NovelToon NovelToon
JANDA SATU ANAK

JANDA SATU ANAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:954
Nilai: 5
Nama Author: Nana Bear

Rania adalah seorang janda muda dengan satu anak. Meski hidupnya tidak mudah, kecantikannya yang mempesona dan sifatnya yang lembut membuat banyak pria terpikat padanya.
Di tengah usahanya membesarkan anaknya sendirian, dua pria muda tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya. Arga, pria brondong yang ceria dan berani, selalu terang-terangan menggoda dan mendekati Rania. Sementara itu ada Damar, pria muda yang dingin, tampan, dan diam-diam selalu memperhatikan Rania dari jauh.
Dua pria.
Satu wanita.
Siapa yang akhirnya akan memenangkan hati janda cantik itu?
Di antara masa lalu yang belum sepenuhnya hilang, tanggung jawab sebagai seorang ibu, dan godaan cinta dari dua pria yang lebih muda…
Akankah Rania membuka kembali pintu hatinya?
Atau justru cinta baru itu akan mengubah hidupnya selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Bear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu yang Tidak Bisa Disembunyikan

Pagi itu Gang Mawar kembali ramai seperti biasanya.

Anak-anak berangkat sekolah, ibu-ibu menyapu halaman, dan beberapa pedagang keliling mulai lewat di sepanjang gang.

Di dalam rumahnya, Rania sudah terlihat jauh lebih sehat dibandingkan kemarin.

Demamnya sudah turun, meskipun tubuhnya masih sedikit lemas.

Ia sedang duduk di ruang tamu sambil melipat pakaian.

Rafa bermain di lantai dengan mobil balap yang diberikan Damar beberapa hari lalu.

“Bunda.”

“Iya, Nak?”

“Bunda sudah sembuh?”

Rania tersenyum kecil.

“Sudah jauh lebih baik.”

Rafa terlihat lega.

Namun saat itu juga terdengar suara motor berhenti di depan rumah.

Rania bahkan tidak perlu melihat keluar.

Arga.

“Pagi, Mbak Rania!”

Suara cerianya langsung terdengar dari luar.

Rafa langsung berlari.

“Arga!”

Arga masuk ke halaman dengan senyum lebar.

Namun begitu ia melihat Rania, ekspresinya berubah menjadi sedikit khawatir.

“Kamu sudah lebih baik?”

Rania mengangguk.

“Sudah.”

Arga terlihat lega.

“Syukurlah.”

Namun belum lama mereka berbicara, suara mobil berhenti lagi di depan rumah.

Arga langsung menoleh sambil menghela napas.

“Dan tentu saja…”

Damar.

Pria itu keluar dari mobilnya dengan langkah tenang seperti biasa.

Ia berjalan masuk ke halaman dan langsung menatap Rania.

“Bagaimana keadaanmu?”

“Sudah lebih baik.”

Damar mengangguk pelan.

Tatapannya terlihat sedikit lebih lembut dari biasanya.

Arga melipat tangan.

“Dia sudah sembuh.”

Damar menoleh padanya.

“Bagus.”

Beberapa saat kemudian mereka bertiga duduk di teras rumah.

Rafa bermain di halaman.

Suasana terasa cukup tenang.

Namun tiba-tiba seorang tetangga lewat sambil membawa tas belanja.

Wanita itu berhenti sejenak dan tersenyum pada Rania.

“Rania, kamu beruntung sekali ya.”

Rania sedikit bingung.

“Beruntung?”

Wanita itu menunjuk Arga dan Damar.

“Dijaga dua pria tampan setiap hari.”

Arga tertawa kecil.

Namun wajah Rania langsung memerah.

Tetangga itu tertawa kecil sebelum melanjutkan jalannya.

Setelah itu suasana kembali sunyi.

Arga menyandarkan punggungnya di kursi.

“Sepertinya seluruh gang sudah tahu.”

Rania menutup wajahnya dengan tangan.

“Ini memalukan…”

Namun Damar berkata dengan tenang.

“Kamu tidak perlu memikirkan apa kata orang.”

Rania menatapnya.

Damar jarang berbicara panjang, tapi setiap kata yang keluar selalu terasa tulus.

Siang hari, Rafa bermain di halaman bersama beberapa anak tetangga.

Arga ikut bermain bersama mereka.

Ia bahkan pura-pura kalah dalam permainan agar anak-anak itu tertawa.

Rania berdiri di pintu rumah sambil melihat mereka.

Tiba-tiba Damar berdiri di sampingnya.

“Kamu terlihat lebih santai hari ini.”

Rania mengangguk kecil.

“Mungkin karena Rafa senang.”

Damar juga melihat ke arah halaman.

Anak kecil itu memang terlihat sangat bahagia.

Beberapa detik mereka hanya diam.

Namun tiba-tiba seorang wanita muda berjalan melewati gang.

Wanita itu berhenti ketika melihat Arga.

“Arga?”

Arga menoleh.

“Oh… Lina?”

Wanita itu tersenyum lebar.

“Lama tidak bertemu!”

Ia langsung berjalan mendekat.

Rania memperhatikan mereka dengan sedikit penasaran.

Lina terlihat cantik dan sangat akrab dengan Arga.

“Kamu masih sama saja,” kata Lina sambil tertawa.

Arga menggaruk belakang kepalanya.

“Begitulah.”

Wanita itu kemudian melirik ke arah Rania.

“Siapa itu?”

Arga langsung menjawab cepat.

“Itu… seseorang yang penting.”

Jawaban itu membuat wajah Rania sedikit panas.

Namun Lina terlihat semakin penasaran.

“Kamu tidak pernah memperkenalkan temanmu seperti itu.”

Arga tertawa kecil.

“Karena dia memang berbeda.”

Lina mengangguk-angguk sambil tersenyum misterius.

Setelah beberapa menit berbicara, akhirnya wanita itu pergi.

Namun ketika Arga kembali ke halaman, ia melihat sesuatu yang aneh.

Damar berdiri di samping Rania.

Dan ekspresinya…

Terlihat sedikit dingin.

Arga langsung menyeringai.

“Kenapa kamu terlihat seperti itu?”

Damar menatapnya.

“Seperti apa?”

Arga menyilangkan tangan.

“Seperti orang yang cemburu.”

Damar tidak langsung menjawab.

Namun beberapa detik kemudian ia berkata dengan suara tenang.

“Aku hanya tidak suka melihatmu terlalu dekat dengan wanita lain.”

Arga terdiam sejenak.

Lalu ia tertawa kecil.

“Jadi kamu memang cemburu.”

Damar tidak menyangkal.

Ia justru berkata pelan.

“Bukankah kamu juga akan merasa sama jika melihatku dekat dengan Rania?”

Arga tidak menjawab.

Namun senyum di wajahnya berubah sedikit lebih serius.

“Kamu benar.”

Rania yang mendengar percakapan itu langsung merasa jantungnya berdetak cepat.

Dua pria ini…

Benar-benar tidak menyembunyikan perasaan mereka lagi.

Sore hari, Rafa sudah masuk ke dalam rumah untuk mandi.

Arga dan Damar masih berada di teras.

Rania berdiri di depan mereka.

“Kalian seharusnya tidak datang setiap hari.”

Arga mengangkat alis.

“Kenapa?”

Rania terlihat sedikit ragu.

“Orang-orang mulai berbicara.”

Damar menjawab dengan tenang.

“Biarkan saja.”

Namun Rania menggeleng.

“Aku tidak ingin kalian bermasalah karena aku.”

Arga berdiri dari kursinya.

“Aku tidak peduli apa kata orang.”

Ia menatap Rania dengan serius.

“Aku hanya peduli pada apa yang aku rasakan.”

Damar juga berkata pelan.

“Aku juga.”

Rania benar-benar tidak tahu harus berkata apa.

Perasaan mereka terlalu jelas.

Dan semakin hari…

Hatinya semakin sulit untuk mengabaikannya.

Malam hari, setelah Rafa tertidur, Rania duduk sendirian di teras rumah.

Angin malam berhembus lembut.

Ia menatap langit gelap yang penuh bintang.

Di kepalanya hanya ada dua wajah.

Arga.

Dengan senyumnya yang hangat dan ceria.

Damar.

Dengan ketenangan yang selalu membuatnya merasa aman.

Rania menutup matanya perlahan.

Hatinya semakin bingung.

Namun satu hal menjadi semakin jelas.

Perasaan di antara mereka bertiga…

Tidak lagi bisa dianggap sekadar kebetulan.

Dan cepat atau lambat…

Ia benar-benar harus menentukan pilihannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!