Follow IG : othor_barbar
Siapa yang tak terluka jika kita menikah dengan orang yang tak pernah menganggap kita ada.
Hari-hari disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hati kita terhempas dan jatuh berkeping-keping, akankah kita bisa bertahan dengan rumah tangga yang dijalani penuh dengan kepalsuan semata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman curhat
"Jika kau tidak mencintai Brian lalu kenapa kau menagisinya saat melihat Brian pergi bersama wanita lain?" tanya Anton yang berhasil membungkam Gracia.
Gracia menghela nafas lalu menatap Anton dengan sendu seakan tersirat sejuta kesedihan dalam tatapannya.
"Istri mana yang tak terluka jika suaminya mengabaikannya? Istri mana yang rela melihat suaminya bersama wanita lain? Istri mana yang tak sedih jika suaminya baik pada wanita lain sedangkan pada dirinya nggak?" ucap Gracia tersenyum sendu.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu bersedih." Anton tersenyum kaku.
"Nggak apa-apa Dok. Terima kasih karena Dokter menjadi teman curhatku hari ini." Gracia tersenyum tulus.
"Sama-sama. Jangan pernah sungkan untuk cerita padaku. Mulai saat ini kau adalah sahabatku." Anton mengulurkan tangannya pada Gracia.
Gracia menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, lalu menerima jabatan tangan Anton.
"Oh, iya. Aku kesini mau mengecek keadaanmu. Kenapa kau bangun dari tempat tidur? Kau masih belum pulih, wajahmu pun masih pucat," ucap Anton.
"Aku sudah sehat Dok, aku mau mencari udara segar di sini," ucap Gracia menatap halaman mansion Brian yang begitu indah menurut gadis itu.
"Ya udah, kalau begitu aku pamit ke rumah sakit dulu, siang ini aku punya jadwal. Ini kartu namaku, datanglah sesuka hatimu ke rumah sakit jika kau membutuhkanku. Lagi pula rumah sakit itu milik Brian. Tidak akan ada yang akan berani menghalangimu untuk menemuiku." Anton tersenyum sambil menyerahkan kartu namanya pada gadis itu.
Gracia menerima kartu nama yang Anton berikan padanya dengan senyum manisnya.
"Terima kasih," ucap Gracia.
"Sama-sama. ya udah, aku pergi. Jaga kesehatanmu! Obatnya aku letakkan di nakas kamar Brian, minum obat teratur, jangan sampai telat!" Anton tersenyum.
"Baiklah Dok," jawab Gracia.
Anton tersenyum lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Gracia yang masih mematung menatap kepergiannya.
...❤❤❤❤❤...
Sementara di tempat lain, Brian masih memutar-mutar menggunakan mobilnya, sambil menunggu Ryan menyiapkan segalanya.
Sebelum Brian pergi, ia mengirimi Ryan pesan untuk menyiapkan kejutan yang di khususkan buat Maudy. Karena itu menjadi alasan untuk membawa gadis itu pergi dari mansionnya.
"Sebenarnya kita mau kemana sih honey? Dari tadi kita keliling-keliling aja di sini. Sebenarnya apasih yang kau sembunyikan dariku? Entah kenapa, aku merasa kau sengaja mengajakku keluar agar aku tidak masuk ke dalam mansionmu. Apakah ada yang kau sembunyikan?" tanya Maudy.
Deg
Deg
Deg
Brian terkejut dengan pertanyaan Maudy, karena pertanyaan Maudy memang benar adanya.
"Kau bicara apa sih honey, aku tidak menyembunyikan apapun darimu, aku hanya tidak konsentrasi saja saat menyetir karena lagi memikirkan kerjaan." Brin tersenyum kaku.
"Oh ya?" Maudy menatap Brian curiga.
Brian menganggukkan kepalanya dengan senyum yang dipaksakan.
"Sekarang kita langsung ke tempat tujuan, aku akan mencoba fokus dalam mengemudi," ucap Brian.
"Baiklah, semoga kau tidak muter-muter lagi. Aku sudah pusing lihat jalanan ini terus dari tadi." Maudy menatap Brian dengan wajah penuh curiga.
Brian tersenyum menatap Maudy, lalu mengalihkan pandangnya ke depan.
Semoga Ryan sudah menyelesaikan tugasnya, aku nggak mau Maudy mencurigaiku. Aku mencintainya, aku nggak mau kehilangannya. Aku takut Maudy pergi meninggalkanku jika Maudy tau statusku yang sebenarnya. Brian membatin.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamu alaikum Readersku sayang...
Othor mau mengucapkan terima kasih lagi buat kalian. Karena kalian sudah bersedia ngasih vote kalian untuk Othor, meskipun Othor tidak memintanya.
Dan terima kasih juga like dan komennya,
Othor seneng punya Readers seperti kalian. Kalian begitu baik pada Othor 😍
Thank you
Thank you
Thank you
Jangan lupa likenya
Mmmuachhhhh 😘