Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14 menempa emas didalam tungku jiwa
Lilin-lilin di Perpustakaan Bawah Tanah telah lama padam, menyisakan hanya cahaya putih jernih dari Lentera Abadi yang masih setia menemani Xing Shenyuan. Su Yan dan Lin Xiaoyue telah tertidur lelap di sudut ruangan, wajah mereka tampak tenang setelah hari-hari yang penuh dengan ketegangan.
Shenyuan menarik napas dalam-dalam. Di telapak tangannya, botol giok kecil yang berisi tiga tetes Darah Esensi milik Jian Chen terasa hangat. Ini adalah kunci untuk memulai teknik nekat yang ia temukan semalam: Meridian Terbalik.
"Dunia ini mengejar kecepatan," gumam Shenyuan pada kesunyian. "Mereka ingin terbang sebelum kaki mereka cukup kuat untuk menapak. Tapi aku... aku akan mengakar lebih dalam dari siapa pun."
Ia memejamkan mata, mematikan semua indra fisiknya. Fokusnya beralih sepenuhnya ke dalam Dantian-nya—sebuah ruang di bawah pusar tempat sebuah bola emas sebesar kepalan tangan bayi berputar perlahan. Itulah Inti Emas-nya. Saat ini, warnanya emas mengilap dengan semburat ungu, namun di bawah penglihatan batinnya yang tajam, ia bisa melihat serat-serat ketidakmurnian yang sangat tipis, sisa dari energi dunia luar yang belum sempurna ia olah.
Ritual Pemurnian: Rasa Sakit yang Menghidupkan
Shenyuan membuka botol itu. Satu tetes darah merah keemasan melayang keluar, dipandu oleh kehendak rohnya. Darah itu masuk ke dalam mulutnya, namun tidak turun ke lambung. Ia langsung memecah tetesan itu menjadi jutaan partikel halus yang menyerbu meridiannya.
"Sekarang!"
Shenyuan memerintahkan Inti Emas-nya untuk berhenti berputar searah jarum jam. Itu adalah perintah yang melawan kodrat kultivasi. Rasanya seperti mencoba menghentikan roda raksasa yang sedang berputar kencang dengan tangan kosong.
Glek!
Tubuh Shenyuan tersentak. Rasa sakit yang tajam seperti ribuan jarum yang ditusukkan sekaligus ke setiap sarafnya membuat otot-ototnya menegang. Keringat dingin mengucur deras, membasahi jubah hitamnya dalam hitungan detik.
[Ding! Sistem Mendeteksi Fluktuasi Energi Berbahaya.]
[Status: Memulai Protokol Bantuan Stabilisasi.]
[Saran: Gunakan "Minyak Lampu Cendekiawan" untuk menekan gangguan mental.]
Shenyuan segera memercikkan sedikit minyak lampu ke sumbu lenteranya. Seketika, rasa sakit yang tadinya mengancam akan merusak kewarasannya mereda menjadi sebuah tekanan yang bisa ia kelola. Pikirannya menjadi sangat jernih, seolah-olah ia sedang membedah tubuhnya sendiri dengan pisau bedah yang presisi.
Ia mulai memutar Inti Emas-nya ke arah berlawanan.
Krrrkkkk...
Suara retakan terdengar dari dalam tubuhnya. Meridiannya mulai membengkak. Di sinilah Darah Esensi milik ahli Transformasi Roh berperan. Energi yang terkandung dalam darah itu segera menyelimuti dinding-dinding meridian yang rapuh, memperkuatnya dari dalam agar tidak hancur saat aliran Qi yang liar berputar melawan arus.
Ini adalah proses sentripetal. Dengan memutar energi secara terbalik, Shenyuan menciptakan gaya gravitasi internal yang sangat kuat di pusat Inti Emas-nya. Ketidakmurnian yang tadinya terjebak di lapisan dalam mulai terlempar keluar, menguap menjadi asap hitam tipis yang keluar dari pori-pori kulitnya.
Momen Kedekatan: Su Yan yang Terjaga
Su Yan terbangun oleh getaran energi yang aneh di ruangan itu. Ia melihat Shenyuan sedang dalam kondisi kritis. Asap hitam berbau amis keluar dari tubuh tuannya, dan aura Shenyuan tidak stabil—kadang terasa sangat kuat, kadang hampir hilang.
"Tuan!" Su Yan hampir berteriak, namun ia segera menutup mulutnya. Ia tahu, dalam kondisi seperti ini, gangguan sekecil apa pun bisa membuat Shenyuan mati karena ledakan energi.
Ia segera mendekat, namun tidak menyentuh fisik Shenyuan. Sebagai seorang alkemis, ia mengerti apa yang sedang terjadi.
"Dia sedang memurnikan diri secara ekstrem," bisik Su Yan dengan air mata di sudut mata. "Kenapa... kenapa Anda harus menanggung beban seberat ini sendirian?"
Su Yan segera duduk bersila di belakang Shenyuan. Ia tidak menyalurkan Qi-nya—itu akan merusak keseimbangan—namun ia mulai membakar beberapa batang dupa herbal kualitas tinggi yang ia simpan. Asap harum dupa itu membantu menenangkan atmosfer di sekitar Shenyuan, menciptakan zona isolasi agar energi makam yang dingin tidak mengganggu proses panas di dalam tubuh tuannya.
Shenyuan bisa merasakan kehadiran Su Yan. Meskipun ia sedang dalam penderitaan hebat, aroma dupa dan aura lembut wanita itu di belakangnya menjadi jangkar yang mencegah jiwanya melayang pergi.
Transformasi: Inti Tanpa Cacat
Empat jam berlalu dalam kesunyian yang mencekam.
Darah Esensi Jian Chen telah habis dikonsumsi. Inti Emas Shenyuan kini tidak lagi berwarna emas cerah. Warnanya berubah menjadi ungu pekat, hampir hitam, namun memancarkan kilau seperti berlian yang dipoles. Ukurannya menyusut, dari sebesar kepalan tangan menjadi sebesar mutiara kecil.
Meskipun ukurannya mengecil, densitas energinya meningkat sepuluh kali lipat.
BUM!
Sebuah gelombang energi meledak dari tubuh Shenyuan, menjatuhkan beberapa gulungan buku di dekatnya.
Shenyuan membuka mata. Sepasang pupil matanya kini memiliki lingkaran ungu tipis di sekelilingnya. Ia menarik napas, dan rasanya seolah seluruh udara di perpustakaan itu ingin masuk ke dalam paru-parunya.
[Ding! Login Berhasil di Tengah Transformasi!]
[Selamat, Tuan mendapatkan Pencapaian: "Fondasi Abadi".]
[Hadiah: Peningkatan Bakat (Root Bone) dari Kelas Rendah ke Kelas Menengah - Superior.]
[Status Kultivasi: Puncak Inti Emas (Terkompresi). Kekuatan Tempur Setara: Jiwa Baru Lahir Tahap Awal.]
Shenyuan mengepalkan tangannya. Ia belum naik ranah. Secara teknis, ia masih seorang kultivator Inti Emas. Namun, jika ia bertemu Jian Chen lagi sekarang, ia yakin bisa menahan serangan pria itu hanya dengan kekuatan fisiknya, tanpa bantuan formasi.
"Tuan? Anda... Anda berhasil?" Su Yan bertanya dengan suara gemetar.
Shenyuan berbalik, menatap Su Yan yang tampak kuyu. Ia mengulurkan tangan, menarik wanita itu ke dalam pelukannya. Su Yan terkejut, namun segera menyandarkan tubuhnya yang lemas pada dada Shenyuan yang kini terasa sekeras baja namun hangat.
"Terima kasih, Su Yan. Tanpa dupa aromamu, aku mungkin sudah kehilangan fokus di tengah jalan," bisik Shenyuan.
Su Yan memejamkan mata, menghirup aroma Shenyuan yang kini berbau seperti cendana dan petir. "Selama Tuan selamat, hamba rela melakukan apa pun."
Pelajaran Pagi: Api yang Dingin
Lin Xiaoyue terbangun tepat saat cahaya matahari pertama—yang tidak pernah benar-benar sampai ke bawah tanah—mulai sedikit mencerahkan kegelapan melalui celah ventilasi sihir. Ia melihat guru dan kakaknya sedang berpelukan, dan meskipun ada sedikit rasa cemburu, ia merasa lega melihat gurunya baik-baik saja.
"Guru! Guru menjadi lebih kuat lagi?" Xiaoyue berlari mendekat.
Shenyuan melepaskan pelukannya pada Su Yan dan menepuk kepala Xiaoyue. "Bukan lebih kuat, Xiaoyue. Tapi lebih 'bersih'. Kemarilah, coba serang aku dengan api feniksmu."
Xiaoyue ragu. "Tapi Guru, aku baru saja belajar teknik pernapasan baru, takut menyakiti Guru."
"Lakukan saja."
Xiaoyue menarik napas, matanya berubah menjadi biru menyala. Ia melepaskan sebuah bola api kecil yang kini warnanya lebih biru daripada merah—tanda panas yang lebih terkonsentrasi.
Shenyuan tidak menggunakan lentera. Ia hanya mengangkat jari telunjuknya. Saat api itu menyentuh jarinya, api tersebut tidak membakar, melainkan berputar di ujung jarinya seolah-olah sedang dipisahkan oleh medan magnet yang tak terlihat.
"Pusaran Qi terbalik," gumam Shenyuan. "Dengan fondasi yang padat, aku bisa memanipulasi energi di sekitarku dengan lebih presisi."
Xiaoyue ternganga. "Luar biasa..."
Langkah Berikutnya: Rahasia Lantai Bawah Tanah Kedua
Shenyuan berdiri dan melihat ke arah lorong yang lebih dalam di perpustakaan tersebut.
"Sistem memberiku akses ke Lantai Bawah Tanah Kedua setelah kejadian kemarin," ucap Shenyuan. "Di sana bukan lagi berisi gulungan kertas, tapi peninggalan fisik dari para leluhur."
"Apakah kita akan pergi sekarang, Tuan?" tanya Su Yan sambil merapikan pakaiannya.
"Tidak. Kita akan kembali ke atas dulu. Aku perlu memastikan Kekaisaran Pusat tidak melakukan hal bodoh saat aku sedang bermeditasi. Lagipula..." Shenyuan menatap kedua wanita itu. "...kalian berdua butuh mandi dan makan yang layak. Kalian sudah menjagaku dengan sangat baik."
Xiaoyue bersorak kegirangan. "Makan besar! Aku bosan dengan buah-buahan kering di sini!"
Shenyuan tersenyum. Sambil berjalan keluar dari perpustakaan, ia menyentuh Kunci Perunggu Berkarat di dalam sakunya. Ia tahu, di lantai bawah tanah kedua nanti, kunci ini akan membuka sesuatu yang mungkin akan mengubah arah perang melawan Kekaisaran Pusat selamanya.
[Status Sistem:]
[Kultivasi: Puncak Inti Emas (Sempurna).]
[Energi Kematian Terkumpul: 1.200 Unit.]
[Tujuan Berikutnya: Membuka Arsip Terlupakan.]
Shenyuan menatap langit kelabu makam saat mereka keluar dari gubuk. Dunia mungkin masih menganggapnya sebagai pangeran yang dibuang, tapi baginya, makam ini bukan lagi penjara. Ini adalah singgasana yang sedang ia bangun, satu batu nisan pada satu waktu.
"Langkah demi langkah," bisiknya. "Takhta itu akan datang kepadaku dengan sendirinya."