Jangan lupa follow akun dedek, kalian bakal nemuin visual di sana🤗🤗
- Instagram @Tantye005
Dia adalah Avegas. Geng motor yang terdiri 200 anggota dipimpin 6 pria tampan penuh tanggung jawab. Menjadi raja jalanan membuatnya mempunyai banyak musuh.
Persahabatan indah mereka harus di uji karena kehadiran satu perempuan yang tidak sengaja masuk ke kehidupan mereka.
Konflik antara ketua dan wakil, mulai terjadi sebab mencintai orang yang sama, membuat musuh mempunyai peluang untuk menyerang dan mengalahkan mereka.
Apakah Avegas akan hancur karena cinta? Ataukah salah satu dari mereka akan mengalah demi keutuhan persahabatan?
Simak kisahnya hanya di sini👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 14
Baru saja mereka menyelesaikan misi beberapa hari yang lalu, kini mereka kembali mendapat misi berikutnya. Jika dulu misi yang lumayan berbahaya yang bisa saja melukai mereka. Sekarang misinya hanya mengawal seorang gadis yang kebetulan sekolah di sekolah mereka.
Rayhan merebut kertas di tangan Dito setelah laki-laki itu menghumpulkan informasi tentang gadis yang mereka akan kawal selama dua tahun.
"Salsa Natasya Anjani, siswa SMA Angkasa .... Wah daebak, kebetulan yang nggak di sengaja nih," seru Rayhan saat mengetahui nama gadis yang mereka akan kawal.
Keenan langsung merebut kertas di tangan Rayhan lalu memeriksa data orang tua Salsa. Ia bernafas lega ketika data ayah gadis itu kosong.
"Napa wajah lo tiba-tiba panik gitu, Ken?" tanya Ricky.
"Biasa aja," jawab Keenan menyerahkan kertas itu pada Azka. "Sebaiknya kita nggak usah gambil resiko menjaga gadis itu. Resiko terbongkarnya rahasia kita sangat besar," usulnya.
Bukan hanya itu, tapi Keenan mempunyai alasan lain hingga tak ingin Salsa masuk kedalam kehidupan mereka. Sejak pertama kali melihat gadis berambut sebahu itu, ia sudah dapat mengenali bahwa dia adalah Salsa teman sekolahnya saat di Beijing. Tapi Keenan memilih menjauh demi kebaikan bersama.
"Gue setuju usulan Ken," sahut Akza setelah lama berfikir.
"Ayoalah, ini tawaran yang mengiurkan, uang akan mengalir setiap bulannya tanpa kita membahayakan diri sendiri, juga kita masih bisa mengambil misi lain." Rayhan membujuk kedua temannya yang akan menentukan keputusan. Sebenarnya jika hanya uang berapapun ia bisa dapatkan dari Papanya. Tetapi memiliki uang dengan usaha sendiri sangat membanggakan baginya.
"Setuju," sahut Dito.
"Main setuju-setuju aja, lo setuju apa? di penggal?"
"Ya ... setuju usulan Rayhan. Kita mah nggak dapat uang it's okey. Tapi mereka ...." Menunjuk para anggota yang sibuk dengan dunia masing-masing. "Beberapa dari mereka nggak seberuntung kita. Jaya misalnya, dia ikut demi bisa membiayai sekolah adiknya."
Azka memijat panggal hidungnya, baru kali ini ia bimbang mengambil keputusan. Azka menatap Samuel yang sibuk meneliti data-data Salsa.
"Menurut lo, gimana El?"
"Kita ambil saja, tapi salah satu dari kalian harus mendekati Salsa, agar dia nggak curiga kita sedang mengawalnya," jawab Semuel menjadi keputusan akhir mereka. Jika Samuel sudah yakin makan semua akan baik-baik saja.
"Maksud lo, pacar El?" tanya Rayhan.
"Mendekati bukan berarti pacaran bego, otak lo mah pacaran mulu," Ricky menimpuk kepala Rayhan dengan buku paket Azka.
"Njir, sakit bego, kayak di pikiran lo bukan cewek aja," gerutu Rayhan mengusap kepalanya.
"Gimana kalau Ken, aja. Kayaknya Salsa suka deh sama dia," ujar Dito memberi saran di balas gelengan oleh Keenan.
"Nggak!"
"Gimana sih pak wakil, nggak-nggak mulu dari tadi. Biasanya juga bijak ngambil keputusan," gurutu Ricky.
"Azka aja noh, gue yakin Salsa bakal klepek-klepek, secara Azka pentolan sekolah," Keenan mengoper tugas itu pada Azka.
Kini tatapan mereka beralih pada ketuanya, menanti jawaban apa yang akan di keluarkan oleh Sitampan bing cuek.
"Baiklah!" ujar Azka. Berhasil mengundang suara helaan nafas lega di antara mereka.
"Gue berharap dia juga bisa jadi ibu ketua kita," goda Ricky.
"Depan apa belakang?" tanya Azka dingin.
"Yaelah canda doang Ka, masa gitu aja marah." Ricky tidak akan rela jika ia harus kehilangan ban motornya.
"Tenang aja Ka, gue bakal buka kelas gratis cara menaklukkan seorang cewek, khusus buat lo,"
Usai berdiskusi dan saling melempar candaan, Keenan beranjak, memperbanyak lembaran data-data Salsa lalu membagikannya pada para anggotanya agar tahu tugas mereka selanjutnya. Terlebih Salsa mempunyai penyakit yang lumayan parah.
...****************...
Jangan lupa like, komen dan Vote.
makasih kak othor semoga makin sukses dengan semua karyamu/Good//Heart//Rose/