NovelToon NovelToon
MY DEVIL PARTNER

MY DEVIL PARTNER

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:358.1k
Nilai: 5
Nama Author: musbich

"Kamu pikir aku memperhatikanmu? Aku hanya khawatir dengan lingkunganmu. Akan ku habiskan yang berani mengganggumu,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

PARIS POINT OF VIEW:

Dhika mengajakku ke ruangan seorang dokter cantik, dokter yang waktu itu memecahkan gelas di ruangan Dhika. Aku rasa dia menyimpan perasaan terhadap Dhika. Dengan sopan aku duduk di samping Dhika.

“Bagaimana hasilnya?” Tanya Dhika pada dokter cantik itu.

“Aku menemukan racun dalam hak sepatu itu,” sahut dokter itu.

“Perkenalkan, dia Dokter Lani dari divisi zat beracun,” kata Dhika menatapku.

“Hai dokter Lani, kita pernah bertemu sebelumnya,” sapaku seraya tersenyum ramah.

Namanya mirip temannya si tayo bis kecil di film kartun anak anak saja!

“Dokter Lani adalah dokter terbaik di bidang nya,” kata Dhika.

“Senang bertemu denganmu, aku Paris,” kataku tersenyum pada dokter itu.

Dia hanya tersenyum seraya menjabat tanganku sebentar.

“Aku menemukan flukonazol, serbuk dalam sepatu itu berasal dari flukonazol yang dihancurkan,” kata dokter Lani.

“Untuk apa?” gumamku.

“Good question! Ada hal yang salah dalam kasus ini,” sahut dokter Lani.

“Pertanyaan bagus apanya? Pertanyaanmu sangat salah, yang benar adalah Siapa yang sengaja menghancurkan flukonazol itu?” sahut dhika.

“Pasti Steven yang melakukan, pasti suaminya yang melakukan,” sahutku antusias.

“Dimana letak tangan kanan nya sebelum kamu membaliknya? Ingatanmu baik kan?” Tanya dhika padaku.

“Tangan nya ada di sakunya, aku ingat,” sahutku seraya mencoba mengingat kejadian di Tempat kejadian perkara waktu itu.

Dengan cepat dhika memakai sarung tangan nya dan memeriksa saku baju monalisa ketika dia meninggal waktu itu. Dhika mengeluarkan beberapa kapsul dari saku monalisa. Ada beberapa kapsul di sana.

“Foxetin? Berikan padaku!” kata dokter Lani, kemudian dhika memberikan satu kapsul pada dokter Lani.

“Kapsul ini sudah pernah dibuka, jadi ada yang memasukkan serbuk flukonazol ke dalam kapsul foxetin ini,” imbuh dokter Lani.

“Pasti ada sidik jari di kapsul itu kan?” tanyaku antusias.

“Biar aku periksa dulu di laboratoriumku,” sahut dokter Lani.

***

SIDANG KEDUA…

🌻🌻🌻

Aku dan jaksa Erika harap harap cemas menantikan hasil sidik jari yang ada di cangkang kapsul itu. Tapi Dhika menjawab cukup sulit untuk mencari sidik jari dalam sebuah cangkang kapsul karena terlalu kecil.

“Gunakan ini, ini sebuah hasil test,” kata dhika pada jaksa Erika.

“Hasil test apa?” tanyaku penasaran.

“Kamu akan tahu nanti,” sahut dhika.

Aku mengikuti sidang sebagai hadirin. Sidang berlanjut cukup rumit, tapi tidak ada bukti yang bisa menyudutkan tersangka. Hingga akhirnya jaksa Erika terlihat sangat putus asa. Jaksa Erika berjalan mendekati tersangka dan meletakkan hasil test yang diberikan Dhika tadi.

“Kamu masih ingat embrio yang ada pada Rahim istrimu yang katamu tidak ada hubungan nya denganmu?” Tanya jaksa Erika menatap Steven dengan tajam.

“Aku sangat ingin tahu siapa ayahnya, bukalah ini! Ini hasil test DNA yang dambil dari jaringan yang ada pada embrio,” lanjut jaksa Erika melihat amplop coklat dari dhika yang perlahan dibuka oleh tersangka dan ternyata hasilnya menunjukkan jika embrio itu adalah darah dagingnya.

“Kami juga menemukan beberapa kapsul yang ada pada saku tersangka, bukti ini sedang diselidiki oleh pihak forensic secepatnya,” kata jaksa Erika.

“Ini adalah flukonazol yang membunuh korban, tapi kami menemukan sesuatu yang aneh dengan kapsulnya. Flukonazol yang awalnya berbentuk pil, dihaluskan hingga menjadi serbuk,” kata jaksa Erika lagi.

“Apa yang anda sedang jelaskan?” cegah pengacara.

“Tolong tenang,” kata hakim.

“Kemudian ada kapsul foxetin yang isinya dibuang, lalu isinya diganti dengan flukonazol. Jadi luarnya kapsul foxetin tapi di dalam nya berisi flukonazol. Ini adalah obat mematikan dimana tersangka ingin membunuh korban dengan ini,” kata jaksa Erika.

“Aku tidak pernah melihat kapsul itu,” kata terdakwa.

“Sampai kapan anda akan berbohong? Kamu bersama seorang wanita saat istrimu meregang nyawa, apa itu pantas? Aksimu dengan wanita lain terekam CCTV pukul 3 pagi,” kata jaksa Erika emosi dengan menunjukkan beberapa adegan ciuman di lobby sebuah hotel.

Semua hadirin agak rebut melihat beberapa gambar terdakwa dengan wanita lain.

“Apa kamu masih mau menyangkal? Kamu bilang istrimu celaka karena gangguan jiwanya? Mungkin kamu yang gila. Kamu menyiksanya sepanjang hari, dan kamu belum puas lalu membunuhnya?” Tanya jaksa Erika datar.

“Aku bilang tidak membunuhnya!” kata terdakwa berteriak tidak terima.

“Kamu membuat kapsul ini untuk membunuhnya!”

“Apa kamu melihatnya?”

“Korban membawa beberapa kapsul yang ada sidik jarinya saat dia meninggal,” kata jaksa Erika.

“Kau pikir kamu siapa?” kata terdakwa hampir menampar jaksa Erika tapi dia urungkan.

“Apa ini yang kamu lakukan pada istrimu?” Tanya jaksa Erika menatap tajam terdakwa.

“Ya, dia selalu membuatku marah, tapi aku tidak membunuhnya,”

“Lalu kamu menyiksanya sampai dia berada diambang kematian?”

Tiba tiba banyak suara hadirin yang menghujat terdakwah.

“Kamu binatang!” kata hadirin di ujung ruangan.

“Kamu pantas dihukum mati!” sahut hadirin lain nya.

Tiba tiba suasana menjadi riuh sekali dan gaduh.

“Hadirin harap tenang!” kata hakim menengahi.

“Bisakah kamu membuktikan jika kapsul itu aku yang meracik nya?” kata terdakwah.

“Kenapa kamu tidak mengakui kesalahanmu saja, jika sampai sidik jarimu ada di sini, maka sidang ini berakhir!” kata jaksa Erika penuh penekanan.

“Saksi telah tiba, silahkan dokter Radhika Yasa Sheehan,”

Pintu terbuka dan masuklah Dhika ke ruang sidang dan duduk santai di ruang saksi dengan tatapan yang masih saja dingin dan datar.

“Bagaimana hasilnya dokter Dhika?” Tanya jaksa Erika.

“Pelaku mencoba menyembunyikan sidik jarinya dengan menggunakan sarung tangan latex yang ada di dapur,” kata dhika.

“Jadi kita tidak bisa menemukan pelaku nya?” Tanya jaksa Erika penasaran.

“Karena itulah aku bisa mengidentifikasi pelakunya. Ketika kita memakai sarung latex di bagian dalamnya lembab karena keringat kita. Dan keringat itu yang bisa kita test DNA,” sahut Dhika.

“Apa kamu menemukan test DNA nya?” Tanya jaksa Erika yang membuatku ikut penasaran juga.

“Ya,”

“Apa pelakunya sedang duduk di ruangan ini juga?” tanya jaksa erika penuh keyakinan.

“Tidak,” sahut dhika yang membuat suasana semakin gaduh.

“Lalu sidik jari siapa yang kamu temukan?”

“Aku menemukan sidik jari dan test DNA korban, Monalisa,” kata dhika seraya menyerahkan selembar kertas pada jaksa Erika.

“Bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya jaksa Erika cepat.

“Dia membuat drama seakan akan ini adalah tindak pembunuhan yang dilakukan suaminya, padahal dia yang meminum kapsul racikan nya sendiri supaya dia meninggal. Dia bunuh diri,” kata dhika menjelaskan.

“Menurutmu apa yang membuatnya bunuh diri? Itu karena dia takut kamu siksa setiap hari!” teriakku pada suami Monalisa dengan tatapan penuh kebencian. Suasana menjadi riuh karena semua orang berkomentar.

“Dia membuat kematian nya sulit ditebak karena dia sangat takut padamu, dan dia ingin kematian nya seolah olah kamu yang membunuh nya karena dia ingin kamu dihukum. Ini satu satu nya cara yang terpikir oleh nya! Dia putus asa dan ingin menghukum suaminya,” kataku menunjuk ke arah Steven.

Suasana kembali riuh dan hakim mulai menenangkan keadaan.

“Yang Mulia, Jaksa Erika membuat asumsi berdasarkan pikirannya sendiri. Kami keberatan,” kata pengacara.

“Di setujui,” sahut hakim.

“Saya akan mengubah dakwaan,” kata jaksa Erika dengan nada penuh kekecewaan.

Saat sidang selesai, aku berlari tergesa gesa mencari keberadaan Dhika di tengah kerumunan. Aku mempercepat langkahku supaya bisa menjangkau dhika. Dengan yakin aku menahan langkah nya dan dia menoleh padaku.

“Kamu senang sekarang? Apa kamu puas?” tanyaku kesal menatap dhika.

“Kenapa?” sahutnya datar.

“Kamu lebih baik tidak muncul dalam persidangan jika hanya ingin menghancurkan jaksa Erika! Kamu baru saja membebaskan orang brengsek itu!” kataku dengan nada meninggi.

“Kamu terlalu bersimpati pada sahabatmu,” kata dhika datar.

“Lalu aku harus bagaimana? Apa aku harus menyuruh jaksa Erika mendakwanya atas kasus kekerasan? Maka dia akan ditahan hanya sementara!”

“Aku tidak ingin ikut campur terlalu dalam,” sahut dhika cuek.

“Kamu sudah ikut campur, dan kamu salah! Kamu sadar kan jika salah? Kamu bilang itu kematian yang tak disengaja padahal itu adalah sebuah bunuh diri!”

“Pergilah!” kata dhika menatapku tajam.

“Apa kamu tidak tahu jika hasil test DNA menyatakan jika embrio itu hasil buah dari Steven?”

“Aku tidak peduli!”

“Aku tahu sekarang kenapa kamu selalu berurusan dengan orang mati,” kataku semakin kesal.

“Karena orang mati hanya diam dan tidak cerewet sepertimu!”

“Apa kamu ingin aku pergi? Aku akan menjauh darimu!”

“Kita tidak akan bertemu lagi jika kamu tidak melakukan drama di depan adikku,” kata dhika datar.

“Dasar dokter abal abal!!! Aku membencimu,” umpatku kesal.

"Berhenti menyebutku seperti itu," kata Dhika tidak terima dan menyudutkanku di tembok dengan tubuhnya yang menempel padaku hingga tidak ada jarak.

"Kenapa?" kataku tersenyum sinis.

"Dari awal aku sudah memperingatimu jangan bermain main denganku, kamu yang memulai ini semua. Kamu yang tiba tiba muncul dan menggangguku, aku sudah bekerja dengan profesional. Jangan mempermainkan perasaan orangtuaku dengan tiba tiba membatalkan pernikahan, aku harap kamu ingat itu!" kata Dhika dingin membuat nyaliku menciut.

"Wow... ada apa ini? Romantis sekali kalian," suara jaksa erika dari kejauhan membuat dhika melepaskanku.

1
Rahmawati
bagus banget
ratna wati
suka
Cecilia Woen
Kecewa
Mhira Tzabit
hahahahahhaha
Caturtws
baik baik baiiiikkkk sangat baiiiikkkk
Caturtws
kak gimana kabarnya
Ade Jayanti
ceritanya hampir mirip Drakor justice farners. bedanya dokter d film sudah Mateng umurnya dan tidak ada drama percintaan nya. tapi hampir 60% Cerita nya mirip, karakter dokternya juga mirip, kasus2 kriminal juga mirip.
Caturtws
nunggu banget lanjutan angel in crime
Novianti Ratnasari
paris tuh terlalu di manja am pph nya am kkek nenek nya jd gt
Novianti Ratnasari
Paris ngikut jejak ibu nya😂😂😂😂
Khalisah Rochman
author pinter bgt.... semua ilmu ad di novelmu thor 😍😘😘😘
Khalisah Rochman
keren thor.... luar biasa karyamu.... the best pokokx... lope lope sekebon deh 😍😘😘😘😘❤❤❤
RINDU ⭕
Author, ceritanya bagus dan seru, maaf, penulisan nama diawali huruf besar ya, Zea
⭐⭐⭐⭐⭐🙏🙏
Indah Nihayati
bagus thor mampir nih
Nur Yuliastuti
suka dg cerita ini,, ku kesini llagi Thor 🤗

sehat sehat sll yaa 🤗
Nur Yuliastuti
baiklah Yesha,, tunjukkan pesonamu Paris 🤗
Nur Yuliastuti
🤭🤭🤭
Nur Yuliastuti
lagi 😃
Nur Yuliastuti
kangen Dokter Dhika jd kesini 😍
Riska Wulandari
lah kalo g ada Ratu ntar d panggil apa,??Mahar atau Dhika juga???🤭🤭🤣🤣
terimakasih cerita menghiburnya thor..👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!