NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:899
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Bekas luka

Zara mengoyak sepotong tahu goreng dengan garpu dan juga sendoknya, sementara sita di buat sangat heran dengan cara makan putrinya yang baru.

Sambil meletakkan sepotong tahu lagi sita berkata, "Kamu masih marah sama ibu neng?" Tanyanya.

Gadis itu melirik tajam, memakan potongan tahu dengan gerakan yang kasar, rasanya tidak buruk, atau mungkin hanya karena ia sedang merasa lapar saja tahu ini terasa lebih nikmat.

"Ibu gak bermaksud buat nyakitin kamu, kamu tau kan ibu gak punya uang buat nyekolahin neng" Katanya.

Ia merasa miris, ironis sekali hidup menjadi orang miskin.

"Ibu khawatir sama masa depan kamu, mau gimanapun kita gak bakalan menang ngelawan orang kaya Zara, kita pasti kalah"

Zara memutar bola matanya jengah, ternyata menjadi miskin bukan hanya tentang kesulitan ekonomi, tapi juga membatasi tentang bagaimana ia mengambil sikap.

"Jadi kalo miskin gak boleh protes? kalo miskin gak boleh marah? kalo miskin harus siap di injak injak?" Sarkasnya.

"Ibu cuma mau kamu hidup semampunya Zara, belajar yang bener dan jangan berurusan dengan mereka, cari teman yang tulus, itu aja" Katanya.

"Emang masih ada yang mau bertemen kalo gue miskin?"

"Ibu masih percaya ada orang yang tulus di dunia ini, kalo gak ada kamu harus jadi orang tulus itu, jadi orang baik nak" Pintanya.

"bukan gak baik, cuma membela diri!" Jawabnya jengkel.

Zara berdiri, mendentingkan alat makannya kasar, ia berlari ke arah kamar dan meninggalkan sita di meja makan.

"Zara!"

Zara mengunci pintunya dari dalam ia berdiri di depan cermin menatap bayangannya.

"Jelek!" Makinya pada cermin.

Sebenarnya Zara bukanlah gadis yang jelek seperti yang baru saja dikatakannya, gadis itu cantik dan manis, memiliki wajah lembut dengan penampilan yang seadanya.

Kulitnya memang tidak seputih Kayla, rambutnya juga tak sebagus gadis kaya itu, apalagi penampilannya, Zara hanya memiliki pakaian murah yang biasa di beli di pasar, kaos kaos yang terlihat lusuh, ia tak memiliki kesan yang menarik.

"Sampai kapan gue ada di sini?" Batin Kayla.

Setetes bulir bening menghiasi pipinya, ia merindukan ayahnya, apakah lelaki itu baik baik saja?

Entah apa yang membuat zara tergerak, gadis itu membuka kaus yang di kenakannya, ia masih menatap cermin dalam keadaan setengah telanjang.

Beberapa kali ia menggerakkan badannya ke kanan dan ke kiri, Zara memiliki beberapa bekas luka pada perut, lengan atas dan juga dadanya.

Awalnya ia mengira bekas luka tersebut didapat saat dirinya jatuh ke sungai kala itu, namun jika di perhatikan luka ini sudah sangat lama, membekas dan tak bisa hilang.

Zara memegang salah satu bekas luka di area perut, menekannya kuat namun tak ada timbul rasa sakit.

"Ini luka bakar ya?" Gumamnya penuh tanya.

Lalu ia mendekatkan wajahnya pada cermin, menoleh ke kanan dan kiri, memastikan apakah terdapat luka lain di sana.

Zara memegang telinganya, menutup daun telinganya dan menemukan luka yang sama di belakang telinga, bahkan di kedua sisinya.

"Luka apa ini?" Herannya.

...****************...

5 hari setelah kejadian tepat di hari ini Kayla akan kembali bersekolah, ada sedikit rasa takut, bagaimana ia nanti harus bersikap, bagaimana jika teman teman Kayla menaruh rasa curiga padanya?

"Non? sudah siap?" Tanya Ratih.

Kayla mengangguk dan berjalan keluar kamar, ia menarik napas dan membuangnya perlahan lalu membuka pintu, bagaimanapun hidup harus tetap berjalan, ia akan menikmati masanya menjadi gadis kaya selagi memiliki kesempatan.

20 menit kemudian....

Kayla turun dari mobilnya, gerbang sekolah yang biasa ia lalui kini terlihat berbeda, atau mungkin dirinya saja yang berbeda?

Kayla melangkah pelan tapi pasti, menoleh pada satpam penjaga gerbang yang tampak menunduk singkat menyapanya.

"Selamat pagi mang ucup?" Sapanya ramah.

Laki laki itu tertegun sesaat, ia terlihat tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Selamat pagi neng geulis!" Sapanya gugup.

Kayla melempar senyum dan melangkah masuk ke sekolah, ia berjalan ke kelasnya, tempat dimana ia biasa belajar.

Seluruh pandangan tertuju padanya, ah siapa juga yang akan melewatkan untuk menatap gadis nomor satu di sekolah seperti Kayla, ia adalah anak pemilik sekolah, cantik, dan kaya.

"Pagi kak?" Sapa salah satu siswi.

"Hai?" Sapanya balik.

"Kakak ngapain di sini?" Tanyanya bingung.

Kayla terdiam, ada yang salah.

"Kak Kayla ada di 12 IPA 1 kan?" Tanyanya lagi.

Ah sial, ia lupa akan identitas barunya.

Kayla mengangguk kaku sebelum akhirnya berbalik dan berjalan menaiki tangga menuju lantai 2, tempat belajar barunya.

"Kayla kan udah kelas 3 ya, kok aku bisa lupa sih! bodoh Zara bodoh!" Gerutunya.

Tiba tiba langkah Kayla terhenti saat melihat didepan sana sekelompok gadis yang sangat ia kenali sekaligus orang orang yang melukis trauma di hidupnya.

Michele dan kedua temannya.

Ketiga gadis itu berlari kecil dan menghampirinya.

"Hay kay?" Sapanya.

Ia reflek memundurkan langkahnya, tubuhnya sedikit bergetar dengan jantung yang berpacu hebat.

"Kay lo gapapa? gue denger lo abis tenggelam ya?" Tanya michele.

Gadis itu tampak meletakkan tangannya di bahu Kayla dan membuat Kayla terhenyak kaget.

Ketiganya tampak heran dengan reaksi yang di berikan Kayla, kenapa gadis itu terlihat pucat dan ketakutan

"Lo gak papa kan?" Tanyanya.

"Zara inget! kamu sekarang adalah Kayla, jangan takut" Batinnya.

"G-gak papa kok" Jawabnya gugup.

"Bagus deh, gue sempet khawatir gitu sama lo, ya gak guys?" Tanya michele pada dua orang temannya.

"Iya, kita kan sebagai teman satu sekolah yang akrab harus saling support ya gak? anyway lo mau nerima tawaran buat masuk circle kita gak, please lah kay seru kok!" Bujuk windi.

"A-aku mau ke kelas aja" Ujar Kayla, gadis itu memegang tasnya erat erat dan meninggalkan Michele dan teman temannya.

"Yaelah masih jual mahal aja tuh bocah" gerutu Michele.

"Lo ngerasa dia aneh gak sih?" Tanya windi.

"Iya, kenapa dia jadi kaya takut gitu ya? masa iya dia takut sama gue?"

"Mana mungkin sih cel! yang ada elo lagi takut sama dia" Ledek salah satunya.

Michele berdecak tak Terima, tapi sebenarnya ucapan teman nya itu ada benarnya, siapa yang berani berurusan dengan Kayla.

"Pokoknya kita harus masukin dia ke circle! biar gak ada satu orang pun di sekolah ini yang berani ngelawan gue!" Ujar Michele.

"Dari jaman kita baru masuk sekolah gak sekalipun Kayla mau join sama kita, haduh gue gak ngerti deh sama jalan pikir tuh anak kenapa dia gak bisa memanfaatkan jabatan bapaknya dengan baik, gue yakin dia bahkan gak tau nama nama kita, sayang banget" Keluh windi.

"Asal dia gak ikut campur aja" Kata michele.

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!