Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hapus Albert dari misi
"Sistem.. Hapus nama Albert sekarang juga dari daftar misi, aku tidak sudi, untuk sekedar mendekati nya, suami br*ngs*k sepertinya tidak layak untuk mendapatkan perhatian ku." Kata Aylin pada sistem. Saat ini Aylin sedang berada di kamar nya seorang diri, jadi dia bisa berbicara dengan sistem dengan leluasa.
"Aduh Nona, kenapa gampang sekali menyerah.. ? Sangat di sayangkan loh, Albert itu tampan mapan dan juga kuat. Tapi tak apa. Karena sistem masih punya dua kandidat terbaik lainnya!" Kata Sistem bersemangat.
Aylin memegangi kepala nya karena terlalu pusing dengan kelakuan sistem yang ada di otak nya tersebut. "Bisa gak sih sistem, aku gak usah ngerjain misi lagi?"
"O.. Tidak bisa Nona, jika nona tidak menjalankan misi, maka sistem akan semakin melemah karena tidak mendapatkan energi dari penyelesaian misi. Kata sistem menjelaskan.
"Baik lah.. Baik lah.. Aku akan lihat dua kandidat lainnya dulu. Karena aku, sudah benar-benar muak dengan Albert!"
"Ding. Permintaan sedang di proses. Selamat karena mulai saat ini tuan Albert sudah tidak menjadi target misi anda, mohon segera tentukan target misi yang lainnya." Kata sistem dengan enteng nya.
*
*
*
Sedangkan di tempat lain Aras menyibukkan dirinya dalam pekerjaan nya. Sudah beberapa hari dia tidak pulang. Rasanya dia tidak lagi betah berada di tempat yang dulu ia sebut sebagai rumah.
Perubahan Besar istri nya, membuat nya tak lagi betah berada di tempat yang seharusnya menjadi obat dikala ia lelah. Karena setiap dia pulang yang ada hanya keributan. Bahkan istri nya sekarang telah pindah ke kamar Arabella. Putri mereka. Dan istrinya sekarang sering memandang rendah diri nya.
"Tuan, apakah hari ini tuan tidak akan pulang lagi?" Tanya Sang asisten Aras.
Aras mendongak, melihat ke arah Asisten nya, yang sudah menemaninya bertahun-tahun. "Tidak Claudia. Pekerjaan ku masih begitu banyak, kau bisa pulang duluan!" perintah Albert.
Claudia menunduk sedikit memberi hormat. "Baiklah pak, saya akan pulang terlebih dulu, semoga pekerjaan anda bisa segera terselesaikan." Kata sang asisten, lalu pergi meninggalkan Arad yang masih setia berada di kursi kerja nya.
Setelah kepergian Claudia Aras termenung lumayan lama, bayangan hari-hari indah bersama keluarga kecilnya kini hanya menjadi memori indah yang sulit terjadi kembali. Kenangan-kenangan semasa ia dan sang istri menjalin hubungan dan akhirnya memutuskan untuk menikah. Itu adalah momen-momen manis dalam hidup nya. Di tambah kelahiran Arabella di dunia ini, menjadi kado terindah di hubungan mereka. Aras bertanya-tanya Sebenarnya dari mana awalnya yang membuat hubungan mereka menjadi rusak seperti ini.
Merasa pikiran nya semakin kalut. Dan ia pun sudah jenuh dengan kertas-kertas yang menumpuk penuh di atas mejanya. Bahkan kini kumis dan jenggotnya mulai tumbuh. Terlihat sekali kini ia tak terawat dengan baik.
Aras memutuskan untuk menjernihkan pikiran nya di luar, mencari udara segar agar pikiran nya bisa sedikit jernih. Aras melakukan mobilnya menyusuri kota Ankara. Akhirnya mobil nya berhenti di sebuah Kafe yang terlihat sepi. Aras melangkah masuk ke dalam kafe tersebut. Tiba-tiba pandangan nya terpaku pada sosok wanita berambut ikal alami, yang sedang menyuapi sebuah cheesecake kedalam mulut mungil seorang anak laki-laki. Senyum nya mengembang indah setiap kali anak laki-laki itu melahap kue yang ia siapkan. Aras tak sadar telah berdiri cukup lama mengamati mereka.
"Permisi tuan, ada kah yang bisa saya bantu. Sedari tadi, kami lihat anda telah berdiri di sini sudah cukup lama. Maaf jika menyinggung anda. Tapi para tamu yang lain terhalangi tubuh anda untuk bisa masuk ke dalam kafe ini." Tegur seorang pramusaji di tempat itu. Barulah Aras tersadar akan kesalahannya.
"Maaf kan saya, saya ingin memesan segelas coffee espresso shot." Kata nya dengan sedikit rasa canggung, lalu duduk dengan asal di kursi yang kosong. Tetapi matanya tetap sesekali melirik ke aras wanita berambut ikal tadi. Yang tiap terusik sama sekali, dengan keributan yang baru saja ia ciptakan.
*
*
Aylin tidak sadar sama sekali bahwa ada seseorang yang terus memperhatikan nya dengan Kaiden. Saat ini dia sedang mengajak Kaiden kesebuah kafe, untuk bisa menjalin hubungan yang lebih dekat lagi dengan Kaiden. Dan Kaiden pun mulai nyaman dengan kehadiran Aylin di samping nya. Bahkan dia tidak lagi mengingat pengasuh l*n*t nya, yang menginginkan kehancuran dirinya.
Kaiden tersenyum lebar, di setiap menerima suapan cheesecake yang Aylin suap-kan kedalam mulut kecil nya. Rasa manis dan lembut dari cake tersebut seolah ikut meresap kedalam hati nya. Ia terus memandang wajah cantik wanita di depannya itu yang sudah menjadi ibu nya. Kini Kaiden bisa merasakan apa itu kasih sayang seorang ibu. Meski tidak dari wanita yang melahirkan nya.
Selesai dengan kegiatan kecil mereka di cafe tersebut Aylin segera mengajak Kaiden untuk segera pergi. Namun langkah nya terhenti ketika sebuah tangan memegang pergelangan tangan nya yang kiri. Aylin mengeryit dalam dan menoleh ke arah orang yang sudah lancang memegang tangan nya dengan sembarang.
"Maaf nona, kita bertemu kembali. Boleh minta waktu nya sebentar?" Kata Aras. Orang yang dengan lancang memegang tangan Aylin. Aylin mengeryit tak suka.
"Apakah kita ada urusan, kurasa aku tidak terlalu mengenal anda. Yang kutau hanya sebatas kau adalah suami dari wanita yang selalu menempel pada suami ku!" kata Aylin sarkas.
"Oh, anda benar nona, tetapi ada hal yang ingin saya bicarakan sebentar dengan anda." kata Aras sopan. Kaiden memandang tajam ke aras Aras. Kaiden berfikir orang tersebut pasti lah ingin mencuri mami nya dari nya. Dan Kaiden tentu tidak akan membiarkan itu
Kaiden menarik-narik pelan ujung baju Aylin. Tentu saja Aylin langsung menoleh ke arah Kaiden, dan memusatkan semua perhatian nya pada Kaiden. "Ada apa sayang?" Tanya lembut. Kelembutan dari nada suara Aylin ternyata juga mempengaruhi Aras yang mendengar nya. Sangat halus dan indah untuk di dengar. Dulu Dorothea sering melontarkan kata-kata halus penuh kasih sayang seperti itu pada nya. Tapi kini yang ada hanya kata-kata sarkas dan kasar. Penuh dengan keluhan.
Kaiden menggosok-gosok kan kedua tangan nya pada kedua matanya seolah dia sangat mengantuk. "Mami, Kaiden sangat mengantuk. Bisakah kita pulang sekarang?" Tanya Kaiden dengan wajah polosnya.
kata kata untukmu:
"semangat dan sehat selalu dan jalani harimu dengan kisah yang indah 💪"