NovelToon NovelToon
Mendadak Nikah

Mendadak Nikah

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: aulia rysa

Di usia yang baru menginjak 17 Tahun baru menyelesaikan pendidikan SMA. Kini Dinda harus di hadapkan dengan masalah besar yang tak pernah dia pikirkan akan menikah mudah di usia yang seharusnya dia bersenang-senang.

"Kenapa harus aku? aku ingin mengapai impian ku terlebih dahulu sebelum menikah!" Protes Dinda menolak.

"Impian yang kau katakan? Apa kau lupa Mama mu juga sama pernah berkata seperti itu, tapi lihat sekarang apa Mama mu berada di sisi kita setelah tergapai impian nya?" Tanya Papa Bara lantang menatap tajam putri kandung nya.

"Sudah sayang, ikuti mau Papa kamu jangan membantah. Anggap saja semua ini balas budi setelah apa yang di lakukan Mama mu, hanya Papa yang setia merawat dan membesarkan mu." Kata Mama Rita. Mama tiri Dinda.

"Baiklah." Ucap Dinda tanpa bisa berkata lagi. Hatinya kini sakit mengucapkan kata Baik yang berarti setuju dan siap menerima kehidupan yang akan terjadi ke depan nya.


Apa pernikahan Dinda akan membawa kebahagiaan yang mengubah kehidupan nya? Atau masih ada keterpurukan hidup yang harus di lalui Dinda?


Yuuk ikuti kisah kehidupan Dinda🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Firasat buruk

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻

🌹✨💞✨🌹

Waktu terus berjalan tanpa terasa hubungan Alvaro dan Dinda masih belum membaik. Kedua semakin jarak, sikap Alvaro semakin dingin pada Dinda, tidak ada sikap hangat yang dulu.

Tiga minggu menghadapi sikap Alvaro kesini makin dingin. Dinda baru menyadari perasaan nya. Ia ternyata telah jatuh hati dengan pria yang kini menjadi suaminya.

Meski semua terlambat untuk di sadari, ia tidak menyesal, semua hanya butuh waktu agar Alvaro kembali.

Dinda sekarang sudah mulai kuliah, sebelum berangkat kuliah ia akan menyiapkan keperluan Alvaro, saat ini mertuanya berada di luar negeri bersama teman sosialita.

Berkeliling menikmati usia tua bersama teman-teman suatu kebahagiaan tersendiri untuk mereka pada orang tua.

"Kakak, hari ini aku pulang akan sedikit terlambat. Tidak perlu menunggu ku, kakak bisa istirahat duluan." Ucap Dinda menatap Alvaro bersikap santai seperti tidak mendengar suara apapun.

Dinda sudah terbiasa dengan sikap Alvaro ini. Tiga minggu yang ia jalani juga sama seperti ini, setiap kata yang di ucapkan tidak pernah di respon, bahkan menengok wajah nya saja Alvaro tidak sudih.

Dinda berulang kali bertanya apa masalahnya hingga ia di diamkan seperti ini, namun tidak jelaskan nya.

"Apa kakak mau tambah lagi? sini aku ambilkan." Antusias Dinda melihat piring makan Alvaro hampir habis.

Saat ingin menyendok lauk ke piring Alvaro. Gerakan tangan cepat dan keras nya menolak kasar tangan Dinda, hingga lauk tersebut tumpah mengenai pakaian yang di kenakan.

"Auwh." Dinda meringis, akibat tangan Alvaro mendorong kuat tangan nya hingga sup daging yang panas ini mengenai pakaian nya.

Alvaro khawatir melihat Dinda terkena kuah sup panas tersebut. Saat ingin membantu, ingatan nya kembali teringat jika wanita di depan nya mencintai pria lain.

"Sudah ku bilang urus diri sendiri, tidak usah sok memperdulikan orang lain." Marah Alvaro menatap tajam Dinda yang mengibaskan pakaian karena tertumpah sup daging.

"Kakak suami ku, bagaimana aku bisa tidak memperdulikan kakak?"

"Jangan menyebut ku dengan kata suami, jika perkataan tidak sesuai dengan hati." Sindir Alvaro.

"Maksud Kakak apa?" Tanya Dinda yang tidak paham perkataan nya.

"Urus diri sendiri. Jangan sekali mencampuri kehidupan ku!" Ucap Alvaro bangkit berjalan meninggalkan Dinda yang bengong memandang kepergian nya.

Otaknya berusaha mencerna maksud perkataan Alvaro awal.

"Perkataan tidak sesuai hati." Batin Dinda, ia merasa ini adalah petunjuk dari permasalahan yang membuat sikap Alvaro berubah.

***

Kini Alvaro sudah berada di kantor. Mengingat kejadian tadi pagi, ia sedih harus bersikap ketus pada Dinda. Sikap bisa tegas namun hati terasa hancur melakukan ini.

Alvaro ingin mengakhiri semua ini, namun pikirannya melarang keras.

"Kenapa semua harus seperti ini? kenapa kamu harus mencintai orang lain. Apa kurangnya aku?" Ucap Alvaro mengacak frustasi rambutnya.

Di tempat lain, Dinda berada di kampus tidak fokus mendengar penjelasan dosen. Pikirannya melayang, entah kenapa firasat nya tidak enak. Ia merasa akan terjadi sesuatu yang buruk.

Dosen memperhatikan Dinda tidak fokus dengan pelajaran membuka suara.

"Dinda." Panggil Dosen tersebut, namun tidak di dengar. Keberadaan boleh anteng di sini, tapi tidak dengan pikiran berkeliaran di luar.

"Dinda." Teriak Dosen mengulangi panggilan nya sambil mendobrak kuat meja Dinda, hingga wanita cantik ini tersadar dari lamunan.

"Ehh... ehh... ada Pak Bu?" Kaget Dinda mendapatkan keberadaan Dosen di hadapan nya.

"Apa yang kau lakukan? kenapa melamun di jam pelajaran saya? jika tidak fokus sana keluar!" Tegas nya mengusir Dinda, ia tidak ingin dengan keberadaan Dinda membuat mahasiswa lain tidak fokus.

"Maaf Bu."

"Sana keluar, jangan masuk sebelum benar-benar fokus kembali." Ucap nya mengingat kan Dinda.

"Iya Bu, maaf sekali lagi." Bangkit dan berjalan keluar ruangan.

Sekarang Dinda duduk termenung di taman kampus, hatinya sedang tidak baik, entah firasat apa yang di rasakan ia sungguh tidak tau. Harapan nya semoga firasat yang di rasakan ini hanyalah sebuah firasat baik bukan buruk.

Saat ingin beranjak dari tempat, Rima menghampiri nya dengan lari tergesa-gesa.

"Kak.. kak...." Panggil Rima dengan nafas tak beraturan.

"Kenapa Rima? apa yang terjadi? kenapa kamu berada disini?" Pandang Dinda sedikit cemas melihat keberadaan Rima seperti ini.

"Papa, kak. Papa.... " Gantung Rima sedih meneteskan air matanya.

"Kenapa dengan Papa?" Panik Dinda mendengar nama Papa.

"Papa kecelakaan."

"Apa? bagaimana bisa? sekarang Papa di mana?" Panik Dinda memandang wajah Rima sedih dengan butiran air mata terus menetes.

"Papa di rumah sakit. Sekarang membutuhkan transfusi darah. Aku dan Mama tidak cocok, hanya kakak yang cocok."

"Baik lah kalau begitu, sekarang kita ke rumah sakit saja. Aku tidak ingin Papa kenapa-napa karena lama mendapatkan penanganan."

"Tapi, bagaimana dengan kampus kakak?" Tanya Rima, mengusap air mata nya.

"Jangan pikirkan itu, kondisi Papa lebih penting dari apapun."

Kedua langsung bergegas masuk mobil.

"Papa di rumah sakit mana?" Tanya Dinda saat duduk di dalam mobil.

"Rumah sakit Surya Permata kasih."

Dalam perjalanan menuju rumah sakit mobil mereka di cegat dengan mobil lain. Dinda kaget dan panik. Melihat keluar nya orang dari mobil mengenakan pakaian serba hitam tidak lupa dengan topeng.

"Rima, apa terjadi? siapa mereka?" Tanya Dinda menatap Rima terlihat takut dan.

"Aku tidak tau kak. Tapi dari penampilan nya kayaknya mereka bukan orang baik." Jawab Rima menatap balik Dinda terlihat semakin takut mendengar perkataan nya.

"Maksud kamu, mereka orang jahat?"

"Iya kak."

***

Alvaro baru menyelesaikan meeting dengan beberapa klien. Saat ingin beranjak bangun ponsel nya berdering.

Betapa kaget membuka ponsel melihat gambar dari nomor tak di kenal, di sana juga tertera alamat.

Alvaro langsung bergegas keluar dari ruangan berlari kecil. Ia melajukan mobil dengan kecepatan cepat. Ingatan nya tak bisa tenang mengingat gambar di layar ponsel nya.

Tidak peduli dengan umpatan kesal pengendara lain. Ia semakin menambah kecepatan mobil nya.

Tidak butuh banyak waktu sekarang ia sudah tiba di tempat sesuai pesan tersebut. Ia langsung masuk mencari semua sudut ruang yang ada, tanpa permisi atau izin tuan rumah.

Kini tersisa satu ruangan yang belum ia cek, perasaan bercampur aduk saat ingin melangkah masuk. Ia berharap semua ini tidak benar.

Namun apa daya nya saat masuk melihat semua terpapar jelas di hadapan nya. Wanita yang ia cintai berduaan dengan pria lain, bahkan sekarang tubuh nya polos tak berbusana.

Ingatan nya kembali teringat dengan perselingkuhan mantan kekasih nya juga sama hal seperti ini.

...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

...Tambahkan favorit biar gak ketinggalan up terbarunya 🤗...

1
Dwisusilastrini
Luar biasa
Hasteti Lamato
episode1
Qaisaa Nazarudin
1)Typo bertebaran,Paha putih,bukan paham putih..
2)Alvaro TERPERANGKAP melihat Dinda begitu cantik, TERPERANGKAP itu maksudnya apa thor??
Nia Nara
Ya elah omongan baru beda jam aja uda ditarik kembali. Gak seru amat dah jadi lakik !!
Is Dwiyanti
Luar biasa
pipi gemoy
🌹
Delvia Delvia
Lumayan
itanungcik
mau lsg cus..
itanungcik
lanjut bestie
Syarifah Nurdin
kanya alvaro kaya koko gag bisa sewa orang buat menyelidiki peristiwa yang menimpah dinda
Yasir Rina
👍😘
Alfa Kristanti
Good
Masturoh_ Rampil
bagus kan hajar aja lan
Masturoh_ Rampil
aduh aduh ada bibit pembinor nie thor jgn lah
Eika
anak yg berbakti, tidak melawan perintah orang tua.
walaupun tidak tau seperti apa nantinya
Eika
mulai nyimak Thor ..awal yg menarik nih
Endarti Ningsih Yuyun
masih nyimak thoor
Endarti Ningsih Yuyun
tega bgt bapak nya
Endarti Ningsih Yuyun
q baru smpet mampir thor
Aisyah Gemini
seru n to the point ceritanya, g bertele2 , penyelesaian masalah nya g ber bab bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!