NovelToon NovelToon
Pangeran Dari Dunia Lain

Pangeran Dari Dunia Lain

Status: tamat
Genre:Romansa / Fantasi Timur / Cinta Beda Dunia / Roh Supernatural / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:55.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eriza Yuu

Di ulang tahunnya yang ke-20, Eriza Ravella mendapat hadiah berupa tiket pesawat liburan ke New Angeles dari bibinya. Bersama sepupunya, Sienna Aeris, keduanya berangkat. Kedua gadis itu menikmati liburan mereka dengan menyenangkan.

Suatu sore, tanpa sengaja mereka bertemu dengan pemandu wisata yang membawa rombongan mahasiswa dari perkumpulan misteri yang menyebut diri mereka Blue Rose. Kedua gadis tersebut diajak sang pemandu mengunjungi lokasi wisata horor terkenal di kota tersebut.

Perjalanan dimulai. Tidak hanya deretan bangunan kosong yang menjadi daya tarik, ternyata dibalik lokasi tempat wisata tersebut menyimpan sebuah kisah kelam di masa lalu yang masih menyisakan misteri hingga saat ini. Terutama dengan kemunculan sosok pemuda yang tidak hanya mencampur-adukkan perasaan Eriza namun keberadaannya juga penuh teka-teki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eriza Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegundahan Hati

Pesawat tiba di bandara Losta pukul 12.45. Kepulangan kami disambut oleh bibi Jane. Ia langsung memeluk kami dengan hangat begitu melihat kami.

"Oh, I really miss you two, girl!" Begitu ucapnya.

"So, bagaimana liburan kalian? Menyenangkan?" tanyanya dengan mata berbinar-binar.

"Yes, Mom. Sangat menyenangkan!" jawab Sienna dengan wajah senang.

"Trims, Bibi. Ini liburan yang sangat berkesan! Bibi harus melihat foto-foto yang berhasil diambil Sienna," kataku turut senang meski sebagian hatiku masih tertinggal di New Angeles.

"Wah, pasti seru sekali! Ayo, kita pulang! Aku sudah menyiapkan makan siang yang enak untuk kalian berdua," ajak bibi Jane sembari merangkul kami pergi.

...*****...

"Nah, foto yang ini bagus. Pemandangannya nampak indah dari atas! Mama jadi ingin ke sana juga," ujar bibi Jane sambil memperhatikan foto yang ada di layar ponsel Sienna.

"Foto itu Sienna ambil dari atas Glows Tower, Ma! Sienna juga ada rekamannya. Nih, Mama lihat!" kata Sienna sambil memutar rekaman video yang ia ambil di puncak menara.

Kedua ibu dan anak itu nampak sangat senang sekali. Bibi Jane juga sangat bersemangat melihat foto yang berhasil Sienna jepret. Sedang aku mengeluarkan barang-barang ku dari dalam koper. Aku tak mau mengganggu kesenangan mereka.

"Oya Ma, aku dan Riza sudah membelikan oleh-oleh untuk Mama! Ya kan, Riza?" kata Sienna kemudian beralih padaku.

"Iya. Aku yakin Bibi pasti suka!" Aku menimpali.

Sienna segera mengeluarkan oleh-oleh itu dari dalam tasnya. Kemudian menyerahkannya pada bibi Jane.

"Aku dan Riza patungan membelinya untuk Mama. Kuharap Mama suka!" kata Sienna.

Bibi Jane menerimanya dengan senang hati. Lalu membuka isi kotak kulit navy itu. Wajahnya berbinar. Antara kaget dan senang melihat jam tangan dalam kotak itu.

"Indah sekali! Harganya pasti mahal!" katanya sambil menatap kami berdua.

"Harganya tidak seberapa dibanding apa yang Bibi berikan pada kami selama ini!" ujarku.

"Oh, kalian berdua ... terima kasih, ya! Aku suka sekali!" kata bibi Jane senang.

"Sama-sama!" balasku dan Sienna.

Malam ini udara terasa panas sekali. Aku berdiri di atas balkon mencari udara segar. Kutatap langit gelap dengan taburan bintang yang berkelap-kelip. Aku jadi teringat ucapan Wallace semalam.

(Saat aku merindukan seseorang yang jauh dariku, hanya bintang-lah yang menemaniku. Aku berharap sang bintang menyampaikan rasa rinduku padanya.)

Dan hanya bintang pula yang kini menemani malam-malam ku. Aku menatap lagi bintang-bintang itu. Sambil mengucapkan sebuah permohonan dalam hati.

'Bintang, tolong sampaikan padanya aku di sini memikirkannya.'

"Seharusnya perpisahan diakhiri dengan sebuah kenangan manis bukannya pergi begitu saja! Ah ...!" desahku.

"Ada apa?" Sienna yang tiba-tiba datang dari belakang langsung bertanya. Entah apa dia mendengar ucapan ku tadi.

"Tidak apa-apa!" jawabku.

"Aku perhatikan sejak kita pulang dari bandara sampai ke rumah, kamu lebih banyak diam. Apa ada masalah?" tanyanya perhatian.

Aku menggeleng cepat.

"Kalau ada masalah cerita saja. Tidak baik dipendam. Barusan Justin meneleponku. Alex titip salam lagi untukmu. Katanya nomormu tidak aktif dari tadi pagi," kata Sienna tenang.

Oh iya aku lupa mengaktifkan kembali ponselku.

"Kalau mau cerita, cari aku kapan saja. Aku akan selalu mendengarkan," pesan Sienna setelah akhirnya ia pergi meninggalkanku.

Aku menghela nafas panjang. Kegalauan hati tetap tak berkurang. Aku ragu Sienna akan menertawakan ku jika aku ceritakan beban hatiku.

...*****...

┌──❀*̥˚──◌──────────◌──❀*̥˚─┐

...7 june 2013,...

...Hari Jumat. Liburan seminggu di New Angeles nampaknya membawa perubahan pada suasana hatiku. Hari kedua sekembalinya aku di Losta, namun hatiku masih tertinggal di sana. Oh God ... Apa yang harus aku lakukan?...

└◌───❀*̥˚───────────◌───❀*̥˚┘

Ku letakkan buku harian di bawah bantal tidur. Kemudian beranjak keluar dari kamar. Biasanya rumah sepi di jam segini. Karena bibi Jane pergi bekerja dan baru pulang sore hari nanti. Aku langsung beralih ke dapur. Ada beberapa potong sandwich di atas meja makan. Rasanya tidak ada selera untuk makan jadi aku membuat segelas susu hangat.

Sienna ada di teras belakang rumah. Aku membawa segelas susu yang baru kubuat ketempatnya. Sienna sedang membaca majalah ditemani segelas coklat. Aku duduk di depannya. Ia langsung tersenyum padaku begitu melihatku.

"Pagi!" sapanya.

"Ini sudah siang," balasku.

"Belum sampai jam 11.59 itu masih termasuk pagi!" jelas Sienna dengan gayanya.

"Ya, ya. Aku lupa mengaktifkan ponselku semalam. Apa Justin meneleponmu tiap hari?" tanyaku berbasa-basi.

"Hampir tiap malam. Tidak selalu telepon kadang mengirim pesan," jawab Sienna.

"Oh."

"Hari minggu nanti mereka mau datang!" Sienna memberi tahu.

"Datang ke sini? Minggu ini?" tanyaku memastikan.

"Iya. Mereka mau kemari sekalian kita pergi jalan-jalan. Kamu ikut, kan?" tanya Sienna berantusias.

"E ... Aku belum tahu," jawabku ragu.

"Eriza ... Ayolah apa yang kamu pikirkan? Tidak perlu khawatir soal Alex. Dia juga tidak akan menerormu," ujar Sienna dengan tawa tertahan.

Aku terdiam sejenak. Lalu bertanya dengan curiga.

"Apa ini berarti double date?"

"Bukanlah! Mandy juga datang, koq! Tidak tahu kalau Vanessa," jawab Sienna santai.

"Oh ... Kalau ada Mandy, it's oke lah!" kataku menyetujui.

Sienna tertawa.

"Nah begitu!" ujar Sienna.

"Lantas, apa lagi yang mengganggu pikiranmu? Kamu masih belum terlihat tenang," lanjut Sienna seolah bisa membaca isi pikiranku.

"Apa wajahku terlihat seperti itu?" Aku bertanya.

"Riza, sudah berapa banyak waktu kita habiskan bersama. Kamu paling mudah ditebak kalau sedang banyak pikiran," Sienna menjelaskan dengan tepat.

"Kamu bisa membaca ekspresi wajah orang?" godaku pura-pura terkejut.

"Kamu mau cerita atau tidak terserah padamu! Tapi jangan sampai beban pikiran itu juga mengganggu kegiatanmu apalagi kesehatanmu!" kata Sienna tanpa bermaksud menceramahi.

Hm, benar juga. Aku malah sampai tidak bisa tidur gara-gara memikirkan perasaan ini. Mungkin ada baiknya bercerita saja. Lagipula aku juga sudah berjanji pada Sienna akan menceritakan kepergianku ke Dixie Holly setelah kembali ke Losta.

"Sienna, entah ini terdengar lucu bagimu atau tidak. Tapi, inilah yang sedang aku alami. Aku sepertinya menyukai seseorang!" kataku memulai cerita.

Sienna merasa tertarik. Ia mencondongkan badannya lebih dekat kedepan ku.

"Kamu menyukai seseorang? Bagaimana bisa dikatakan lucu? Itu hal yang wajar sama seperti aku menyukai Justin," katanya.

"Tapi, masalahnya aku tidak tahu dia siapa. Dan kami baru bertemu beberapa hari saja. Parahnya sekarang aku kehilangan kontak dengannya. Sama sekali tidak bisa menghubunginya," Aku menjelaskan dengan serius.

Wajah Sienna ikut berubah. Yang tadinya ceria jadi mengerut karena bingung.

"Dia tidak memberimu nomor atau alamat yang bisa dihubungi? Di mana kalian bertemu?" tanyanya.

Aku menggelengkan kepala. Lalu berkata, "Dia tidak mengijinkan ku menghubunginya. Katanya dia tidak diijinkan memakai telepon. Kehidupannya sangat sulit dengan tinggal bersama saudaranya. Kami tak sengaja bertemu di Dixie Holly."

"Jadi, kamu ke Dixie Holly setiap malam untuk bertemu dengannya?" Sienna menyimpulkan.

"Iya," jawabku singkat.

Sienna kembali ke posisi duduk semula. Ia mendesah.

"Rasanya sulit jika sudah lost contact. Bukankah sama saja seperti putus hubungan?! Tapi, kalau berjodoh di manapun kalian terpisah pasti akhirnya akan bertemu kembali. Maaf Riza, kalau seperti ini aku juga tidak bisa membantu," kata Sienna tak enak hati.

"Tidak apa-apa. Aku juga harus menepati janjiku padamu untuk bercerita," ucapku.

"Percaya saja pada jodoh. Jika dia jodohmu dia pasti akan kembali padamu. Kamu jangan terlalu terpuruk dengan perasaanmu, oke! Atau kita bisa menabung lagi supaya bisa kembali ke New Angeles," ujar Sienna setengah bercanda.

"Tidak perlu. Aku punya uang sendiri kalau aku ingin ke sana! Kamu segeralah meresmikan hubunganmu dengan Justin," godaku pada Sienna sambil tertawa.

"Ah, kamu ini .... Masa harus aku yang bilang duluan aku suka padanya?!" gerutu Sienna tak setuju.

"Tidak apa-apa, kan?! Kalau tidak cepat nanti keburu diambil orang! Hi hi hi ...," ejek ku lagi membuat Sienna makin malu.

Ya mungkin aku harus bersabar menunggu jodoh itu kembali, seperti yang dikatakan Sienna. Meski tak tahu berapa lama harus menunggu. Dan yang saat ini sangat ku harapkan untuk kembali itu tak lain pastilah Wallace.

bersambung ....

1
nurul hidayati
fiksi yg bagus... detail... like it
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖: terima kasih dukungannya kakak 🙏🏻
total 1 replies
Riris Marpaung
Lumayan
Riris Marpaung
Kecewa
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Wallace sepertinya mencintai Eriza tapi mereka berdua beda alam
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Bibi dari Eriza menanyakan tentang liburan Eriza dan Sienna kepada mereka berdua
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Eriza langsung pamit pergi kepada kakek tua setelah melihat Wallace datang
❀𝑪𝒂𝒔𝒔𝒊𝒆❀💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
ceritanya sgt menarik bertemakan fantasi ringan tpi buat penasaran utk membaca lagi dan lagi
keren thor
❀𝑪𝒂𝒔𝒔𝒊𝒆❀💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
pelan pelan sembari menikmati panorama
❀𝑪𝒂𝒔𝒔𝒊𝒆❀💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
bakalan menarik bgt klo ada seseorg yg akan memecahkan misteri dari istana itu
❀𝑪𝒂𝒔𝒔𝒊𝒆❀💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
terpaksa? tpi sampe menghilangkan nyawa org 🙄
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Eriza dan Sienna berlibur dan akan mengunjungi tempat tempat di New Angeles
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Ternyata liburan itu perjalanan pertama Eriza di kota New Angeles
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Dennis datang ke kota Angeles karena penasaran ingin melihat kerajaan Dixie
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Pangeran Edmund baru mengetahui kalau Maera mengkhianati dirinya saat pangeran Edmund baru pulang dari medan perang
@ Yayang Risa Selamanya
Eriza dan Sienna sangat menikmati liburan yang sangat menyenangkan New Angeles
@ Yayang Risa Selamanya
Ternyata Eriza bisa naik ke puncak menara menggunakan lift yang di sediakan
@ Yayang Risa Selamanya
Sienna menanyakan kepada Eriza habis dari mana saja Eriza karena hampir satu jam Sienna menunggu Eriza
@ Yayang Risa Selamanya
Beberapa gedung di sekitar situ terkesan angker karena minim pencahayaan
Yayang Lop3♡ Risa
Eriza dapat tiket liburan gratis dari sang bibi pasti dia bahagia apalagi ke tempat wisata di kota terkenal
Yayang Lop3♡ Risa
Eriza dan sepupunya langsung istirahat begitu sampai hotel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!