Semua menginginkan kisah cinta yang sangat manis dan mulus termasuk aku. Menjadi anak konglomerat dan dikelilingi orang-orang yang selalu menyayangiku tak cukup membuatku bahagia karena aku hanyalah wanita yang ingin merasakan cinta. Menyakitimu bukanlah keinginanku namun takdir lah yang mempermainkan kita.
Masuk kedalam sebuah hubungan rumit yang membuat banyak hati terluka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratnadewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aletta sakit.
Keesokan paginya, ketika Aletta ingin terbangun dari tidurnya ia merasakan jika tubuhnya tidak nyaman, pusing dan berat.
Ia kemudian tertidur kembali hingga tak berapa lama terdengar suara ketukan dari luar.
"Eca, kenapa masih tidur ya,??" suara mama Dita.
Aletta ingin menjawab namun entah mengapa kata-kata terasa berat untuknya.
Tak lama ia merasakan ada tangan menyentuh lembut dahinya.
"Ya ampun Ca, kamu demam. Kita ke dokter ya sayang" ucap mama Dita.
"Emhh , tidak usah ma. Hanya sedikit pusing saja kok" jawab Aletta.
"Ya ampun, kalau begitu kamu tunggu sebentar disini ya biar mama buatkan bubur untukmu" ucap mama Dita kemudian berlalu.
"Apa gara-gara semalam aku tidak mandi air hangat?? Kenapa aku bisa lupa? " lirih Aletta.
🍃🍃🍃
"Sayang, dimakan dulu ya buburnya. Mama juga sudah panggilkan dokter untukmu" ucap mama Dita.
"Terimakasih ma,"
Saat mama Dita akan menyuapi Aletta Arga masuk kedalam kamar Aletta dengan wajah cemas dan khawatir.
"Sayang, kenapa kau tak memberitahu aku??" ucap Arga sambil mendekati ranjang Aletta dan memegang dahinya.
Dita yang melihat ekspresi dari Aletta yang bingung dengan kedatangan Arga pun tersenyum sambil berkata.
"Mama yang menghubungi Arga sayang. Mama rasa dengan kehadirannya disini bisa membantumu cepat sembuh"
"Panas Ca, kita ke dokter ya"
"Tidak usah kak, mama sudah panggilkan dokter kok. Aku tidak apa-apa, hanya sedikit demam saja" ucap Aletta.
"Tante, bolehkah aku saja yang menyuapi Eca??" tanya Arga.
"Tentu nak, tolong jaga Aletta ya. Pastikan ia menghabiskan makanan dan minumannya. Tante mau menyiapkan keperluan papanya Dita dulu" ucap mama Dita.
"Iya Tante,"
mama Dita pun berlalu.
"Kenapa kamu tidak memberitahu aku sayang??" tanya Arga cemas.
"Aku hanya sedikit demam sayang, kurasa aku akan segera sembuh. Lagipula aku tak mau manja dan merepotkan kamu" jawab Aletta.
"Ca, aku ini kekasihmu. Apapun dan bagaimanapun kondisi kamu, aku harus tau. Kau membuatku khawatir Ca" ucap Arga sambil menyuapkan sesendok bubur kepada Aletta.
Aletta mengunyah dan berkata,
"Kau ini lebay kak. Aku hanya demam kau se khawatir ini. Tapi aku suka" ucap Aletta kemudian tersenyum.
"Makan yang banyak ya agar kamu cepat sembuh. Aku sudah ambil cuti hari ini jadi aku akan menemani kamu seharian sampai kamu sembuh" ucap Arga.
"Tapi bagaimana pekerjaan kamu di kantor jika kamu cuti??"
"Sudah ada ayah yang menghandelnya." jawab Arga.
"Oh"
Suara ketukan pintu pun terdengar dan terbuja menampakkan seorang dokter muda tersenyum ramah kepada mereka.
"Selamat pagi dokter" ucap Arga.
"Hahah, kau tidak usah basa-basi. Bicara santai saja, kita kan tidak sedang berada dirumah sakit" ucap dokter yang bernama Ryan itu.
Ryan merupakan dokter keluarga Wijayanto yang meneruskan mamanya yakni dokter Maya.
Ryan adalah teman kampus Aletta, Olivia dan Arga waktu itu dan kini sudah menjadi dokter.
"Sudahlah, kau periksa saja kekasihku" suruh Arga.
"Kalian pacaran??" tanya Ryan terkejut.
"Ya, memangnya kenapa??" tanya Arga jutek.
"Hancur sudah harapanku" ucap Ryan pura-pura sedih.
"Jangan macam-macam kau!!" sinis Arga.
"Posesif sekali. Baru juga jadi kekasihnya" ucap Ryan kemudian menghampiri Aletta.
Ryan tau jika sudah sejak lama Arga menyimpan perasaan untuk Aletta. Arga juga selalu bercerita padanya jika ia akan menunggu Aletta siap dan akan mengungkapkan perasaannya itu.
"Selamat pagi cantik" sapa Ryan.
"Selamat pagi dokter Ryan" jawab Aletta sambil tersenyum.
"Ahh aku jadi canggung. Panggil saja aku seperti biasanya" ucap Ryan.
"Baiklah kak"
"Boleh aku periksa sekarang??" tanya Ryan.
"Tentu kak" jawab Aletta.
Saat Ryan hendak memegang tangan Aletta Arga berkata,
"Tunggu, kau mau apa??" tanya Arga.
"Aku hanya ingin memeriksa denyut nadinya saja" jawab Ryan sambil meneruskan kegiatannya itu.
Sementara Aletta hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat aura cemburu di dalam diri Arga.
Setelah semua pemeriksaan selesai, Ryan pun memberikan resep kepada Arga.
"Kau bisa menebusnya di apotik" ucap Ryan.
"Ya terimakasih," ucap Arga.
"Kenapa kau tak kunjung pergi??" tanya Arga lagi saat melihat Ryan masih terdiam di tempat.
"Bukannya kamu mau menebus obat??" tanya Ryan.
"Lalu apa urusannya denganmu??" tanya Arga.
"Kau tebus obat sekarang biar aku yang menjaga Aletta" Goda Ryan.
"Dan kau akan mendekatinya?? Tidak akan aku biarkan!! Sudah cepat sana pergi!!!" ucap Arga sambil mendorong tubuh Ryan untuk keluar dari kamar Aletta.
Ryan yang melihat keposesifan sahabatnya itu hanya tertawa keras sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah berhasil mengusir Ryan dari sana, Arga pun mendekati Aletta.
"Aku tebus obat dulu ya sayang, kamu disini tidak apa-apa kan??" tanya Arga.
"Tidak apa-apa kak,"
"Baiklah, jangan kemana-mana dan istirahat saja ya. Aku akan segera kembali" ucap Arga.
"Iya kak, hati-hati dijalan ya. Bye"
"Bye sayangku" ucap Arga kemudian berlalu meninggalkan Aletta.
Kurang lebih lima menit, pintu Aletta kembali terbuka dan memperlihatkan mama Dita uang tengah tersenyum padanya.
"Kau sudah baikan sayang??"
"Sudah ma, sudah lebih baik" jawab Aletta.
"Itu pasti karena ada dokter cinta yang menunggu kamu kan??" goda mama Dita.
"Apa sih mama, jangan bikin aku malu" jawab Aletta sambil bersemu merah.
Dirinya memang terlihat lebih sehat dan segar saat Arga datang. Arga benar-benar membawa dampak yang positif bagi Aletta.
"Kau sangat mencintainya ya??" tanya mama Dita.
"Sangat ma, aku tidak akan pernah melepaskan dia. Eca mohon bantu Eca memperjuangkan cinta kita berdua ma" ucap Aletta.
"Papa sudah berkata kepada mama jika kamu menolak maka papa tak akan memaksamu. Papa berbuat seperti itu karena ia tak rela jika anak gadis yang ia jaga selama ini dilecehkan tanpa adanya tanggung jawab nak. Papa melakukan itu demi kebaikan kamu, Aldi, dan juga Arga. Tapi jika kamu menolak maka papa tak bisa memaksamu karena kebahagiaanmu lebih penting dari apapun Ca," ucap mama Dita.
"Aku sangat mencintai kak Arga ma, sangat mencintainya. Dia cinta pertamaku, dia pria terbaik yang aku temui setelah papa" ucap Aletta.
"Lalu bagaimana dengan Kak Al?"
"Kak Al,,,"
"Nak, mama tau mungkin kejadian waktu itu menimbulkan luka mendalam dihatiku tapi kamu sudah dengar sendiri kan penjelasan dari Kak Al?? Dia tidak sepenuhnya salah. Kau tau, setiap malam mama selalu menghampiri dia di kamar. Dia selalu menulis di kertas kosong "Maafkan aku Aletta" setiap malam dan memeluknya ketika ia tertidur. Mama yakin jika ia sangat menyesal nak. Ini semua kejadian tanpa disengaja. Mama juga tau disini kamulah yang paling dirugikan tapi mama mohon jangan terjadi perpecahan diantara kalian. Mama sangat menyayangi kalian berdua. Hati mama hancur saat melihat kalian berdua seperti ini" ucap mama Dita sambil menangis.
"Mama jangan sedih, kesedihan mama kesedihan Eca juga. Eca janji akan memaafkan kak Al asalkan mama jangan sedih seperti ini" ucap Aletta sambil menghapus air mata mamanya.
"Tidak ada maksud lain selain mempersatukan kalian lagi nak, mama tidak mau melihat kalian seperti ini"
"Iya ma, Eca janji akan berusaha menerima kenyataan dan memaafkan kak Al" ucap Aletta kemudian memeluk wanita kesayangannya itu.
aku jadi ikut baper dan haluuu thoor