Al tak pernah mengira pertemuan nya dengan Chelsea, gadis kecil yang duduk di sebelahnya saat di pesawat berbuntut panjang. Gadis kecil itu sepertinya hantu yang terus saja mengikutinya.
Chelsea jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria kaku, dingin dan dewasa. Entahlah daya tarik apa yang dia miliki, yang pasti Chelsea menyukainya.
Pertemuan demi pertemuan tak sengaja terjadi, namun Al justru menuduhnya sengaja membuntuti pria itu, hingga sebuah insiden yang mengharuskan mereka menikah.
Penasaran? ikutin kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melawan Al
Caca kembali bersama sahabatnya, Ririn. Sepanjang jalan banyak nasihat yang diberikan Ririn untuknya, dan dia juga searching di google cara agar nenek terkesan padanya.
Sesampai di apartemen ternyata Al sudah menunggunya tentu dengan wajah yang tidak bersahabat.
"Baru beberapa menit menjadi istri ku kau sudah menunjukkan wajah aslimu!" sindir Al.
"Aku bukan dirimu yang pengecut, aku hanya menemui temanku!" balas Caca. Kemudian dia masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya.
Al ingin tentu saja ingin membalas ucapan gadis itu, membungkam bibirnya yang tajam dan menghinanya.
Awas kau, berani sekali kau menantang ku!!! makinya dalam hati.
Tapi semua hanya bisa tertahan di tenggorokan, karena gadis itu sudah berlari masuk ke kamarnya. Lagipula dia harus cepat menemui neneknya yang terus menanyakan Chelsea, jika mereka bertengkar bisa jadi Caca ngambek dan tak jadi bertemu nenek.
Caca mematut dirinya di depan cermin, gadis itu menggunakan gaun panjang dan sopan, tak lupa dia mengenakan hijab. Tidak seperti biasanya yang seksi dan menunjuk kan bentuk tubuhnya. Semua ide itu dia dapat setelah mencari di internet tadi, mertua dan adik iparnya wanita berhijab, tentu saja dia harus memberikan kesan yang baik,
Kamu sangat cantik dan juga pintar, ca! pujinya di dalam hati.
Gadis itu melangkah keluar kamar setelah yakin penampilannya sempurna, gamis cantik plus hijab juga tas tangan. Langkahnya pasti menuruni anak tangga, heels yang di gunakan menciptakan suara membuat Al yang sedang menunggu mendongak kan kepalanya, dan dia terkejut lebih tepatnya terpesona dengan penampilan gadis kecil itu.
Al terus menatapnya,
Apa aku tidak salah lihat? benarkah itu gadis bar bar dan... kenapa dia terlihat berbeda?
eh...sadar Al itu hanya triknya agar membuatmu terkesan, bisik hatinya.
"Ehm..." deheman Caca membuyarkan lamunan Al.
"Ayo kita berangkat, Om!" sindir Caca. gadis itu tahu Al melamun sambil terus menatap wajahnya. Apa kau baru tahu jika aku cantik? aku masih ada kejutan lainnya Om, tunggu saja, bisiknya didalam hati. Geli melihat Al terdiam.
Al menutup pintu dan berjalan di depan, dia sengaja melewati Caca agar gadis itu dibelakangnya, Al tak mau Caca salah paham lagi. "Jangan pikir dengan merubah penampilan mu, Aku akan terpesona, kau salah besar jika berpikiran begitu," ejek Al
"Benarkah? tapi sayangnya aku seperti ini bukan untuk menarik perhatian mu, Om. Aku hanya menghargai ibu mertuaku yang baik, lagipula untuk apa aku membuatmu terkesan, toh kamu juga bukan tipe ku." tambahnya.
"Apa maksudmu?" Al menarik Caca merapat saat lift berbunyi, kini jarak keduanya begitu dekat, Caca bisa dengan jelas menatap wajah tampan suaminya.
"Om sudah tua, sedangkan aku masih sangat muda dan cantik, apa om pikir aku begitu mencintaimu, salah. Aku lebih suka pria seumuran ku yang muda dan...."
Bunyi lift menghentikan ucapan Caca, dia segera berjalan lebih dulu meninggalkan Al, dan mengatur detak jantungnya. Jujur dia merasa Tidak sehat, jika berdekatan dengan suaminya itu. Walau marah sekalipun Al tetap terlihat tampan dan mempesona,
Al menggeram kesal dan mengepalkan tangannya, namun dia tetap mengikuti langkah gadis itu, Sabar Al, nanti Setelah pulang dari rumah nenek, aku akan memberinya pelajaran, bisa bisanya dia mengatai aku tua, dan aku bukan tipenya, bukankah dia yang menjebak ku, sial!!!!
Sepanjang jalan menuju rumah orangtuanya, Al dan Caca tak bersuara, Al fokus dengan kemudinya, sedangkan Caca, dia asyik ber Chatt ria dengan sahabat sahabatnya di group SMA nya. Mereka akan mengadakan temu kangen Minggu depan dan tentu saja Caca akan hadir.
Sesekali Al meliriknya, dia penasaran tapi dia tidak bertanya, Dasar bocah, ucapnya di dalam hati.
Satu jam kemudahan mereka tiba di kediaman Zein. Sebelum turun Al kembali menekankan, "Jangan sembarangan bicara, harus sopan dan..."
"Aku tahu." potong Caca cepat. Gadis itu turun lebih dulu. Al pun turun dan melangkah masuk, tak lupa dia menggandeng tangan kecil itu berjalan menuju pintu.
Caca melirik sekilas tangannya, senyum tipis menghiasai wajahnya, aku pastikan kau akan terus menggenggam tanganku Om, dan tak akan pernah melepaskan nya lagi,
"Assalamualaikum," Al melangkah masuk setelah pintu terbuka.
"Waalaikum salam, Al, Caca?" Zahra menyambut baik kedatangan anak dan menantunya.
Caca maju dan menyalim tangan mertaunya, penuh sopan santun, Al hanya bisa menatap jengah, pinter banget aktingnya.
"Nenek mana Ma?"
"Ada di kamar! Duduk dulu sayang, biar Mama buatin minum."
"Nggak usah repot Ma, biar Caca aja."
"Kamu kan baru pertama kali kesini sayang, temui nenek dulu, nanti kita ngobrol bareng lagi." ucap Zahra tersemyum manis pada sang menantu.
"Al bawa istrimu ke dalam, nenek sudah tidak sabar ingin bertemu."
Al tak menjawab dia berjalan lebih dulu menuju kamar neneknya, "Caca kedalam dulu, Ma" gadis itu berpamitan pada Zahra. kemudian dia mengikuti langkah suaminya menuju kamar nenek.
"Nenek!" Al duduk di depan sang nenek dan mencium tangannya. Tampak jelas di mata Caca, nenek yang mengusap lembut kepala suaminya, jelas menunjukkan jika nenek begitu menyayangi nya.
"Mana cucu menantu ku?" tanya nya pada Al
"Aku disini Nek." Gadis itu menjawab duluan. Al menoleh ke sumber suara Caca sudah berdiri di belakangnya. Gadis itu menunduk dan mencium tangan nenek, tulus dan sopan.
"Cantik sekali istrimu, kamu pandai memilih istri, Al." puji nenek. Al hanya nyegir, dia tak berniat menjawab perkataan nenek.
"Boleh nenek bicara berdua dengan istrimu?"
"Tapi nenek kan sedang sakit? nenek harus istirahat, nanti saja bicara nya?"
"Sebentar saja, apa tidak boleh?"
"Aku tidak apa apa mas," jawab Caca tersemyum.
Apa dia memanggilku mas? enak saja, aku tidak Sudi dipanghil mas olehnya.
awas saja nanti jika dia bicara macam macam sama nenek.
"Ok, Al keluar tapi jangan lama -lama ya nek, nenek harus istirahat."
"Aku tahu mas," jawab Caca lagi. Al tak membalas dia berlalu dari kamar nenek dengan kesal. Terus melangkah menuju kamarnya yang ada di lantai atas.
"Siapa namamu nak?" tanya nenek dengan senyum manis.
"Chelsea nek, tapi aku biasa di panggil Caca." jawab Caca pelan. Sebenarnya dia juga gemetaran, ada rasa takut menghinggapi hatinya.
"Nama yang cantik, secantik orang nya." lagi nenek memuji. Caca hanya diam dan menunduk.
"Apa kamu mencintai suami mu?" Caca seketika mengangkat wajahnya, terkejut dengan pertanyaan nenek.
"Nenek tahu semuanya, kamu dipaksa menikah dengan nya bukan?" nenek menatap kedua mata gadis itu, ada kesedihan yang terlihat jelas di matanya.
"Aku tidak menjebaknya nek?" ucap Caca sedih.
mau tau gimana rasa nya,,sini Aq bisikin ca😅