Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Stella Allesandro
Happy Reading
❤❤❤❤❤❤
Enam bulan setelah tuan Herman di penjara. Genoa sudah masuk musim semi.
Pelabuhan yang dulu bau oli dan darah, sekarang di satu sudut nya ada warna baru. Gudang nomor 7, gudang yang dulu di pakai tuan Herman untuk mengikat Marco, sekarang di cat putih bersih. Di depan nya ada papan besar bertuliskan tangan Queen sendiri:
* SEKOLAH KASIH AMANDA....*
_Didirikan oleh Allexa Queen Allesandro untuk mengenang Nyonya Amanda Dewi_
Di dalam gudang itu tidak ada lagi senjata. Yang ada adalah 40 meja kayu kecil, papan tulis hitam, dan 30 anak kecil umur 6 sampai 12 tahun, anak-anak nelayan dan buruh pelabuhan, sedang belajar membaca dengan seragam biru yang di belikan Queen.
Queen berdiri di pintu gudang itu, umur 22 tahun setengah sekarang, tidak lagi pakai baju kotor selokan. Dia pakai blazer hitam sederhana, celana panjang hitam, rambut panjang nya yang dulu selalu di ikat kuda, sekarang di gerai. Di leher nya ada kalung kecil, kalung bulan sabit milik ibu nya. Di samping nya ada King.
King sudah tidak pincang separah dulu. Operasi lutut nya di rumah sakit terbaik di kota berhasil. Bekas luka bakar di leher nya masih ada, tapi dia tidak lagi tutupi dengan kerah tinggi. Dia biarkan terlihat. Karena bekas luka itu adalah bukti dia selamat. Dia pakai jaket kulit hitam yang sama, tapi sekarang bersih. Di pinggang nya bukan linggis, tapi walkie-talkie keamanan sekolah.
" Nona, anak-anak sudah selesai ujian membaca," kata Carla, yang sekarang jadi kepala sekolah Kasih Amanda, bukan lagi sekretaris yayasan.
Queen tersenyum. Senyum yang 6 bulan lalu tidak pernah terlihat. "Bagus. Suruh mereka pulang. Kasih mereka roti dan susu." Sahut Queen.
Tapi hari itu, ada satu anak yang tidak pulang. Seorang anak perempuan kecil, umur sekitar 5 tahun, rambut hitam keriting, kulit sawo matang, mata coklat besar, duduk di pojok kelas, memeluk tas pualam kecil yang sudah robek.
"Nona kecil, kenapa belum pulang? Ayah mu belum jemput?" tanya Queen, berjongkok di depan anak itu.
Anak kecil itu tidak menjawab. Dia hanya membuka tas nya yang robek, mengeluarkan sebuah amplop coklat yang sudah lusuh, kotor, dan basah di ujung nya, lalu memberikan nya pada Queen.
Di amplop itu, tulisan tangan yang sangat Queen kenal. Tulisan tangan ibu nya. Amanda Dewi.
Tulisan itu: *UNTUK QUEEN DAN KING - JIKA KALIAN SUDAH JADI RATU DAN BAYANGAN - BUKA DI SEKOLAH*
Jantung Queen berhenti. King yang melihat tulisan itu, langsung berlutut. "Itu... tulisan Mommy? " Ucap King.
Queen membuka amplop itu dengan tangan gemetar. Di dalam nya bukan surat. Tapi ada dua benda.
Pertama, sebuah foto USG. Foto janin. Umur sekitar 7 bulan. Di pojok foto USG itu ada tanggal: *15 September 2021*. Satu bulan setengah sebelum kebakaran. Dan ada tulisan dokter: _Bayi perempuan sehat, 7 bulan, posisi baik - Pasien: Amanda Dewi Alessandro - Rahasia._
Kedua, sebuah kunci brankas kecil, dengan label: * Banca di Genova - Brankas No. 19 - Atas nama Amanda *
Dan selembar kertas kecil, surat terakhir ibu nya:
💌" Queen, King, anak-anak ku yang pemberani.
Jika kalian membaca ini di sekolah yang kalian bangun dari gudang berdarah itu, berarti kalian sudah menang. Mommy bangga.
Tapi Mommy harus minta maaf. Mommy menyimpan satu rahasia besar dari daddy kalian, dari Herman, dari semua orang. Bahkan dari kalian.
Tahun 2020 akhir, setelah daddy kalian sakit keras dan dokter bilang daddy tidak bisa punya anak lagi karena kemoterapi, Mommy bertemu dengan cinta pertama Mommy sebelum menikah dengan daddy. Nama nya Daniel. Daniel adalah pelaut. Kami hanya bertemu satu kali di Palermo. Satu malam. Mommy khilaf. Mommy berdosa pada daddy.
Dari pertemuan itu, mommy hamil. Anak perempuan.
Mommy tidak bisa gugurkan. Y tidak mau. Mommy ingin simpan anak ini. Tapi kalau Herman dan Dewan tahu, mereka akan bunuh bayi ini dan bunuh mommy karena di anggap selingkuh dan mencemarkan nama keluarga Alessandro. Jadi Mommy sembunyikan kehamilan ini. Mommy bilang ke semua orang Mommy ikut retret gereja 3 bulan di Palermo. Padahal Mommy melahirkan diam-diam di biara Santa Maria di Palermo, dibantu Suster Agatha.
Anak itu lahir 20 Oktober 2021. 9 hari sebelum kebakaran. Bayi perempuan sehat. Mommy beri nama... Stella. Karena dia lahir di malam ada bintang jatuh.
Saat kebakaran terjadi malam 29 Oktober, Stella tidak ada di vila. Stella ada di biara di Palermo bersama Suster Agatha. Itu kenapa Herman tidak pernah tahu tentang Stella. Hanya Suster Agatha yang tahu.
Jika mommy mati, tolong cari adik kalian. Stella Alessandro. Dia sekarang umur 5 tahun setengah. Dia adalah putri kandung Mommy, adik kandung kalian seibu. Meski ayah nya bukan Alessandro, darah nya tetap darah ku, darah kalian.
Kunci brankas ini berisi semua tabungan pribadi Mommy, Dua Ratus Miliar, dan surat adopsi resmi atas nama Stella. Mommy sudah siapkan semua, atas nama panti asuhan biara, agar tidak ketahuan Herman.
Maafkan Mommy, Queen, King. Mommy bukan ibu yang sempurna. Tapi Mommy cinta kalian bertiga.
Cari Stella. Jaga dia. Jangan biarkan dia jadi seperti kalian, hidup dalam darah.
Mommy, Amanda."
Queen jatuh terduduk di lantai kelas. Kertas itu jatuh dari tangan nya.
King mengambil surat itu, membaca nya, dan untuk pertama kali nya sejak kembali dari kematian, King menangis keras. Bukan tangis marah. Tapi tangis anak yang baru tahu ibu nya manusia biasa yang juga bisa salah dan berdosa.
"Adik... kita punya adik..." bisik King.
Anak kecil berambut keriting yang memberikan amplop itu, yang dari tadi diam di pojok, tiba-tiba berbicara.
"Apakah Ibu Amanda sudah tidak ada?" tanya anak kecil itu dengan bahasa khas dialek Palermo yang kental.
Queen menatap anak itu. Mata coklat besar. Rambut hitam keriting. Dan di leher anak itu, ada kalung kecil. Kalung yang sama dengan kalung Queen. Kalung bulan sabit kecil milik Nyonya Amanda Dewi, yang Nyonya Amanda selalu pakai dan tidak pernah lepas. Kalung yang seharusnya terkubur bersama nya.
"Kau... Kau dapat kalung itu dari mana?" tanya Queen, suara nya tercekat.
Anak kecil itu menyentuh kalung nya. "Dari Suster Agatha. Suster Agatha bilang, ini kalung Mama. Mama kasih ke aku sebelum Mama pergi ke rumah besar dan tidak kembali lagi. Suster Agatha bilang, kalau aku sudah besar, aku harus cari kakak Queen dan kakak King di Genoa, di sekolah pelabuhan." Jawab Gadis kecil itu.
Dunia Queen runtuh untuk keempat kali nya dalam hidup nya. Tapi kali ini bukan runtuh karena pengkhianatan. Runtuh karena cinta. Queen memeluk anak kecil itu erat-erat.
"Stella?" bisik Queen.
Anak kecil itu mengangguk. "Aku Stella. Stella Agatha. Suster Agatha kasih nama belakang nya. Tapi Suster Agatha bilang nama asli aku Stella Alessandro." Jawab Stella.
King ikut berlutut, memeluk dua adik nya. Ratu, Bayangan, dan Bintang Kecil yang hilang.
Di luar kelas, Lucas dan Marco yang baru datang dari kantor yayasan, melihat pemandangan itu dan terpaku. Marco langsung menangis. Dia ingat Nyonya Amanda hamil besar waktu itu, tapi Nyonya Amanda bilang itu hanya bengkak karena sakit ginjal. Tapi cerita tidak berhenti di pelukan bahagia.
Karena dari luar gerbang sekolah, ada sebuah mobil hitam Mercedes Maybach yang berhenti. Mobil yang sangat mahal, yang tidak seharus nya ada di pelabuhan kumuh.
Dari mobil itu turun seorang pria. Umur sekitar 40 tahun, tinggi, rambut hitam dengan uban di pelipis, kulit kecoklatan karena matahari laut, memakai kemeja putih linen dan celana panjang krem. Wajah nya... sangat tampan, tapi mata nya dingin seperti laut dalam.
Dia berjalan ke gerbang sekolah, melihat Queen yang sedang memeluk Stella.
"Permisi," kata pria itu dengan bahasa khas aksen Palermo, suara nya berat. "Saya cari anak saya. Anak saya di culik dari biara Santa Maria Palermo 3 hari lalu. Nama nya Stella. Umur 5 tahun." Ucap Pria itu.
Queen langsung berdiri, melindungi Stella di belakang nya.
"Siapa kau?" tanya King, maju, tangan nya sudah mengepal.
Pria itu tersenyum, tapi senyum nya tidak sampai ke mata. "Nama saya Daniel. Daniel Russo. Pelaut. Dan... Ayah kandung dari Stella. Saya baru tahu 2 minggu lalu dari Suster Agatha bahwa Amanda... Wanita yang saya cintai 6 tahun lalu... Punya anak dari saya dan menyembunyikan nya. Suster Agatha bilang Amanda sudah mati di bunuh adik ipar nya sendiri. Sekarang saya datang untuk ambil hak saya. Hak sebagai ayah." Jawab Daniel.
Dia mengeluarkan surat dari sakunya. Surat tes DNA. Hasil: 99.99% ayah kandung Stella adalah Daniel Russo. Queen membeku.
DEG
************
Happy Reading Guys. 🤗🥰