NovelToon NovelToon
Cinta Sesuai Takdir

Cinta Sesuai Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:468
Nilai: 5
Nama Author: Hsnwy

Amelia hanya gadis desa biasa yang hidup dalam kekurangan dan percaya bahwa kerja keras cukup untuk bertahan hidup.

Sampai suatu malam…

orang yang paling dia percaya menjualnya untuk melunasi hutang.

Dibawa ke kota asing dan dijadikan barang di tempat pelelangan ilegal, Amelia mengira hidupnya sudah berakhir.

Namun di malam yang sama—

dia bertemu pria yang seharusnya tidak pernah masuk ke dunianya.

Lorenzo Moretti.

Pria dingin, berbahaya, dan ditakuti seluruh dunia bawah tanah.

Awalnya Lorenzo hanya berniat memburu pengkhianat.

Tapi satu keputusan kecil membuat semuanya berubah—

dia membawa pulang gadis desa yang bahkan tidak mengenal namanya.

Amelia pikir mansion megah itu akan menjadi tempat perlindungan.

Dia salah.

Karena sejak malam itu, dia justru masuk lebih dalam ke dunia penuh darah, pengkhianatan, dan perang kekuasaan.

Dan ketika organisasi misterius mulai mengincarnya…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hsnwy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 — Pelukan yang Membuat Semuanya Berubah

Bab 25 — Pelukan yang Membuat Semuanya Berubah

Amelia berdiri diam di depan pintu ruang kerja Lorenzo.

Tangannya perlahan mengepal kecil di sisi tubuhnya.

“…aku tidak bisa membiarkannya pergi.”

Kalimat Lorenzo tadi masih terdengar jelas di telinganya.

Jantung Amelia berdetak sangat cepat sampai rasanya sulit bernapas normal.

Dia tidak tahu sejak kapan semuanya mulai berubah seperti ini.

Awalnya Lorenzo cuma pria menakutkan yang muncul tiba-tiba dalam hidupnya.

Pria dingin.

Kejam.

Berbahaya.

Tapi sekarang…

setiap perhatian kecil dari Lorenzo selalu berhasil membuat hatinya kacau.

Dan itu membuat Amelia takut.

Takut kalau dirinya mulai jatuh terlalu dalam.

“Aku bisa masuk?”

Suara Amelia akhirnya terdengar pelan dari balik pintu.

Di dalam ruangan langsung sunyi beberapa detik.

Marco yang berdiri dekat meja langsung melirik Lorenzo penuh arti.

Sementara Lorenzo sendiri terlihat sedikit terkejut.

“Masuk.”

Amelia membuka pintu perlahan lalu masuk dengan gugup.

Tatapannya langsung bertemu Lorenzo.

Dan seperti biasa…

pria itu selalu berhasil membuat jantungnya tidak tenang.

Marco langsung berdiri santai.

“Kayaknya aku harus pergi.”

Tatapan Lorenzo dingin.

“Memang sebaiknya begitu.”

Marco tertawa kecil lalu berjalan keluar. Tapi sebelum benar-benar pergi, dia sempat berbisik pelan saat melewati Amelia.

“Hati-hati sama bosku. Dia lebih bahaya dari wajahnya.”

Amelia langsung makin gugup.

Pintu akhirnya tertutup.

Kini tinggal mereka berdua.

Suasana ruang kerja mendadak terasa terlalu sunyi.

“Ada apa?” tanya Lorenzo sambil menatap Amelia.

Amelia jadi salah tingkah sendiri.

Dia sebenarnya tidak tahu kenapa datang ke sini.

Kakinya seperti bergerak sendiri setelah mendengar ucapan Lorenzo tadi.

“Aku cuma…” Amelia menunduk pelan. “Mau memastikan kamu sudah makan.”

Lorenzo sedikit mengangkat alis.

“Kau datang hanya untuk itu?”

Amelia langsung malu sendiri.

“I-iya…”

Padahal jelas bukan cuma itu.

Namun Lorenzo justru memperhatikan Amelia cukup lama sebelum akhirnya berkata,

“Aku belum lapar.”

“Kalau begitu setidaknya minum kopi jangan terlalu banyak…”

Tatapan Lorenzo sedikit berubah.

Perhatian kecil seperti itu terasa asing baginya.

Tidak ada yang pernah benar-benar mengurus dirinya sebelumnya.

Bahkan keluarganya sendiri lebih banyak melihatnya sebagai pewaris keluarga mafia dibanding manusia biasa.

Namun Amelia…

gadis itu memikirkan hal-hal kecil tentang dirinya.

Dan itu membuat sesuatu di dada Lorenzo terasa hangat.

“Apa kau khawatir padaku?” tanyanya tiba-tiba.

Amelia langsung membeku.

“A-apa?”

“Kau terlihat khawatir.”

Amelia buru-buru mengalihkan pandangan.

“Aku cuma tidak ingin kamu sakit.”

Jawaban jujur itu membuat Lorenzo tersenyum tipis.

Senyum kecil yang sangat jarang muncul.

Dan tanpa Amelia sadari…

dia malah jadi makin gugup melihatnya.

Astaga.

Kenapa pria ini tampan sekali saat tersenyum?

“Aku baik-baik saja,” ucap Lorenzo pelan.

Amelia mengangguk kecil.

Namun suasana kembali canggung.

Karena mereka berdua sama-sama sadar ada sesuatu yang berubah di antara mereka.

Dan tidak ada yang tahu harus mulai dari mana.

Untungnya Lorenzo akhirnya berdiri dari kursinya.

“Ayo.”

Amelia bingung.

“Kemana?”

“Makan malam.”

“Hah?”

“Kau bilang aku harus makan.”

Amelia langsung salah tingkah lagi.

Dia tidak menyangka Lorenzo benar-benar menuruti ucapannya.

Mereka akhirnya pergi ke ruang makan bersama.

Para pelayan sampai diam-diam saling melirik karena jarang sekali melihat Lorenzo makan malam ditemani seseorang.

Biasanya pria itu selalu sibuk bekerja sampai larut malam.

Namun sekarang…

dia justru duduk tenang di depan Amelia.

Dan hal itu cukup membuat seluruh mansion kaget.

Clara bahkan hampir tersenyum terlalu lebar melihat suasana itu.

Selama makan, Amelia sesekali mencuri pandang ke arah Lorenzo.

Pria itu tetap terlihat dingin seperti biasa, tapi entah kenapa sekarang Amelia mulai bisa melihat sisi lain dari dirinya.

Sisi yang diam-diam perhatian.

Sisi yang sebenarnya kesepian.

“Ada sesuatu di wajahku?” tanya Lorenzo tiba-tiba.

Amelia langsung panik.

“Eh? Tidak!”

“Kau terus melihatku.”

Wajah Amelia langsung merah total.

“Aku tidak sengaja…”

Lorenzo malah terlihat sedikit terhibur melihat reaksinya.

Dan itu membuat Amelia makin malu.

Setelah makan malam selesai, Amelia akhirnya kembali ke kamar.

Namun bukannya tenang…

pikirannya malah semakin kacau.

Dia menjatuhkan tubuh ke atas tempat tidur sambil memeluk bantal.

“Aku harus bagaimana sih…”

Jujur saja…

dia mulai sadar kalau perasaannya pada Lorenzo sudah berubah.

Dan itu masalah besar.

Karena Lorenzo bukan pria biasa.

Dia mafia.

Hidupnya penuh bahaya.

Sementara Amelia cuma gadis desa sederhana.

Perbedaan dunia mereka terlalu jauh.

Tok tok.

Amelia langsung bangun.

“Masuk…”

Namun saat pintu terbuka, Amelia sedikit kaget melihat Lorenzo berdiri di sana.

“Kamu?”

Lorenzo masuk perlahan.

“Aku mau bicara sebentar.”

Jantung Amelia langsung berisik lagi.

“I-iya…”

Lorenzo berdiri cukup dekat di depan Amelia.

Tatapannya tenang, tapi sangat sulit diabaikan.

“Apa yang kau dengar tadi di depan ruang kerja?”

Amelia langsung membeku.

Ternyata Lorenzo tahu.

“Aku tidak sengaja…”

“Kau mendengarnya?”

Amelia pelan-pelan mengangguk.

Sunyi beberapa detik.

Dan anehnya Lorenzo tidak terlihat marah.

Justru tatapannya jadi lebih dalam.

“Apa itu membuatmu takut?”

Amelia menggigit bibir pelan.

“Tidak…”

Jawaban itu jujur.

Karena yang Amelia rasakan sekarang bukan takut.

Melainkan bingung.

Dan deg-degan.

Lorenzo memperhatikan wajah Amelia cukup lama sebelum akhirnya berkata pelan,

“Kalau kau ingin pergi dari mansion ini… aku tidak akan menahanmu.”

Kalimat itu membuat Amelia langsung mengangkat wajah cepat.

Entah kenapa…

mendengar kemungkinan meninggalkan Lorenzo membuat dadanya terasa sesak.

“Aku…”

Namun Lorenzo melanjutkan lebih dulu.

“Tapi kalau kau tetap di sini, hidupmu akan terus berbahaya.”

Suasana kamar mendadak terasa lebih serius.

Amelia tahu Lorenzo mengatakan kebenaran.

Namun sekarang…

membayangkan menjauh dari pria itu justru terasa lebih menakutkan.

“Apa kamu ingin aku pergi?” tanya Amelia lirih.

Tatapan Lorenzo langsung berubah.

Pria itu melangkah sedikit lebih dekat.

Dan jarak mereka sekarang benar-benar dekat.

“Aku tidak pernah ingin kau pergi.”

Jantung Amelia terasa hampir lepas.

Tatapan Lorenzo terlalu serius.

Terlalu dalam.

Dan Amelia bisa merasakan ketulusan di sana.

Perlahan pria itu mengangkat tangan lalu menyentuh rambut Amelia pelan.

Gerakannya hati-hati.

Seolah Amelia sesuatu yang sangat berharga.

“Lorenzo…” bisik Amelia gugup.

“Aku sudah mencoba menjaga jarak darimu.”

Suara Lorenzo rendah dan pelan.

“Tapi aku gagal.”

Deg.

Wajah Amelia langsung panas.

Dia benar-benar tidak sanggup kalau Lorenzo bicara seperti ini.

Karena pria itu terlalu berbahaya untuk hatinya.

Dan sebelum Amelia sempat berpikir lebih jauh—

Suara petir tiba-tiba menggelegar keras di luar.

Amelia refleks kaget dan tanpa sadar memegang kemeja Lorenzo.

Tubuhnya langsung menegang malu setelah sadar apa yang dia lakukan.

Namun Lorenzo justru menatap tangan kecil yang menggenggam bajunya.

Lalu perlahan…

pria itu menarik Amelia ke dalam pelukannya.

Amelia langsung membeku total.

Jantungnya seperti berhenti bekerja.

Pelukan Lorenzo hangat.

Kuat.

Dan anehnya…

membuat Amelia merasa aman.

“Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu,” bisik Lorenzo pelan di dekat telinganya.

Mata Amelia perlahan membesar.

Karena untuk pertama kalinya…

dia sadar.

Dirinya benar-benar jatuh cinta pada Lorenzo Moretti.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!