Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Dewa? Aku?
"Tunggu aku akan mengambil obat mu..."Wang Ryu berdiri dari kursinya dan pergi ke kamar diujung lorong.
Keduanya tak berani melihat-lihat,Tak lama dia kembali dengan beberapa barang ditanganya.
"...ini obat untuk telinga mu,kamu harus meneteskan nya di telinga yg sakit dan tunggu diposisi yg sama selama 10 menit...."Wang Ryu menaruh obat tetes telinga yg berada dalam guci obat.
" ...sebelum tegak kan kepala mu agar kotoran telinga mengalir keluar dan kamu hanya bisa memakainya 1x seminggu...."
Lalu dia menaruh permen karet rasa mint dengan isi 10 buah untuk ditunjukkan pada keduanya.".....dan ini untuk kamu kunyah tapi jangan menelannya,kamu hanya bisa makan 1 obat dan mengunyahnya 30x dimulut dalam jeda waktu 3 hari sekali....apa kamu ingat ?"
"Aku..." Mu Zhilin dan Kapten Ling hanya melihatnya dengan pandangan bodoh.
"......"oh, lupakan saja.
Wang Ryu mengambil kertas dan alat tulis untuk menuliskan cara-cara menggunakan obat dan permen karet itu dengan benar."Sebaiknya kita menuliskannya...."
Takut Mu Zhilin masih tak mengerti cara kerja Wang Ryu memintanya mengikutinya ke kamar tamu,dia meminta pemuda itu berbaring di ranjang dengan posisi miring.
Kapten Ling yg ikut masuk berdiri didekat pintu takut menganggu Keduanya.
Mu Zhilin sangat gugup,namun juga tak sabar untuk bisa menyembuhkan telinganya,saat telinga disentuh oleh hal dingin dia agak gemetar,dia merasa cairan dingin mengalir kedalam telinga.
Melihat wajah tak nyaman anak itu,Wang Ryu berkata."... awalnya akan terasa tak nyaman,ini hanya proses pengobatan,semua akan lebih baik..."
"Ya Tuan..."jawab Mu Zhilin patuh ,dia tak akan kalah dengan rasa ini,lagi pula dia pernah ditusuk ribuan jarum saat dokter rumah memeriksa nya.
Ini tidak ada apa-apanya!
Waktu berlalu,Wang Ryu memintanya Mu Zhilin berbalik ke sisi yg lain agar kotoran itu jauh , sebelum nya dia sudah menyiapkan sapu tangan bersih agar bisa melihat kotoran yg menyumbat telinganya.
Dan saat Mu Zhilin berbalik dia merasa cairan mengalir keluar dari telinga,dan dia merasa seperti nya pendengar nya membaik!
Matanya berair, hidungnya terasa masam,siapa kira setelah menagung sakit ini selama 5 tahun dia akan kembali normal.
Wang Ryu menepuk punggung, memintanya untuk duduk.anak itu bangun dengan patuh,lalu dia menoleh untuk melihat sapu tangan diatas bantalan.
Cairan hitam keruh terlihat,juga gumpalan hitam.
"Ini berada ditelinga ku!"dia benar-benar terkejut.Kapten Ling yg mendengarnya segera mendekat untuk melihatnya.
"Tuan muda bagaimana perasaan anda?!"Tanyanya dengan hati-hati disamaping nya.
Mu Zhilin tertegun,dia melihat kearah Wang Ryu lalu pada Kapten Zhao." Aku ..aku bisa mendengar mu dengan jelas..."
Mata anak itu memerah.kapten zhao berlutut didepan tuan mudanya dengan rasa sukur,lalu berbalik pada Wang Ryu."Tuan terimakasih banyak....!"
."Oke tak masalah .."Wang Ryu melambaikan tangannya.lalu memberikan permen karet pada Mu Zhilin."... makan lah ingat jangan ditelan,jika kamu sudah mengunyahnya 30x langsung buang....mengerti?"
"Baik ..."Mu Zhilin memasuki obat dengan bentuk aneh itu kedalam mulutnya,dan rasa dingin dan segera langsung membuatnya melebar matanya.
"Kunyah dikedua sisi ..."jelasnya lagi,dia tak ingin jika satu hari mereka bertemu lagi dengan wajah yg tak simetris.
Mu Zhilin mengangguk patuh.
Wang Ryu meninggalkan keduanya didalam kamar,dia berjalan ke dapur untuk mencari keranjang bambu, setelah menemukannya dia berjalan keluar rumah.
Pohon persik cukup tinggi, awalnya dia ingin memanjatnya,tapi saat dia menyentuh pohon itu hal ajaib terjadi,dahan yg dipenuhi buah persik mantang terbentang disamping nya.
Mata Wang Ryu melebar,dia melepaskan tangannya lalu melihat kearah pohon yg menggoyang dahannya lembut padanya,seolah menyapanya.
"....."kenapa dia lupa,rumah bisa tak terlihat,jadi bagaimana jika pohon persik ini hidup!
"Terimakasih..."Wang Ryu tersenyum dengan kaku pada pohon itu ,dan dibalas dengan gemercik dedaunan.
Dia segera memilih buah-buahan yg matang dan besar,dan mulai berbicara pada pohon itu apa dia dia dipindah.
Wang Ryu mengatakan juga dia membeli rumah dikota Wu.
Pohon persik berkata jika mereka bisa pergi bersama Wang Ryu kemana pun.dia cukup mengubah mereka menjadi ruang didalam roh spiritual nya.
Wang Ryu mendengarkan dengan baik-baik bagaimana mana cara dia memindahkan rumah dewa kedalam jiwanya.
Dan di dalam kamar dua kepala bertumpu pada jendela melihat semua yg Wang Ryu lakukan.
"Dia benar-benar dewa surgawi!"bisik Kapten Ling dengan takjub.
Mu Zhilin mengangguk.
Hari semakin siang ,mereka tak bisa berhenti lebih lama lagi,apa lagi rombongan mereka masih diluar,jadi Mu Zhilin dan Kapten Ling berpamitan pergi.
Wang Ryu memberikan keranjang berisi buah persik besar dan segar pada mereka."...bawalah untuk diperjalanan..."
"Terimakasih Tuan!" Ucap mereka serempak.
Mu Zhilin menerimanya dengan kedua tangannya.Wang Ryu mengantar keduanya keluar dari rumah.
berjalan ke tepi jalan ,saat Kapten Zhao berbaik dia benar-benar hanya bisa melihat dua pohon persik yg bergoyang lembut tertiup angin.
Rumah Tuan surgawi tak terlihat.
Mu Zhilin melihat jalan lalu pada rombong yg masih disekitar kereta kuda tanpa melangkah satu pun merasa puas, mereka sangat setia dan patuh padanya.
Mereka kembali memulai perjalanan menuju kota Hu,butuh waktu sampai malam untuk kembali kerumah keluarga Mu.
Saat sampai Mu Zhilin yg biasanya harus mandi dan rapi sebelum menemui kakeknya dan orang tuanya, langsung berjalan ke rumah utama dimana para keluarga sedang makan malam.
"Kakek ..!" Teriaknya dengan semangat,Pria tua Mu mengerutkan keningnya.".. Zhilin berjalan perlahan..."
" Nak jangan berteriak kami masih bisa mendengar mu...."sahut Bibi ke dua dengan senyum ramah,namun kata-katanya membuat orang tua dan kakek Mu mengerutkan keningnya.
"Maaf aku hanya bersemangat...."jawab Mu Zhilin tak terlalu perduli pada cibiran bibinya.
dia berdiri disisi kakeknya dan bertanya dengan nada sopan."Kakek aku ingin mengatakan banyak hal nanti, bisakah kamu bicara diruang kerja?"
" Tentu saja...apa kamu sudah makan?"jawab kakeknya adanya,anak itu mengangguk.
"....Sudah, kalian makan saja,aku akan mencuci dan akan menemui anda nanti..."setelah mengatakan hal ini Bocah itu pergi kembali ke kediaman nya.
Gerakan sumpit Ibu Mu Zhilin berhenti,dia melirik ke arah putarannya pergi dengan mata tak percaya.Dia mencengkram sumpit nya namun tak mengatakan apapun.
Saat selesai makan Kakek Mu kembali ke ruang kerjanya,sedangkan kerabat lainya pergi ke rumah masing-masing dan orang tua Zhilin pergi mencari putra mereka .
" Zhilin....!" Panggil Ibu Mu dengan cemas saat dia masuk ke dalam kamar putranya.
Ayah Mu mencoba menenangkan istrinya."..oke perlahan, Zhilin tak akan pergi kemana pun..."
Mu Zhilin yg mendengar panggilan ibunya segera keluar dari kamar mandi,melihat keduanya,apa lagi sikap ibunya.
dia segera bertanya dengan heran."Ayah..ibu ada apa?"
"Kamu...apa kamu bisa mendengar?"kata-katanya itu terdengar gemeter ditelinga Mu Zhilin.
Ibu Mu menghampirinya dan menyentuh wajah putranya."..kamu bisa mendengar nya bukan?"
"Nak katakan pada kami...?"Mata ayah Mu melihat dengan serius dan cemas.
istrinya mengatakan bahwa Mu Zhilin berbeda, awalnya dia tak mengerti namun saat istrinya mengatakan bahwa Mu Zhilin dapat menjawab secara langsung perkataan Ayah mereka dan Bibi ke dua tanpa jeda mendengar.
Mereka tau bahwa Mu Zhilin harus mendengarkan dengan baik saat orang bicara padanya atau melihat mulut lawan bicaranya tapi tadi berbeda.
Dia sadar bahwa putranya bisa mendengar!
"Saya sudah bisa mendengar..."jawaban dengan senyum pada ibunya dan ayahnya."...kalian mungkin tak percaya tapi aku benar-benar beruntung!"
Orang tua itu ingin bertanya apa yg terjadi namun Mu Zhilin mengatakan bahwa dia ingin membicarakannya dengan kakek juga,jadi mereka bertiga pergi ke ruang kerja Pria tua Mu.
Mu Zhilin dan orang tuanya serta kakeknya duduk diruang belajar,lalu kapten Ling menaruh sekeranjang buah persik yg terlihat segar dan nampak seperti baru dipetik.
"Nak kamu membeli buah ini dimana,ini terlihat masih segar...?"tanya Ibu Mu dengan terkejut.
Buah persik ini cukup besar dan nampak berair.
"Kami tak membelinya,Tuan Wang yg memberikannya..."jelasnya sambil meminum teh, mencoba mengatur bahasa yg pas agak tak mengejutkan keluarga nya nanti.
"Tuan Wang...?"tanya Ayah Mu bingung.Mu Zhilin mengangguk lalu dia menoleh pada kakeknya.
"Kakek anda pernah berkata bahwa Seorang dewa Surgawi sesekali akan turun kedunia Fana untuk memberi hukuman dan berkah untuk manusia..."ucapnya.
Pria tua itu melirik lalu mengangguk."Benar...cerita ini sudah ada dari leluhur kita terdahulu..."
jelas Kakek Mu,namun dia tak mengerti kenapa cucunya menanyakan hal ini.Mu Zhilin menarik nafas,sebelum berkata."Saya bertemu dengannya..."
Mata kakek Mu melebar,ayah Mu yg sejak kecil mendengar cerita soal Dewa surgawi pun melihat putranya dengan tak percaya.
Ibu Mu menutup mulutnya.apa dewa itu yg menyembuhkan putranya!