Hiatus kecuali 50 pembaca minta update.
Alex, seorang yang mengalami perjalanan waktu dari masa depan karena dirinya mengalami kematian di masa depan.
Dia kembali memasuki sebuah lembaga misterius dengan sebuah tujuan, yaitu menghancurkan lembaga misterius itu.
Lembaga yang membuat Alex mengalami kematian di masa depan, itu artinya apakah dia sedang memulai rencananya untuk balas dendam?
Ayo, baca sekarang! Kisah Alex dalam rencananya untuk mengubah takdirnya di masa depan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aoxue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Kini Alex, James dan Tasya sudah terbebas dari lembaga tersebut, setidaknya itulah yang mereka pikirkan.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi?" teriak Charles kesal dengan membanting botol bir yang dia sedang nikmati.
Karena belum habis, bir tersebut tumpah di atas karpet, kamar dari Charles.
"Maaf Tuan Muda! Tiba-tiba saja mereka menodongkan senjatanya ke arahku!" lirih Edward.
"Ah! Sudahlah! Kamu kembali saja! Nanti aku pikirkan cara untuk menangkap mereka!" teriak Charles dan dilanjut dengan ketusannya.
Edward pergi keluar dari kamar Charles, Charles berpikir dengan keras mengapa Alex dan James tidak terpengaruh dengan chip buatan lembaga milik keluarga mereka.
"Ini aneh? Dan lagi, benar-benar dia seperti berasal dari masa depan! Alex! Apa dia sama sepertiku?" pikir Charles yang baru saja menyadari hal tersebut.
"Si*l! Aku terlalu terobsesi dengannya untuk dijadikan alatku! Tapi, seperti nya itu tidak mungkin bisa terjadi! Aku harus membunuhnya!" gumam Charles.
Charles berjalan dengan kesal ke arah sebuah pintu putih, itu adalah ruang kerja miliknya.
Setelah membuka pintu, Charles mengambil sebuah telepon dan menekan tombol-tombol angka yang telah tersedia disana.
Setelah telepon tersambung, "Aku akan memberikanmu waktu selama lima hari untuk menyerahkan diri atau tidak Aku akan membunuh ibumu!" ancam Charles.
"Ja-jangan bunuh ibuku! Kumohon! Jangan lakukan itu!" lirih James ketakutan.
"Dan katakan kepada Alex dengan hal yang sama!" ancam Charles yang masih berlanjut.
"A-alex! Ibu Kita akan—" kata James yang perkataannya dipotong karena Alex sudah mengambil alih ponsel ditangan James.
"Kumohon jangan! Aku-aku menyerah!" jawab Alex.
"Baiklah! Persiapkan diri Kalian karena Kami akan pergi kesana!" kata Charles.
Di keesokan harinya, Charles dengan sebuah unit pasukannya pergi ke lokasi tempat dimana Alex, James dan Tasya berada, itu terlihat pada GPS yang berada di sebuah laptop bahwa keberadaan mereka terletak di pinggiran kota Burn.
Disisi lain, "James! Disini!" bisik teriak Alex kepadanya.
"Astaga! Rupanya Kamu telah membuat terowongan ini?" tanya James yang terkejut melihat sebuah terowongan yang tersembunyi disana.
James dan Alex masuk ke dalam terowongan tersebut dengan sebuah pistol yang berada di tangan masing-masing dari mereka.
Setelah berusaha mendorong batu besar disana, James keluar terlebih dahulu sedangkan Alex membakar sebuah tali yang sangat panjang.
Iya, tali tersebut terhubung sampai keluar terowongan dan diujung tali tersebut ada sebuah petasan merecon.
James dan Alex berlari dengan mengendap-endap, setelah pintu merah terbuka dengan sidik jari tiruan yang dibuat oleh Alex sebelumnya mereka berhasil membuka pintu.
Untuk keterangan, sidik jari tiruan yang dibuat oleh Alex bukan hanya satu buah saja yang sudah diambil oleh Edward pada saat itu, bahkan Alex membuat lebih dari satu tiruan sidik jari yang disembunyikan di kamarnya.
Doorrr
Suara merecon meledak dari belakang gedung, semua unit keamanan mulai memperhatikan dan menelusuri asal suara ledakan petasan tersebut.
Saat melihat ada sebuah terowongan disana, unit keamanan langsung menuruninya dan melesatlah sebuah peluru yang baru saja ditembakkan oleh seorang pemuda misterius disana.
Doorr !!
"Hm! Tugasku sangat mudah! Hanya menunggu disini dan menembak siapapun yang masuk ke dalam terowongan ini!" kata seorang pemuda itu dan mengangkat jari-jarinya yang ternyata menghampit sebatang rokok dan langsung dihisapnya rokok tersebut.
Pemuda ini adalah teman Alex, apakah kalian ingat pada saat di warnet ada seorang pemuda yang membocorkan alamat tempat tinggal Alex meskipun Alex berada jauh tempat tinggalnya dari sana?
Pemuda itu bernama Steven, dia dan Alex sebenarnya jarang bermain ke warnet disana karena letaknya yang jauh dari rumahnya.
Alex mengajak Steve kesana dan meninggalkan Steve seorang diri di warnet karena itu adalah perintah dari sahabatnya, Alex.
Alex menceritakan tentang dirinya yang kembali ke masa lalu kepada Steve, meskipun Steve ragu. Namun setelah Alex menebak akan ada hal besar apa yang terjadi di masa depan, maksudnya di malam itu dan tentang Alex yang akan didatangi oleh kelompok misterius, itu sudah membuat Steve mempercayai Alex tentang Alex yang berasal dari masa depan.
Steve, seorang mantan tentara sama seperti James, dia berhenti dari seorang tentara dikarenakan alasan tertentu, bagian Steve akan diceritakan nanti ya.
Steve keluar dari terowongan tersebut dengan hati-hati tentunya, setelah melihat ada orang yang melihatnya, Steve langsung menembak mereka tanpa ragu.
Aksi penembakan pun terjadi, di luar lembaga penuh dengan suara tembakan.
Sedangkan di dalam Lembaga, Alex pergi ke ruangan komputer tempat dimana Alex dan Alice melakukan kegiatan belajar mengajar.
Setelah melihat ada Alice di dalam sana, tentu saja Alice sangat terkejut akan hal tersebut.
James menodongkan pistolnya kepada Alice dan dia pun mengangkat tangannya karena takut ditembak oleh James.
"Tidak perlu, James! Dia berada di pihak Kita!" kata Alex meyakinkan James.
"Baiklah!"
"Apa semuanya sudah disiapkan?" tanya Alex kepada Alice.
"Sudah Lex!" jawab Alice bersemangat.
Alex langsung menekan tombol keyboard dengan cepat, tidak dapat dimengerti oleh James apa yang sedang Alex lakukan.
Hingga akhirnya, sebuah data disebarkan ke satu juta email penduduk negara Swiss.
Data tersebut berupa bukti tentang lembaga ini, mulai dari operasi ilegal yang menjadikan seorang manusia menjadi robot dan kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh mereka.
Satu negeri gempar dibuat Alex, mereka semua melihat sebuah email masuk itu dan menonton berbagai video dan melihat foto-foto yang terdapat juga di dalam berkas data yang berukuran kecil namun di dalamnya banyak sekali bukti kejahatan yang ada.
Sedangkan disisi lain, "Lokasi mereka berada disini! Cepat tangkap mereka!" seru Charles.
"Tunggu dulu! Ini aneh? Kenapa tempat ini terasa hening?" pikir Charles.
Charles langsung mengeluarkan ponselnya dan mulai menelepon sang ayah.
"Ayah? Apakah ada sesuatu yang besar terjadi?" tanya Charles.
"Entahlah! Ayah juga bingung, seharusnya Ayah mendapatkan laporan dari lembaga tepat setelah sepuluh menit yang lalu, tapi tidak ada siapapun yang menghubungi Ayah!" ujar ayahnya tersebut.
"Be-begitu.. kalo begitu sampai nanti, Yah!" pamit Charles dan langsung menutup telepon tersebut.
Setelah menutup telepon tersebut, Charles berlari meninggalkan tempat yang dimana lokasi Alex, James dan Tasya berada disana.
Suara tembakan pun terdengar di telinga Charles, "Si*lan! Kamu berani menipuku, Alex!" gumam Charles dengan kesal dan terus berlari menjauh dari tempat itu dengan berlari.
Setelah mendengar bunyi tembakan tersebut, Charles melihat sebuah data yang baru saja dia terima dari email yang tidak diketahui asal mulanya itu.
Setelah melihat sekilas isi dari data tersebut, Charles langsung dengan cekatan menelpon Ayahnya kembali.
"Ayah! Segera tinggalkan tempat itu dan Kita pergi ke Jerman!" seru Charles.
Meskipun ayahnya sudah bertanya tentang alasannya, Charles tetap kekeuh untuk menyuruh Ayahnya untuk meninggalkan negara Swiss.
salah seorang diantara menyalakan senter
🙏
🤣🤣🤣✨