NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Asura

Kebangkitan Kaisar Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan Mo Rong

Huang menarik napas dalam-dalam. Kitab Pembalik Surga Sembilan Putaran berputar di dalam tubuhnya. Lapisan Qi Bumi Purba abu-abu keemasan langsung menyelimuti kedua lengannya, membuat kulit perunggunya tampak berkilau megah di tengah kegelapan ngarai.

"Hancur!"

Huang maju menerjang. Tinju kanannya menghantam dada Wayang Darah terdepan.

BUMMM!

Kekuatan fisik murni yang dilapisi Qi Bumi seberat gunung itu meledak, seketika menghancurkan dada sang mayat hidup hingga hancur berkeping-keping. Tanpa berhenti, Huang memutar tubuhnya, sapuan kaki kirinya mematahkan leher dua Wayang Darah sekaligus.

Gerakannya sangat efisien, bersih, dan mematikan. Setiap pukulan yang mendarat selalu mengakhiri satu ancaman.

Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, belasan Wayang Darah itu telah kembali menjadi tumpukan mayat yang tak bergerak di atas tanah merah.

Namun, Huang tidak menurunkan kewaspadaannya. Dia justru perlahan menegakkan tubuhnya, menatap ke arah bayangan tebing tinggi di atas ngarai.

"Menonton dari atas sana... apakah tidak membuat lehermu pegal, Kakak Senior Mo?" suara Huang bergema tenang di antara lolongan angin ngarai.

Dari atas tebing batu merah yang curam, sesosok bayangan putih melompat turun dengan anggun, mendarat dengan ringan tanpa menimbulkan debu sedikit pun. Mo Rong berdiri di sana, sendirian tanpa pengikutnya. Zirah perak tipisnya berkilau, namun aura di sekeliling tubuhnya kini tidak lagi memancarkan cahaya elemen matahari yang murni.

Sebaliknya, asap hitam keunguan yang pekat dan berbau busuk mulai merembes keluar dari pori-pori zirahnya—Qi kegelapan tingkat tinggi milik Ras Iblis dari Benua Barat.

"Kau memang memiliki indra yang tajam, Lin Huang," Mo Rong menyeringai, wajah tampannya kini tampak mengerikan karena distorsi energi hitam. "Sayang sekali, kecerdasanmu tidak dibarengi dengan umur yang panjang. Tempat ini akan menjadi kuburan yang sempurna untuk murid langsung si Penatua Jiu."

Di belakang Mo Rong, kegelapan ngarai seolah menebal, memicu getaran formasi pembatas terlarang yang perlahan menutup jalan keluar di belakang Huang. Perangkap telah sepenuhnya tertutup, dan pertempuran hidup-mati yang sesungguhnya kini resmi dimulai.

Formasi pembatas terlarang yang menutup jalan keluar memancarkan riak cahaya merah darah, mengisolasi area ngarai itu sepenuhnya dari dunia luar. Di bawah kubah pelindung magis ini, sinyal token giok milik akademi tidak akan bisa menembus. Tidak akan ada bantuan, dan tidak akan ada saksi penegak hukum akademi.

"Formasi Pengunci Jiwa sembilan lapis," Huang menggumam pelan, mengamati riak energi di atas kepalanya dengan mata yang menyipit. "Faksi Gagak Hitam benar-benar mengeluarkan modal yang besar demi menghabisi seorang murid baru sepertiku."

"Untuk seorang pembawa benih Asura, formasi ini bahkan terlalu murah," Mo Rong menjawab dengan tawa merendahkan. Pria itu menghentakkan kakinya ke tanah.

BUMMM!

Qi kegelapan di sekeliling Mo Rong meledak hebat, membentuk wujud kepala gagak raksasa bermata merah di belakang punggungnya. Tekanan spiritual dari seorang kultivator Ranah Formasi Inti yang menggunakan kekuatan Iblis murni membuat dinding-dinding batu di sekitar mereka mulai retak dan runtuh.

"Lu Chen dan dua pengikutku yang lain hanyalah umpan untuk memastikan kau masuk ke sini sendirian," lanjut Mo Rong, tangannya bergerak menarik sebilah pedang panjang berkarat dari punggungnya. Begitu pedang itu terhunus, hawa anyir darah yang luar biasa pekat langsung menguar, membuat kabut darah di ngarai semakin tebal.

"Sekarang, serahkan kepalamu!"

WUSH!

Mo Rong melesat bagai kilat hitam. Dalam sekejap mata, dia sudah berada di depan Huang, menebaskan pedang berkaratnya yang membawa gelombang tebasan Qi hitam vertikal yang mampu membelah bukit.

Huang tidak berani meremehkan serangan itu. Kitab Pembalik Surga Sembilan Putaran berputar hingga batas maksimal di dalam tubuhnya. Lapisan Qi Bumi Purba abu-abu keemasan memadat di kedua lengannya, membentuk pelindung energi padat saat dia menyilangkan tangan untuk menahan tebasan.

DUAARRR!

Benturan hebat memicu badai energi yang mengikis permukaan tebing merah di sekeliling mereka. Tubuh Huang terlempar ke belakang sejauh belasan meter, menghantam dinding batu dengan keras hingga retak. Darah segar merembes dari sudut bibirnya.

'Kekuatan Formasi Inti yang disokong energi Iblis memang berbeda jauh dari Fondasi Jiwa,' batin Huang, menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan. Namun, bukannya gentar, getaran di dalam lautan jiwanya justru semakin menggila. "Telur" energi Asura di dalam Dantiannya retak lebih lebar, seolah-olah haus akan tekanan yang lebih besar.

"Hanya segini kemampuan murid langsung Penatua Jiu?!" Mo Rong mencibir, kembali melesat maju dengan rangkaian tebasan pedang yang membentuk jaring kematian hitam.

Huang bergerak meliuk, menggunakan teknik langkah hantunya yang telah ditempa di bawah Air Terjun Arak. Setiap kali pedang Mo Rong nyaris menyentuh kulitnya, Huang berhasil menghindar dalam jarak seujung rambut, meninggalkan bayangan semu yang hancur tertebas angin pedang.

TAP!

Melihat celah setelah Mo Rong melakukan tebasan melingkar yang terlalu melebar, Huang mengambil kesempatan itu. Dia merendahkan tubuhnya, menapakkan kaki kanannya dengan kuat ke bumi hingga tanah ambles, lalu melayangkan tinju kirinya yang dialiri Qi Bumi Purba seberat puluhan ribu kati langsung ke arah rusuk Mo Rong.

"Tinjuan Reruntuhan Bumi!"

BUMM!

Tinju Huang menghantam zirah perak Mo Rong dengan telak. Lapisan zirah itu retak, dan Mo Rong terbatuk darah, terdorong mundur beberapa langkah. Wajah tampannya kini dipenuhi keterkejutan. "Fisik macam apa ini?! Kau hanya berada di Fondasi Jiwa!"

"Fisik yang akan mengirimmu ke neraka," jawab Huang dingin.

Namun, Mo Rong segera menstabilkan posisinya. Seringai gila kembali menghiasi wajahnya. "Menarik... sangat menarik! Tapi permainan ini harus berakhir sekarang, Lin Huang. Biarkan aku memperlihatkan esensi sejati dari kekuatan yang diberikan oleh Tuan Jenderal Gorgon padaku!"

Mo Rong menggigit jarinya sendiri, lalu mengoleskan darahnya ke sepanjang bilah pedang berkaratnya.

"Teknik Terlarang: Persembahan Jiwa Gagak Darah!"

ROAAARRR!

Awan hitam di atas ngarai mendadak memuntahkan ribuan gagak energi berdarah yang menjerit memekakkan telinga. Seluruh Qi di dalam tubuh Mo Rong diserap paksa oleh pedangnya, mengubah bilah pedang itu menjadi merah menyala bagai besi panas yang dialiri kutukan kematian mutlak. Tekanan ini sudah menyamai kekuatan puncak Ranah Formasi Inti.

Huang merasakan bahaya kematian yang sangat nyata mengunci seluruh pori-pori kulitnya. Ruang di sekitarnya terasa membeku, membuatnya tidak bisa menghindar lagi.

Mengingat pesan gurunya, Huang tidak ragu lagi. Dengan tangan kanannya, dia meraba saku jubahnya dan mengeluarkan botol giok hitam pemberian Penatua Jiu. Dia mencabut sumbatnya dan langsung menuangkan seluruh isi cairan di dalamnya ke dalam mulutnya.

Arak Pemurnian Sumsum.

Begitu cairan itu melewati tenggorokannya, rasanya bagai menelan lahar cair yang membara. Energi panas yang tak masuk akal meledak di dalam perut Huang, melesat ke seluruh meridian dan langsung menghantam "telur" energi di dalam Dantiannya hingga hancur berkeping-keping.

KRETEK... BOOMMMM!

Sebuah ledakan spiritual terjadi di dalam jiwa Huang. Belenggu Ranah Fondasi Jiwa hancur total. Energi ungu Asura yang selama ini tertekan dan disembunyikan kini meluap keluar dengan kemurnian dan keagungan yang tiada tara, menghancurkan samaran Qi Bumi Purba dalam sekejap.

Di tengah ngarai merah yang gelap, seberkas pilar cahaya ungu pekat melesat menembus Formasi Pengunci Jiwa milik Mo Rong, merobek langit malam di atasnya. Tato tiga sayap hitam di dahi Huang kembali muncul, bersinar dengan keagungan dewa iblis kuno yang membuat ribuan gagak darah di udara mendadak memekik ketakutan dan hancur menjadi abu sebelum sempat menyerang.

Lin Huang perlahan melayang beberapa inci di atas tanah, rambut hitamnya berkibar liar, dan sepasang matanya kini telah sepenuhnya berubah menjadi ungu menyala yang dingin dan absolut.

Di bawah tekanan maut dan bantuan arak sang guru, Lin Huang resmi menembus ke Ranah Formasi Inti Tingkat Awal, melepaskan esensi sejati dari sang penguasa kegelapan kuno ke dunia nyata.

1
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
Libz Adoel
👍👍👍👍👍
Libz Adoel
Mantappp 👍👍😍
Yann_Story: makasih😇
total 1 replies
yos helmi
🤭🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
bagus.. lebih bagus kalao sampe tamat n up minimal 3 bab / hari.. sy ng sayang kasih dukungan..
Yann_Story: siapp😇
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!