Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 2
Lapangan luas Istana Kekaisaran Api Agung, sebuah tempat yang megah dan agung, menjadi saksi bisu 990 peserta Kompetisi Elite yang berkumpul di sini. Matahari siang hari yang terik menyinari lapangan yang luas, menciptakan suasana yang cerah dan penuh harapan.
Di depan mereka, sepuluh gerbang api setinggi 3 Zhang berdiri tegak, seperti portal yang menjaga pintu menuju tempat kompetisi tahap pertama. Api yang berkobar-kobar di atas gerbang-gerbang itu menciptakan cahaya yang menyilaukan, seolah-olah menantang para peserta untuk membuktikan kemampuan mereka.
Setiap gerbang api memiliki desain yang unik, dengan ukiran-ukiran yang rumit dan simbol-simbol yang misterius. Para peserta dapat melihat ke dalam gerbang-gerbang itu, dan melihat api yang berkobar-kobar di dalamnya, seolah-olah api itu memanggil mereka untuk masuk.
Suasana di lapangan itu tegang, dengan para peserta yang bersiap-siap untuk menghadapi tantangan pertama. Mereka semua telah berlatih keras untuk mencapai tahap ini, dan sekarang mereka siap untuk membuktikan diri mereka sebagai yang terbaik.
"Semuanya dengarkan... 99 Provinsi, setiap Provinsi memiliki perwakilan sepuluh orang, dari sepuluh orang itu harus memilih satu gerbang yang berbeda, tidak diijinkan untuk memilih gerbang yang sama yang telah di pilih oleh rekan perwakilan provinsi kalian. Setiap gerbang, semua peserta akan berlomba untuk mendapatkan token giok api yang tersembunyi di dalam sana, dan sepuluh teratas yang mengumpulkan token giok api paling banyak selama waktu satu bulan, akan melanjutkan ke tahap selanjutnya. Dengan ini... aku... Huo Tianjun... Kaisar ke 17 di Kekaisaran Api Agung menyatakan, Kompetisi Elite Kekaisaran Api Agung, di mulai!" jelas Kaisar Huo Tianjun dengan suara yang tegas dan sikap yang penuh wibawa.
Sorakan ramai bergemuruh seperti guntur yang menyambar, suaranya memenuhi Halaman luas Istana Api Agung.
Di langit, ada sepuluh layar lebar yang terbentang yang mempertontonkan apa saja yang terjadi di balik sepuluh gerbang tempat ujian pertama di langsungkan.
Saat itu, semua peserta penuh dengan tekad yang membara. Ada yang berlari, ada yang berjalan tenang, bahkan ada yang masih terdiam, menentukan gerbang mana yang ingin mereka masuki.
Di sudut lapangan, kelompok generasi muda Provinsi Chang Yuan pun nampak sedang mengatur strategi.
Chang Ge, Yan Jian, Feng Xian, Peri Yun Xi, Nangong Yuxin, Xiao Yu'er, Lin Zun, Ma Wei, dan Hua Shi Wang. Sepuluh generasi muda yang mewakili Provinsi Chang Yuan.
Walaupun Chang Ge adalah yang terkuat sebagai satu-satunya praktisi muda yang telah mencapai ranah Nirvana di Provinsi Chang Yuan, tetapi komando tim dipercayakan kepada Yan Jian, walaupun Feng Xian nampak masih menyimpan dendam terhadap Yan Jian, atas kekalahannya waktu itu ketika di Balai Gubernur Provinsi Chang Yuan.
"Biar aku yang akan memasuki gerbang pertama! Orang-orang di dalam sana... pasti sangat kuat!" seru Feng Xian dengan sombong, kedua tangan menyilang di dadanya.
"Feng Xian, jangan impulsif! Kita di sini membawa nama besar Provinsi Chang Yuan." tegur Chang Ge, tetapi dengan nada yang tenang.
Feng Xian mendecih, lalu membuang wajahnya dari pandangan Chang Ge. Lalu, ia pun bergegas menuju gerbang pertama dengan langkah yang kesal sembari berbicara, "Aku sendiri sudah cukup untuk mengalahkan semua peserta dari seluruh Provinsi itu!" ucapnya, dengan nada yang sinis.
Namun, ucapannya terdengar oleh orang-orang dari Provinsi lain, membuat mereka seketika tertawa terbahak-bahak, mengingat bahwa Provinsi Chang Yuan selalu berada di peringkat paling terendah selama ini. Tetapi, walaupun Feng Xian mendengar mereka sedang menertawakan nya, Feng Xian tidak berhenti, dia terus berjalan hingga memasuki gerbang api pertama.
Yan Jian menggelengkan kepala, Chang Ge menepuk dahinya sendiri. Feng Xian... kembali membuat nama Provinsi Chang Yuan menjadi bahan olokan banyak orang.
Yan Jian pun memalingkan pandangannya, mengarah kepada Xiao Yu'er. Lalu, Yan Jian pun berbicara, "Kak... jika situasi di dalam sana tidak dapat kamu atasi... keluarlah! Aku tidak ingin kamu memaksakan diri dan membahayakan dirimu sendiri, kak." ucap Yan Jian, menghawatirkan kakak perempuannya.
Dia adalah Xiao Yu'er, anak dari Xiao Lang ketua Lembah Hitam dengan Yan Rui, yang merupakan Bibi Yan Jian.
Berkat berlatih di Menara Surga di dalam Cincin Ruang Ajaib, tingkatan ranah Xiao Yu'er melejit dari yang sebelumnya hanya berada pada tingkatan ranah Raja Tempur bintang lima, kini menjadi Kaisar Tempur 2. Namun, tingkatan ranah Kaisar Tempur tahap awal seperti itu... masih belum cukup untuk membuatnya sombong di Kompetisi Elite Kekaisaran Api Agung ini, bahkan kurang, dan itu sangat kurang dibandingkan dengan jenius-jenius dari seluruh penjuru Kekaisaran Api Agung.
"Aishhh, sudahlah! Kamu tidak perlu menghawatirkan kakakmu ini, justru kamu yang selalu gampang tersulut emosi." kata Xiao Yu'er, gadis kecil itu benar-benar mempunyai sikap yang begitu santai dan periang.
Di samping Yan Jian, seorang wanita tersenyum. Dia adalah Peri Yun Xi, wanita tercantik di Provinsi Chang Yuan, berdiri tegak dengan keanggunan yang membuat hati siapa pun yang melihatnya bergetar. Wajahnya yang masih muda dan segar, seperti gadis berusia sembilan belas tahunan, membuat sulit untuk percaya bahwa dia sudah berusia 29 tahun. Auranya yang misterius dan anggun, seperti bulan purnama yang bersinar di langit malam, membuat siapa pun yang melihatnya terpikat.
Rambut panjang hitamnya yang mengkilat jatuh seperti air terjun di punggungnya, dengan jepitan rambut Phoenix es perak yang menghiasi bagian kanan kepala atasnya, seperti mahkota yang dibuat oleh dewa. Bola mata biru jernihnya yang dalam dan misterius, seperti laut yang tak berujung, dengan titik hitam kecil di bawah mata kirinya yang menambah kesan misterius pada wajahnya, seperti bintang yang berkelap-kelip di langit malam.
Alisnya yang lentik dan bibirnya yang tipis merah merona, seperti bunga yang baru mekar, membuat hati siapa pun yang melihatnya terpikat. Tubuhnya yang ramping dan berlekuk sempurna, seperti patung yang dibuat oleh dewa, dengan dua bulatan puncak kembarnya yang besar dan montok yang terbalut gaun putih salju yang ketat, seperti salju yang baru turun.
Dengan pedang panjang yang selalu dipegangnya, Yun Xi terlihat seperti peri dari dunia fantasi, siap untuk menghadapi apa pun yang datang. Kecantikannya yang luar biasa dan kekuatan yang dimilikinya, membuat dia menjadi salah satu wanita yang paling dicari di Provinsi Chang Yuan. Yan Jian, adalah sosok pertama yang berhasil menaklukan hatinya, menjadikannya kekasihnya, tidak bisa tidak merasa bangga ketika melihatnya. Setelah perjuangan perjanjian empat tahun, dia berhasil membuktikan nya, bahwa dia benar-benar layak untuk bersanding dengan wanita yang menyandang gelar itu.
"Xi'er... berhati-hatilah! Utamakan keselamatan, kamu tahu kan arti keberadaan mu untukku?" kata Yan Jian, dengan nada yang genit.
Yun Xi tersipu malu, lalu mengetuk dahi Yan Jian menggunakan punggung jarinya.
"Sekarang... bocah kecil itu sudah mulai menghawatirkan aku ya..." kata Yun Xi, menyilangkan kedua tangannya di bawah kedua puncak kembarnya, bukan marah, melainkan tersenyum menggoda Yan Jian.
Biar bagaimanapun, walaupun Yun Xi telah menjadi kekasihnya, tetapi kesenjangan usia mereka memang tidak bisa disembunyikan lagi, di mana Yan Jian hanyalah pemuda yang masih berusia tujuh belas tahun, dan Yun Xi yang telah berusia dua puluh sembilan tahun.
"Baiklah, jangan buang waktu. Segera masuk ke gerbang kalian masing-masing." ujar Chang Ge.
Sembilan pemuda perwakilan Provinsi Chang Yuan pun mengangguk, dan segera berpisah untuk memasuki gerbang api mereka masing-masing.