NovelToon NovelToon
PENGANTIN YANG DITUKAR

PENGANTIN YANG DITUKAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

H-3 pernikahan yang disusun dari keringatnya, Kalea Mahika mendapati kenyataan pahit. Reno, kekasih 8 tahunnya, menghamili Gisel, kakak kandungnya sendiri. Bukannya membela, orang tuanya justru memaksanya menyerahkan gaun, dekorasi, hingga calon suaminya demi menutup aib.

​Dianggap anak durhaka karena menolak, Mahika memutus hubungan total, menjual rumah impiannya, lalu pergi merantau.

​Di tanah rantau, Mahika bangkit menjadi pengusaha sukses dan bertemu Reagan Baskara, pria tegas yang menghargainya. Ketika mantan dan keluarganya kembali memohon maaf dalam kehancuran, Mahika hanya tersenyum dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGANTIN YANG DITUKAR

​

​Kekacauan di pekarangan rumah keluarga Pak Bambang mencapai puncaknya ketika tubuh Gisella yang bersimbuh dalam balutan gaun pengantin terkulai lemas di pangkuan Bu Maya. Isak tangis histeris Bu Maya menggema bersahut-sahutan dengan kepanikan yang melanda. Namun, drama pingsannya pengantin baru itu seketika terabaikan saat suara mesin diesel alat berat di luar tenda menderu semakin garang.

​WUUUSH... BRUARRR-RUMMM!

​Roda rantai besi raksasa milik eskavator kuning itu mulai berputar lambat, menekan tanah pekarangan hingga bergetar hebat. Lengan baja raksasanya terangkat ke udara, bersiap mengayun ke arah gerbang depan rumah.

​Melihat rumah tempat tinggal mereka sekaligus aset berharga yang berdiri di atas tanah keluarga akan segera dihantam bongkahan besi, Reno Alamsyah dan Pak Bambang tersadar dari syok mereka. Dengan sisa-sisa keberanian dan rasa malu yang sudah menguap entah ke mana, kedua pria itu melompat turun dari panggung pelaminan.

​Mereka berlari kencang menghadang di depan pintu gerbang rumah, merentangkan tangan lebar-lebar untuk menghentikan laju monster besi tersebut.

​"Berhenti! Jangan berani-berani kalian hancurkan rumah ini!" teriak Pak Bambang dengan suara bergetar namun penuh amarah, menunjuk tajam ke arah kabin eskavator.

​Reno ikut berteriak, wajahnya merah padam menahan geram. "Kalian tidak punya hak! Ini rumah keluarga kami! Kalau kalian maju selangkah lagi, kami akan laporkan kalian atas tindakan perusakan properti dan ancaman kekerasan."

​Operator eskavator di dalam kabin tampak menghentikan sejenak gerakannya, melirik lewat walkie-talkie ke arah mobil SUV hitam tempat Bu Aura berdiri menyaksikan.

​Bu Aura, yang masih mengenakan blazer elegan dan kacamata hitamnya, melangkah perlahan mendekati barisan depan. Wanita paruh baya itu menatap Reno dan Pak Bambang dengan pandangan merendahkan, bagaikan melihat dua ekor serangga pengganggu di jalanan.

​"Maju," perintah Bu Aura dingin melalui mikrofon kecil di kerahnya, memberikan instruksi langsung kepada operator eskavator tanpa memedulikan teriakan ancaman kedua pria itu. "Lindas kalau perlu. Lanjutkan penghancuran."

​BARRR-RUMMM!

​Meski sempat ragu, operator kembali menarik tuas kendali. Lengan baja eskavator bergerak maju, mengayunkan cakar besinya tepat ke arah gerbang utama.

​Melihat bongkahan besi seberat puluhan ton itu benar-benar menerjang tanpa gentar, nyali Reno dan Pak Bambang langsung ciut seketika. Ancaman hukuman penjara mendadak kalah penting dibandingkan nyawa mereka sendiri.

​"Bapak! Minggir, Pak! Mau mati?!" seru Reno panik sambil melompat menyelamatkan diri ke samping.

​Pak Bambang yang tadinya memasang badan gagah perkasa langsung terkencing-kencing ketakutan, berlari terbirit-birit menyusul Reno menepi ke pinggir selokan, menghindari hantaman lengan besi yang meluncur deras.

​KREK... PRANGGG!

​Suara hancurnya gerbang besi terdengar sangat nyaring. Pilar tembok dan gerbang utama yang dulunya dibangun megah menggunakan hasil keringat dan uang kiriman Mahika dari kota runtuh berkeping-keping dalam sekali hantaman.

​Melihat rumahnya mulai dihancurkan, Pak Bambang yang berdiri di pinggir jalan mendadak meluap amarahnya. Ia menunjuk-nunjuk wajah Bu Aura dengan jemari gemetar hebat.

​"Anda benar-benar wanita gila dan arogan!" maki Pak Bambang dengan suara serak melengking, urat lehernya menonjol keluar. "Saya tidak akan tinggal diam. Saya akan laporkan Anda ke kantor polisi sekarang juga atas pencemaran nama baik, perusakan fasilitas pribadi, dan tindakan kriminal terang-terangan."

​Mendengar ancaman hukum dari Pak Bambang, Bu Aura justru menyunggingkan senyum remeh. Ia melepas kacamata hitamnya sebelah, menatap pria paruh baya itu dengan sorot mata penuh ejekan.

​"Melaporkan saya ke polisi?" ulang Bu Aura dengan nada suara datar yang mencemooh. "Silakan, Pak Bambang. Silakan buat laporan selengkap-lengkapnya."

​Bu Aura melangkah mendekat, berdiri tegak di hadapan ayah kandung Mahika yang sedang diliputi amarah.

​"Tapi sebelum Anda melangkah ke kantor polisi, mari saya ingatkan satu hal mendasar yang sepertinya lupa Anda ajarkan pada anak-anak Anda," lanjut Bu Aura tajam. "Di dunia ini, hukum tidak bekerja untuk orang-orang miskin yang hanya bisa merengek dan memeras keringat anak sendiri. Hukum berjalan di atas power dan harta."

​Bu Aura merapikan jasnya dengan anggun. "Saya punya uang tak terbatas, tim pengacara korporasi terbaik se-Indonesia, dan kekuasaan penuh atas jaringan investasi raksasa. Kalau Anda mau bermain-main dengan hukum melawan saya, silakan dicoba. Yang ada, justru Anda dan seluruh keluarga Anda yang akan mendekam di penjara sebagai tersangka kasus penipuan, penggelapan hak cipta, dan pemerasan berlapis."

​Skakmat!

​Kata-kata telak itu sukses membuat Pak Bambang tertegun bisu. Warna darah di wajahnya terkuras habis. Ia baru sadar bahwa orang yang sedang dihadapinya bukanlah warga sembarangan, melainkan predator puncak rantai makanan bisnis ibu kota yang tidak tersentuh hukum kelas teri.

​Di belakang mereka, eskavator terus mengamuk tanpa henti.

​BARRR! CRAKK!

​Lengan baja itu beralih menghantam bagian atap teras dan genteng rumah. Debu mengepul tebal menutupi udara siang itu. Genteng-genteng tanah liat berjatuhan, pecah berkeping-keping menghantam tanah. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, seluruh struktur atap rumah keluarga Pak Bambang lenyap tak bersisa, menyisakan kerangka dinding beton yang telanjang bulat tanpa pelindung langit.

​Pemandangan kehancuran total itu ternyata menjadi tontonan paling spektakuler yang pernah disaksikan oleh warga sekampung.

​Alih-alih merasa kasihan, ratusan tetangga yang berkerumun di pinggir jalan justru bersorak-sorak girang. Sebagian besar dari mereka tidak mau melewatkan momen langka tersebut. Ponsel-ponsel pintar diangkat tinggi-tinggi, merekam detik demi detik hancurnya rumah keluarga toxic itu secara live.

​"Wih, gila! Konten gratis paling epik abad ini!" seru seorang pemuda kampung sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah rumah yang sedang diratakan.

​"Eh, kirim videonya ke grup WhatsApp RT ya! Biar jadi FYP TikTok! Jarang-jarang ada drama sinetron dunia nyata di kampung kita," timpal ibu-ibu tetangga sambil tertawa terbahak-bahak, sama sekali tidak peduli pada ratapan Bu Maya yang masih sibuk meratapi Gisella yang pingsan di tanah.

​Para tetangga justru merayakan momen itu sebagai bentuk karmis instan atas kelakuan busuk keluarga Pak Bambang selama ini. Mereka mengunggah video-video amatir tersebut ke berbagai platform media sosial dengan tagar lokal, menjadikan kehancuran rumah itu viral seketika dalam hitungan menit.

​Di atas puing-puing reruntuhan atap yang berserakan, debu mengepul tebal menyelimuti sore itu. Di dalam studio mewahnya di Dago Atas, Bandung, Kalea Mahika berdiri di dekat jendela kaca besar, memandangi laporan video siaran langsung yang dikirimkan oleh tim lapangan Bu Aura.

​Mahika menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Beban berat yang bertahun-tahun menghimpit dadanya seolah terangkat terbang bersama debu reruntuhan rumah masa lalunya. Lembaran lama telah resmi dibakar habis, dan di atas tanah kosong itulah, sebuah imperium baru bernama Mahika Atelier akan segera bangkit menjulang.

1
sutiasih kasih
gmn rasanya... klean jdi gembel😅😅
mkanya jgn hobi jdi BENALU...
Ernaaaaa
makasih Thor
merry
jdi gelandangan dech klian
merry
bisa gk hdp tnp mahika dan kluarga mu reno dan untuk cari krj susah nama mu dh terkenal 🤭🤭🤭🤭
sutiasih kasih
smpe sana.... rumah udh di jual😂😂😂😂😂😂
hadueh ren.... org tuamu kaya... org berada... tpi kok km jdi laki mokondo🤔🤔🙄
Lee Mba Young
selamat menikmati jd gembel
Mundri Astuti
mang dah bener ma pas ya, si Reno ma keluarga si sel ..sel..
Mundri Astuti
owh ortunya Reno org ada toh, tapi ko anaknya dompleng mahika yak🤔
sutiasih kasih: knaoa mndompleng mahika yg dri kalangan biasa....
mmbingungkn🤔🤔🤔
total 2 replies
Lee Mba Young
tanpa harta selamat mnikmati
Mundri Astuti
mang bisa tuh anak kesayangannya bangun atap aja, jangan bangun rumah dah
sutiasih kasih
di bangun lgi dunk rumah yg sdh runtuh.....
jgn apa" morotin dwit mahika.... tpi mahika g punya hak tinggal di rmh itu...
msih ingat dunk bu maya.... saat mahika pergi... dgn tak punya hati ibu mmbuang barang" mahika yg ada di kamarnya..... anda itu ibu macam apa 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🙄🙄
Tining Revi
bukanya mahika berhijab thor. kok "puji Tuhan"
merry
pdhl tdi mau bongkar ditmpt mrk resepsi dihotel tau ya mrk cm resepsi di tanah kosong dan mahika lewat live ig buat mrk maluu 🤭🤭🤭🤭se kanoha pd tau lhh
Mundri Astuti
sekali tepok ....jatuh semua .... gayanya mahika kereeennnn....Badas....😂😂😂
sutiasih kasih
tamatlah sudah riwayat para pmbohong & penghianat......
😂😂😂😂😂😂
Heni Setiyaningsih
Mahika,,,,,,, KEREN!! gk perlu teriak teriak cuma tunjukkan hasil dari kerja kamu, siapa itu Reno dan klrg toxic, hempaskan😂😂
Agunk Setyawan
bacanya deg"an banget🤣
Humay Uum
dtunggu bomy KK Thor 💪💪💪💪
falea sezi
kelamaan bertele tele 🤣
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!