NovelToon NovelToon
SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Terlahir kembali sebagai NPC ber-skill ampas [Fortify], Raka—yang kini bernama Kayy—hanya ingin hidup tenang dan memanjakan istrinya, Alya.
Siapa sangka, kebiasaannya merawat gubuk jutaan kali malah mengubah rumah dan pekarangannya menjadi [Sanctuary Domain]—zona perlindungan mutlak terkuat di dunia yang membalatkan semua sihir pemusnah, sementara sayur kebunnya sanggup menyembuhkan luka fatal secara instan.
Kini, di saat dunia terancam hancur oleh Raja Iblis, para Pahlawan malah mengantre dan berlutut di pagar rumahnya demi meminta bantuan. Namun bagi Kayy, tak ada urusan dunia yang lebih penting daripada menyeduh teh sore bersama Alya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UNDANGAN DARI ISTANA

Suasana di Ibu Kota Kerajaan Manusia pagi itu sangat cerah. Kerusakan akibat invasi Raja Iblis kemarin sudah mulai dibersihkan, namun ketegangan di area Istana Kerajaan masih terasa pekat. Hari ini adalah hari sangat penting: Raja Kerajaan Manusia telah mengundang secara resmi sang penyelamat benua—pria bercelemek misterius yang menunggangi Naga Kuno—untuk hadir di Aula Kehormatan Istana.

Ratusan prajurit berzirah mengkilap berbaris rapi dari gerbang utama hingga pelataran istana. Para bangsawan kelas atas, menteri, dan penyihir agung kerajaan berdiri dengan jantung berdebat kencang. Di barisan paling depan, Arthur berdiri anggun bersama Raja Kerajaan Manusia, menunggu kedatangan sang tamu agung.

"Arthur..." bisik Raja dengan suara gemetaran, mengusap mahkota emasnya yang mendadak terasa berat. "Apakah benar pria itu... menunggangi Naga Kuno Merah?"

"Benar, Yang Mulia," jawab Arthur pasrah seraya menghela napas panjang. "Dan saya sarankan Yang Mulia menyiapkan mental. Karena apa pun yang akan Yang Mulia lihat sebentar lagi... tidak akan masuk dalam logika hukum mana pun di dunia ini."

Belum sempat Raja memproses ucapan Arthur, atmosfer di atas ibu kota mendadak berubah.

FLASH!

Pendar cahaya emas dan perak terpancar dari balik awan. Sebuah alunan sihir suci yang begitu menenangkan menyelimuti seluruh kota.

"L-Lihat ke atas!" teriak salah satu bangsawan menunjuk ke langit.

Dari balik awan, meluncur turun sebuah Kereta Terbang Mewah berukirkan sulur kayu keemasan yang berkilau di bawah sinar matahari. Di depan kereta tersebut, seekor kuda bersayap perak yang begitu anggun dan megah sedang mengepakkan sayapnya—Snow si Pegasus Putih Abadi!

Namun kejutan tidak berhenti di situ. Di samping kiri kereta terbang, melayang santai sosok Ignis, sang Naga Kuno Merah yang kini berukuran sebesar kucing rumahan seraya mengepulkan percikan api kecil. Sementara di dalam kereta, duduk menyembul kepala raksasa Shiro si Serigala Es, yang dengan santainya menguap lebar sambil menikmati angin pagi.

BRUK!

Kereta terbang itu mendarat dengan sangat mulus di pelataran rumput istana.

Seluruh prajurit, bangsawan, bahkan Raja sendiri membeku kaku di tempat. Mata mereka melotot hingga serasa ingin melompat keluar, rahang bawah mereka jatuh drastis menyaksikan pemandangan paling absurd sepanjang sejarah benua!

"P-PEGASUS PUTIH ABADI?! Kuda suci legendaris cuma dipasangi tali penarik kereta?!" pekik Menteri Sihir histeris seraya memegangi dadanya.

"N-Naga Kuno pemusnah benua dan Serigala Es raksasa... dijadikan hewan peliharaan?!" jerit para bangsawan gemetaran.

Pintu kereta kayu itu terbuka. Kayy melangkah turun terlebih dahulu. kayy tampil dengan pakaian sederhananya yang rapi, Kayy kemudian mengulurkan tangannya dengan lembut untuk membantu istrinya turun.

Saat Alya melangkah keluar dari kereta, seluruh area pelataran istana mendadak hening seketika.

Alya mengenakan gaun sederhana berwarna putih keemasan. Rambut indahnya terurai lembut ditiup angin pagi, dan senyum manisnya memancarkan kehangatan serta kecantikan yang begitu anggun, seolah-olah seorang Dewi Kesucian baru saja turun ke bumi. Pendar aura suci dari Pohon Kehidupan yang sering dihirupnya membuat pesona Alya benar-benar membuat seluruh bangsawan dan prajurit terpesona tanpa kedip.

"D-Dewi..." gumam beberapa bangsawan muda terpana, wajah mereka memerah seketika.

Elena melompat turun dari kereta seraya tertawa riang. Bocah kecil berambut pirang itu langsung memeluk leher Shiro yang ikut melompat keluar dari kereta.

"Wah! Rumah Paman Raja besar sekali ya, Ayah!" seru Elena polos seraya menunjuk megahnya bangunan istana.

Kayy tertawa kecil seraya mengelus kepala Elena. "Iya, Elena. Tapi masih lebih nyaman rumah kayu kita di hutan, kan?"

"Iya! Rumah kita paling nyaman!" sahut Elena gembira.

Arthur yang sudah terbiasa dengan kepasrahan ini melangkah maju, membungkuk hormat. "Selamat datang di Istana Kerajaan, Kayy, Lady Alya, Elena."

"Selamat pagi, Arthur," sapa Kayy ramah.

Raja Kerajaan Manusia mencoba mengumpulkan sisa-sisa wibawanya, meski lututnya di dalam jubah kebesaran masih agak gemetaran. Sang Raja melangkah mendekati keluarga Kayy, lalu secara mengejutkan... Raja Kerajaan melipat tangan di dada dan membungkuk dalam-dalam di hadapan Alya dan Kayy!

Seluruh bangsawan tersentak kaget melihat Raja mereka memberikan penghormatan tertinggi.

"Atas nama seluruh Kerajaan Manusia," ucap Raja dengan suara berat dan tulus, "Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden kelam di masa lalu... ketika salah satu mantan komandan kami yang tidak bertanggung jawab sempat melakukan tindakan keji untuk menculik Lady Alya. Kelalaian pihak Kerajaan saat itu adalah penyesalan terbesar kami."

Alya menyunggingkan senyum hangat nan menenangkan, menggeleng pelan. "Tidak apa-apa, Yang Mulia Raja. Kejadian itu sudah lama berlalu, dan Kayy sudah membereskannya dengan baik. Kami tidak menyimpan dendam apa pun."

Raja menghela napas lega, lalu menatap Kayy dengan rasa hormat yang amat dalam. "Dan atas bantuan luar biasa Anda beserta naga purba kemarin... Anda telah menyelamatkan Ibu Kota dan seluruh rakyat dari kepunahan akibat invasi Raja Iblis."

Raja memberikan isyarat tangan. Dua puluh ksatria istana melangkah maju membawa lima buah peti besi berukir emas yang sangat besar. Peti-peti itu dibuka, memperlihatkan tumpukan koin emas murni, kristal sihir tingkat tinggi, serta gulungan surat tanah wilayah kekuasaan yang sangat luas.

"Sebagai tanda terima kasih yang tak terhingga," seru Raja mantap, "Kerajaan menganugerahkan Anda gelar Adipati Agung Kehormatan (Grand Duke), setengah dari wilayah kerajaan ini, serta seluruh harta keabadian ini untuk keluarga Anda!"

Seluruh bangsawan berbisik-bisik terkagum-kagum. Itu adalah penghargaan tertinggi yang belum pernah diberikan kepada siapa pun dalam sejarah benua!

Namun, Kayy hanya melirik peti-peti emas dan surat tanah itu sejenak, lalu menyunggingkan senyum santai seraya menggelengkan kepala secara halus.

"Terima kasih banyak atas kemurahan hati Yang Mulia Raja," jawab Kayy dengan nada suara yang begitu tenang dan rendah hati. "Tapi saya harus menolaknya."

APAA?!

Seluruh bangsawan dan penyihir agung di pelataran istana mendadak tersedak ludah sendiri. Mata mereka kembali melotot tak percaya. Menolak gelar Adipati Agung dan setengah wilayah Kerajaan?!

"T-Tapi kenapa, Tuan Kayy?!" tanya Raja terperanjat heran. "Apakah penghargaan ini kurang layak bagi Sang Penyelamat Dunia?!"

Kayy menepuk-nepuk celemeknya pelan, lalu merangkul pundak Alya dan mengelus rambut Elena yang sedang asyik memberi makan potongan apel ke mulut Ignis dan Snow.

"Sama sekali bukan begitu, Yang Mulia," jawab Kayy tulus. "Saya ini hanyalah pria biasa yang menyukai kehidupan sederhana. Saya tidak butuh gelar kebangsawan, kekayaan berlimpah, atau wilayah kekuasaan yang luas. Yang saya butuhkan hanyalah pekarangan rumah kayu yang tenang di Hutan Kelam, berkebun sayur, dan menghabiskan waktu bahagia bersama istri dan anak saya."

Kayy menatap Raja seraya tersenyum ramah. "Menjaga kedamaian rakyat adalah tugas Yang Mulia dan Arthur sebagai pahlawan. Saya hanya ingin menjadi seorang suami dan ayah yang baik di rumah."

Mendengar jawaban yang begitu tulus tanpa sedikit pun rasa serakah, atmosfer di pelataran istana berubah menjadi sangat haru. Raja Kerajaan Manusia terpana, menatap Kayy dengan kekaguman yang teramat sangat. Seorang pria yang memiliki kekuatan melebihi Dewa dan memelihara bencana mitologi... justru hanya menginginkan kehidupan rumah tangga yang damai.

Raja mengangguk perlahan dengan senyum penuh rasa hormat. "Sungguh keagungan jiwa yang luar biasa... Baiklah, jika itu keputusan Anda, kami akan menghormatinya. Namun pintu Istana Kerajaan ini akan selalu terbuka lebar untuk keluarga Anda kapan pun."

"Terima kasih, Yang Mulia," ucap Alya lembut seraya membungkuk anggun.

"Terima kasih Paman Raja!" seru Elena riang seraya melambaikan tangannya.

Ignis yang melayang di bahu Kayy menatap para bangsawan seraya menguap malas, seolah berkata: Kalian pikir emas dan tanah bisa menandingi pai apel buatan Lady Alya? Kasihan sekali kalian.

Setelah mengobrol santai sejenak dan menikmati jamuan kue istana (yang menurut Elena masih kalah enak dibanding masakan ibunya), Kayy sekeluarga bersiap untuk kembali ke rumah.

Kayy, Alya, Elena, dan Shiro naik kembali ke dalam Kereta Terbang. Snow mengepakkan sayap peraknya, siap membumbung ke udara bersama Ignis yang melayang di sampingnya.

Arthur berjalan mendekati jendela kereta, menyunggingkan senyum hangat. "Sampai jumpa di Hutan Kelam, Kayy. Besok-besok aku akan mampir lagi untuk minum teh kelapa hangat."

"Kapan saja, Arthur. Pintuku selalu terbuka," balas Kayy santai.

Kereta terbang itu pun membumbung tinggi ke angkasa, meluncur indah menembus awan menuju Hutan Kelam, meninggalkan seluruh penghuni istana yang masih berdiri terpaku terkagum-kagum.

Raja Kerajaan Manusia berdiri di samping Arthur, menatap langit yang kini tenang.

"Arthur..." bisik Raja pelan.

"Ya, Yang Mulia?"

"Pria bercelemek itu... adalah makhluk paling berbahaya sekaligus paling menenangkan yang pernah ada di dunia ini."

Arthur tertawa kecil, menyapu zirahnya seraya tersenyum pasrah. "Benar, Yang Mulia. Dan untungnya, beliau cuma hobi berkebun dan menyayang istrinya."

1
Eka P
v
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!