Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Siang itu setelah kejadian drama mie instan, mereka bertiga berangkat bersama pergi ke rumah sakit menjenguk Alisha. Awalnya Santa masih marah karena acara makan siangnya diganggu oleh sang kakak. Namun mendengar ancaman kakaknya kalau masih marah marah karena masalah mie instan, maka Santa akan dipaksa pulang ke negara asal mereka. Santa yang mendengar ancaman sang kakak langsung bungkam karena ia tidak ingin meninggalkan sahabatnya yang saat ini masih sakit. Santa sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan meninggalkan Alisha dalam keadaan seperti itu. Santa begitu menyayangi Alisha seperti seorang kakak kepada adiknya, meskipun selisih usia mereka hanya terpaut 1 tahun.
Saat didalam mobil suasana begitu sunyi karena mereka bertiga hanya diam tidak ada obrolan apapun. Gerry fokus mengemudi sedangkan David yang berada disampingnya sibuk dengan iPad nya. Santa yang duduk di kursi belakang menatap 2 manusia batu duduk di kursi depan dengan tatapan jengah. "Apa hidup kak David dan kak Gerry hanya kerja kerja dan kerja. Apa enggak ada waktu luang untuk sekedar bersantai gitu, nongkrong kek, kencan sama pacar kek atau apalah kek pokok kek kek gitulah yang penting hidup ada warnanya enggak gitu gitu terus" cerocos Santa tiba-tiba suara cemprengnya memekakkan telinga kedua manusia kaku didepannya.
"Kamu ngomong seperti itu seolah olah kamu sudah punya kekasih saja, kamu sendiri masih jomblo kan??" sindir David kepada adiknya. Santa yang mendengar sindiran kakaknya kedua matanya melotot kesal bibirnya manyun beberapa centi nampak terlihat mengemaskan dimata Gerry. "Sangat menggemaskan sekali nona Santa" ucap Gerry dalam hati bibirnya tersenyum samar tipis begitu tipis sehingga tidak ada yang menyadari senyumannya.
"Santa belum kepikiran ke arah situ kak, Santa kan masih muda kalau kakak kan sebentar lagi mendekati usia kadaluarsa jadi harus cepat cepat cari pasangan takutnya nanti keburu tua" celetuk Santa secara blak-blakan dengan bibir mencibir kearah kakaknya. Sedangkan Gerry yang mendengar ucapan nona mudanya langsung tersedak ludahnya sendiri ingin tertawa namun ia tahan takut bosnya marah lalu memecat dirinya saat itu juga. Kan bisa gagal menjadi calon adik ipar pikir Gerry dalam hati. Sedangkan David yang mendengar perkataan Santa langsung menatap tajam kearah adiknya "Usia kakak juga masih muda belum tua, kakak masih ingin fokus memajukan perusahaan belum kepikiran masalah mencari pasangan dulu. Bagi kakak yang terpenting hidup kita enggak sampai kekurangan materi terutama untuk kamu Santa. Kamu adik kakak satu satunya, saat ini kakak fokus menjaga kamu dan memajukan perusahaan selain itu kakak belum memikirkannya" ujar David dengan sorot mata serius. Santa yang mendengar jawaban kakaknya hatinya terharu matanya sampai berkaca-kaca tersenyum kecil. "Terimakasih kak, kamu adalah kakak yang luar biasa hebat aku bangga jadi adik kak David" puji Santa tersenyum tulus. "Sama sama itu sudah menjadi tugasku sebagai seorang kakak, kakak cuma ingin melihat adik kakak bahagia selalu" ujar David tersenyum lembut. "Pasti dong, apalagi punya kakak tampan dan banyak uang tugasku cukup menghabiskan uang kakak hehehe" jawab Santa tersenyum tengil. David dan Gerry yang mendengar jawaban Santa hanya menggelengkan kepala. Mereka sudah hatam dengan tingkah laku Santa.
Setengah jam kemudian mobil mereka sudah sampai di lobby rumah sakit. Mereka bertiga langsung berjalan menuju ruang ICU dimana Alisha masih dirawat. Sesampainya disana mereka melihat kedua orang tua Alisha duduk dengan tatapan mata sendu. Terutama Alena mama Alisha matanya terlihat sembab karena sejak tadi menangis. "Tante bagaimana keadaan Alisha saat ini?" tanya Santa kepada mama Alena. Mama Alena yang ditanyai hanya menggeleng pelan pertanda tidak ada kemajuan apapun tentang kondisi putrinya. "Tadi dokter mengatakan kalau kondisi Alisha semakin kritis bahkan tadi jantung Alisha sempat berhenti beberapa detik, setelah dokter berusaha menyelamatkan syukur Alhamdulillah detak jantung Alisha kembali normal" ucap Mohan dengan mata sendu menatap pintu ruang ICU.
Santa yang mendengar ucapan kedua orang tua sahabatnya hatinya ikut sedih, ada perasaan takut luar biasa dihatinya. "Tuhan tolong selamatkan nyawa sahabat saya dia begitu berarti dalam hidup saya. Saya mohon Tuhan sudah cukup engkau ambil kedua orang tua saya orang yang hamba cintai jangan engkau ambil juga sahabat saya Tuhan" ucap Santa didalam hati. David melihat adiknya sedang menahan tangis ia lalu menarik Santa dalam pelukannya. "Sssstt... jangan nangis, percayalah Alisha pasti segera sadar dan pulih kembali" bisik David lembut mengelus punggung adiknya memberikan ketenangan. Santa yang mendengar perkataan kakaknya semakin menangis terisak "Tapi aku takut kak, aku takut enggak bisa melihat senyumannya lagi" ucap Santa terisak dalam pelukan kakaknya. David yang mendengar perkataan adiknya ikut merasakan apa yang dirasakan adiknya. Sedangkan Gerry yang melihat gadis pujaan hatinya menangis ingin rasanya ia memeluknya dan memberikan ketenangan untuk gadis yang diam diam ia cintai selama ini.
Setelah merasa lebih tenang hatinya Santa segera menghapus jejak air matanya lalu menatap kedua orang tua Alisha yang masih duduk di kursi tunggu depan perasaan kacau. Santa berjalan mendekati wanita paruh baya tersebut dan duduk disampingnya. "Tante apa boleh Santa masuk kedalam menemui Alisha?" tanyanya lembut. Mama Alena menatap Santa dengan tatapan sendu namun bibirnya dipaksakan tersenyum kecil "Boleh nak, kata dokter Alisha harus sering-sering diajak ngobrol meskipun dia tidak bisa menjawab tapi Alisha bisa mendengar perkataan kita" ucap mama Alena. Santa yang mendengar ucapan mama Alena langsung mengangguk singkat pertanda mengerti. Santa langsung masuk kedalam ruang ICU menemui Alisha yang masih terbaring lemah diatas ranjang pasien dengan beberapa peralatan medis menempel pada tubuhnya. Wajah cantik Alisha masih nampak pucat, Santa yang melihat kondisi sahabatnya hatinya semakin sakit bercampur sedih.
"Hay...gimana kabar Lo, maaf ya gue baru bisa datang sekarang. Soalnya tadi malam kak David datang bersama asistennya dan gue baru tau tadi pas bangun tidur hehehe...
Oh ya Al, gue punya cerita tapi janji jangan Lo ketawain ya" ucap Santa seraya duduk kursi disamping ranjang pasien. "Tadi siang kan gue bangun tidur, terus gue merasa lapar ya gue makan lah, kan lapar ya..?? terus gue buat mie instan kuahnya enak banget topingnya gue kasih sayur banyak dan 2 telur sekaligus terus potongan cabe gue banyakin. Behhh...rasanya enak banget Al, serasa makan makanan terenak direstoran binatang 5 eh bintang 10 malah hehehe. Pasti loh udah nahan tawa dengerin cerita gue ya kan Al .." ucap Santa dengan mata berkaca-kaca namun ia tahan agar air matanya tidak sampai menetes namun sekuat apapun Santa menahan air matanya pada akhirnya butiran kristal tersebut mengalir deras dikedua pipinya. Buru buru Santa menghapus air matanya, Santa melanjutkan ceritanya yang sempat terhenti. "Terus gue nikmati makan mienya di balkon seperti biasa, kayak pas makan mie bareng sama Lo kita kan suka habiskan waktu di balkon. Sambil lihat pemandangan luar apalagi pas malam hari pemandangannya bagus banget iya kan iya dong hehehe. Terus Lo tau nggak, pas gue lagi enak enaknya seruput kuah mie, tiba tiba suara bariton kak David ngagetin gue sampai gue tersedak tau, sial nggak tuh sumpah nyebelin banget kak David orangnya.
Kamu tau kak David dengan gaya sok nya ngomong gini "Santa..! apa yang kamu makan, kakak kan sudah bilang jangan makan mie instan itu enggak sehat..!" ucap Santa menirukan ucapan kakaknya. "Sumpah ya Al, pingin gue jambak rambut kak David tapi gue takut jadi adik durhaka. Lalu dengan tidak berperasaan kak David rebut mangkuk mie gue, dia curang masak nyuruh asistennya yang berwajah kaku kayak papan triplek itu megang kedua pundak gue biar gue enggak bisa ngelawan. Pas kak David sudah berhasil merebut mangkuk gue, kak David langsung masuk kedalam katanya mau buang mie instan gue yang masih utuh belum sempat gue makan cuma serumput kuah doang. Haiss.. pokoknya kelakuan kak David tadi siang nyebelin banget, sumpah kesel banget gue" ucap Santa dengan nada menggebu gebu. Setelah hening sesaat tiba tiba Santa tertawa terbahak dengan air mata mengalir deras di pipinya "Hahaha gue garing banget ya Al, ngomong sendiri jawab sendiri persis kayak orang gila gue hahaha..." dengan bahu bergetar hebat Santa menangis sejadi jadinya didekat Alisha yang masih terbaring lemah. Santa menutup wajahnya dengan kedua tangannya "Alisha Lo enggak capek apa 2 hari tidur melulu, emangnya pinggang Lo enggak sakit berbaring terus..?? Alisha gue kangen sama Lo, kangen kebersamaan kita dalam segala hal. Lo pingin pergi ke pasar malam kan, naik berbagai wahana permainan disana. Gue janji akan turuti keinginan Lo, naik wahana permainan bianglala meskipun gue enggak suka tapi demi Lo gue mau naik wahana bianglala bareng Lo. Nanti pas pulang kita beli berbagai jajanan pinggir jalan seperti cilok, telur gulung, permen gula gula kesukaan Lo pokoknya apapun yang Lo mau pasti gue turutin asal Lo segera sembuh" ucap Santa menggenggam tangan Alisha. Dari sudut mata Alisha menetes air mata dan Santa menghapus air mata Alisha "Jangan nangis, aku enggak papa kok serius gue baik baik saja meskipun hari hari gue terasa sepi tanpa adanya suara canda tawa Lo. Alisha jangan pernah menyerah ya, berjuanglah untuk segera sembuh kembali. Gue dan kedua orang tua Lo selalu ada untuk Lo, jadi Lo jangan pernah merasa sendirian" ucap Santa lembut.
\>\>\>\>\>\>\>
Sedangkan diluar ruangan kedua orang tua Alisha masih setia menunggu. Sedangkan David dan Gerry duduk tidak jauh dari pasangan paruh baya tersebut. Mohan yang sejak tadi menatap David dan Gerry secara bergantian dengan tatapan penasaran. Gerry yang paham arti tatapan tersebut langsung berinisiatif memperkenalkan diri. "Tuan, nyonya perkenalkan saya Gerry Mahesa asisten pribadi tuan David Cullen kakak kandung dari nona Santa" ucap Gerry memperkenalkan diri kepada kedua orang tua Alisha. Mohan yang mendengar nama David Cullen kedua matanya langsung membeliak lebar sangking terkejutnya mendengar nama pria tampan yang sejak tadi diam dengan wajah datarnya. "Pantas aku merasa enggak asing dengan wajahnya ternyata dia seorang pengusaha terkenal dari negara Rusia. Wajahnya sering berseliweran di media sosial bahkan sebagai sampul majalah pengusaha sukses termuda dari luar negeri" ucap Mohan dalam hati. Mohan tersenyum ramah dan mengangguk hormat dan David membalas sapaan tuan Mohan dengan tersenyum kecil. "Perkenalkan nama saya Mohan Bastara dan ini istri saya Alena Wijaya kami orang tua Alisha sahabat baik adik anda" ucap Mohan menyalami David dan Gerry secara bergantian. "Anda tidak perlu terlalu formal tuan Mohan, panggil saja nama saya David" jawab David tersenyum tipis. "Ah ya baiklah nak David kapan kapan mampirlah ke gubuk kecil kami, maafkan kami tidak menyambut kedatangan anda dengan baik karena keadaan putri kami masih belum sadar dari komanya" ucap Mohan dengan wajah berubah sendu. "Tidak masalah tuan, saya juga kebetulan menemani adik saya menjenguk sahabatnya" jawab David mengerti keadaan pasangan paruh baya tersebut.