NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

"Kami, tidak memaksa kamu dan tidak untuk dijawab sekarang juga Zi, kamu bisa fikirkan ini baik baik dulu ya."

"Tapi, kenapa mesti Sazi, kenapa enggak Seza aja sih?."

"Sazi, yang dipilih kedua orang tua kedua belah pihak itu ya kamu, ini sudah amanat harus gimana lagi."

"Ya,..tapi,..tapi kan ayah juga belum pulang bang, akak."

"Terlepas ayah sudah pulang atau belum tapi ini sudah perjanjian awalnya sudah saling sepakat Zi."

"Bang Verrel, Kak Meta maaf Fadli potong sebentar, tidak apa, kalau Sazi menolak, tapi satu hal yang pasti pernikahan jadi atau tidaknya saya tidak akan berubah kelak Sazi kecebur lagi bakal saya tetap tolong kok."

"Hilih, dijambak lagi gitu,"

"Sazii, sopan sedikit kalau bicara."

"Yah terserahlah kamu mau menilainya apa Zi."

Suasana berubah menjadi sunyi, meski dalam ada sedikit kelegaan yang Sazi rasakan saat itu, bibirnya terangkat sedikit. Lalau kemudian ia pun menjawab "Hya,..kalau tidak ada pilihan lain yasudah mau gimana lagi."

"Jadi kamu terima perjodohan ini."

"Emang bakal gimana kalo sazi tolak emang bisa gitu, tetap saja kan kalian pasti bakal tetep maksa Sazi buat nikah, Ya Tuhan kok jadi berasa kayak legenda Siti Nurbaya sih." celetuk Sazi yang membuat pecah suasana.

**

Hari H pernikahan pun digelar, dekorasi sudah tertata, ada panggung juga disana, lokasi pernikahan diadakan di Villa puncak.

Diadakan secara tertutup berhubung saat itu Sazi masih belum lulus dari sekolah, hanya tinggal beberapa bulan lagi masa kelulusan.

Didalam ruangan khusus pengantin, Sazi sudah didandani dengan begitu cantiknya ciri khas gadis berdarah Sunda dan Aceh. haya saja saat itu memakai kebaya khas Sunda dari pihak ibu Sazi.

Tak lupa siger sudah terpasang di kepalanya lengkap dengan hiasan melati yang menjuntai dengan cantiknya begitubtertata rapi ala pengantin Sunda.

Seza dan Helmi saja sampai tak bisa berkata kata lagi, begitu terpana melihat kecantikan Sazi saudara kandungnya sendiri.

"Gilaaa adek gue cantik banget, panglingnya elo Zi."

"Iya iya kak Seza ini mah pasti si bang Fadli langsung jatuh cinta sekali liat bininya secantik ini."

"haih udahlah enggak usah banyak memuji emang sudah cantik sejak lahirkan namanya juga anak mama gituloh."

"Iya iya."

"Helmi, ambilin makan buat gue dong laper."

"nNar aja kak belum kelar nih yang masak masih sibuk mana berani Helmi."

"Hish, nasib nasib harus nahan laper."

"Mbak ini sudah selesai belum make up-nya , jangan kelewat menorce ya mbak."

"iya tenang saja neng, eneng Sazi sudah oke kok." ucap penata rias yang mendandani Sazi.

***

Acara ijab Qabul pun dimulai, semua tamu undangan sudah pada berkumpul didalam ruangan, menu prasmanan pun sudah tertata dengan rapi berjejer di area meja yang berukuran panjang maupun bulat. Yang semua telah ditata dan hias rapi ala megahnya acara digedung mewah. Lengkap sudah dengan berbagai menu jajanan dan dessert lainnya yang tentunya sangat menggugah selera.

Fadli dengan setelan outfit tuxedo berwarna putih snada. Kini bersiap untuk melakukan acara sakral yang menegangkan. Yaitu Ijab Qabul.

"Fad, jangan tegang."

Fadli hanya mengangguk faham. Namun tak lama Arven berbisik lagi, dia temen chatan elu dari dulu ya bro."

"Hmm."

"Kenapa elu sok enggak kenal sama dia kemarin kemarin, parah Luh."

"Seru aja."

"Dasar, tapi emang jodoh elu sama dia kuat juga ya bro haha, samawa ya buat kalian."

"Thanks bro."

"Sudah siap pengantin pria."

"Insyaallah pak penghulu."

"Baiklah jabat tangan saya, dan ikuti arahan ya."

"Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan saudara Fadli bin ... Dengan Sazi Aleana Adrian dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai."

Dengan lantang dan dan begitu lancar Fadli lolos mengucapkan ijab Kabul tanpa terputus satu kali tarikan nafas. Dan semua pun bersorak Sah.

"Alhamdulillah."

Tak lama Sazi pun datang di dampingi para bridesmaid yang begitu mempesona. Tanpa tersadar Fahmi menatap lekat Sazi dengan begitu lama.

"Hey, kenapa elo liatin gue lama banget?."

Fadli jadi salting sambil menggaruk pelipisnya yang tak gatal, "eh, eng,..enggak kok, abis kamu beda banget Zi."

"Hilih, bilang aja naksir loh ya sama gue."

"Lah, kalo emang iya kenapa, kan kamu sudah jadi istriku Zi."

"Degh!."

***

Acara kemeriahan pesta sudah selesai sejak tadi, para tamu pun sudah pada ampih ke kediamannya masing masing.

Tersisa Fadli dan Sazi yang sengaja mereka tinggal di villa itu. Sazi masih sibuk merapihkan rambutnya. Meski dengan susah payah

"Kenapa Zi, Yang ini, sini biar saya bantu."

Lagi lagi kelakuan Fadli yang mendadak sweet membuat jantung Sazi merasa tidak aman. Jedag jedug bagai disko membuat Sazi gugupnya bukan main.

Setelah selesai, keduanya sudah pada ganti baju, buru buru Sazi ke atas tempat tidur dan bilang "Elo, di sofa ya, kasur ini daerah kekuasan gue."

"Oke."

Fadli menoleh pada sofa yang berukuran kecil namun tak masalah baginya, ia pun langsung mengambil bantal dan menghampiri sofa tersebut.

"Seriusan bang elo mau tidur disofa kecil itu?."

"Hmm, kan saya juga tau, istri saya masih harus beradaptasi."

Dengan santainya Fadli langsung merebahkan tubuhnya di sofa itu.

Namun tak disangka moment keduanya pecah begitu saja, saat ada kecoa mendekati Sazi, membuat Fadli yang terkejut langsung terjatuh ke lantai.

"Hwaa, kecoa."

"gdebugh."

""Aduh."

"Kenapa Zi, ngagetin aja sih."

"Itu ada kecoa, tadi didekat bantal."

"Kok bisa, padahal sudah dibersihkan loh ini sama si mbak yang jaga villa ini."

"Ya mana Zi tau, udah bang tolongin itu gesuh kecoanya dulu."

Fadli hanya terdiam, membuat Sazi merasa jengkelnya bukan main.

"Bang Fadli ikh, itu kecoanya mau kesini tuh."

"bukan gitu Zi, aku juga takut geli sama kecoa."

"Astagaaa."

Pasangan pengantin baru ini, bukannya sibuk dengan malam pertama mereka. Keduanya malah sibuk berperang dengan seekor kecoa yang menyebalkan itu.

"Akhirnya pergi juga." ucap keduanya menarik nafas lega, dengan nafas yang sedikit ngos ngosan.

Keduanya pun bertos ria, karena keduanya merasa kelelahan pada akhirnya tanpa mereka sadari tidur bersama di satu ranjang yang sama. Entahlah bagaimana besok ketika mereka sadar hehe.

Ditunggu kelanjutannya ya😊

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!