NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Bertubi-tubi, Aiza dihantam masalah yang mengaitkannya dengan sosok Akhmar, dia adalah pentolan preman. Rasanya gedeg sekali saat Aiza harus berada di kamar yang sama dengan preman itu hingga membuat kedua orang tuanya salah paham.
Bagaimana bisa Akhmar berada di kamarnya? Tapi di balik kebengisan Akhmar, dia selalu menjadi malaikat bagi Aiza.

Aiza dan Akhmar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Keluarga

“Hei, anak muda!  Jangan bikin onar di sini!  Pergi sana!” seru lelaki berkopiah putih itu.  kemudian ia menyuruh supirnya membunyikan klakson.

Suara klakson terdengar nyaring berusaha menyingkirkan si penghalang badan jalan.

Supir melajukan angkotnya meninggalkan Akhmar yang mengepalkan tangan ke arahnya.  

Aiza bangkit dari persembunyiannya yang meringkuk di balik jok dan mengintip keluar.  Aman.  Para ibu- ibu dan bapak- bapak menatap heran ke arah Aiza. Untungnya mereka kompak tutup mulut, tak satu pun mau mengatakan keberadaan Aiza kepada Akhmar.

“Siapa itu tadi, Neng?  Pacarnya?” tanya salah seorang ibu.

Aiza membelalak kaget.  Pacar?  Sebegajulan itu?  Idih, ogah banget punya calon imam hancur- hancuran begitu.  Mau dibawa kemana anak mereka nanti?  Ia menunduk tak mau menjawab.

Sementara mobil elit yang dinaiki lelaki paruh baya melewati Akhmar yang masih berdiri di tengah jalan.

“Hei anak muda, jaga sikap! Jangan mencari keributan!” Pria paruh baya menyeletuk tepat saat melintasi Akhmar.  Kemudian mobilnya melaju pergi. 

“Sialan!  Belagu tuh tua bangka!”  Akhmar beranjak dari tempatnya lalu menuju ke motor dan kali ini tujuannya sudah berpindah, bukan lagi mengejar angkot, melainkan mobil elit milik lelaki berkopiah.

Akhmar menghentikan motornya saat mobil elit berbelok memasuki pagar rumah dan berhenti di halaman luas rumah megah.  Akhmar celingukan mencari-cari benda, namun tidak dia dapati.  Akhirnya ia melepas sepatu yang melekat di kakinya dan mengayunkannya dengan kuat.

Syuuut…

Sepatu melayang di udara sesaat setelah Akhmar melemparnya.

Bluk!

Tepat sasaran.  Sepatu mengenai kening lelaki berkopiah putih saat lelaki itu turun dari mobil.  Ia menoleh dan melihat motor gede melaju kencang meninggalkan depan gerbang rumahnya.  

“Mampus!  Rasain lo!” Akhmar tersenyum puas di atas motor yang melaju kencang.  Ia mendengar suara lelaki berkopiah putih yang berteriak meluapkan kemarahan, tentu saja Akhmar tidak menghiraukannya. 

 ***

Aiza berlari memasuki halaman rumah yang ditumbuhi beraneka ragam tanaman hias.  Gadis itu gemar menghias taman, dan hasilnya sempurna.  Taman rumah terlihat asri dengan bermacam tanaman indah.  

Aiza ahli dalam menyusun bunga.  Tidak ada kegiatan positif lainnya ketika hari libur kecuali menghias, membersihkan, dan menyusun taman rumah.  Pemandangan indah taman rumahnya menjadi hal paling menarik bagi Aiza, hingga ketika bangun tidur dan membuka jendela, ia akan langsung disambut indahnya taman bunga.

Aiza mengucap salam saat memasuki rumah dan menyalami punggung tangan uminya yang sedang memasak kue di dapur.  

“Gimana sekolah barunya tadi?” tanya sang Umi sambil memasukkan kue ke dalam oven.

“Alhamdulillah nggak ada masalah,” jawab gadis penggemar warna biru itu kemudian mencuci tangan di wastafel.  Ia membantu Uminya memasukkan kue ke dalam oven setelah mengelap tangan.

“Ini sudah hampir selesai.  Kamu ganti baju gih, nanti seragammu kotor, loh.”

Tangan Aiza meninggalkan kue dan memangku tangan itu di atas paha yang jongkok di sisi Uminya.

“Ayo sana cepet ganti baju.  Sebentar lagi Abahmu pulang, kita makan siang bersama.”

Aiza tidak melaksanakan perintah Ibunya, justru menatap malas ke arah kue.  Mukanya langsung cemberut.  Selalu begitu setiap kali ia mendengar ibunya menyebut kaya Ayah.  Tidak ada sedikit pun yang menarik baginya tentang ayah.  Sama sekali tidak ada.

“Umi yakin Abah bakal pulang?” tanya Aiza seperti menganggap mustahil kalau Ayahnya akan pulang.

“Iya.  Tadi Abahmu telepon.”

“Paling juga bentar lagi nelepon dan bilang kalau nggak jadi pulang.”  Suara Aiza terdengar jemu.  

Bersambung

1
Cristiyan Wijaya
melowww jirrr
Teni Fajarwati
😂
Teni Fajarwati
😭😭😭
Teni Fajarwati
nah gitu,
Teni Fajarwati
emaknya terlalu kejam,walopun kecewa,
Teni Fajarwati
awal bab banyak typo,tapi semakin kesini semakin bagus,,,
Teni Fajarwati
akhmar bener2 parah
Teni Fajarwati
kayanya bapaknya aiza
Teni Fajarwati
🤣🤣🤣
Neus Assalma
ini novel knpa kata-kata nya byk yg di ulang, apakah kurang inspirasi thor
Linda Kustanty
owalahh gara2 kolor ijo to ampek d teriak.in maling😆😆
arzetti azra
Luar biasa
Susi Andriani
hadir
Riski
Lumayan
zevs
izin maraton thor
Mala Sia
Luar biasa
Suyatno Galih
menurut Ismail ustadz tukang kawin, masa ll akhmar buruk lha dirinya sendiri yg yg suka kawin demen janda pirang apa bkn bobrok namanya
Suyatno Galih
Thor itu ustadz abal abul kl ngomong dr mulut apa boret sih, dl azia di usir di bilang bkn anak nya lagi lha skrg di kt putri tersayang, n skrg Zahrah minggat dr perjodohan di blng bkn anak nya jg, udah srh cari janda pirang sj
Suyatno Galih
karapmu lah ikut sesek jd akhmar sm azia
Suyatno Galih
akhmar luka, pedih tp tak sepedih hatinya, tp jgn jd berandalan lagi ya mar, malu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!