Mendorong Azwa untuk mencari Azwar lewat sebuah mimpi yang penuh teka-teki. Awalnya Azwa tidak mengerti akan maksud mimpi yang menghampirinya setiap hari, hingga seorang tafsir mimpi menemukan petunjuk itu.
Menuntun Azwa mengunjungi salah satu kota penghasil minyak bumi, mencari serpihan hati yang telah lama hilang. dapatkah Azwa menemui Azwar? sang pria yang dijodohkan dengannya sejak lahir...
Jodoh dan cinta tau kemana ia harus pulang, perasaan batin yang begitu kuat pasti akan mempertemukan dua insan yang telah terpisah.
Azwa[r], aku jatuh cinta!
pada pandangan pertama 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Pasar Kota
🍃🍃
"Haruskah disini??" keluh Keysha, mengedarkan pandangannya menatap suasana pasar itu yang sangat ramai. mendirikan lapak mereka di tepi jalan raya, baik dijalan sebelah kanan maupun diseberang sana. belum lagi terdapat ruko di lantai atas yang berada di seberang sana, sepertinya tempat menjual pakaian dewasa.
"Kita harus mulai darimana?" tanya Azwa, wanita itu juga bingung.
"Entahlah, ayo kita tanya sama Ibu penjual martabak itu" ajak Keysha, mereka menghampiri penjual itu.
"Permisi, Bu"
"Ya, dek?"
"Mau nanya, jual bahan masakan dimana yaa?" tanya Azwa
"Daket sinan, luruih jo jalan, beko nampak urang jual cabe, bawang, bagian sabalah kanannyo" ucap Ibu itu. sontak saja Azwa dan Keysha mulai kebingungan, mereka tak mengerti apa yang diucapkan Ibu itu.
"Maaf, Bu. bisa bahasa indonesia?" tanya Keysha, sungguh dirinya merasa jengah.
"Walah, gak ngarati bahaso minang yo" Ibu itu terkekeh, kedua gadis itu hanya tersenyum getir melihatnya.
"Jual bahan masakan di dekat sana, kalian jalan saja lurus, nanti nampak tu orang jualan cabe, bawang, disebelah kanannya" jelas Ibu itu, menunjuk ke samping dengan jarinya.
"Oh, terimakasih yaa, Bu. permisi"
"Iya iya"
Azwa dan Keysha pun segera mengikuti jalan sesuai arahan ibu itu, melangkahkan kaki sembari mencuci mata melihat sandal-sandal yang tergantung maupun ditaruh rapi di tempatnya.
"Sandal dek? caliak lah dulu"
"Enggak" jawab Azwa sembari mengulum senyum, masih tetap terus berjalan melewati lapak sandal yang berjejeran di tepi jalan ini.
"Wa, disini gak kata ibu itu?" tanya Keysha, menunjuk jalan sebelah kanan yang kanan kirinya menjual sandal dan pakaian.
"Enggak deh, katanya yang ada jual cabe, bawang. mungkin kesananya lagi" ujar Azwa
"Iya juga, ayo ah. mereka selalu saja menyuruh kita untuk melihat" gerutu Keysha
"Huuust! gak sopan! namanya juga jualan" bisik Azwa, mereka pun melewati jalan setapak kecil yang kiri kanan adalah orang tengah berjualan beraneka ragam macam. Hingga beberapa meter berjalan, akhirnya Azwa menemui petunjuk Ibu itu.
"Tuh dia, ayolah!" ajak Aswa
"Wa, gue salfok! mending kita beli emas aja yuk" ajak Keysha, matanya berbinar-binar sedari tadi menatap toko emas.
"Ntar deh, belanja dulu kita. ayo masuk"
Kedua gadis cantik itu pun memasuki jalanan yang sempit nan kumuh, namun itu belum seberapa. bisa jadi didalam sana semakin kumuh dan becek yang akan mereka lewati.
Menatap satu persatu jajakan demi jajakan di tiap lapak. tidak ingin berlama-lama, Azwa langsung membeli cabe, bawang, tomat, tanpa tawar menawar. setelah selesai, mereka melanjuti perjalanan lagi. Azwa memerintahkan Keysha untuk menghafal setiap jalan yang mereka tempuh agar tidak nyasar saat pulang nanti.
"Key, tugas lo hafal jalanan ini. kayaknya banyak banget cabangnya" gerutu Azwa,
"Iya iya bawel! gue malah risih disini..semua orang mandang kita. apalagi Mas-mas yang jualan disana, natapnya lekat banget"
"Lo sih cantiknya kebangetan"
"Ah makasih-lah, sebel gue"
Hampir satu jam lebih berada didalam sana, Azwa dan Keysha akhirnya telah keluar dari hawa panas dan pengapnya didalam itu. belum lagi harus mencium beragam aroma tubuh tiap orang dan aroma ikan laut yang menyengat, seakan perut ingin mengeluarkan seluruh isinya pada saat itu.
"Akhirnya, selesai juga belanja" ucap Azwa bernafas lega
"Iya selesai! tapi bau dan becek pula. lihatlah ini sandal dan celana gue kena lumpurnya, Ck!" keluh Keysha kesal
"Lo daritadi ngeluh aja sih, Key! namanya juga pasar. dasar orang kaya" gerutu Azwa, dari tadi asyik mendengar keluhan sahabatnya itu.
"Maaf deh, namanya juga gue belum pernah masuk pasar"
"Sekarang kita harus terbiasa. lagian disini lumayan, murah-murah. padahal gue bawa budget sejuta untuk seminggu. eh malah ke pake hampir setengahnya"
"Serius? apa mungkin karna pasar tradisional ya"
"Gue rasa. beli buah yuk, seger kayaknya tuh jeruk" ajak Aswa
"Yuk"
Mereka pun membeli buah jeruk, alpukat dan duku, tampak menggiurkan sekali. setelahnya mereka kembali berjalan menuju tempat awal dimana berpijak pertama kali.
"Wa, ada sate tuh, makan dulu yuk" ajak Keysha, tampak menggugah selera sekali sate yang berada di tepi jalan itu.
"Boleh," sahut Azwa, mereka pun menghampiri tempat itu, memesan dua sate dan teh es untuk melegakan tenggorokan yang terasa kering.
**
Sudah sangat melelahkan menghadapi dunia di luar sana, pada akhirnya kedua gadis itu telah tiba di kediaman mereka dengan diantar oleh bapak ojek.
Tempat yang pertama di tempuh adalah dapur, menaruh barang belanjaan di lantai tepatnya di depan kulkas yang masih kosong. saking lelahnya, kedua gadis itu langsung tepar di lantai, menatap barang belanjaan yang sangat banyak.
"Ah lelah gue!" gerutu Azwa
"Pengen bobo gue" timpal Keysha
"Key,"
"Hm?"
"Lo milih nyusun belanjaan ke kulkas atau buatin es sirup orange untuk kita?" tanya Azwa
"Mending buat es"
"Noh, pecahin es batu gih" suruh Azwa,
"What?!!"
🍃🍃
Like
Comment
Hadiah
Vote
p Padang
D Dharmasraya Yo otor??
semangat kakak untuk sllu berkarya