Malam itu Alea terbangun setelah menangis sepanjang hari karena Rey, sang kekasih yang tak datang ke acara pernikahan mereka. Alea berharap semuanya adalah mimpi buruk namun siapa sangka saat ia bangun dan membuka mata, itu lebih dari mimpi buruk
" Aku suamimu!" Begitu terkejutnya Alea dengan pria yang sedang duduk manis menampilkan senyum smirk yang menyebalkan untuk Alea, ia merasa kunang-kunang berputar dikepalanya
Bagaimana bisa presdir baru ditempatnya bekerja kini menjadi suaminya? Apa yang harus Alea lakukan dengan pria yang pernah menjadi cinta satu malamnya itu?
Ikuti kisahnya ➡️
Jangan tinggalkan jejak, like, rate dan vote
Salam hangat Author 🌞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelinci licik
🍃🍃🍃🍃
" Siapa Alea?" tanyanya lagi karena pria itu malah diam dan memejamkan kedua matanya
" Apa dia wanita yang menemanimu malam kemarin diluar kota?" Lagi-lagi Danish hanya diam
" Bagaimana dia? apa dia lebih cantik dariku, apa tubuhnya lebih nikmat dari tubuhku?" desak Rebecca lalu mendudukan dirinya disamping Danish, seketika itu juga Danish membelakangi Rebecca
" Jawab Dan, aku sedang bertanya padamu?"
" Aku mengantuk, bisakah kamu diam?"
" Tidak, aku ingin tahu seperti apa dia. Kenapa kamu menyebut namanya saat bercinta denganku? bukankah itu sangat keterlaluan?" teriak Rebecca
" Diamlah, dia sama sekali tak berarti untukku, aku hanya repleks."
" Tidak mungkin kau repleks, kau sengaja ingin menyakitiku kan? karena aku belum mau menikah denganmu? coba beri aku alasan agar aku mau menikah denganmu dan meninggalkan segalanya." Danish membungkam
" Kalau wanita itu tidak berarti lalu siapa yang berarti? Irene?" teriak Rebecca lagi. Kali ini Danish terpancing, pria itu bangun dan segera memakai kedua celananya lagi
" Kamu mau kemana? kita belum selesai."
" Aku lelah mendengar ocehanmu, lebih baik aku pulang. Irene, Irene kau selalu membawanya dalam hubungan kita." Rebecca tertegun sejenak, tumben sekali perkataan pria itu lebih panjang dari biasanya
" Kau selalu memulai perdebatan denganku!" tambahnya lagi lalu meninggalkan Rebecca dan menyambar jasnya yang tergeletak dilantai
" Danish, aku belum selesai." Teriak Rebecca lalu berlari mengejar Danish tanpa sehelai benangpun ditubuhnya, mencegahnya pergi dengan memegang lengannya
" Jangan pergi, aku hanya cemburu." aku Rebecca
" Kamu menyebut nama wanita lain saat bercintaa denganku tentu aku sangat cemburu. Tidakah kamu berpikir Dan?" Rebecca memelaskan wajahnya
" Seharusnya kamu yang lebih berpikir Rebecca, saat aku mengajakmu menikah." Saut Danish menepis kedua tangan Rebecca dan benar-benar pergi meninggalkan wanita itu
Rebecca hanya bisa menangis, setiap bertemu selalu saja ada pertengkaran antara dirinya dan Danish. Dan pada akhirnya yang menangis adalah dirinya
Dalam keadaan masih sedikit mabuk, Danish menghubungi Benny lagi untuk menjemputnya. Padahal sebenarnya Benny belum pergi dari gedung Apartement itu, ia masih menunggu Danish, karena pria itu memang tidak pernah menginap disana dan selalu pulang setelah puas membuang semua sperrmanya bersama Rebecca
Benny segera melajukan mobilnya lagi dan tepat didepan Danish ia berhenti. ia segera keluar membuka pintu untuk sang Tuan
" Ke Penthouse." Perintahnya yang langsung dituruti Benny
Hanya 90 menit Danish sudah tiba didepan pintu rumahnya. Ia menekan angka-angka passkode rumahnya yaitu tanggal pernikahannya dan Alea, Danish sengaja agar Alea ingat siapa dirinya bagi Alea.
Lalu Danish masuk kedalam rumah, langsung menuju kamarnya dan Alea. Ia tertawa kesal melihat Alea sudah terlelap diatas ranjang king size yang dipenuhi bantal serta guling ditengahnya sebagai pemisah dirinya dan Alea
" Dasar kelinci licik." Gerutu Danish lalu masuk kedalam kamar mandi
Dalam kamar mandi itu Danish mengguyur tubuhnya yang terasa lengket oleh keringat sambil tatapannya kebawah pada adiknya yang layu. Danish mengusapnya pelan, entah berapa lubang yang sering ia masuki dengan adiknya itu. Danish menjedugkan kepalanya pada dingding kaca, ia merasa brengsek saat ini, bukan karena Rebecca yang baru saja ia jamah tapi Danish merasa bersalah karena menghianati pernikahannya bersama Alea
Setelah tubuhnya terasa menggigil barulah Danish berhenti dan memutuskan keluar dari kamar mandi. Ia memakai pakaian tidurnya lalu merangkak naik tidur disisi yang lain. Sejenak ia menoleh pada Alea yang tidur membelakanginya kemudian memejamkan mata menuju alam mimpi
Semerbak harum bunga membangunkan Danish dari tidur panjangnya. Pria itu membuka sedikit matanya, lucunya ia melihat Alea yang berjalan mengendap-ngendap dengan tatapan waspada padanya. Wanita itu hanya memakai handuk warna pink ditubuhnya sehingga menampilkan kedua pundaknya yang putih mulus. Bukan Danish tak memiliki nafsuu pada Alea justru kini adiknya sedang meronta ingin dilepaskan, tapi Danish tak mau memaksa Alea, ia ingin Alea yang menyerahkan dirinya sendiri padanya. Danish punya harga diri yang tinggi dan tak mau
merendahkan dirinya dihadapan Alea
Melihat Alea yang sudah berpakaian Danish berpura-pura bangun dan menggeliyatkan tubuhnya." Mau kemana sepagi ini?" tanya Danish
" Tentu saja bekerja." saut Alea melirik Danish dari cermin, wajahnya merona ingat tadi pagi saat ia bangun yang pertama dilihatnya adalah wajah tampan Danish ketika tertidur
" Bekerja dimana? bukankah kamu akan mengundurkan diri?" ledek Danish lalu turun dari kasur untuk mendekati Alea yang diam dengan wajah malu, malu akan perkataannya. Danish bersedekap dada memandangi Alea
" Aku akan memindahkanmu kebagian Marketing, jadi kau tidak akan bertemu Rey lagi." Alea terdiam, kenapa tiba-tiba hatinya menghangat dengan perhatian kecil Danish padanya
" Jangan percaya diri, aku melakukannya karena kinerjamu yang sangat buruk dibagian keuangan." Alea mengusap dadanya yang tiba-tiba bergemuruh akan penghinaan itu, ingin sekali ia marah dengan pria sombong dibelakangnya ini
" Hemm baiklah." Jawab Alea membalas tatapan Danish dari cermin. Saat itu Danish mendekat dan berdiri dibelakangnya
Brek
Danish merobek rok mini Alea dengan sekuat tenaganya hingga robek
" Kau." teriak Alea menggelegar dikamar dan spontan membalikan tubuh, melindungi bagian belakangnya yang terekspos sempurna karena Danish
" Siapa bilang kau bisa memakai rok ketat seperti ini, jaga penampilanmu. Memangnya kau akan melacur apa?" Alea menarik nafasnya pelan, mengepalkan kedua tangannya geram
" Kalau begitu pergilah, aku akan menggantinya. Bisa-bisanya kau merobek pakaian orang lain. Kau harus menggantinya." Teriak Alea kencang. Bila dilihat yang lain Danish seperti seorang bos yang tidak ada harga dirinya didepan Alea, bahkan pria itu tak marah Alea berteriak malah tersenyum pada Alea
" Tentu, aku akan belikan yang baru untukmu!" sautnya lalu melenggang meninggalkan Alea menuju kamar mandi
" Ya Tuhan, dia benar-benar gila!" gerutu Alea lalu mengaca, demi apapun bagian belakang Alea sangat seksi karena robekan itu menampilkan pakaian dalamnya yang berwarna merah
bener2 lho. nasib perempuan dibuat rendah banget di novel. hanya dijadikan istri yg tersakiti. capedeee
terinspirasi ikan terbang banget blm lagi penuh dgn pelakor. seakan masalah rumahtangga selalu peremuan terobsesi.
Aku mampir
Salam kenal 💐❤️