum percaya omongannya Rahi
"Beneran Tuan, buat apa sih aku menguntit anda, kayak nggak ada kerjaan lain aja" ucap Rahi
Raga hanya diam sambil memperhatikan raut wajahnya Rahi yang terlihat bersungguh-sungguh dengan kata-katanya, setelah itu Raga mulai berbalik ke arah depan lagi dan mulai melanjutkan kembali jalannya.
Rahi yang saat ini masih berada di belakang tubuhnya Raga, mulai kembali melanjutkan langkah kakinya mengikuti Raga dari belakang.
Beberapa saat kemudian, Raga dan Rahi sudah sampai di ruangan makan rumah keluarga Tjandra Aila, dan saat ini semua orang di yang sedang duduk di kursi meja makan menatap ke arahnya Rahi dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda.
Raut wajahnya Ny.Aila ke-6 terlihat sedang khawatir kepada Rahi.
Raut wajahnya Tn.Harris dan Ny.Liza terlihat sedang sangat kesal
Raut wajahnya Daaris terlihat masih ketakutan ketika melihat wajahnya Rahi.
Raut wajahnya Daniel terlihat sedang merasa sangat bersalah kepada Rahi
Raut wajahnya Wama terlihat sedang bertanya-tanya tentang sosok Rahi yang sebenarnya
Kini Raga dan Rahi sudah duduk di kursi meja makan mereka masing-masing.
"Rahi apakah kamu baik-baik saja?" tanya Ny.Aila ke-6
"Aku sedang tidak baik, Nyonya (keadaan tubuhnya)" jawab Rahi
"Kalau kamu sedang merasa tidak baik, maka hari ini kamu tidak perlu masuk kerja" ucap Ny.Aila ke-6
"Tidak Ny.Fatma, hari ini aku akan tetap bertugas" jawab Rahi
"Baiklah kalau begitu, terserah kamu saja" ucap Ny.Aila ke-6
Singkat cerita, acara sarapan pagi hari ini sudah selesai dari 25 menit yang lalu, dan saat ini semua orang sudah menjalankan aktivitasnya masing-masing.
Saat ini Ny.Liza sedang di marahi oleh Ny.Aila ke-6.
"Liza, kenapa kamu masih belum bisa menguasai ilmu-ilmu tingkat rendah ini hah?" tanya Ny. Aila ke-6
"Maaf Ibu, aku sungguh tidak kuat menjalani semua tahapan ritualnya, karena semua ritual itu sangat berat untuk di jalani" jawab Ny.Liza
"Bu, sepertinya aku juga tidak sanggup lagi jika harus mengulangi semua ritual itu, karena aku sangat takut ketika ada beberapa makhluk halus muncul di hadapanku" ucap Ny.Liza
Setelah mendengar perkataannya Ny.Liza, Ny.Aila ke-6 langsung menarik napasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan untuk meredam amarahnya.
"Sudah sana!, kamu keluar saja!" ucap Ny.Aila ke-6 yang memilih untuk menyudahi pembicaraan mereka kali ini
Setelah Ny.Liza keluar dari dalam ruangan, Ny.Aila ke-6 langsung memegangi kepalanya dengan kedua tangannya dan meremas rambut-rambutnya yang sudah memutih.
"Arrghhhh" ucap Ny.Aila ke-6 merasa kesal
"Harris gagal, Liza juga gagal, Raga tidak mau, dan Daaris belum siap" ucap Ny.Aila ke-6
"Lalu aku harus menurunkan ilmu-ilmu ini ke siapa lagi agar aku tidak mendapatkan siksaan dari Tuan-ku (Iblis)" ucap Ny.Aila ke-6 yang saat ini sedang merasa frustasi
"Apakah aku harus menurunkan semua ilmu-ilmu-ku ini kepada calon istrinya Daaris?" ucap Ny.Aila ke-6
"Ah iya, sepertinya memang harus begitu" ucap Ny.Aila ke-6
"Aku harus segera memajukan tanggal pernikahan mereka berdua" ucap Ny.Aila ke-6
Seseorang yang sudah mempunyai ilmu-ilmu kesaktian yang tinggi di haruskan mewariskan semua ilmu-ilmu hitam dan putihnya kepada orang lain, karena jika mereka tidak menurunkan ilmu-ilmu itu kepada orang lain, maka mereka akan mendapatkan siksaan yang amat pedih dari Iblis yang di sembahnya atau ingon-ingonnya (peliharaannya)
info : dalam islam kita tidak di perbolehkan mempelajari atau mengamalkan ilmu sihir, baik itu ilmu sihir hitam maupun ilmu sihir putih.
semuanya ilmu-ilmu (hitam dan putih) itu di larang untuk di amalkan, karena di dalamnya terdapat bentuk-bentuk kesyirikan yang akan menjebloskan penggunanya ke dalam api neraka sebab secara tidak sadar mereka telah menyekutukan Allah SWT.
x seperti ilham yg ku kenali 😒,, suka guna kekurangan utk raih impati org spt aku 😔.. wlu Bkn dgn Wang ringgit tetapi mencuba agar x jatuh, motivasi utk bangun..
rupa nya selama ni, ku buang masa pd org yg x hargai aku.. ku x minta cinta,cuma ku x suka di tipu
Orang ingin ramai untuk hilangkan rasa takut, dia malah usir demi mo jalankan misi berduaan dgn Rahi
bertahan kah