NovelToon NovelToon
Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: cacasakura

“Lepasin gueee...!” ujar Luna dengan sangat geram menatap nanar ke arah Leon. Pria itu telah terpengaruh obat afrodisiak dosis tinggi yang sengaja di berikan oleh Hana tunangannya.

“Aku.... juga tidak mau melakukan hal ini. Tapi ini sangat menyakitkan, aku... mohon... bantuanmu... kamu tentunya sudah biasa melakukan ini. Aku akan bayar...uuugh... berapa pun nanti” Leon kembali membungkam bibir pink natural Luna dengan menciumnya dengan penuh hasrat.

Luna memberikan perlawanan, namun kedua tangannya di pegangi kuat dan tubuh Leon menekan kakinya membuat Luna tidak bisa bergerak banyak. Pistol di tangannya sudah di buang jauh dari jangkauan Luna oleh Leon, dia benar-benar kewalahan mendapat serangan mendadak dari Leon.

Kembali Luna melakukan perlawanan dengan melakukan upaya terakhirnya.

Apakah Luna akan berhasil mempertahankan kehormatannya? Akankah Leon berakhir di tangan Luna yang ternyata adalah seorang pembunuh bayaran? Ikuti terus kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacasakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 15

“aaaaaaaa.... Leon Alden.... kamu ketemu Leon Alden?!!!” Terik Kia antusias saat melihat rekaman di mana Luna sedang bersitegang dengan Leon dan Hana.

“Daam.... aku kira apaan? Bikin kaget aja kamu, untung ini kagak keluar dari persembunyiannya” Luna menyimpan kembali senjatanya dengan baik, dia langsung bersikap biasa saat melihat Sarah keluar dari kamar sambil menggeret koper miliknya.

“kamu ketemu Leon Alden dan nggak bilang sama Aku? Dan... OMG Luna... Kamu ngapain nendang idola aku?” Kiandra terkejut saat melihat aksi Luna yang terekam.

“ Kagak usah di bahas, kalo inget tu cowok pengen aku tonjok dia sekarang” ujar Luna ketus membuat Sarah yang berdiri di sampingnya mengernyitkan kening bingung.

“lu ngomong ama siapa, Lun? trus tadi gua dengar mau nonjok orang, nonjok siapa?” tanya Sarah yang terdengar oleh Kiandra. Cepat dia meraih ponsel dan menghubungi nomor Luna agar Sarah tidak curiga.

Lorong di lantai kamar itu tampak sangat sepi, kebanyakan tamu masih terlelap dalam dunia mimpi. Luna menekan tombol lift untuk menuju ke lobi, setelah pintu lift terbuka mereka berdua masuk ke dalam Lift. Luna masih diam belum menjawab pertanyaan Sarah, dia merasa getaran di dalam saku jacket hoodienya. Sebelah tangannya segera menggeser icon di ponselnya saat Sarah sibuk dengan barang-barangnya.

“kok pertanyaan gue kagak lu jawab?” Tanya Sarah memandang curiga ke Luna.

Segera Luna memperlihatkan layar ponselnya yang terhubung langsung dengan Kiandra. Bibir Sarah membentuk huruf ‘O’ bulat saat tahu Luna berbicara dengan Kiandra.

Kiandra masih melihat rekaman CCTV yang di bajaknya, dia melihat jika seorang perempuan yang tidak lain adalah Hana tunangan Leon mencari gara-gara dengan Luna. Secara garis besar Kiandra mengerti dengan permasalahan antara Luna dan Leon.

“ooooo pantesan aja, ternyata mak lampir yang nyari gara-gara ama kamu (menatap layar sambil mendengar pembicaraan Hana dan Luna), tapi... kasihan idola aku harus ke sakitan gitu” ujar Kiandra menatap iba Leon. Luna memutar bola matanya malas mendengar ucapan sahabatnya.

Hadeuh.... ni anak nge fansnya udah tingkat dewa kali ya. Udah jelas banget kalo ntu cowok yang nyari gara-gara ama gue. Bukan kuatir ama temennya malah kuatir ama idolanya, ini jadinya kalo udah jadi fans garis keras apa pun kesalahan idolanya bisa di maafin gitu aja gumam Luna kesal dalam hati mendengar ucapan Kiandra yang begitu mengkhawatirkan Leon.

Dia menghela nafas panjang membuang rasa kesal di dalam hatinya, dia tidak habis pikir apa yang membuat semua kaum hawa begitu menyukai Leon Alden.

Luna segera mengakhiri teleponnya secara sepihak, dia melihat ke arah Sarah yang sibuk dengan ponselnya.

“nggak ada yang ketinggalan kan?” tanya Luna pada Sarah.

“Sepertinya nggak... (sambil mengecek semua barang bawaannya) semuanya lengkap” kata Sarah mantap.

“banyak amat belanjaan lu Sar? Apa semua isi mall lu borong semua?” Luna tercenung melihat tas belanjaan dengan merek ternama.

“nggak juga sih, ada juga beberapa oleh-oleh buat si Dion ama Kiandra” ujar Sarah menenteng tas belajaan dan memegang pegangan kopernya.

Pintu lift terbuka, Luna dan Sarah berjalan keluar lift sambil menggeret koper masing-masing. Mereka berjalan ke meja resepsionis untuk menyerahkan kunci kamar dan melakukan serangkaian pembayaran saat check out. Setelah semuanya beres Luna dan Maya keluar dari hotel, mobil hotel sudah terparkir cantik di depan lobi.

Luna dan Sarah segera menaiki dan duduk nyaman di dalam mobil, petugas hotel tampak sibuk menyimpan barang-barang milik mereka. Setelahnya pegawai hotel itu segera masuk dan duduk di belakang kemudi mobil, dengan senyum ramah dia menyalakan mesin lalu melajukan menuju bandara kota BN.

Mobil yang di tumpangi Sarah dan Luna berhenti di pelataran bendara, Luna menatap jam di ponselnya yang menunjukkan pukul empat pagi lewat lima puluh menit. Pegawai hoel membantu Luna dan Sarah menuruni barang-barang milik mereka, tidak Luna memberikan tip untuk pegawai itu yang langsung di jawab terima kasih olehnya.

Bergegas Luna dan Sarah melakukan check in dan melewati serangkaian pengecekan, saat melewati keamanan bandara Luna berjalan dengan santai. Hardcase gitarnya di letakkan di mesin x-ray dengan seksama petugas itu memeriksa setiap bawaan Luna dan Sarah. Petugas keamanan juga memeriksa Luna dan Sarah, merasa tidak ada yang mencurigakan mereka mempersilahkan Luna juga Sarah untuk lewat.

Diam-diam Luna tersenyum smirk karena lolos pemeriksaan begitu saja, matanya sempat menatap ke arah CCTV dan tentu saja sudah di bajak oleh Kiandra. Gadis itu tersenyum menatap layar monitor di sampingnya, tersenyum ke arah monitor yang menampilkan wajah Luna di sana.

Mata Kiandra menangkap sesuatu yang mengganggu jaringannya, dengan cepat dan akurat dia segera mengatasi masalah dengan mudah.

“Rupanya ada yang mau main-main denganku, tapi maaf ya... saat ini ada pekerjaan yang lebih penting dari pada menemanimu bermain” ujar Kiandra menatap monitor layar komputer yang menayangkan banyak tulisan huruf dan angka.

Tok... tok... tok....

Terdengar ketukan di pintu tepatnya di mana Kiandra sedang bekerja, dia segera bangkit dari tempat duduknya berjalan membuka pintu.

“good morning Jason” sapa Kiandra semangat, Jason berdiri di depan pintu kamar membawakan satu teko kopi dan gelas milik Kiandra juga beberapa cemilan. Dia menatap jam di Dinding menunjukkan pukul satu pagi dini hari, Jason hanya bisa menghela nafas. Dia melangkah masuk ke dalam kamar itu meletakkan pesanan Kiandra di atas meja.

Jason menatap layar monitor yang sedang beroperasi memperlihatkan nonanya yang tengah berjalan menuju gerbang pesawat mereka. Dia juga melihat monitor lainnya menampilkan target yang akan di selesaikan Luna.

“Pekerjaan baru Nona Kiandra?” Jason menatap Kiandra yang tengah meramu minuman kopi kesukaannya. Dia mengetahui pekerjaan nonanya, tidak jarang pula Jason ikut membantu Kiandra menyelesaikan pekerjaan membersihkan area

“that’s right Jason, baru kemaren di terima” ujar Kiandra santai. Jason menatap Kiandra, ada perasaan khawatir di hatinya hal itu di ketahui oleh Kiandra tentunya.

“tenang aja, ini memang pure pekerjaan. Bukan pekerjaan yang akan memberikan hadiah di belakangnya, aku sudah memeriksa semua. Ini clear murni pemintaan klien” ujar Kiandra menenangkan Jason. Dia sangat berhati-hati dam selektif dalam memilih pekerjaan yang akan di lakukan Luna.

**********

dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....

Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻

jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️

jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

( Π_Π )

makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

1
Yuli Yulianti
thorrr kenapa dah lama ga up lagi dah kangen sama luna
Reka Cantika
ya kenapa ceritanya Arinda dulu GK selesai ya padahal Lo bagus suka aku
Komang Restu
ya mana visualnha
Komang Restu: mana visualnya yang cakep dan cantik ya
total 1 replies
Komang Restu
keren karyamu. sampai smpai tdka mau ketinggalan . lanjut
Nuri Maulidia
mngkn nnt kmbli mrk
Nuri Maulidia
tingglkn jngn bodh leon cri yg mau sma km
Ida Siti Farida
kangen sabrina, tuan nocholas ,s ganten baby yusuf, dan raka
Ida Siti Farida
aku kangen tuan danil dn arinda,,,sudah 4 x baca di hp yg dulu hilang, mau baca lagi 🤭🤭
Ida Siti Farida
tetap semangat
tetap sehat
dan terus berkarya tor
lanjut up lagiiii....🙏♥️
Ida Siti Farida
semakin menarik cerita nya semangat terus up nya thor
Ida Siti Farida
ngenes banget leon di kira mau di peluk anak2 nya nyata nya di abai kn, sakit nya tuh disini
Eva Kusrini
lanjut thor tumben lama
Reka Cantika
aneh ap Thor
Eva Kusrini
lanjut thor
Reka Cantika
lanjut
Erni Nofiyanti
sebenernya Luna dan Leon pasangan yg cocok.
tangguh
Reka Cantika
lanjut
Yuli Yulianti
cerita nya menarik banget...lanjut thorrr
Eva Kusrini
lanjut thor
Nurchasanah Al Amir
move on Leon biarkan Luna bahagia km juga berhak bahagia seperti versimu, Thor jgn bikin Mathew mati nanti kashan lah aq dia orng baik
Reka Cantika: lagi Thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!