NovelToon NovelToon
Takdir Dari Bayangan

Takdir Dari Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Epik Petualangan / Anak Genius
Popularitas:734
Nilai: 5
Nama Author: J. F. Noctara

Arkan Noctis memasuki Akademi Duskveil, tempat para penyihir muda dilatih dalam tiga kekuatan utama: alam, cahaya, dan malam. Namun berbeda dari murid lain, Arkan datang membawa satu tujuan—mengungkap kebenaran tentang keluarganya yang selama ini dianggap sebagai simbol kegelapan dan kehancuran.
Pencariannya membawanya pada sebuah ritual kuno yang hanya bisa dilakukan dengan menyatukan ketiga jenis sihir.
bagaimana cara arkan menyatukan ketiga jenis sihir itu?? dan apa kebenaran dari keluarga noctis?? Ayoo mulai baca Takdir dari Bayangan!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon J. F. Noctara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Nyanyian Malam

Malam kembali menyelimuti Menara Astral.

Namun setelah pertempuran singkat yang terjadi beberapa saat lalu, suasana di dalam menara itu terasa sangat berbeda. Udara yang sebelumnya dipenuhi energi liar kini perlahan kembali tenang, meskipun sisa-sisa sihir masih terasa menggantung di udara seperti gema dari sesuatu yang besar.

Lingkaran sihir di lantai batu kini hanya bersinar redup.

Rune-rune kuno yang tadi menyala terang perlahan kehilangan cahaya mereka satu per satu.

Arkan masih berdiri di tempat yang sama.

Matanya menatap lantai, tepat di tempat di mana gerbang itu sebelumnya terbuka.

Tempat di mana makhluk dari balik segel hampir memasuki dunia mereka.

Leyna masih terduduk di lantai batu, punggungnya bersandar pada dinding menara. Napasnya mulai kembali stabil, meskipun jantungnya masih berdetak cepat.

Ia memandang Arkan dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.

Campuran antara kagum… dan sedikit takut.

Solan berdiri beberapa langkah dari mereka, masih mencoba memahami apa yang baru saja terjadi.

Akhirnya ia menghela napas panjang.

“Aku rasa… ini adalah eksperimen sihir paling gila yang pernah kulakukan.”

Leyna tertawa kecil, meskipun suaranya masih gemetar.

“Eksperimen?”

Ia menunjuk lantai yang retak.

“Kita hampir membuka gerbang ke dunia bayangan!”

Solan mengangkat bahu.

“Teknisnya, kita memang membuka.”

Ia melirik Arkan.

“Tapi seseorang menutupnya kembali.”

Arkan akhirnya bergerak.

Ia menurunkan tangannya perlahan.

Bayangan di sekitar kakinya kembali tenang, seperti tidak pernah bergerak sebelumnya.

Namun sensasi kekuatan itu… masih terasa di dalam dirinya.

Hangat.

Dalam.

Dan sangat nyata.

Leyna berdiri perlahan.

“Arkan.”

Ia ragu sejenak sebelum melanjutkan.

“Kau… tidak pernah mengatakan bahwa kau bisa melakukan itu.”

Arkan menoleh padanya.

“Aku juga tidak tahu.”

Solan mengangkat alis.

“Tidak tahu?”

Arkan mengangguk pelan.

“Ketika makhluk itu muncul… aku hanya merasakan sesuatu.”

Ia menatap tangannya sendiri.

“Seolah-olah bayangan di sekitarku… mendengarkanku.”

Leyna terdiam beberapa detik.

“Bayangan… mendengarmu.”

Solan menyilangkan tangan.

“Kalau itu benar, maka itu bukan sekadar manipulasi bayangan biasa.”

Ia menatap Arkan dengan serius.

“Itu seperti… dominasi.”

Kata itu menggantung di udara.

Dominasi.

Bukan sekadar menggunakan bayangan.

Tetapi memerintahnya.

Arkan tidak menjawab.

Namun di dalam pikirannya, kata itu terasa sangat tepat.

Ia ingat bagaimana bayangan-bayangan di menara itu bergerak tadi.

Bukan karena dipaksa.

Tetapi karena mereka… mengikuti.

Seperti pasukan yang mendengar panggilan rajanya.

Leyna memandangnya lebih lama.

“Arkan…”

Ia berkata pelan.

“Apakah semua anggota keluarga Noctis bisa melakukan itu?”

Arkan menggeleng.

“Setahuku tidak.”

Ia mengingat kembali cerita lama yang pernah ia dengar tentang keluarganya.

Kebanyakan orang menganggap keluarga Noctis sebagai penyihir Darkveil biasa.

Namun malam ini—

Ia baru saja melihat sesuatu yang jauh lebih besar.

Solan berjalan mendekati lingkaran sihir.

Ia berjongkok dan memeriksa rune di lantai.

“Menarik.”

Leyna menoleh.

“Apa?”

Solan menunjuk salah satu simbol yang mulai memudar.

“Rune ini berubah.”

Arkan mendekat.

“Berubah bagaimana?”

Solan mengusap debu di atas ukiran batu itu.

“Simbol ini sebelumnya adalah rune penyegel.”

Ia berhenti sejenak.

“Sekarang… ini lebih mirip rune penguat.”

Leyna mengerutkan kening.

“Apa maksudnya?”

Solan berdiri lagi.

“Segel itu bukan hanya diperbarui.”

Ia menatap mereka berdua.

“Segel itu menjadi lebih kuat.”

Arkan memikirkan kata-kata penjaga gerbang sebelum ia menghilang.

Segel telah diperbarui.

Mungkin itu yang terjadi.

Namun sesuatu masih terasa mengganjal.

“Makhluk itu…” kata Arkan pelan.

Leyna langsung menoleh.

“Yang hampir keluar tadi?”

Arkan mengangguk.

“Ia mengenali keluargaku.”

Solan terlihat berpikir.

“Itu berarti keluarga Noctis memang memiliki hubungan langsung dengan segel ini.”

Leyna menyilangkan tangan.

“Tapi penjaga tadi juga bilang ada tiga keluarga.”

Solan mengangguk.

“Darkveil, Natureveil, dan Lightveil.”

Ia menatap mereka berdua.

“Mungkin kita baru saja menghidupkan kembali sesuatu yang sudah lama dilupakan.”

Keheningan kembali menyelimuti menara.

Angin malam masuk melalui jendela yang pecah.

Membawa suara hutan yang gelap di luar.

Leyna tiba-tiba berkata,

“Kita tidak bisa memberitahu siapa pun tentang ini.”

Solan langsung setuju.

“Setidaknya untuk sekarang.”

Arkan menatap mereka.

“Kalian yakin?”

Leyna mengangguk.

“Bayangkan kalau guru-guru akademi tahu kita hampir membuka gerbang dunia bayangan.”

Solan tersenyum miring.

“Kita mungkin akan dikeluarkan sebelum minggu depan.”

Arkan akhirnya mengangguk.

“Baik.”

Ia memandang lingkaran sihir sekali lagi.

“Malam ini tetap menjadi rahasia.”

Mereka bertiga berjalan menuju pintu keluar menara.

Namun saat Arkan melewati tempat di mana gerbang tadi berada—

Ia berhenti.

Ada sesuatu.

Sangat halus.

Seperti… suara.

Ia menoleh perlahan ke arah kegelapan menara.

“Arkan?” panggil Leyna.

Namun Arkan tidak langsung menjawab.

Suara itu terdengar lagi.

Sangat pelan.

Seperti bisikan yang dibawa angin.

Sebuah nada.

Bukan kata-kata.

Melainkan sesuatu yang lebih mirip…

Nyanyian.

Arkan menegang.

Ia bisa merasakan bayangan di sekitarnya bergerak sedikit.

Leyna mendekat.

“Apa yang kau lihat?”

Arkan menggeleng pelan.

“Bukan melihat.”

Ia menatap kegelapan di sudut ruangan.

“Aku mendengarnya.”

Solan mengangkat alis.

“Mendengar apa?”

Arkan mencoba fokus pada suara itu.

Nada itu sangat halus.

Namun jelas ada.

Seperti melodi yang datang dari tempat yang sangat jauh.

“Seperti… nyanyian.”

Leyna langsung merasa tidak nyaman.

“Jangan bilang itu datang dari gerbang tadi.”

Arkan tidak menjawab.

Namun perasaan di dadanya mengatakan satu hal.

Nyanyian itu bukan berasal dari menara ini.

Melainkan dari tempat lain.

Dari balik segel.

Dan anehnya—

Nyanyian itu terasa… memanggilnya.

Arkan segera berpaling dari kegelapan itu.

“Kita harus pergi.”

Solan tidak bertanya lagi.

Mereka bertiga akhirnya meninggalkan menara itu.

Pintu kayu tua tertutup kembali dengan suara berat.

Dan untuk pertama kalinya sejak mereka datang—

Menara Astral kembali benar-benar sunyi.

Namun jauh di dalam dunia bayangan—

Makhluk yang tadi hampir keluar masih bergerak dalam kegelapan.

Matanya yang merah menyala perlahan terbuka lagi.

Ia tidak lagi mengaum.

Ia tidak lagi mencoba menerobos segel.

Sebaliknya—

Ia mendengarkan sesuatu.

Sebuah nyanyian kuno yang menggema melalui bayangan.

Nyanyian yang sama yang tadi didengar Arkan.

Makhluk itu akhirnya berbisik dengan suara yang penuh kebencian.

“Pewaris… Noctis…”

Bayangan di sekitarnya bergerak seperti lautan gelap.

Dan jauh di balik kegelapan itu—

Sesuatu yang jauh lebih besar… mulai terbangun.

...----------------...

Sementara itu, di jalan setapak menuju akademi, Arkan berjalan paling depan.

Leyna dan Solan mengikuti beberapa langkah di belakang.

Langit malam dipenuhi bintang.

Namun Arkan hampir tidak memperhatikannya.

Pikirannya masih berada di menara.

Pada bayangan yang ia kendalikan.

Pada makhluk yang mengenali darahnya.

Dan terutama—

Pada nyanyian yang masih terngiang di telinganya.

Sebuah melodi yang lembut.

Namun membawa rasa dingin yang aneh.

Arkan mengepalkan tangannya pelan.

Ia tidak tahu apa arti semua ini.

Namun satu hal kini jelas.

Rahasia keluarga Noctis jauh lebih besar dari yang ia bayangkan.

Dan malam ini…

Baru saja menjadi awal dari semuanya.

......................

......................

1
Palu Hiji
up up upppp!!!!!
Palu Hiji
cerita yang aku sukaaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!