NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Keputusan di Atas Meja Bundar dan Angin Sore

Pukul sebelas malam, ruang rapat utama di lantai empat puluh lima masih menyala terang benderang. Seluruh anggota dewan komisaris Zhaklyn Mobile duduk dengan wajah tegang mengelilingi meja bundar marmer. Suasana di dalam ruangan ber-AC itu terasa begitu pekat dan mencekam, sampai-sampai suara ketukan jemari Kirei di atas meja terdengar seperti hitungan mundur bom waktu.

Kirei duduk di kursi kebesarannya dengan punggung tegap lurus. Wajah cantiknya sudah kembali bersih dari bekas air mata, terbalut topeng CEO yang dingin, kaku, dan tanpa ampun. Di sebelah kanannya, Vaxerion duduk bersandar dengan tenang, melipat kedua tangannya di depan dada sambil terus mengawasi jalannya pertemuan dengan tatapan dewasanya yang mengintimidasi.

Sret.

Kirei mendorong diska lepas (flashdisk) berlapis baja milik ayahnya ke tengah meja.

"Tuan Harlan Vancort resmi dicopot dari seluruh jabatan kehormatan di komite audit mulai detik ini," suara Kirei mengalun sangat rendah, datar, namun bergaung penuh otoritas yang membungkam seisi ruangan. "Seluruh bukti rekaman digital dan fisik mengenai spionase industri yang beliau lakukan sudah diserahkan ke tim penyidik Polda Nusantara. Perusahaan tidak akan menyediakan pengacara. Tidak ada pembelaan hukum, dan tidak ada celah negosiasi."

Beberapa komisaris tua, yang merupakan teman lama Harlan, langsung kasak-kusuk dengan wajah pucat. "Nona Kirei... tapi beliau itu ayah kandung Anda. Apakah tidak terlalu kejam jika masalah keluarga ini diselesaikan lewat jalur hukum pidana? Nama baik keluarga Vancort bisa hancur."

Kirei mengalihkan pandangan kristalnya ke arah komisaris yang berbicara, menatapnya dengan binar mata yang begitu tajam hingga pria tua itu langsung menundukkan kepala.

"Di gedung ini, nama besar Vancort tidak memiliki nilai tukar," desis Kirei, setiap katanya terdengar begitu kejam namun sangat elegan (face-slapping). "Lima tahun lalu, nama itu tidak bisa memberi saya dan Rian sesuap nasi di pinggir rel kereta. Zhaklyn Mobile berdiri atas otak dan keringat saya, bukan atas keserakahan masa lalu. Siapa pun yang berani mengusik sistem operasi perusahaan ini, artinya sedang menantang hukum saya. Rapat selesai."

Kirei bangkit berdiri, membalikkan badannya dengan anggun tanpa menunggu respons dari dewan direksi. Vaxerion ikut berdiri di sebelahnya, memberikan senyuman tipis penuh rasa bangga yang pekat. Ketegasan Kirei malam itu membuktikan bahwa dia bukanlah wanita cengeng yang bisa dimanipulasi oleh ikatan darah yang beracun.

-----------------

Keesokan sorenya, Jakarta dihadiahi oleh langit jingga yang bersih pasca-hujan. Kirei berdiri di lobi kantor dengan tubuh yang terasa sangat kosong. Eksekusi hukum terhadap ayahnya semalam meninggalkan lubang emosional yang cukup dalam di hatinya. Dia merasa seperti manusia mekanis yang kesepian di puncak menara.

Tin, tin.

Sebuah mobil SUV listrik Mahendra Motors berwarna hitam matte berhenti tepat di depan pintu lobi kaca. Kaca jendela diturunkan, menampilkan wajah tegas Vaxerion yang sedang menatap Kirei dengan pandangannya yang teduh.

"Masuk, Kirei. Kamu butuh menghirup udara segar," panggil Vaxerion, suaranya berat dan menenangkan.

Kirei tidak mendebat. Dia melangkah masuk ke dalam kabin mobil yang wangi aroma kayu cendana. Mobil melaju tenang membelah jalanan ibu kota, melarikan diri dari bisingnya pusat bisnis menuju sebuah taman kota yang hijau dan sepi di pinggiran Jakarta Selatan.

Begitu turun dari mobil, embusan angin sore yang sejuk langsung menyapa wajah Kirei. Bau tanah basah sisa hujan dan wangi daun pinus membuat dadanya yang semula sesak perlahan terasa lebih lapang. Mereka berjalan berdampingan di atas jalan setapak taman yang sunyi, di bawah naungan pohon-pohon rindang.

Kirei berjalan sambil menunduk, menatap ujung bot kulitnya. "Kamu pasti berpikir aku anak yang durhaka, Vaxerion. Aku memenjarakan ayah kandungku sendiri tanpa berkedip."

Vaxerion menghentikan langkah kakinya. Pria dua puluh tujuh tahun itu memutar tubuh tegapnya, melangkah maju satu langkah hingga jarak di antara mereka mengikis habis. Dia mengulurkan kedua tangan hangatnya, melepas kancing blazer abu-abu Kirei, lalu menyampirkannya dengan lembut di bahu Kirei agar wanita itu tidak kedinginan oleh angin sore.

"Aku tidak pernah berpikir kamu durhaka, Kirei," ujar Vaxerion lembut, suaranya mengalun sangat romantis di antara desau angin taman. Jemari besarnya yang kokoh bergerak naik, menangkup pelan dagu Kirei, memaksa mata jernih wanita itu untuk menatap langsung ke dalam manik mata jernihnya yang meluluhkan seluruh pertahanan ego Kirei. "Aku justru melihat seorang wanita luar biasa yang tahu cara melindungi masa depan adiknya dan harga diri perusahaannya. Kamu tidak kejam, kamu hanya sedang bersikap adil pada dirimu sendiri."

Tatapan mata Vaxerion malam itu begitu intens, pekat oleh ketulusan yang sangat tulus. Dia menggeser ibu jarinya, mengusap pelan bibir Kirei yang menegang karena menahan beban pikiran.

"Mulai hari ini, buang semua rasa bersalah itu di taman ini, Kirei," bisik Vaxerion dengan suara rendah yang serak, mengirimkan getaran romantis yang membuat jantung Kirei berdegup gila di balik kemejanya. "Kamu sudah terlalu lama berdiri sebagai tameng yang dipukul dari berbagai arah. Sekarang, biarkan aku yang memakai kemeja kotor ini untuk menjagamu. Kamu cukup berjalan di sebelahku, menikmati angin sore ini sebagai Kirei-ku, bukan sebagai CEO yang harus selalu kelihatan tanpa cela."

Rayuan romantis yang dibungkus perlindungan dari pria di depannya ini benar-benar membuat pertahanan es di hati Kirei runtuh seutuhnya sore itu. Rasa haru yang pekat menyergap tenggorokannya hingga matanya berkaca-kaca kembali. Di tengah Jakarta yang asing dan kejam, akhirnya dia menemukan seorang pria sejati yang menghargai setiap lukanya tanpa pernah merendahkan kemandiriannya.

Kirei tidak menjauh, dia justru membiarkan jemarinya tenggelam di dalam genggaman tangan Vaxerion yang hangat, berjalan bersama menikmati rona merah senja yang mulai turun di taman kota yang sunyi tersebut.

Bersambung...

1
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
Siti
Lanjut..
Salma.Z: Siap...
total 1 replies
Siti
Keren, ceritanya menarik. Semoga karyanya di baca semua orang..semangat!!!
Salma.Z: Aamiin. Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!