Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.
Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.
Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Penghakiman
"Ji Quan, apa kau ada?"
[Selalu ada tuan. Apa yang akan Nona perintahkan. Quan akan setia mendengarkannya]
"Sebarkan persepsimu, dan temukan orang orang dengan aura ini."
"Rubah tubuh dan jiwa mereka menjadi orang lain, dan musnahkan barang haram simpanan mereka. Buat tak satupun yang tersisa. Kemudian tandai mereka dari satu sampai seterusnya. Apa kau bisa?"
[Bisa tuan. Itu sangat bisa. dan sekarang juga akan Quan lakukan]
"Bagus! Jangan buang waktu, karena waktu sangat berharga. Setelah satu minggu kita di sini, kita harus kembali ke ibukota."
[Dimengerti tuan]
"Pergilah...!"
[Baik]
Satu hari kemudian. Lili dan Xuan masih berada di kota Astra. dan sekarang dia sudah meninggalkan hotel tersebut. Walau uang sewanya sudah dibayarkan.
Tapi dengan mudah dia menarik kembali uang itu, karena dia itu seorang hacker. Jadi seluruh sistem pertahanan hotel tersebut sudah dia bobol, dan uang yang dibayarkan sudah masuk ke dalam rekeningnya. Tentu saja atas nama tubuh yang dia tempati.
Saat dalam kesendirian Quantum pun datang.
[Tuan. Pekerjaan remeh itu sudah Quan selesaikan. Semua penjahat penjahat itu sudah Quan segel, sekaligus ditandai]
[Sekarang mereka sudah menjadi orang lain, dan tidak akan berani lagi melakukan kejahatan]
[Semua barang barang haram yang mereka simpan, sudah Quan hancurkan. Tidak ada sedikitpun yang tersisa. Bahkan gadis gadis yang mereka culik, dan belum sempat mereka edarkan sudah Quan lepaskan. Sekarang mereka sudah kembali ke keluarganya masing masing]
"Bagus! Kau memang bisa diandalkan. Tidak percuma aku membuatmu. Ternyata kau sangat berguna saat ini?" respon Xuan Huan merasa senang.
[Untuk tuan tahu. Selain hobi menembus pertahanan sistem perusahaan, Quan juga bisa melanglang buana ke seluruh dunia, dan terhubung dengan sistem di sana]
[Setelah ini, Quan berencana ingin menaklukkan semua sistem yang terpasang di komputer jaringan mereka, termasuk ke negara negara tetangga. dan jika perlu ke seluruh dunia]
[Quan ingin menguasainya. Quan akan mengatur mereka agar tidak berbuat jahat. Jika mereka tetap melawan. maka sistem mereka akan hancur, dan pemiliknya akan mati saat itu juga]
"Benarkah begitu Quan. Berarti saat ini kau bisa membantuku. Apakah kau bersedia?"
[Sangat bersedia tuan. Silakan katakan apa keperluannya]
"Baik. Sekarang dengarkan. Kau tahu tubuh gadis ini adalah seorang pewaris, yang seharusnya menguasai seluruh harta peninggalan ibunya. Tapi ayah kandungnya itu, ternyata telah berani berbuat curang!"
"Bersama dengan istri dan anak anaknya, dia telah menguasai seluruh harta peninggalan ibunya."
"Tak cuma itu. mereka juga memaksa gadis ini untuk meninggalkan rumahnya, dan memaksanya untuk menyerahkan seluruh harta yang seharusnya menjadi miliknya."
"Jadi aku mau. kau hancurkan sistem pertahanan mereka. Kuras seluruh tabungan yang ada, termasuk yang disimpan di rekening perusahaan."
"Kemudian ambil sertifikat rumah, perusahaan, tanah dan lain sebagainya. Lalu rubah menjadi nama gadis ini. kemudian jual ke pihak lain, agar mereka mendapatkan karmanya. Gembel. Kau bersedia?"
[Bersedia tuan! Beri Quan waktu selama tiga hari, maka Quan akan menuntaskannya]
"Baik! Sekarang kerjakan!"
[Dimengerti tuan]
Tok! tok! tok!
"Masuk!"
"Oh, kau Lili. Ada apa? Kenapa wajahmu bertekuk begitu. Sedang ada masalah kah?" tanya Xuan Huan penasaran.
"Begini Nona. Iseng iseng Lili mengarahkan persepsi ke ibukota. Tau apa yang Lili dapatkan di sana?"
"Ha, apa itu. Apa ada sesuatu yang sangat penting, sampai kau datang menemui ku dengan tergesa gesa?"
"Ada Nona. Ini sangat penting, bahkan termasuk memalukan. orang orang yang telah menghabisi kita, Eh, maksudku nyawa kedua gadis ini, telah memberitakan ke seluruh dunia, katanya kita sengaja bunuh diri, karena stres menghadapi kehidupan, serta diusir oleh keluarga. sambil menunjukkan bukti dua jasad yang mengapung di sungai!"
"Terus.....?"
"Pihak sekolah dan pencatatan sipil sudah mengkonfirmasi pada pihak keluarga kita, terutama Nona."
"Mereka setuju kalau data data kita dihapuskan, dan mereka hanya memberikan waktu selama tiga hari. Jadi apa yang harus kita lakukan Nona?"
"Tenang saja. Itu tidak akan mungkin terjadi, karena hari ini juga kita akan kembali ke ibukota."
"Kebetulan waktu tinggal di kota ini hanya tersisa 2 hari, dan itu tidak mengapa jika kita tinggalkan."
"Urusan kita seluruhnya di sini pun sudah selesai, dan aku sudah mendelegasikan tugas tugas penting pada Prima. Dia akan mengatur semuanya. karena sekarang perusahaan mereka telah menjadi milik kita."
"Benarkah Nona. Kalau begitu Lili akan bersiap siap."
"Bersiap apa? Semuanya sudah ada di sini, di penyimpanan."
Jadi...??"
"Eit, jangan bertanya. Mau aku buang?"
"Tidak Nona. Lili tidak berani. Nona itu keajaiban!"
"Bagus! Ayo kita pergi."
"Siap Nona!"
Pletak!
"Aaarrggkh!"
Walau dijitak namun Lili tidak berani bersuara, apalagi protes, karena dia tahu tuannya memang suka melakukan itu. Cantik tapi bar bar. Badas dan tak tau aturan. Kasar pada orang orang yang berani mengganggunya. Jika perlu habisi. Dia saja sudah selalu kena batunya.
Sudah mati pun masih tetap kasar. Walau sekarang menempati tubuh orang lain. Sifat tercelanya masih saja keluar.
Tapi Lili senang. Setidaknya di luaran sana mereka tidak akan diganggu lagi, apalagi berani membulinya.
Sekarang saja pada orang yang lebih tua tuannya tidak takut. Menyinggung langsung habisi. Bagaimana dengan orang orang yang telah menganiaya mereka. tentu seru saat melihatnya? pikir Lili.
Sraakk! Jeb!
Baru saja Dia berpikir begitu. Tubuh mereka sudah berada di ibukota. Tentu Quantum yang punya kerja.. Walau saat ini dia sudah pergi, tapi tuannya tetap bisa menggunakan hukum fisikanya.
Sebagaimana diketahui. Quantum itu adalah fisika, dan fisika itu adalah Quantum. Hukum Quantum itu nyata, berkaitan erat dengan kecerdasan buatan.
Contohnya. Cahaya dapat berupa foton, yang merupakan Quantum dari energi elektromagnetik. Elektron juga dapat berupa Quantum dari muatan listrik.
Quantum juga dapat merujuk pada tingkat energi terkecil yang dapat dimiliki oleh suatu sistem, seperti atom atau molekul.
Dalam teori Quantum, energi tidak dapat dibagi menjadi bagian bagian yang lebih kecil. Konsep Quantum sangat penting dalam fisika modern, termasuk mekanisme teori medan Quantum dan lain lain.
Tapi ditangan Xuan Huan, teori teori itu tidak berlaku. Bagian yang tidak bisa di bagi dibuatnya menjadi cahaya. Medan quantum diperluas dan dipasangi kecerdasan buatan.
Bisa bicara dan bisa berinteraksi seperti manusia. Bahkan berwujud cahaya pula.
Jadi tidak heran dalam per sekian detik, Quantum bisa memindahkan sebuah barang ke tempat lain. termasuk benda yang bernyawa.
Oleh karena itu sang pemilik Quantum, yaitu Xuan Huan, dapat muncul di mana saja dan kapanpun dia inginkan.
"Kita sudah sampai!" ujarnya. "Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari penginapan."
"Ayo kita pergi ke hotel bintang 5. Aku ingin menginap di kamar Penthouse, karena di kota kecil seperti Astra, keinginan kita tidak terkabul."
"Dengan senang hati Nona." respon bawahannya.