NovelToon NovelToon
Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:539k
Nilai: 4.6
Nama Author: Yam_zhie

Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.

Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.

Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara 1

"Kiara..." panggil Vino saat Kiara keluar dari lobby tempatnya bekerja untuk makan siang.

"Oh Vino, ada apa? Tumben datang ke sini?" tanya Kiara dengan tatapan dingin.

"Kiara... Tolong dengerin aku, maaf karena semalam aku nggak bisa jemput kamu. Shela semalam bilang ketakutan karena hujan deras dan petir! Kamu semalam pulang ke rumah bagaimana? Apa kamu kehujanan?"

Vino mencoba menjelaskan kejadian semalam saat Kiara tunangannya meminta untuk di jemput saat hujan deras di halte bus. Karena memesan layanan daring tak ada yang mengambil karena dalam kondisi hujan deras. Tapi Vino lebih memilih menemani Shela yang katanya adalah keponakannya, wanita yang beberapa bulan ini sudah menyita perhatian Vino.

Kiara tersenyum tipis, sebuah senyuman sinis yang terasa sangat asing di mata Vino. Keduanya berdiri di bawah terik matahari siang yang terik, namun kehangatan di antara mereka sudah mati sejak semalam.

"Aku pulang naik mobil," jawab Kiara datar. Vino bernapas lega, mengusap dadanya.

"Syukurlah kalau begitu. Aku dari semalam khawatir banget sama kamu, Ki. Maaf ya, Shela itu penakut banget kalau ada petir. Dia kan belum terbiasa hidup sendirian di kota besar ini. Kamu tahu sendiri kan dia keponakanku satu-satunya di sini, aku bertanggung jawab atas dia."

"Mobil jemputan dari bengkel," potong Kiara tenang. Tatapannya lurus merajam manik mata Vino.

"Karena sepeda motor yang kupakai mogok di tengah jalan. Aku terpaksa mendorongnya sendirian sejauh dua kilometer mencari tempat berteduh, sampai akhirnya ada mobil derek yang mau menolong." masih dengan suara yang datar.

Raut lega di wajah Vino seketika lenyap, berganti kepucatan.

"Ki... aku..."

"Hpku mati kena air, Vino. Saat aku menghubungi dan minta jemput itu terakhir kali ponselku nyala," selak Kiara tanpa memberi ruang untuk pria itu bergeming.

"Dan kamu tahu apa yang menarik? Saat aku berteduh di teras toko yang tutup sambil menggigil menahan dingin, aku sempat melihat mobilmu lewat."

Vino menelan ludah kasar. Tenggorokannya terasa sangat kering.

"Itu... aku mau belikan Shela makanan hangat, Ki. Dia gemetaran..."

"Di dalam mobil itu, Shela duduk di kursi depan," Kiara tertawa kecil, suara tawa yang begitu hampa dan dingin.

"Dia tidak kelihatan gemetaran atau ketakutan, Vino. Dia malah tertawa sambil menyuapimu es krim. Di tengah hujan deras, saat tunanganmu sendiri terjebak banjir di halte bus."

"Kiara, dengar dulu! Itu nggak seperti yang kamu bayangkan!" Vino panik, mencoba meraih jemari Kiara. Namun wanita itu memundurkan langkahnya dengan cepat, menolak disentuh.

"Kia... tolong dengarkan dulu penjelasan aku. Aku benar-benar tak tahu kalau kamu... Kita makan siang ya!" ajak Vino.

"Maaf Vin, aku butuh sendiri, kamu urus saja keponakanmu itu. Dia lebih membutuhkan kamu di banding aku..." Ucap Kiara melangkah pergi saat mendengar ponsel Vino bergetar, dan Kiara yakin itu dari Shela.

"Kiara..."

"Dia menghubungimu. Pasti saat ini dia sedang merengek karena di kantormu tak ada staff yang mau menemaninya makan siang. Kasihan dia wanita kesepian, berbeda dengan aku yang sudah terbiasa di abaikan akhir-akhir ini..."

"Kiara, tunggu!" Vino memanggil, suaranya panik seraya menahan lengan Kiara dengan cengkeraman yang agak memaksa.

Namun, ponsel di saku celananya tak henti-hentinya bergetar nyaring. Layar ponsel itu menyala, menampilkan nama Shela beserta foto gadis itu yang tersenyum manis.

"Vino, lepas," bisik Kiara pelan, namun nadanya sarat akan ancaman yang dingin. Matanya melirik ke arah ponsel Vino yang terus berdering tanpa henti.

"Angkat telepon dari 'keponakan' kesayanganmu itu. Jangan bikin dia menunggu, nanti es krimnya keburu meleleh lagi."

"Nggak, Ki! Aku nggak peduli telepon ini, aku mau kita selesaikan sekarang!" bentak Vino frustrasi. Dengan tangan gemetar, dia menolak panggilan tersebut dan mematikan layarnya.

Tapi baru hitungan detik, ponsel itu bergetar kembali. Panggilan masuk yang berulang-ulang, menunjukkan betapa 'mendesaknya' kebutuhan sang keponakan.

"Lihat?" Kiara tertawa sumbang, menggelengkan kepalanya perlahan.

"Kamu bahkan nggak bisa mematikan ponselmu demi aku, Vino. Refleksmu selalu mengutamakan dia."

"Aku..." Vino kehilangan kata-kata.

Dia akhirnya mengangkat telepon itu dengan gusar, menekan tombol speaker sengaja agar Kiara mendengar bahwa tidak ada yang aneh.

"Ada apa, Shela? Aku lagi sibuk!"

"Kak Vinooo... Kakak di mana sih?" terekam suara Shela yang merengek setengah menangis.

"Aku bingung mau makan siang apa. Makanan di kantin kantor, enggak enak semua, staff di sini juga cuek-cuek banget, enggak ada yang mau ngajak aku ngobrol. Kak cepat balik ke kantor dong, jemput aku, kita makan di luar ya? Perutku udah sakit banget nih..." Dari seberang telepon, suara manja Shela terdengar jelas, kontras dengan keramaian area lobby.

Vino membeku. Wajahnya yang semula pucat kini kian hilang warna. Niatnya membuktikan kejujuran justru berbalik menjadi senjata yang menghantamnya telak. Kata-kata Shela barusan seolah membenarkan setiap tuduhan Kiara.

Kiara menatap Vino dengan tatapan kasihan, bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk kebodohan pria di hadapannya.

"Dengar kan?" bisik Kiara lembut, sebuah kelembutan yang justru terasa amat menusuk.

"Dia butuh kamu, Vino. Perutnya sakit, kasihan. Sedangkan aku? Aku cuma tunanganmu yang semalam hampir pingsan karena kedinginan masih bisa berdiri di sini dan bahkan masuk kantor. Aku sudah terbiasa bertahan hidup sendirian, tapi keponakanmu yang manja itu, dia tidak bisa hidup tanpa perhatianmu sedetik pun."

"Ki, bukan gitu... Shela, nanti Kakak telepon lagi!" Vino mematikan telepon secara sepihak dan melempar ponselnya ke dalam saku. Dia memajukan langkah, mencoba memeluk tubuh Kiara.

"Kiara, aku mohon... aku sadar aku salah. Aku cuma terlalu gampang kasihan sama dia, tapi cuma kamu yang aku cintai. Kita perbaiki ya? Tolong..."

Kiara memundurkan langkahnya lagi. Seolah tak ingin di sentuh oleh pria yang sudah bersamanya selama dua tahun ini. Pria yang awalnya selalu penuh perhatian dan juga sangat manis kepadanya. Tapi semua berubah semenjak Shela datang. Sudah lebih dari tiga bulan ini Vino berubah. Awalnya dia tak masalah apalagi Shela adalah keponakannya, namun lama kelamaan dia merasa Shela malah ingin merebut semua perhatian dari Vino. Bahkan waktu Vino untuknya hampir ta ada.

Dan semalam adalah hal yang paling menyakitkan untuk Kiara, bahkan Vino sekarang sudah berani berbohong padanya. Padahal selama ini Vino sellau jujur tentang apapun kepada Shela. Kini dia merasa sudah kehilangan Vino.

"Berapa kali lagi kamu berjanji akan memperbaiki semuanya, Vin? Jika aku sudah tak ada lagi artinya untuk kamu... Saat kamu minta maaf dan besoknya kamu akan kembali ingkar demi Shela!"

"Kiara... Aku mohon..."

1
alyssa bunga
mampir thorr
Maryam Renhoran
Alhamdulillah...happy ending
tadinya udah malas lanjut di episode2 awal, tapi paksakan lanjut, akhirnya makin penasaran di setiap episode, hingga tamat...Mksih yaa Thor...🙏😍
Agustiana Sri Rejeki
perasaan waktu itu rumah ortu kiara di kompleks perumahan tor, kok tiba² jadi di daerah pedesaan sih🤭
Cecilia
banyak banget nama ibunya si shela 🤭
Saryanti Yahya
terserah othor sajalah, nama nama pemerannya mau diganti apa aja, baca aja terus
FisyanaLica
Udah dimas jadi heru,, nadia jadi maya,, chintya jd Ratna trus siapa lagi hayooo,,
Ratna Suminar
mass ga bisa lepas dari jeratan Shela?
Anonim
Area sidang kok bisa ada krangkeng besi i i pengarang lagi nglindur
Anonim
Pengarangnya pikun ini nama ibunya shella bs berganti2 dari reni,salma, rita blom kagi shella berubah oeran jadi anak sulungnya pak heru. Klo ngarang cerita yg konsentrasi gitu loh jangan ngasal bikin crita bikin bingung pembaca
Partini Minok Nur Maesa
ppanya vino itu dimas apa heru bikin pusing aja bcanya
Partini Minok Nur Maesa
bukanya shela jg kerja beda divisi sama vino knp gx jd orang baik2 walau gaji sedikit
Partini Minok Nur Maesa
makanya jd orang jgn egois
Partini Minok Nur Maesa
knp manggil mas pdhl baru 2 hari kerja kedengaran aneh gx sich
Endjang Setiawan
Bagus banget ceritanya...makasih kak Thor...😍
Inooy
bintang lima nya bwt usaha othor bikin cerita, karena sejujur nya baru kali ini aq nemuin cerita yg sangat amat amburadul..
d awal cerita udh bagus, alur cerita nya bikin aq pengen terus baca..tapiiii d pertengahan menjelang akhir, cerita jd kluar jalur, susah utk d pahami nya..belum lg banyak penyebutan nama yg ganti2, bikin aq makin bingung...
klimaks nya menjelang akhir, d bagian persidangan..kenapa sepupu mendadak jd anak sulung yg otomatis menjadi kaka tokoh pria nya?? benar2 kacau dn amburadul 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
bagi yg belum baca dn tertarik utk baca,,mudah2an cerita nya udh d revisi..karena sebetul nya cerita nya udh bagus, tp sayang nya banyak yg kluar jalur!!!!

ato mungkin ini sebuah strategi meningkatkan retensi?? karena setau aq dengan banyak nya komentar dr para reader otomatis retensi akan terdongkrak naik,,,klo dugaan ku benar,,ckckckck tega beneeeerr bikin para reader pusing 7 keliling..bukan nya terhibur tp d bikin puyeeeng!!!!
Inooy
kaka reader d bikin makin bingung dengan cerita ini, termasuk aq...😂🙂‍↔️🙂‍↔️🙂‍↔️
Inooy
makin bingung deeehh, sebelum nya d katakan Kiara berhijab..tp kenapa skarang malah merapikan rambut Kiara d dekat telinga nyaa?? hhadeuuuhh,,makin k sini makin d bwt biiingung!!!!!!!!!!!!
Yuen
Idiot kampungan, tolol
Inooy
duuh,,,mama Chintya ternyata orang Sunda ternyata..samaan kaya aq maaa, sama2 dr Sundaa hehehe 🤗
Inooy
duuh,,,mama Chintya ternyata orang Sunda ternyata..samaan kaya aq maaa, sama2 dr Sundaa hehehe 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!