Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 14
Merlyn dan kedua temannya tiba di perusahaan milik Aruna. Merlyn mencoba merapikan penampilannya, sebelah sudut bibirnya yang terluka karena ulah Mami Violet dia oles dengan lipstik merona. Sedangkan pipi yang memerah bekas cap lima jari Mami Violet dia tutupi dengan make up selama di mobil. Dia tak ingin Aruna melihat dia dengan penampilan kacau, dia tak mau terlihat kalah di depan wanita yang menurutnya adalah saingan karena sudah berani mendekati bahkan menjadi istri Xavier.
"Ternyata perusahaannya belum terlalu besar! Aku kira menantu seorang Hananta itu sangat hebat, ternyata biasa saja!" cibir Merlyn saat berdiri di depan lobby perushaan Runa'z.
"Astaga apa yang kamu katakan Merlyn? Kamu bilang Bu Aruna tidak hebat? Helloooo ... Dia oni pemilik perusahaan Runa'z yang bahkan sekarang mulai naik daun padahal Perusahaan ini berdiri baru satu tahun. Tapi bisa berkembang dengan sangat cepat. Itu namanya keren! Dia sangat hebat! Pantas saja Pak Xavier dan Bu Violet begitu menyayangi Bu Aruna! Lah kamu? Kita ini saja masih jadi bawahan orang lain! Kamu hebat tapi belum tentu membangun perusahaan bisa seperti dia! Udah lah kalau kata aku mending kita pulang, dari pada semakin mempermalukan diri sendiri!" kembali Anggi yang terlalu jujur itu mengatakan hal yang membuat Merlyn kesal.
"Bisa nggak kamu jangan muji dia di depan aku? Yang teman kamu itu aku apa Dia?" kesal Merlyn.
"Kamu teman aku, tapi aku bicara kenyataan. agar kamu sadar jangan sampai semakin membuat aku dan Nadia juga ikut terseret terlalu dalam hingga akhirnya kami semakin sulit cari kerja. Emangnya kamu mau jamin semua kehidupan kami? Nggak kan? Kamu aja masih kost belum punya rumah sendiri! Kendaraan juga cuma punya motor doang!" jawab Anggi semakin membuat Merlyn kesal.
Anggi temannya tapi dia sudah seperti netizen saja yang selalu banyak komplain mengenai semua yang dia kerjakan. Rasanya dia adalah teman yang paling julid yang pernah Merlyn punya. Terlalu jujur.
"Nggak usah berisik, kalian ikut saja pokoknya! Aku nggak mau kalian kabur! Kita masuk ke dalam dan lihat apa yang akan aku lakukan kepada wanita itu karena sudah berani menghasut Xavier memecat aku sampai akhirnya aku tak bisa dekat lagi dengan dia!" ajak Merlyn.
"Astaga, halu kamu Merlyn. Lagian kamu dan Pak Xavier nggak pernah sedekat itu! Dia saja nggak kenal kamu! Nad, sepertinya kita harus bawa dia ke rumah sakit! Kalau di biarkan takut semakin parah," bisik Anggi membuat Nadia menutup mulut menahan tawa.
"Saya mau bertemu dengan Aruna! Apa dia ada?", tanya Merlyn sombong kepada resepsionis.
"Maaf dengan siapa ya Bu? Apa sudah membuat janji sebelumnya dengan Bu Runa?" tanya Resepsionis.
"Belum. Bilang saja Merlyn ingin bertemu dengan dia!" jawab Merlyn dengan kedua tangan terlipat di dada.
"Baiklah, tolong tunggu sebentar. Karena Bu Aruna tadi meminta saja jangan menganggu dia hari ini," jawabnya sambil mengambil gagang telepon dan menghubungi ruangan Aruna.
"Silahkan anda bisa masuk ke lantai Lima di ruangan Bu Aruna," jawab Resepsionis.
"Terima kasih," ujar Nadia kepada resepsionis karena Merlyn langsung pergi begitu saja dengan sombongnya sambil mengibaskan rambut panjang miliknya.
"Astaga, sombong sekali dia! Pastinya akan membuat keributan, apa mungkin dia adalah salah satu barisan sakit hati karena Pak Xavier lebih memilih menikah dengan Bu Aruna?" ujar resepsionis mengusap dada dan geleng kepala.
Merlyn berjalan dengan penuh percaya diri menuju ruangan Aruna. Di dalam sana juga ada tiga orang kakak angkatnya yang memang sedang meeting internal dengan Aruna. Karena mereka sedang banyak pekerjaan yang perlu di bahas. Apalagi Perusahaan mereka mulai di lirik beberapa perusahaan lain karena kemunculannya yang membuat mereka terkesan. Dan Aruna tak mau membuat kesalahan sekecil apapun dalam mengembangkan perusahaan Runa'z miliknya ini.
"Masuk!" ujar Aruna saat ada yang mengetuk pintu.
Merlyn masuk dengan langkah angkuh penuh percaya diri sedangkan kedua temannya berjalan dengan ragu di belakang Merlyn bahkan keduanya menundukkan kepala merasa malu untuk bertemu dengan Aruna.
"Oh kamu lagi? Ada apa sampai datang kemari?" tanya Aruna sambil menyandarkan punggungnya di sofa.
"Siapa dia, Dek?" bisik Ramon.
"Salah satu ujian rumah tangga aku, ular pertama yang mencari mati karena datang kesini!"Jawab Aruna membuat Ramon terkekeh.
Sedangkan tatapan Merlyn semakin tak suka apalagi melihat tiga pria tampan yang duduk bersama dengan Aruna. Dia di kelilingi banyak pria tampan membuatnya cukup iri, tapi ada pemikiran jelek dalam otaknya akan mengatakan kepada Xavier kalau istrinya tak sebaik dan sepolos yang dia kira kerena selalu bersama dengan banyak pria di belakang Xavier. Dia sudah berfikir kalau dirinya kali ini akan menang dari Aruna. Bukan hanya Xavier yang akan marah kepada Aruna, tapi juga Bu Violet, fikir Merlyn.
"Aku datang kesini meminta pertanggung jawaban dari kamu karena sudah membuat aku terluka. Bahkan luka di pipi ini menurut dokter akan membekas. Dan aku ingin kamu mengembalikan semuanya seperti semula!" ujar Merlyn menunjukkan pipi dan lengannya yang terlu-ka di hadapan Aruna dan ketiga pria di depannya.
Merlyn berharap akan mendapatkan simpati dari ketiga pria itu sat melihat lu-ka yang di sebabkan oleh Aruna. Bahkan dia juga mulai menitikkan air mata buayanya sambil terisak. Aruna memutar bola matanya malas sedangkan ketiga kakaknya saling pandang menahan tawa.
"Apa setelah menikah, tangannmu mulai Tremor? sampai-sampai goresanmu juga meleset? Bukannya ke leher malah ke pipi," celetuk Edwin membuat Merlyn tak mengira dengan respon mereka.
"Sepertinya kamu memang harus banyak berlatih lagi! Jangan sampai karena sudah menikah kemampuan kamu semakin menurun. Jangan permalukan julukanmu sebagai Lady kalau hal seperti ini sana kamu bisa meleset," kali ini Morgan bicara dengan nada dingin.
"Aku hanya memberinya peringatan saja, ingin lihat sejauh mana dia bertindak! sepetinya dia punya nyali besar juga datang kesini setelah di usir secara tidak hormat oleh Mami di kantor Hananta. Aku kira keluar dari sana dia akan waras, ternyata malah semakin nggak waras," jawab Aruna membuat ketiga ya terkekeh, Merlyn murka mendengarnya dan menghentikan tangis buayanya.
"Apa? Apa kamu tak memiliki perasaan Aruna? Bahkan setelah apa yang kamu lakukan padaku? setelah kamu melukai aku, kamu hasut Xavier dan ibunya untuk mengusir dan mempermalukan aku di perusahaan Hananta? Apa kamu tak memikirkan dampak dari semua perbuatan kamu yang sudah sangat merugikan kami? Aku dan kedua teman-temanku harus mengalami semua hal ini! Apa minta padamu kembalikan semua nama baikku, pekerjaan kami dan kamu juga harus membayar untuk pengobatan lu-ka yang aku alami! Setidaknya aku masih berbaik hati padamu untuk memberi kesempatan berubah dan menyesali perbuatanmu terhadapku dan kedua temanku!" ujar Merlyn penuh percaya diri membuat Aruna dan ketiga kakaknya melongo saling pandang.
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
ini mah harus baca ulang dari awal
thanks teh 💪