AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Ren pelan, saat mereka sudah sampai ke dalam bunker.
Sarah menghela napasnya, seharusnya dirinya tidak menceritakan ini kepada Ren. Tapi juga, sebaiknya pemuda ini mengetahui dan berhati-hati.
"Ada seseorang yang membenci manusia, dia akan membunuh seluruh umat manusia." Hanya itulah penjelasan singkat dari Sarah.
Ren menelan ludah, bagaikan ketakutan."Bukankah ada Kelvin yang begitu hebat. Dia memiliki sistem, dia pasti bisa melindungi kita."
Wanita itu menggeleng."Bahkan Kelvin pun tidak bisa melindungi kita darinya. Aku sama sekali tidak mengerti, kenapa orang itu membenci manusia."
"Ya...mungkin, dia memiliki batas kesabaran tertentu." Kalimat yang diucapkan oleh Ren, membuat Sarah menoleh padanya.
"Maksudmu?" tanya Sarah tidak mengerti.
"Pikirkan dari sisi orang itu, mungkin dia bertemu dengan banyak manusia yang tidak baik. Sehingga menganggap semua manusia tidak baik. Jadi rumput liar yang tumbuh di taman, harus dicabut. Barulah membuat taman baru dan tanaman yang lainnya lebih indah." Jawab Ren, membersihkan sisa kotoran debu, yang sempat menempel di wajah Sarah.
Jujur saja, pemuda ini benar-benar tipenya. Begitu lemah, terdengar begitu tulus, dan jujur. Dirinya dulu menikah dengan Kelvin, untuk mengikuti alur cerita novel. Tujuannya hanya satu, untuk dapat hidup dengan selamat di hari kiamat. Cinta dapat dipupuk dan tumbuh itulah pemikiran naifnya yang dulu, tapi ternyata tidak dengan Kelvin.
Setelah memasuki keluarga Sarah yang kaya sebagai menantu pria. Sama sekali tidak ada yang dapat dibanggakan dari sosok Kelvin. Pria itu sering menggoda sekretaris Suwandi.
Begitu pemalas, hanya dapat mengadakan pesta dan bersenang-senang di rumah. Dirinya pernah menawari Kelvin untuk membuka bisnis, tapi berakhir bangkrut karena tidak diurus olehnya. Lebih tepatnya, uang modal bisnis juga digunakan untuk bersenang-senang.
Tidak disangka, itulah protagonis pria, pantas saja Sarah dalam cerita novel tidak menyukainya sama sekali.
Tapi dirinya yang bereinkarnasi menjadi Sarah, berusaha tersenyum menahan pahitnya sifat suaminya. Hanya untuk mendapatkan perlindungan di hari kiamat nanti.
Karena tidak mungkin rasanya, keluarga konglomerat dapat menghentikan perang nuklir dari beberapa negara.
Dan di sinilah dirinya, menyesali keputusannya menikah dengan Kelvin. Seharusnya sebelum kiamat, dirinya seperti Sarah dalam cerita novel saja. Membenci, mencaci dan menceraikan suaminya.
"Mungkin saja..." Gumam Sarah."Apa itu artinya di pertemuan berikutnya aku harus bernegosiasi dengannya?" tanyanya meminta saran.
"Tidak tahu, tapi setiap orang pasti memiliki alasan dalam melakukan sesuatu. Tanganmu tergores..." Ucapnya, menatap luka yang mungkin tercipta dari goresan batu kala dirinya bersembunyi.
Pemuda ini mengobatinya perlahan. Ya... dirinya memang tidak pernah diperlakukan dengan baik.
"Terima kasih." Ucap Sarah padanya.
"Aku adalah budakmu, jadi tidak perlu ada kata terima kasih."
Semakin dilihat orang ini semakin menyenangkan. Pria yang sama sekali tidak menuntut untuk dihormati, memiliki tutur kata yang halus, pandai memasak, berwajah rupawan, dan yang paling penting setia. Keindahan mana lagi yang engkau dustakan.
Tapi jujur saja, daripada urusan asmara, langkah untuk bertahan hidup adalah hal yang utama baginya saat ini.
"Nona Sarah, apa yang nona sukai darinya?" tanya Ren merujuk pada sosok Kelvin.
"Ya... anggap saja aku kerasukan setan busuk, sehingga aku menikah dengannya." Gumam Sarah.
"Jadi besok Nona Sarah mau makan apa?" Pertanyaan yang pada akhirnya dilontarkan oleh Ren.
"Besok kita akan bepergian ke area sekitar bunker. Sebaiknya kita berburu lebih banyak, jika kamu dapat mengembalikan beberapa jenis hewan ke keadaan sebelum terkena radiasi. Itu akan menjadi hal yang baik untuk memelihara seekor sapi atau ayam dalam bunker milikku." Jawaban tenang dari Sarah, kepentingannya bukanlah bunker tidak berguna ini. Maksudnya bunker yang dihuni oleh Kelvin.
Bungker ini hanya menang kemewahannya saja, hanya ada beberapa persenjataan di tempat ini.
Sedangkan bunker milik Sarah, yang keberadaannya dirahasiakan dari Kelvin. Memiliki teknologi botani di bawah tanah, dengan sistem pengairan dan pencahayaan secara memadai. Memiliki jumlah cadangan baterai yang besar, mungkin cukup untuk dunia yang tanpa sinar matahari selama 15 tahun.
Jika memiliki hewan seperti ayam dan sapi, mungkin itu juga akan lebih bagus untuk tanaman nanti.
"Lebih baik kita kembali tidur." Itulah yang diucapkan oleh Sarah, memasuki kantung tidurnya.
"Tapi karena kejadian tadi aku ketakutan. Bagaimana jika pria bertopeng itu tiba-tiba masuk ke dalam bunker kemudian membunuh kita. Dia begitu menyeramkan..." Gumam Ren dengan tatapan mata berkaca-kaca, memohon belas kasih.
Sarah menghela napas kasar."Kamu tidur di dekatku, jika orang itu datang kamu tinggal membangunkanku."
Kalimat yang diucapkan oleh Sarah, perlahan wanita itu menutup matanya. Sedangkan Ren, yang mendekati tidur di hadapannya, dengan usil menyentuh hidungnya.
"Tidurlah!" Sarah geram, merasa terganggu.
"Tidak! Aku hanya berpikir, Sarah benar-benar keren..." Ren tersenyum, ikut memejamkan matanya.
Tapi malah mata Sarah yang kini terbuka, mengangkat salah satu alisnya, menatap jenuh ke arah pemuda ini. Wajah yang tertidur tenang begitu terlihat polos dan damai. Menghela napasnya, sungguh kasihan pada orang lemah dan lugu ini, harus bertahan hidup di dunia kiamat yang begitu kejam.
Jika tidak memakan, maka pastilah akan dimakan. Ya... mungkin dirinya dapat berteman dan menampung orang ini. Mungkin juga dapat saling melindungi dengannya.
Benar-benar terlalu polos, lugu, lemah, dan baik hati...
***
Luka yang dialami Kelvin kali ini, bukanlah luka yang ringan. Apalagi dengan jumlah poin sistemnya yang mencapai 0. Dirinya tidak dapat menukarkan poin dengan pemulihan.
Untung saja ada Sofia di sini, seseorang yang memiliki keahlian di bidang medis. Hingga lukanya dapat dirawat dengan baik.
Kelvin berusaha bangkit, semenjak dunia kiamat, untuk pertama kalinya dirinya dikalahkan saat bertarung.
"Makhluk macam apa sebenarnya..." Gumamnya, meyakini yang semalam dihadapinya Bukan manusia biasa.
"Kelvin kamu sudah sadar." Ucap Ayu, yang bertugas menjaganya semalaman.
"Syukurlah..." Sofia yang tengah membereskan peralatan medis, melangkah mendekatinya.
"Sebenarnya siapa orang yang kemarin malam?" Pertanyaan yang dilontarkan oleh Rani, membantu Kelvin meminum segelas air putih.
Kelvin menggeleng, pertanda tidak mengetahui siapa apa orang itu. Tapi pupil mata merahnya yang mengerikan, sama sekali tidak dapat dilupakan oleh Kelvin.
Pemuda yang mengepalkan tangannya, poinnya sudah habis, tubuhnya terluka. Walaupun powernya bertambah, tapi hanya dapat dipergunakan 15% saja, hingga sampai tubuhnya pulih. Untuk memulihkan dengan cepat diperlukan poin. Tapi bagaimana cara mengumpulkan poin dengan keadaan seperti ini?
Hingga.
Ren dan Sarah terlihat melintas, membawa persenjataan lengkap. Entah kenapa dirinya sama sekali tidak menyukai pria ini.
"Kalian mau ke mana?" tanyanya.
"Nona Sarah mengajakku untuk melihat pemandangan di luar sana. Aku yang bertubuh lemah ini, sudah lama tidak keluar, menikmati angin. Aku harap Tuan Kelvin tidak marah." Itulah yang diucapkan oleh Ren, menempel melekat pada Sarah bagaikan permen karet.
Kelvin mengepalkan tangannya, orang ini seperti sengaja untuk mengejeknya. Benar-benar pria tidak tahu diri, mungkin istilah trennya, white Lotus, teh hijau, setan pura-pura lemah yang merusak hubungan orang lain.
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...