Kenanga mengabdikan hidupnya pada sang suami dan anak sambungnya, tapi pada akhirnya dia dihianati juga. Suami yang dia kira mencintainya dengan tulus nyatanya hanya kebohongan. Di dalam hatinya ternyata masih tersimpan nama sang mantan yang kini telah kembali dari luar negeri.
Rahasia yang selama ini ditutupi sang suami dan keluarga pun terbongkar. Kenanga memilih mundur dan memulai kehidupan yang baru meskipun semua itu terasa sulit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
"Merebut suami orang? Siapa yang Anda maksud? Apa putri saya merayu suami Anda?" tanya Mama Salma.
"Dia merayu putraku. Padahal aku sudah menjodohkan Azka dengan wanita yang sepadan dengannya."
"Jadi Anda orang tua Azka? Perlu Anda ketahui jika Azka dan Kenanga sudah lama menjalin hubungan dan selama itu kami juga tidak tahu kalau dia sudah dijodohkan. Dia juga tidak mengatakan apa pun tentang keluarganya. Selama ini kami pikir Anda sibuk."
"Tahu atau tidak, yang jelas mulai sekarang dia harus menjauhi Azka. Wanita sepertinya tidak cocok untuk putra saya."
"Anda jangan seenaknya menghina putri saya. Dia wanita baik-baik."
"Orang miskin seperti kalian mana ada yang baik. Dikasih uang sedikit juga pasti dengan sukarela menyerahkan tubuhnya."
Salma mengangkat tangannya, berniat untuk menampar wajah wanita di depannya ini. Namun, Kenanga lebih dulu mencegahnya. Dia tidak ingin terjadi kekerasan di rumahnya. Jujur dirinya juga sakit hati dengan apa yang dikatakan oleh ibunya Azka. Namun, kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah.
"Ma, jangan!" seru Kenanga.
"Lepaskan, Kenanga! Dia harus dihajar, seenaknya saja menghina orang lain. Dia tidak tahu bagaimana kehidupan kita di sini, tapi sudah bicara yang tidak-tidak."
"Sudah, Ma, biarkan saja. Sebaiknya Mama masuk dulu, biar aku yang bicara dengan ibunya Azka."
"Tapi ...."
"Mama percaya 'kan sama aku." Kenanga beralih menatap papanya dan berkata, "Pa, tolong bawa Mama ke dalam. Biar aku yang menangani mereka."
Halim yang sejak tadi dia pun mengangguk. Namun, sebelum membawa istrinya ke dalam dia menatap tamunya terlebih dahulu dan berkata, "Putriku wanita baik-baik. Kalau aku tahu Azka memiliki keluarga seperti kalian, aku juga tidak akan pernah mengizinkan dia mendekati putriku. Sampaikan padanya jika aku juga tidak merestui hubungannya dengan putriku. Sampai dia bersujud di kakiku pun tidak akan pernah aku berikan izin."
Halim berbalik dan mengajak istrinya masuk ke dalam rumah. Kenanga merasa lega karena tidak akan ada kekerasan di sini.
Dia menatap kedua orang tua keluarga dan berkata, "Om, Tante, sejak tadi saya sudah berusaha sabar, jadi tolong kendalikan diri Anda. Saya dan Mas Azka memang menjalin hubungan sudah lama dan saya pun juga tidak tahu kalau dia sudah dijodohkan. Dia tidak pernah bercerita apa pun tentang kehidupannya. Sekarang saya sadar kenapa selama ini Mas Azka selalu beralasan jika saya ingin dikenalkan dengan keluarganya. Ternyata Mas Azka sudah dijodohkan. Kalian juga sebetulnya tidak usah merasa bersalah karena itu saya menyerah saya akan mengakhiri hubungan saya dengan Mas Azka sekarang."
"Bagus kalau kamu sudah sadar. Kamu emang tidak pantas untuk Azka. Gadis pilihan saya jauh lebih baik daripada kamu."
Kenanga hanya tersenyum menanggapinya. "Sudah tidak ada lagi yang ingin Om dan Tante bicarakan?"
"Sebaiknya silakan Anda pergi dari sini! Anda sudah cukup membuat keributan."
"Kamu mengusir kami?"
"Terserah Anda berkata apa."
"Dasar wanita tidak tahu aturan."
Wanita itu pun berbalik dan pergi bersama dengan sang suami. Kenanga memandangi kepergian mereka dengan perasaan campur aduk. Dia menghela napas panjang, dalam hati merasa sedih atas kejadian ini. Tidak menyangka jika dirinya akan didatangi oleh kedua orang tua Azka dan membuat keributan.
Kenanga juga bertanya-tanya, apakah benar Azka sudah dijodohkan dengan wanita lain, tapi kenapa selama ini pria itu hanya diam. Apa pun kebenarannya, Kenanga sudah mengambil keputusan jika dirinya akan mengakhiri hubungan mereka. Setuju atau tidak keputusan sudah diambil dan Azka pun harus menerimanya.
Kenanga berbalik dan memasuki rumah terdengar suara ibunya masih mau ngobrol di sana. Kenanga jadi merasa bersalah karena dirinya kedua orang tua yang akan menjadi sasaran amarah orang tua Azka.
Flashback off
itu karma buat km bima.... mndzolimi istri yg sdh mngbdikn hidupnya untuk suami yg g ada otak & durhaka macam km....
syukurin km bima milih jalang mkne anaknya pun jalang.
jd nikmati saja.
bibit nya saja bpk ibu yg gk bner berharap apa Dr darah turunan gk bner.