Dianggap sebagai sampah karena meridiannya yang hancur, Ling Tian hidup dalam penghinaan dan keputusasaan. Namun, takdirnya yang kelam berubah selamanya saat ia secara tak sengaja membangkitkan Mutiara Naga Kosmik, sebuah artefak ilahi yang menyimpan jiwa Naga Purba dan rahasia ruang-waktu.
Dengan warisan yang menentang langit ini, perjalanan Ling Tian dimulai. Dari seorang pemuda yang dicemooh, ia bangkit untuk membalas dendam, mengguncang sekte, dan menaklukkan kerajaan. Perjalanannya membawanya melintasi dunia fana menuju alam abadi, di mana setiap langkah adalah pertaruhan antara hidup dan mati. Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang sampah bisa naik menjadi penguasa kosmos, mengungkap konspirasi universal, dan memegang takdir jutaan dunia di tangannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Perang Penawaran
Ling Tian menemukan sebuah kursi kosong di sudut belakang aula lelang yang remang-remang. Dari posisinya, ia bisa mengamati sebagian besar kerumunan tanpa menarik perhatian. Tudungnya ditarik rendah, dan topeng perak di wajahnya memantulkan cahaya obor yang berkedip-kedip, membuatnya tampak seperti patung yang tak bernyawa.
Tak lama kemudian, lelang dimulai. Seorang juru lelang tua dengan senyum licik naik ke atas panggung.
"Selamat datang, para Tuan dan Nyonya, di Rumah Lelang Lautan Hitam! Malam ini, kami memiliki beberapa barang langka yang pasti akan menarik minat Anda!"
Item-item pertama yang dilelang adalah barang-barang biasa—beberapa senjata spiritual tingkat rendah, armor, dan ramuan langka. Meskipun begitu, penawaran tetap berjalan sengit, menunjukkan kekayaan para peserta yang tersembunyi di balik jubah mereka. Ling Tian hanya menonton dengan tenang, tidak tertarik.
Setelah sekitar satu jam, juru lelang itu berdeham, dan senyum di wajahnya menjadi lebih lebar. "Dan sekarang, untuk item yang saya yakin telah Anda semua tunggu-tunggu!"
Seorang asisten wanita yang cantik membawa sebuah nampan perak yang ditutupi kain sutra. Saat juru lelang membuka kain itu, lima botol porselen putih yang identik terungkap.
"Di hadapan Anda adalah lot pertama dari dua lot malam ini! Lima butir Pil Pengumpul Qi, semuanya berkualitas tinggi!"
Pengumuman itu menyebabkan kegemparan di seluruh aula. Bisikan-bisikan langsung menyebar.
"Kualitas tinggi? Benarkah?"
"Aku dengar rumornya, tapi tidak kusangka itu nyata!"
"Siapa alkemis yang begitu murah hati menjual harta seperti ini?"
Di salah satu ruang pribadi di lantai dua, Ling Feng dan Murong Xue juga ada di sana. Wajah Ling Feng langsung bersinar dengan keserakahan.
"Pil Pengumpul Qi berkualitas tinggi! Jika aku bisa mendapatkannya, aku mungkin bisa mencoba menerobos ke tingkat ketujuh sebelum Kompetisi Klan!" serunya.
Murong Xue juga terkejut. Alkemis yang mampu secara konsisten memproduksi pil berkualitas tinggi sangatlah langka. Bahkan alkemis di klan mereka pun tidak bisa menjaminnya. Dari mana pil-pil ini berasal?
Juru lelang melanjutkan, "Semua orang tahu nilai dari pil-pil ini. Lima butir ini cukup untuk membantu seorang kultivator tingkat kelima mencapai puncaknya! Harga awal: 20 keping emas! Setiap penawaran minimal 1 keping emas!"
"25 emas!" sebuah suara serak dari sudut lain langsung menawar, menunjukkan betapa didambakannya pil-pil ini.
"26 emas!"
"28 emas!"
Ling Feng mendengus dingin. "Sekelompok katak dalam sumur." Ia kemudian menekan tombol di ruangannya, dan suaranya menggema di seluruh aula. "50 emas!"
Tawaran itu langsung membungkam sebagian besar penawar. Menaikkan harga dua kali lipat dalam satu kali penawaran adalah unjuk kekuatan finansial yang sombong. Semua orang tahu itu pasti berasal dari salah satu ruang pribadi, milik para junior elite dari klan-klan besar.
Namun, jelas ada orang lain yang tidak mau menyerah. "51 emas!" Suara itu datang dari seseorang yang mengenakan jubah Klan Xiao, salah satu dari tiga klan besar di Kota Awan Bambu.
"60 emas!" Ling Feng langsung menaikkan tawaran lagi, suaranya penuh dengan arogansi.
"61 emas!" balas Klan Xiao, tidak mau kalah.
Dari kursinya di belakang, Ling Tian menyaksikan semua ini dengan tenang di balik topengnya. Hatinya dipenuhi dengan ironi yang dingin. Musuhnya yang paling dibenci sedang menghabiskan kekayaannya untuk membeli pil yang ia buat dengan santai.
"70 emas!" raung Ling Feng, amarah mulai terdengar dalam suaranya.
Di seberang ruangan, penawar dari Klan Xiao ragu-ragu sejenak, lalu akhirnya menggelengkan kepala. Harga ini sudah terlalu tinggi, bahkan untuk lima pil berkualitas tinggi.
"70 emas! Apakah ada tawaran lebih tinggi? Satu... dua... Tiga! Terjual kepada tamu di Ruang Pribadi Nomor 3!" seru juru lelang dengan gembira.
Di dalam ruangan, Ling Feng tersenyum puas, meskipun hatinya sedikit sakit karena telah menghabiskan begitu banyak uang.
Murong Xue menatapnya dengan tatapan rumit. "Kau menghabiskan hampir seluruh uang sakumu untuk ini."
"Tidak masalah! Dengan pil-pil ini, kekuatanku akan meroket. Uang bisa dicari lagi," jawabnya sombong.
Saat itulah juru lelang kembali berbicara. "Selamat kepada penawar yang beruntung! Dan jangan berkecil hati bagi yang lain, karena seperti yang saya katakan, kami memiliki lot kedua! Lima butir Pil Pengumpul Qi berkualitas tinggi lainnya!"
Senyum di wajah Ling Feng langsung membeku.
Seluruh aula kembali bergemuruh. Mereka pikir hanya ada lima, tetapi ternyata ada sepuluh! Ini gila! Siapa penjual misterius ini?
Ling Feng mengepalkan tangannya. Ia ingin membeli lot kedua juga, tetapi ia tidak punya cukup uang lagi. Ia hanya bisa menonton dengan marah saat perang penawaran kembali pecah.
Kali ini, tanpa campur tangan Ling Feng, penawar dari Klan Xiao dan beberapa sosok misterius lainnya bertarung habis-habisan. Harga dengan cepat meroket, bahkan melampaui harga lot pertama.
"72 emas!"
"73 emas!"
"75 emas!"
Akhirnya, lot kedua terjual dengan harga mengejutkan, 78 keping emas, kepada seorang tetua misterius yang auranya tersembunyi.
Di sudut belakang, Ling Tian menghitung dalam hati. 70 emas ditambah 78 emas, total 148 keping emas. Setelah dipotong komisi 10% oleh rumah lelang, ia akan menerima 133,2 keping emas.
Jumlah yang cukup untuk membeli sebuah rumah mewah di pusat kota.
Ia berdiri dengan tenang, jubahnya bergoyang. Ia tidak menunggu sisa lelang selesai. Ia berjalan menuju ruang penukaran, di mana seorang staf sudah menunggunya dengan sebuah kartu kristal hitam.
"Tuan, total penjualan Anda adalah 148 emas. Setelah komisi, saldo di kartu ini adalah 133 emas dan 20 perak. Silakan periksa," kata staf itu dengan sangat hormat.
Ling Tian mengambil kartu itu tanpa memeriksanya. Ia tahu rumah lelang sekaliber ini tidak akan berani menipunya.
Dengan kekayaan baru yang cukup untuk mengguncang seluruh generasi muda Kota Awan Bambu, ia menghilang kembali ke dalam kegelapan malam, meninggalkan badai spekulasi dan intrik di belakangnya.
Langkah selanjutnya: membeli ramuan dalam jumlah besar dan melanjutkan kultivasinya yang menantang surga. Waktu tiga bulan terasa semakin singkat, tetapi kini, ia memiliki kepercayaan diri penuh untuk menghadapi takdirnya.