Romansa Anak SMA menceritakan tentang kisah cinta dan persahabatan yang terjalin diantara teman satu sekolah yang ada di satu lingkup sekolah yang sama.
Gio dan Alenka adalah musuh pada awalnya, setelah Alenka menyelamatkan Gio dari hipotermia parah. Sejak saat itu, benih cinta mulai tumbuh dihati Gio. Akan tetapi, Alenka sudah punya pacar waktu.
Cinta tak kemana, mereka saling jatuh cinta dan berjanji akan menikah demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Lagipula kedua orang tua mereka juga setuju dengan hubungan mereka. Akan tetapi, perjalanan cinta mereka sangat tidak mudah. Demi persahabatan mereka harus menjalani putus nyambung dalam hubungan mereka.
Di selingi dengan kisah cinta beberapa temannya juga, dan kisah persahabatan yang kuat.
Kisah cinta, kisah persahabatan, kelabilan remaja terangkum dalam cerita ini.
Jangan lupa terus dukung author ya, supaya bisa selalu menghasilkan karya yang enak buat dinikmati semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Gio mengajak Alenka ke kafe milik saudaranya. Dan kebetulan disitu ada live music-nya. Gio tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia berjalan ke depan dan mulai bernyanyi. Pandangan mata Gio begitu lembut menatap Alenka, membuat Alenka menjadi tersipu.
Sesekali Alenka menatap Gio dengan dalam, tapi sesaat kemudian dia mengalihkan pandanganya. Alenka juga merasakan hatinya yang sangat bahagia, sewaktu Gio menatapnya. Dia merasa seolah lagu itu Gio tujukan untuk dirinya.
"Suara lo enak juga." puji Alenka saat Gio kembali ke bangkunya.
"Kapan-kapan boleh dong duet?" ucap Gio.
"Hahaha, gue nggak bisa nyanyi." Alenka menertawakan diriya sendiri.
"Masa?"
"Beneran."
Saat itu tanpa sengaja, Rama melihat Gio yang sedang ngedate sama Alenka. Waktu itu Rama yang merasa boring, ngajak Boy untuk keluar. Tapi siapa sangka mereka berdua justru melihat pemandangan yang tak biasa.
"Boy, Boy, itu kan Gio?" Rama menunjuk dimana Gio duduk.
"Iya tuh, kok sama Alenka?" sahut Boy.
Boy dan Rama kemudian saling pandang dengan sedikit tersenyum. Sepertinya mereka memiliki pemikiran yang sama. Lalu muncullah ide jahil mereka berdua. Kemudian mereka mendekati Gio dan Alenka.
"Oh, jadi gini, kalian di sekolah sok-sokan bertengkar tapi kalau di rumah kalian sering kencan?" kata Rama mengagetkan Gio dan Alenka.
"Nggak, siapa juga yang bertengkar, gue selalu damai kok sama Gio." Alenka menyanggah tuduhan Rama.
"Lah, lupa dia Boy."
"Emang gitu Ram, kalau udah berduaan pasti lupa semuanya." sahut Boy tak mau kalah dari Rama. Dia juga berniat menggoda Gio dan Alenka.
"Sok tahu lo." seru Alenka, lalu menyuruh Rama dan Boy gabung sekalian. Dan pastinya Rama juga Boy tak menolak. Lumayanlah pasti nanti ditraktir sama Gio. Hahahaha.
"Traktir kan?"
"Enak aja, bayar sendiri!" sahut Alenka dengan cepat. Seketika murunglah wajah Rama dan Boy, sampai akhirnya Gio tertawa dan mengiyakan pertanyaan Boy.
"Gitu baru temen." Rama bertos ria dengan Boy, setelah kemudian mereka berdua menarik kursi dan mulai duduk.
"Kalau ditraktir aja ngakunya temen, coba kalau dimintain tolong pasti ngakunya nggak kenal, dichat juga nggak balas padahal dibaca." sindir Alenka kepada kedua temannya itu. Tapi sindiran itu tentu hanya gurauan.
"Nggak ada, itu kan Boy." tuduh Rama membuat Boy nggak terima.
"Nggaklah, gue ama Gio selalu temenan apapun keadaannya kok, ya nggak Gi?" Boy mencari dukungan.
"Nggak." jawab Gio cepat, dan membuat Alenka juga Rama terbahak-bahak.
"****** lo, ngaku-ngaku!" ledek Rama sembari tertawa.
"Bercanda doang." Gio menepuk pundak Boy yang sudah masam.
Tak terasa sudah hampir dua jam mereka ngobrol dan bercanda. Rama dan Boy pun pamit pulang duluan. Sementara Gio mengantar Alenka pulang.
Sewaktu mereka berjalan menuju parkiran, mereka bertemu dengan Nikita juga dengan Rosita, mantan pacar Gio. Nikita memberitahu ke adiknya, kalau Alenka-lah yang sudah merusak hubungannya dengan Kiano.
"Jadi itu orangnya? tapi kok dia bisa ama Gio?" gumam Rosita, lalu dia berjalan mendekat ke mobil Gio.
"Hai Gi, gimana kabar lo?" disapanya Gio yang akan masuk ke dalam mobil.
"Baik." jawab Gio singkat. Gio kembali membuka pintu mobilnya tapi tiba-tiba Rosita mendekat dan memeluk Gio.
Alenka yang melihat kejadian itu lalu mengurungkan niatnya masuk ke dalam mobil. Dia ingin tahu apa yang terjadi, dan siapa wanita yang tiba-tiba memeluk Gio itu. Diam-diam dia memperhatikan Gio dan juga Rosita.
"Lo apaan sih?" bentak Gio mendorong tangan Rosita yang memeluknya.
"Gue kangen sama lo." Rosita juga menyentuh wajah Gio, tapi dengan cepat Gio menangkap tangan Rosita.
"Lo jangan gila, kita udah putus. Jangan buat gue jijik sama lo!" ucap Gio dengan melotot. Dia tak habis dengan apa yang dilakuin oleh Rosita. Di depan umum bisa-bisanya dia bertingkah seperti itu.
Tanpa berkata lagi Gio menyuruh Alenka untuk masuk ke mobil, diikuti dirinya. Lalu menjalankan mobilnya meninggalkan Nikita juga Rosita yang terpaku. Rosita sebenarnya tidak punya niat buat balikan sama Gio. Akan tetapi setelah perlakuan dan ucapan Gio barusan, dia berniat untuk membuat Gio kembali bertekuk lutut kepadanya.
"Lihat aja, lo bakal ngemis-ngemis lagi cinta gue." ucap Rosita dengan percaya diri.
Di dalam mobil, Gio dan Alenka tidak bicara sama sekali. Bahkan sudah sepuluh menit mereka tak saling bicara. Gio bingung apa yang ingin bicarakan. Ingin menjelaskan siapa wanita tadi, tapi dia dan Alenka tak ada hubungan apapun. Kalau tidak dijelaskan, takutnya Alenka akan iffil kepadanya.
"Al, kita ke tempat tempo hari itu gimana? bentar aja kok!" ajak Gio mulai membuka suara. Alenka tak menjawab hanya menganggukan kepalanya saja.
Begitu sampai di tempat yang mereka tuju pun, mereka hanya diam. Hanya sesekali terdengar deburan ombak yang menghantam karang. Hawa dingin malam hari pun semakin menusuk tulang.
"Pakai ini biar nggak dingin!" Gio melepas jaketnya dan memberikan kepada Alenka.
"Gi, cewek tadi siapa?" setelah lama konflik batin, Alenka akhirnya memberanikan diri bertanya kepada Gio.
"Mantan pacar gue." jawab Gio pelan.
"Oh,. Kayaknya masih suka sama lo,"
"Penyesalan emang selalu datang akhir." jawab Gio ambigu. Alenka yang tak tahu maksud dari perkataan Gio, hanya mengerutkan keningnya.
"Dia dulu selingkuhin gue, dia lebih memilih kakak kelas gue, dia nggak mau pacaran sama cowok kere." Gio melanjutkan ceritanya. Terdengar kekecewaan dari nada bicara Gio. Seperti dia sangat terluka terlalu dalam.
Tapi Alenka kembali bingung apa yang dimaksud cowok kere. Alenka tahu betul Gio anak orang kaya, bahkan lebih kaya dari keluarganya. Juga bisa dibilang satu dari lima keluarga paling kaya dikota itu. Lalu definisi kaya yang seperti apa yang wanita itu pikirkan.
Tapi setelah Gio melanjutkan ceritanya lagi, barulah Alenka tahu kalau selama berpacaran Gio tidak pernah menunjukan betapa kayanya keluarganya. Bahkan setiap malam minggu Gio selalu bertukar motor dengan Rama atau dengan Arka. Alasannya karena dia ingin dicintai dengan tulus, bukan karena harta kekayaan keluarganya.
"Nggak semua wanita seperti itu, banyak kok wanita yang tidak memikirkan harta, karena cinta itu lebih ke rasa nyaman, menurut gue." ucap Alenka,.
Banyak orang yang salah mendefinisikan arti cinta. Bagi sebagian wanita, mereka akan bahagia jika memiliki pacar yang kaya, kemana-mana naik mobil. Tapi bukan itu cinta yang sesungguhnya. Cinta itu tak melihat juga tak mendengar. Cinta itu sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh hati.
Ketika kamu bahagia hanya dengan melihat seseorang, atau dekat dengan seseorang, itulah cinta. Ketika hati kamu merasa nyaman, itulah cinta.Ketika kamu jauh dari dia, tapi dekat dengan doa, itulah cinta.
aku klo ada cwok kyk gitu, chat, ato nyamperin bakal aku tolak, terus pergi.
najiiss...