NovelToon NovelToon
Akan Ku Ubah Takdirku

Akan Ku Ubah Takdirku

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Sun044

dilarang plagiat !
plagiat dosa ini karyaku asli.
jika kalian menemukan versi sama di aplikasi lain itu berarti bukan karyaku karena aku hanya membuat di aplikasi ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Sun044, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati Yang Sedikit Goyah

Langkah kakiku terasa berat saat berjalan menjauh, seolah ada tali tak kasat mata yang berusaha menarik ku kembali ke arahnya. Namun, aku memaksakan kaki ini terus bergerak, membenamkan diri kembali ke dalam kerumunan siswa baru yang sibuk dengan urusan masing-masing. Aku duduk di sudut tempat berkumpul kelompokku, memeluk lutut erat-erat, berusaha menyembunyikan diri di balik bahu teman-temanku yang lain.

Waktu seolah berjalan lambat sekali. Sepanjang sisa acara MOS, pikiranku terus melayang, kembali pada momen singkat tadi. Tatapan matanya yang hangat, genggaman tangannya yang kuat namun lembut, dan nada suaranya yang tulus saat bertanya apakah aku baik-baik saja. Semua itu terus berputar di kepalaku, mengganggu ketenangan yang susah payah aku bangun. Aku berusaha keras untuk melupakannya, meyakinkan diri sendiri bahwa itu hanya kebetulan, sekadar kewajiban seorang panitia. Namun, ada bagian kecil dari hatiku yang enggan menerima alasan itu.

Hingga acara sore itu hampir berakhir, dan pengumuman pembubaran terdengar, aku baru bisa bernapas lega. Aku bergegas membereskan barang-barang ku, berniat pulang secepat mungkin sebelum dia muncul lagi. Namun, nasib sepertinya tidak berpihak padaku hari ini.

Saat aku sedang berjalan keluar gerbang sekolah, langkahku tiba-tiba terhenti. Dia berdiri tidak jauh dari sana, bersandar pada tiang lampu, seolah sedang menunggu seseorang. Matanya yang tajam namun lembut itu langsung menangkap keberadaan ku di antara kerumunan siswa yang berjalan keluar. Dia melambaikan tangan, lalu berjalan mendekatiku.

Jantungku berdegup kencang, campuran antara rasa gugup dan takut. Aku ingin berbalik dan berjalan arah lain, tapi kakinya seolah terpaku di tempat. Dalam beberapa detik, dia sudah berdiri di hadapanku lagi.

"Hai," sapa nya ringan, senyum tipis terukir di bibirnya. "Kamu pulang sendiri?"

Aku menunduk, tidak berani menatap wajahnya. "Iya, Kak," jawabku pelan, suaraku sedikit bergetar.

"Namamu siapa? Tadi aku lupa bertanya," tanyanya lagi, suaranya terdengar ramah, tidak memaksa.

"Laras... Larasati," jawabku singkat, masih menatap tanah di bawah kakiku.

"Laras..." ucapnya pelan, seolah mengeja namaku dan menyimpannya dalam ingatan. "Aku Kak Raka, ketua panitia MOS tahun ini. Tadi aku lihat kamu sepertinya agak kesulitan mengikuti acara, ya? Kalau ada apa-apa, atau ada yang bikin kamu tidak nyaman, kamu bisa bilang sama aku atau panitia yang lain, lho. Kami di sini memang untuk membantu kalian."

Aku mengangguk kaku. "Terima kasih, Kak. Aku tidak apa-apa," jawabku lagi, kalimat yang sama yang aku ucapkan tadi siang. Aku ingin segera pergi dari situasi ini, tapi kaki ini sepertinya tidak mau bergerak.

"Yakin?" tanyanya lagi, kali ini nadanya sedikit lebih lembut. "Tadi kamu terlihat kaget sekali saat hampir jatuh. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, Laras. MOS ini memang melelahkan untuk siswa baru, wajar kalau kamu merasa lelah atau kewalahan."

Kata-katanya begitu tulus, begitu perhatian. Sekali lagi, tembok di hatiku terasa sedikit goyah. Kenapa dia sebaik ini? Kenapa dia peduli pada orang asing sepertiku? Rasa curiga dan rasa hangat itu kembali bertarung di dalam dadaku, menciptakan kekacauan yang membuatku pusing.

"Aku harus pulang, Kak. Sudah sore," kataku akhirnya, memutuskan percakapan itu. Aku tidak sanggup menahan tatapannya lebih lama lagi, tidak sanggup mendengar kata-kata manis yang mungkin hanya sandiwara.

Raka tersenyum lagi, kali ini senyumnya terlihat sedikit sedih, seolah dia bisa merasakan jarak yang aku ciptakan di antara kami. "Ya sudah, hati-hati di jalan ya, Laras. Sampai jumpa besok."

Aku mengangguk sekali lagi, lalu segera berjalan cepat melewatinya, tidak berani menoleh ke belakang. Meski begitu, aku bisa merasakan tatapannya masih mengikuti ku sampai aku berjalan cukup jauh, menghilang di tikungan jalan. Sepanjang perjalanan pulang, pikiranku penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa aku jawab. Siapa sebenarnya Kak Raka ini? Dan kenapa kehadirannya membuat duniaku yang selama ini tenang dan dingin, tiba-tiba menjadi begitu berantakan?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!