“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”
“Dia hanya pelangganku.”
“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”
“Pelanggan juga.”
Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.
Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.
“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”
“Aku juga! Jangan lupakan aku!”
Su Yang hanya tersenyum.
“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”
Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.
🙏🙏🙏❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 — Hadiah untuk Nona Berkerudung
“Senior Zhong, siapa pemuda yang baru saja menyelamatkan kita?”
Di dalam kereta emas, seorang wanita berjubah merah duduk dengan wajah tertutup kerudung tipis. Suaranya lembut, tetapi rasa ingin tahu terdengar jelas di dalamnya.
Senior Zhong menghela napas.
“Namanya Xiao Yang. Aku tidak mengetahui asal-usulnya. Namun, Niat Pedang yang digunakannya sungguh luar biasa.”
“Bahkan dibandingkan dengan milik Senior?”
Lelaki tua itu tersenyum pahit.
“Dalam hal Niat Pedang, aku tidak dapat menandinginya.”
Wanita itu terdiam.
Ia mengenal kemampuan Senior Zhong dengan baik. Mendengar seorang ahli Alam Roh Surgawi mengakui keunggulan pemuda asing merupakan sesuatu yang sulit dipercaya.
“Undang dia masuk,” katanya kemudian. “Aku ingin mengucapkan terima kasih secara langsung.”
“Identitasnya belum jelas, Nona Muda.”
“Dia baru saja membunuh orang yang mengancam kita. Setidaknya aku ingin berbicara dengannya.”
Senior Zhong akhirnya mengalah.
Ketika ia kembali menemui Su Yang, pemuda itu sedang memikirkan pesan yang disampaikan pembunuh tadi.
Tubuh Seratus Racun...
Ia akhirnya mengingatnya.
Tubuh tersebut merupakan Tubuh Istimewa Surgawi tingkat Raja. Pemiliknya memiliki ketahanan luar biasa terhadap racun tingkat fana dan dapat menggunakan racun sebagai sumber kultivasi.
Namun, kemampuan itu bukan tanpa batas. Racun tingkat roh masih dapat membahayakannya.
“Xiao Yang,” panggil Senior Zhong. “Nona Muda ingin mengundangmu berbincang.”
Su Yang melirik kereta emas.
“Baiklah.”
Para pengawal tampak terkejut ketika melihatnya naik. Namun, tak seorang pun berani menghalangi orang yang baru saja membunuh ahli Alam Roh Bumi dengan satu tebasan.
Di dalam kereta, Su Yang disambut wanita berjubah merah.
“Namaku Xie Xingfang,” katanya. “Terima kasih telah membantu kami menghadapi pembunuh tadi.”
“Aku hanya melindungi diriku sendiri.”
“Bagaimanapun, kau telah membantu kami.”
Xie Xingfang mengulurkan tangan sebagai salam. Su Yang menyambutnya dengan wajar, tetapi Senior Zhong tampak terkejut melihat sang nona muda bersedia melakukan kontak fisik dengan orang asing.
“Xiao Yang, dari perguruan mana kau berasal?” tanya Xie Xingfang.
Su Yang menunjukkan lambang bunga pada lengan jubahnya.
“Sekte Bunga Mendalam.”
Xie Xingfang menggeleng pelan.
“Maaf, aku belum pernah mendengarnya.”
“Kami memang bukan sekte yang terlalu terkenal.”
“Namun, kemampuan pedangmu luar biasa.”
Senior Zhong langsung memanfaatkan kesempatan itu.
“Kalau kau tertarik, Sekte Pedang Ilahi akan menyambutmu. Seseorang dengan pemahaman Niat Pedang sepertimu bahkan dapat membantu membimbing para murid kami.”
“Terima kasih atas tawarannya,” jawab Su Yang. “Tetapi masih ada urusan yang harus kuselesaikan di sekteku.”
Senior Zhong tidak mendesak. Ia hanya mengingatkan bahwa pintu Sekte Pedang Ilahi akan tetap terbuka.
Percakapan berlanjut hingga Xie Xingfang menanyakan usia Su Yang. Pemuda itu menjawab dengan senyum tanpa menyebut angka, membuat sang nona muda semakin penasaran.
“Kalau begitu,” katanya, “apa ada sesuatu yang ingin kautanyakan kepada kami?”
“Ada.”
Su Yang memandangnya.
“Tubuh Seratus Racun milikmu—”
Belum selesai ia berbicara, Senior Zhong sudah bergerak.
Aura membunuh memenuhi kereta. Tangan lelaki tua itu melesat ke arah leher Su Yang.
“Berhenti!” seru Xie Xingfang.
Gerakan Senior Zhong membeku beberapa sentimeter dari sasaran.
Su Yang bahkan tidak mengubah posisi duduknya.
“Tenanglah,” katanya. “Aku tidak tertarik merebut Tubuh Istimewa Surgawi miliknya.”
“Lalu mengapa kau menyebutnya?” tanya Senior Zhong tajam.
“Karena aku ingin memeriksanya.”
Wajah Senior Zhong langsung mengeras.
“Kurang ajar! Kau berani meminta melihat tubuh Nona Muda?”
Su Yang mengernyit.
“Aku hanya perlu memeriksa meridiannya melalui telapak tangan.”
Keheningan menyelimuti kereta.
Xie Xingfang menunduk sedikit, sementara Senior Zhong terlihat seperti ingin memukul kepalanya sendiri.
“Seharusnya kau menjelaskan sejak awal!”
“Aku belum sempat menyelesaikan kalimatku.”
Su Yang mengangkat bahu.
“Jika kalian keberatan, aku tidak akan memaksa.”
Ia mulai berdiri, tetapi Xie Xingfang kembali mengulurkan tangan.
“Hanya telapak tangan, bukan?”
“Benar.”
“Kalau begitu, silakan.”
Senior Zhong hendak menyela, tetapi Xie Xingfang menggeleng.
Su Yang menggenggam kedua tangannya dan memejamkan mata. Energi yang sangat halus mengalir melalui meridian wanita itu, menelusuri susunan tubuh istimewanya.
Kereta tetap bergerak. Hanya suara roda dan derap kuda yang terdengar.
Beberapa saat kemudian, Su Yang membuka mata.
“Sama persis…”
“Apa yang sama?” tanya Xie Xingfang.
“Struktur Tubuh Seratus Racun milikmu sesuai dengan yang kuketahui.”
Su Yang melepaskan tangannya.
Di dalam hati, ia merasakan kegembiraan yang sulit dijelaskan.
Sebelumnya, nama-nama tempat di dunia ini membuatnya khawatir bahwa ia telah terlahir kembali di alam semesta yang sama sekali berbeda. Namun, susunan Tubuh Istimewa Surgawi milik Xie Xingfang ternyata tidak berbeda dari yang pernah dipelajarinya.
Berarti masih ada kemungkinan aku berada di alam semesta yang sama.
Mungkin dunia ini terpisah dari Empat Dunia yang dikenalnya. Mungkin pula ada jalan untuk kembali.
Untuk pertama kalinya sejak mendengar nama Laut Giok, harapan di dalam hatinya tumbuh lebih kuat.
“Terima kasih, Nona Xie,” katanya tulus.
Xie Xingfang tersenyum di balik kerudung.
“Itu bukan bantuan besar.”
“Bagimu mungkin tidak. Tetapi bagiku, pemeriksaan tadi sangat berarti.”
Su Yang berpikir sejenak, lalu melanjutkan, “Sebagai tanda terima kasih, aku akan memberimu metode untuk meningkatkan Tubuh Seratus Racun menjadi Tubuh Seribu Racun tingkat Kaisar.”
Xie Xingfang membeku.
Senior Zhong menatap Su Yang seolah baru saja mendengar sesuatu yang mustahil.
“Tubuh Seribu Racun?” ulang Xie Xingfang. “Benarkah metode semacam itu ada?”
“Ada.”
“Mengapa kau memberikannya kepadaku?”
“Aku tidak memiliki Tubuh Seratus Racun. Teknik itu jauh lebih berguna di tanganmu.”
Su Yang tersenyum.
“Anggap saja hadiah kecil.”
“Hadiah kecil?” Senior Zhong hampir tersedak.
Bagi keluarga mana pun, metode peningkatan Tubuh Istimewa Surgawi adalah harta yang tidak ternilai. Namun, pemuda ini membicarakannya seperti sedang memberikan sepotong permen.
“Condongkan kepalamu,” kata Su Yang.
Xie Xingfang menurut.
Su Yang menyentuhkan dahinya pada dahi wanita itu. Cahaya keemasan muncul di antara mereka, lalu mengalir perlahan menuju kesadaran Xie Xingfang.
Sejumlah besar pengetahuan memenuhi pikirannya.
Ia harus berkonsentrasi penuh untuk menerima setiap bagian. Keringat mulai membasahi pelipisnya, tetapi ia tidak berani mengalihkan perhatian.
Kemudian, nama teknik itu muncul dengan jelas.
Teknik Pemurnian Seribu Racun.
Tingkat Abadi.
Jantung Xie Xingfang berdegup kencang.
Di dunia ini, teknik tingkat Abadi begitu langka hingga jumlah yang diketahui dapat dihitung dengan jari. Bahkan teknik tingkat Surga pun dijaga sebagai harta utama oleh sekte-sekte besar.
Dan Su Yang baru saja menyerahkan salah satunya kepadanya.
Ketika cahaya meredup, Xie Xingfang menarik napas panjang.
“Bagaimana aku harus membalasnya?” tanyanya dengan suara bergetar. “Bahkan seluruh harta milikku belum tentu sebanding dengan teknik ini.”
“Kau cukup berhasil mengembangkan Tubuh Seratus Racun milikmu.”
“Itu saja?”
“Itu saja.”
Su Yang menatapnya dengan senyum tipis.
“Dengan bakat dan tingkat kultivasimu sekarang, aku yakin kau mampu melakukannya.”
Kereta mulai melambat.
Su Yang menoleh ke luar jendela. Di kejauhan, awan gelap menggantung di atas lembah yang luas. Kilat menyambar berulang kali, menerangi pegunungan dan hutan di bawahnya.
“Kita sudah sampai.”
Ia bangkit.
Xie Xingfang tampak belum siap mengakhiri pertemuan itu.
“Tunggu, Kakak Seperguruan Xiao. Aku masih ingin bertanya—”
“Kalau takdir mengizinkan, kita akan bertemu lagi.”
Su Yang turun dari kereta.
Xie Xingfang hendak menyusul, tetapi Senior Zhong segera menghalanginya.
“Nona Muda, Anda tidak boleh meninggalkan kereta. Perlindungan yang diberikan Yang Mulia hanya bekerja selama Anda berada di dalam.”
“Tapi aku belum sempat—”
“Kita masih memiliki perjalanan penting.”
Xie Xingfang akhirnya kembali duduk. Melalui celah tirai, ia memandang sosok berjubah putih yang semakin menjauh.
“Xiao Yang…” gumamnya.
Ia masih belum mengetahui siapa sebenarnya pemuda itu.
Namun, satu hal sudah pasti.
Pertemuan singkat tersebut telah mengubah masa depan kultivasinya.
Di luar, Su Yang memandang hamparan Lembah Petir. Gemuruh guntur terdengar seperti raungan makhluk raksasa yang tersembunyi di balik pegunungan.
Ia menyentuh gagang pedang di pinggangnya.
“Sekarang, mari selesaikan misiku.”
......................
Bersambung...
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat