Dominic Enzo Salvatore terus mencari kekasih nya yang menghilang sudah 6 tahun lebih ini. Akibat salah paham dimana waktu itu kekasihnya Isabella Laurent.
Halo semua nya...ini adalah karya pertama yang yang saya buat. Saya sangat berharap kalian para readers suka dengan cerita yang saya buat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mel R., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di sandra
Saat Isabella menurunkan kaki nya dan berdiri. Ia langsung terjatuh.
"Auuuu...." ringis Isabella. Bagian intinya terasa begitu sakit dan perih.
"Sayang" Dominic tentu saja langsung panik melihatnya.
"Hiks...hiks...sakit" Tangis Isabella langsung pecah. Ini rasanya benar-benar sakit. Hampir sama seperti yang dirinya rasakan saat pertama kali melakukannya.
"Maaf sayang" sesal Dominic. "Biar aku bantu kamu mandi." Tapi habis itu Dominic menahan senyum. Dirinya tidak ingin melihat kalau sedang senyum. Bisa mengamuk nanti macam betina yang satu ini.
Dominic membawa istrinya ke kamar mandi. Lalu meletakkannya dengan hati-hati di bathup. Lalu Dominic memutar kran bathup nya.
Istrinya terlihat masih malu-malu karena saat ini memang Isabella masih full naked.
"Eh kamu mau ngapain?" panik Isabella. Kenapa tidak panik coba kalau melihat Suaminya membuka baju nya.
"Aku mau membantu mandi sayang" jawab Dominic dengan santai nya.
"Tidak perlu Dom, aku bisa sendiri. Kamu keluar aja" Rengek Isabella dengan menolak pasti. Dirinya takut mereka bukan sekedar mandi saja. Isabella sangat tahu bagaimana tabiat Dominic.
"Kamu tidak usah khawatir. Aku hanya membantu istriku mandi saja."
Isabella pasrah, ia membiarkan suaminya membantunya mandi. Dan memang benar, hanya membantu nya mandi saja. Dan itu membuat Isabella merasa lega.
Tapi jangan tanya dengan Dominic bagaimana saat ini. Dirinya menahan sekuat tenaga agar tidak menyentuh istrinya. Dominic tidak boleh egois seperti dulu lagi. Dimana istrinya pun sudah kesatikan tetap ia gas. Karena memang pada dasarnya Dominic tidak bisa menahan nafsu.
Apalagi Isabella adalah wanita yang dirinya cintai.
Setelah selesai memandikan istrinya. Dominic juga tak lupa memakaikan baju untuk nya. Dominic saat ini benar-benar melayani Isabella dengan baik.
"Tunggu lah disini, aku akan mengambil makanan untuk mu." Dengan lembut Dominic berkata sambil mengelus rambut Isabella yang masih basah.
"Iya, terimakasih yah." Jawab Isabella dengan tersenyum. Senang melihat perhatian Dominic walaupun sudah dari dulu.
Tapi ini jauh terlihat lebih baik.
"Tentu sayang. Terimakasih balik juga atas yang semalam. Lagi pula sudah sepantasnya aku melayani mu" Ucap Dominic dengan tersenyum. Lalu ia pergi ke dapur untuk mengambil makanan.
Isabella hanya membiarkannya saja karena memang tidak bisa berjalan dengan baik. Hal nya pun dirinya juga merasa sudah sangat lapar.
Itu semua karena Dominic suaminya.
"Hufff..." Isabella menghela nafasnya. Tidak menyangka dirinya yang masih dua hari bertemu dengan Dominic sudah melakukan hubungan kwkwkw itu.
Bahkan dirinya malah menikmati nya semalam.
"Isss....aku murahan banget sihh" Tapi pesona Dominic memang tidak bisa di abaikan. Pria itu sangat tampan dan bisa membuatnya melayang tinggi.
"Ahkkk...Damian" Dirinya malah baru teringat dengan putranya sekarang. Malah sekarang ia tidak punya banyak waktu dengan Damian. Itu semua karena Dominic.
"Sayang, makan dulu." Dominic telah datang dengan Elena di belakang nya yang membawakan troli.
"Sudah cukup Elena. Kamu bisa keluar" Perintah Dominic.
"Baik Tuan." Jawab Elena dengan patuh.
"Sayang, ayo ku bantu." Dominic kemudian menggendong Isabella ke sopa.
"Dimana Damian Dom? aku merindukan nya."
"Damian sedang latihan kuda bersama dengan para pengawal." Dominic dengan segala perhatian nya menyuapi istrinya.
Isabella menerima suapan dari suaminya. Dirinya juga benar-benar sangat lapar sekali. Sampai-sampai Isabella menambah dua kali yang membuat Dominic tersenyum.
"Masih mau nambah lagi Sayang?" Tanya Dominic dengan perhatian.
Isabella langsung menggelengkan kepalanya. Dirinya sudah kenyang. Rasanya ia ingin tidur kembali.
"Aku mengantuk, pengen tidur lagi"
Dominic langsung terkekeh melihat wajah istrinya yang begitu menggemaskan. Dominic mencubit pipi Isabella yang membuat Isabella cemberut.
"Baiklah...tapi tunggu sekitar 10 menit sayang. Kamu baru saja selesai makan.
Elena datang lagi untuk mengambil piring yang telah kotor. Dan Dominic membaringkan tubuh istrinya kembali setelah sepuluh menit berlalu.
"Tidur saja sayang. Aku disini sampai kamu tertidur." Benar-benar terlihat cinta Dominic yang begitu besar.
Entah pelet apa yang di gunakan oleh istrinya sehingga dirinya bisa mencintai nya sedalam ini. Dominic mengelus-elus rambut Isabella sampai ia akhirnya tertidur kembali.
Cup...
"Sepertinya kamu benar-benar lelah yah sayang. Tidur lah dengan nyenyak, sampai energi mu kembali lagi"
Di wajah istrinya memang terlihat masih kelelahan. Sudah pasti akibat pertempuran panas mereka semalam.
Tok..tok..tok..
Kring...kring..kring...
Selain ketukan. handphone nya juga berdering.
Dominic bergegas keluar.
"Tuan, ada penyerangan di hutan. Keberadaan Nyonya seperti nya di ketahui." Lapor anak buah nya.
"Putraku" Dominic sebelum berlari mengaktifkan kamar yang di tempati istrinya dalam mode perlindungan.
"Kerahkan para pengawal sekarang!! ah sial...aku kecolongan" Marah Dominic. Siapa yang sudah berani mendatangi ke kediaman nya dengan seberani ini.
Jeremy tidak ada disini. Biasanya pria itu sangat bisa di andalkan.
Dengan sekencang mungkin Dominic berlari menuju area perkudaan. Putranya dalam bahaya. Semoga saja Russo melindungi putranya.
Terlambat...
Dominic menatap marah kepada pria yang sudah terang-terangan menyanra putranya.
"Kamu menyalahi batas ke kuasaan klan kita." Dominic mengepalkan tangan nya dengan erat. "Lepaskan putra ky Dad"
Dia yang menyandra Damian adalah Daddy nya Dominic sendiri Antonio Salvatore.
"Lama tidak bertemu Dominic. Dan sekarang aku sudah punya cucu. " Ucap Antonio sambil mengelus rambut Damian.
Damian yang ada di tangan Antonio tetap merasa tenang. Seolah jika kematian datang menghampiri nya. Damian sama sekali tidak takut.
"Jangan ke kanak-kanakan seperti ini" Mata Dominic menyala. Selalu seperti ini jika menyangkut tentang Isabella.
"Aku sudah katakan kepada mu. Jangan bersama dengan wanita itu. Tapi kamu benar-benar tidak mendengar ucapan ku yah putra ku. Apa kamu pikir ucapan Daddy mu ini tidak main-main."
Antonio itu sudah gila. Bahkan melebihi psikopat. Jika perkataan nya tidak, maka selama nya akan tetap tidak.
Seperti hal nya ia tidak menyukai Isabella maka selamanya tidak akan pernah.
"Cuuihh..."
Dominic tidak boleh bertindak gegaba. Antonio Daddynya adalah pria yang nekat. Tidak pandang bulu sama sekali.
"Apa yang kau inginkan Pak tua?" Tanya Damian dengan dingin. Sorot matanya yang tajam dan penuh keberanian sangat mirip dengan Dominic.
"Kematian Ibumu yang menyedihkan itu" Antonio salut dengan ketenangan Damian. Membuat Antonio tersenyum smirk. Darah keturunan Salvatore sangat melekat di tubuh Damian.
"Cepet bangun Pak tua, mimpi mu itu tidak akan pernah terwujud." Damian berucap dengan tenang. Ia melihat Daddynya lalu mengedipkan matanya.
Damian mencari cara agar bisa terlepas dari Antonio yang gila ini. Kalau ia bergerak sedikit saja, nyawa nya akan melayang.
"Apa yang kau inginkan?"