"Dia hanya orang asing di zebra cross."
Kataku dulu.
Sampai 3 hari kemudian aku melihat wajahnya di TikTok.
Dengan caption: "Duke termuda Spanyol. CEO. Milyader."
Gila. Yang nolongin aku nyebrang itu... orang sekaya itu?!
Aku Bintang. 17 tahun. Ketua kelas. Calon dokter.
Dia Mateo. 25 tahun. Duke. Orang yang bahkan tidak seharusnya aku temui.
Pertemuan kami singkat. 10 detik.
Tapi kenapa rasanya seperti sudah mengenal selama 10 tahun?
Cinta tidak akan kemana-mana pertemuan singkat itu membawa cinta pada diriku hingga suatu hari kami bertemu dan menikah tetapi perang terjadi dan negara itu merdeka dan kami gugur setelah nya
kami di akui dan di kenang oleh warga warga sebagai pahlawan dan cinta kita melukiskan sejarah manapun.
pencipta, penulis, penerbit, pengarang: bintang_nrl28 star.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 14: Penyesalan .
𝗗𝗶 𝗮𝗽𝗮𝗿𝘁𝗲𝗺𝗲𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘁𝗲𝗼 𝘁𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁𝗶 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 || 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗺𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗵𝗮𝗿𝗶
Meja makan panjang dengan hidangan mewah yang sudah di siapkan oleh bodyguard nya.
Tidak ada satu pun makanan yang tersentuh, bodyguard yang melihatnya kebingungan, mengapa tuan mateo tidak menyantap makanan?.
Saat bodyguard 1 itu mendekati kamar dan mengetuk, pintu terbuka sendiri, dan ia melihat mateo yang sedang berbaring kemeja putih berantakan dan foto-foto yang tergeletak di lantai serta muka nya di tutupi oleh buku.
Bodyguard 1 langsung mendekati dan bilang "tuan permisi... Anda harus makan! " ucap bodyguard 1, lalu mateo tidak menjawab.
Mateo duduk dan menatap foto perempuan, bodyguard terkejut dan berkata "itu foto tunangan tuan putri linoly? Atau beda orang?... " ucapnya gugup, lalu mateo hanya menatap tidak menjawab.
Tatapan itu sangat tajam.
Bodyguard: 𝘉-𝘣𝘢𝘪𝘬𝘭𝘢𝘩, 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘦𝘱𝘰𝘯 𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘰𝘯𝘢 𝘓𝘪𝘯𝘰𝘭𝘺? .... " 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘨𝘶𝘨𝘶𝘱.
"𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘶𝘴𝘢𝘩, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘨𝘶𝘯𝘢! " 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘮𝘢𝘵𝘦𝘰 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘫𝘢𝘮.
𝘓𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘰𝘥𝘺𝘨𝘶𝘢𝘳𝘥 1 𝘮𝘶𝘯𝘥𝘶𝘳 𝘬𝘦 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘦𝘰 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘳𝘶𝘯𝘨.
Mateo menatap foto yang berada di tangannya, foto itu adalah foto Bintang saat di taman, kecantikan dan aura tulus nya sangat kuat, ia mengusap-ngusap foto tersebut seakan-akan bintang ada di dalam foto tersebut.
"𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘮𝘣𝘢𝘵... " 𝘶𝘤𝘢𝘱𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘪𝘬𝘢𝘯.
"𝓟𝓮𝓷𝔂𝓮𝓼𝓪𝓵𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓶𝓪𝓷𝓰 𝓭𝓪𝓽𝓪𝓷𝓰 𝓭𝓲 𝓪𝓴𝓱𝓲𝓻, 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓪𝓹𝓪 𝓪𝓴𝓾 𝓶𝓮𝓵𝓪𝓴𝓾𝓴𝓪𝓷𝓷𝔂𝓪... 𝓐𝓴𝓾 𝓫𝓸𝓭𝓸𝓱! " ucapnya.
Mateo langsung membanting vas bunga ke lantai, bodyguard 2 yang berjaga di pintu kamar langsung masuk.
Bodyguard 2: "𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢?!!!! " 𝘶𝘤𝘢𝘱𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘩𝘢𝘸𝘢𝘵𝘪𝘳, Mateo hanya terdiam, lalu bodyguard menelepon Linoly "hallo nona... T-tuan murung terus", tiba-tiba mateo memegang telepon itu lalu membanting kan nya ke lantai, bodyguard 2 langsung terbirit-birit lari keluar karna ketakutan.
𝗦𝗲𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗶𝘁𝘂 𝗱𝗶 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗯𝗶𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴:
Bintang terlihat biasa saja sedang membaca buku.
Aku membaca buku ipa yang sangat seru sampai-sampai aku cinta mati dengan ipa, aku belajar sambil stell musik karna itu asik.
Saat aku melihat ponsel ada pesan dari nomor tidak kenal " hai" ketik pesan itu, tidak aku balas mungkin kurir paket.
---
𝗞𝗲𝗲𝘀𝗼𝗸𝗮𝗻 𝗵𝗮𝗿𝗶𝗻𝘆𝗮
Ketika aku pulang sekolah aku bersama arziro di taman sedang berfoto-foto, dia berfoto-foto sedangkan aku hanya duduk menikmati pemandangan, tiba-tiba ada mobil hitam berhenti, aku yang melihat kebingungan.
"Itu mobil kamu? " ucap arziro, lalu aku menjawab "Bukan, mungkin orang lain yang mau main ke taman ini juga! " ucap ku dengan santai, saat arziro lanjut foto, aku berdiri, dan tiba-tiba ada pria memakai baju jas dan dasi hitam berlari-lari ke arah diriku dan memelukku dari depan, dia menangis terisak-isak.
Aku kebingungan "ini siapa... " ucap dalam hati ku.
Dia memelukku dengan sangat erat sampai-sampai aku tidak bisa bergerak dan mengangkat sedikit, arziro yang melihatnya kebingungan.
Saat aku melirik muka pria itu ternyata Mateo.
Aku langsung terdiam tidak bergerak.
Kepala mateo tenggelam di pundak ku sambil menangis, baju ku basah pundaknya tapi aku biarkan saja.
"Seorang duke kenapa begini.... Bukan kah dia sudah ada tunangan... " bisikku dalam hati.
"S-sayang... " ucap mateo sambil sesegukan, "e-eh apa? " ucapku dengan gugup, tangan nya masih memelukku dengan erat.
"Eh ngapain peluk-pelukan, lepas" ucap arziro, lalu aku menyuruhnya untuk diam.
Mateo masih menangis dan aku terdiam sambil memperhatikan.
"K-kamu ada disini kan... Aku kangen.... A-aku disini.... A-aku... Tidak tunangan! " ucapnya dengan sesegukan, aku langsung terdiam, "AKU TIDAK TUNANGAN, AKU MEMBATALKAN NYA, AKU CUMA INGIN DENGAN MU SAJA... TOLONG... " Ucapnya dengan teriak di pundak ku, aku langsung mengelus punggungnya, "lalu? " tanya ku singkat.
"Jangan pergi... Aku masih pengen hubungan kita... Maaf aku hilang... Ada masalah keluarga dan soal pertunangan, aku tidak ingin dengan perempuan itu, aku pengen kamu... " ucap nya dengan sesegukan sambil mengusap air matanya, aku tersenyum dan aku percaya dengannya.
"Tidak usah, jalankan saja tunangannya, kan sama-sama sederajat.." ucapku dengan lembut.
Mateo langsung berdiri mengusap air mata dan menatap ku dengan sinis, mata biru nya menyala, aku langsung terkejut.
"Aku tidak ingin bersamanya, jika aku tidak ya tidak, semua orang tidak bisa memaksa ku untuk bersamanya, aku ingin bersama kamu bukan dia! " jawabnya dengan tegas.
Arziro yang melihat langsung tiba-tiba di samping ku dan menatap mateo, mateo menatap arziro dengan mata tajam nya, aku yang disitu langsung terdiam, lalu mateo menarik diriku dan berkata "itu siapa?! " bisiknya, lalu aku menjawab "temen" ucapku, lalu dia mengangguk.
"Aku mau hubungan kita berlanjut... " ucap mateo, lalu aku terdiam, dan berkata "jika kau tidak menyakiti hati ku terus aku bakal mau.. " ucap ku.
"Aku tidak akan menyakiti dirimu, aku janji sepenuh hidup ku! " ucapnya dengan membawa tangan ku ke dadanya.
"Ayo balik ke hubungan kita bintang... " ucapnya dengan bisikan, lalu aku pun kebingungan dan akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke hubungan kita yang dulu.