Aneuly Priliana (18) sejak kecil ia hanya tinggal dengan nenek nya, namun semenjak nenek nya meninggal ia harus tinggal di panti asuhan, ia sekolah memakai uang beasiswa dan uang hasil kerja paruh waktunya untuk menyambuh hidupnya.
Setelah lulus sekolah menengah atas, ia lebih memilih bekerja sebagai baby sister keponakan sahabatnya, yang ternyata menaruh hati pada Aneuly sejak mereka bersahabat.
Selama bekerja Aneuly tergoda oleh Duda Tampan, Ayah dari ketiga anak asuhnya.
Darendra Maximillan (27) Pria tampan yang sudah mempunyai tiga anak kembar ini, Mulai jatuh cinta pada gadis yang di cintai adiknya sendiri, gadis yang juga menjadi baby sister anak nya.
Namun Daren mati - matian berusaha mengelak rasa suka pada gadis bernama Aneuly itu. Tapi Ketiga anak nya sangat dekat dengan Aneuly dari pada dengan dirinya.
"Aku seperti mempunyai 4 orang anak, mereka semua sangat manja," gerutu Aneuly kesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitryas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DLM II Eps 15
Aneu merasa terintimidasi dengan tatapan Daren yang sangat tajam. Sebenarnya Daren merasa dongkol dan emosi terhadap Aneu yang menurutnya tidak setia.
Namun saat melihat Aneu begitu ketakutan menatapnya, Daren pun sedikit merubah raut wajah agar. "Tatap aku Aneu …" lirih Daren pelan seraya menaikan dagunya dengan tangan kanan Daren.
"Siapa pria barusan?" tanya Daren langsung ke intinya. Lalu melepaskan jari yang ada di dagunya.
Seketika Aneu tersenyum, dia kira Daren akan marah tentang dia yang tidak meminta ijin karena telah meinggalkan anak-anaknya.
"Dia Fajar pacar Deby sahabatku dan Abian," jawab Aneu sambil melirik ke belakang untuk memastikan kalau si kembar dalam keadaan aman.
"Aku memantau anak-anak! jadi pokuslah padaku." ujar Daren karena dia tau jika Aneu menghawatirkan anaknya.
"Jadi di bukan gebetanmu?" tanya Daren lagi dengan mata tajam nya mencari celah. Sontak Aneu langsung menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja bukan, aku tidak suka pria yang tidak berotot seperti itu," jawabnya tanpa berpikir panjang. Karena memang kenyataan nya jika Aneu menyukai pria berotot.
Pernyataan Aneu sontak membuat Daren tersipu malu, dia berpikir jika dirinyalah yang Aneu maksud. Daren sangat senang mendengar itu hingga kini membuat jantunya semakin berdebar.
Sementara gadis itu tengah sibuk menatap makanan yang ada di meja, dia sedikit kelaparan karena tadi dia banyak berbicara mendengarkan curhatan seorang Fajar. Ya selama ini Aneu selalu jadi penengah di antara pertengkaran Deby dan Fajar.
Daren lalu berpikir jika ini kesempatan bagus untuk dirinya menanyakan jawaban dari Aneu tentang perasaannya. "Pertanyaanku semalam! apa kamu sudah bisa menjawabnya, Aneu?" tanya Daren menatap pujaan hatinya itu.
"hah?" Aneu terlihat bingung karena tidak pokus, "Semalam?" Aneu malah balik bertanya.
"Jangan bilang kamu belum memikirkan jawabanya!" tanya Daren tepat sasaran , Aneu terlihat kikuk dia hampir melupakan kejadian semalam karena terlalu sibuk berada di sekolahnya.
"Su-sudah, beri aku waktu dua hari," jawab Aneu dia masih ingin memikirkan itu lebih lama lagi, karena Aneu tidak mau sembarang menerima cinta Daren.
Daren mengkela napas sangat panjang dan menggosok wajahnya dengan frustasi, "makanlah, setelah ini kita akan pergi mengikuti kemauan anak-anak," ucap Daren.
Walau merasa dongkol dengan jawaban Aneu saat ini, Daren harus bersabar. Karena ini tentang perasaan Aneu memang butuh waktu untuk berpikir. Tidak seperti pekerjaan, saat ingin mendapatkan proyek yang di sukainya dia harus mendapatkannya detik itu juga.
*
*
Daren di bopong oleh Aneu masuk ke dalam kediamannya, dan di sambut oleh Diana juga Ronald yang terkejut melihat Anak sulung nya datang dengan keadaan mengenaskan.
"Ya ampun, Nak! kamu kenapa sayang?" tanya Diana dengan cepat membantu Aneu membopong tubuh Daren dan mendudukan nya di sofa.
Daren bukan sedang sakit, dia hanya pusing akibat ulah ketiga anaknya. Dia memijat jidat nya sambil mengernyit menahan ousing dan nyeri.
"Dadd mabuk, Nek!" jawab Brisea yang sedang memakan lolypop.
"Apa mabuk?" Diana mulai murka bagaimana bisa seorang Daren mabuk di depan anak-anaknya. Sementara Ronald hanya duduk menyaksikan drama keluarga ini sambil menyeruput kopi.
"Ini dapat dari mana kalian makanan seperti ini?" tanya Diana lagi. Karena dia tahu betul jika daren melarang keras anak-anaknya memakan makanan pasar.
Seperti yang sedang di pegang Cryl dia memegang gulali, dan Brisea sedang memakan perment.
Dengan cepat Aneu memberi tahu saat melihat reaksi Diana yang mulai terlihat emosi, "Tuan Daren mabuk saat selesai main komidi putar tan," ucap Aneu.
"Astaga! sejak kapan kamu membolehkan Anak-anak main ke tempat itu dan memakan jajanan manis begitu Daren?" Diana kaget karena biasanya Daren melarang keras dirinya membawa anak-anak ke temoat sepeti itu.
"Nenek … Bee senang karena Daddy sekarang tidak melarang kita lagi. Daddy yang mengijinkan kita untuk main wahana di sana." ungkap Brisea dengan senang.
Axio tidak ikut bicara dia duduk di samping Daddy nya, sementara Cryl dia sudah berada di pangkuan Ronald. Daren meminum air yang baru saja Aneu ambilkan untuknya.
"Berhenti berbicara Bee, Daddy pusing mendengarmu!" sentak Daren yang sudah kesal dengan Brisea yang terus mengoceh sejak mereka pulang karena terlalu bahagia.
Daren sedikit lebih baik saat sudah meminum segelas air putih, "kenapa kalian datang kesini?"Daren kesal melihat kedua orang tuanya datang, karena kemungkinan dia tidak bisa dekat-dekat dengan Aneu.
"Memangnya harus ada urusan baru menemuimu!" ketus Ronald. Dan langsung mendapat sebuah cubitan dari Diana di otit lengan Daren.
"Kami ingin menjenguk cucu! kenapa kamu mau melarang Mami dan Papa huh?" tanya Diana ketus, karena biasanya Daren menyuruh Diana untuk datang mengurus anaknya saat baby sisternya mengundurkan diri, dan dengan enaknya berbicara seperti itu saat sudah ada Baby sister yang setia.
"Tapi papi tidak biasanya datang kesini," jawab Daren lagi menaruh curiga.
"Iya papi datang kesini memang sengaja ingin bilang padamu untuk segera menikah!" jawab Ronal terus terang dan langsung di lempari tatapan mengerikan dari istrinya.
"Papi!" pelotot Diana.
Daren menatap Aneu yang langsung terdiam saat mendengar ucapan Ronald, Aneu langsung melanjutkan lagi aktifitas nya bersama Brisea yang sedang mengeluarkan fuzzel.
Walau jantung Aneu sangat nyeri, namun dia berusaha terlihat baik-baik saja.
"Kami tidak akan menjodohkan mu lagi jika kamu sudah mempunyai kekasih Daren." Ucap Diana agar anaknya tidak cepat menolak permintaan mereka. "Tapi jika tidak, mami ada satu calon untuk mu," lanjut Diana dengan antusias.
"Mami lupa dengan perjanjian kita sebelumnya?" Ronald berusaha mengingatkan Diana, karena sebelum nya mereka sudah berjanji tidak akan menjodohkan Daren.
"Ini beda papi, Mami yakin Daren suka," jawab Diana.
"Tanya dulu anaknya sudah punya atau belum," ucap Ronald tidak mendukung keinginan istrinya.
"Daren punya perempuan yang Daren sukai," jawab Daren sambil menatap Aneu, seketika Aneu menegang dia menatap Daren dengan perasaan tidak enak.
Karena Aneu duduk bersama Brisea tidak jauh dari sofa yang di duduki Daren mereka bisa saling bertatapan tanpa terlihat oleh kedua orang tuanya.
Daren melihat reaksi Aneu yang nampak belum siap jika Daren menceritakan kedekatan nya.
"Daren kamu tidak bohongkan? siapa wanita itu?" Diana terlihat antusias, berbeda dengan Ronald yang nampak mencurigai Daren.
"Apa dia wanita cantik? bagaimana rupanya? apa dia sudah mengenak anak-anakmu? apa anak mu sudah menyetujuinya? Bagaiamana jika anak-anakmu tidak menyetujui nya?" Diana terlihat antusias dia terus mencerca Daren dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.
"Mami tidak perlu hawatir dia cantik, anak-anak pasti setuju dan merestui kami," jawab Daren berusaha menenangkan Diana.
Sementara Ronald dia tidak terlihat percaya begitu saja kepada anaknya, apalagi Daren oria yang sangat anti dengan wanita dia tidak peduli dengan wanita, bahkan saat istrinya melahirkanpun dia lebih memilih melanjutkan meeting nya
"Jadi siapa wanita yang beruntung mendapatkanmu itu Daren?" tanya Ronald tidak sabaran.
.
.
𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...